8 Gejala Asma Pada Anak Kecil Paling Berbahaya

Asma merupakan penyakit kronis yang terjadi secara berkala dimana jalan pernapasan menuju ke paru-paru membengkak yang mengakibatkan kesulitan bernapas. Pembengkakan terjadi diakibatkan sistem imun pada anak yang bersifat lebih reaktif terhadap zat yang menyebabkan alergi (disebut alergen) yang dapat berasal dari debu, serbuk bunga, jamur maupun polusi udara, seperti: asap rokok, asap hasil pembakaran serta cuaca seperti hawa dingin. Adapun asma dapat terjadi jika pernah ada riwayat dalam keluarga atau ketika ibu hamil asma. Namun, penelitian menemukan 60% penyebab asma berasal dari alergi.

Baca pula: Bahaya asma bagi ibu hamil

Gejala asma dimulai saat jalur pernapasan terpapar alergen dan sistem imun menjadi lebih reaktif dan menghasilkan ‘histamin’ atau senyawa kimia alergi yang menyebabkan pembengkakan pada selaput paru-paru dan penyempitan pada otot pernapasan hingga akhirnya menghasilkan lendir yang menutup ruang bernapas. Biasanya gejala asma pada anak diiringi suara ‘mengi’ yang dihasilkan saat menghela napas akibat tertutupnya jalan pernapasan.

Namun, tidak selamanya ketika anak kita mengeluarkan suara ‘mengi’ selalu diartikan sebagai asma. Ada kalanya hal tersebut disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan atas yang biasa disebut ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) ataupun infeksi tenggorokan yang menyebabkan pilek. Setelah virus dan infeksi berakhir, maka berakhir pula suara ‘mengi’ yang dihasilkan oleh anak kita. Jadi, ini tidak termasuk asma melainkan virus atau infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan hanya berlangsung sementara saja.

Oleh karena itu, sebaiknya kita mengetahui apa saja gejala-gejala yang mengarahkan anak kita terserang asma atau tidak. Berikut tanda-tandanya:

  1. Batuk Kronis / Terus Menerus

Batuk ini biasanya berupa batuk kering dengan sedikit dahak dan terjadi secara terus-menerus. Hal ini akan semakin parah ketika menjelang malam atau pagi harinya. Batuk semacam ini biasanya disebabkan oleh virus dingin yang menyerang laring dan trakhea anak.

Baca juga: Bahaya batuk bagi ibu hamil

  1. Napas Pendek atau Sesak di Dada

Napas pendek dan dada sesak hingga terasa sakit biasanya juga mengindikasikan gejala asma. Hal ini disebabkan oleh tertutupnya jalur pernapasan oleh lendir dan mengecilnya jalan udara akibat otot dada mengerut sehingga napas terasa tersengal-sengal dan tidak teratur. Biasanya hal ini diikuti dengan posisi perut yang tertarik hingga ke bawah tulang rusuk akibat kesulitan untuk mengambil napas. Apabila sang ibu memiliki riwayat asma, maka perlu mengetahui cara mengatasi sesak nafas saat hamil agar tidak mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan.

Baca pula: Penyebab janin kekurangan oksigen dan Penyebab janin kekurangan oksigen dalam kandungan


  1. Suara Terbata – Bata

Hal ini erat kaitannya dengan poin ke-2 dimana kesulitan bernapas akan mempengaruhi kemampuan anak untuk berbicara. Ketika berbicara, suara yang keluar tidak terdengar normal melainkan banyak terpotong-potong karena kehabisan napas.

  1. Suara ‘Mengi’ Ketika Menghela dan Menghembuskan Napas

Telah disebutkan sebelumnya bahwa suara ‘mengi’/’mencit’ ditimbulkan karena terhimpitnya saluran napas karena otot-otot pernapasan yang berkontraksi. Ini hanyalah indikasi awal gejala asma pada anak yang dapat mengarah kepada asma kronis atau hanya sekedar virus atau infeksi saluran napas yang berlangsung sementara.

  1. Bronkitis

Bronkitis merupakan salah satu penyakit pernapasan yang menyerang ‘bronkus’ atau saluran udara utama pada paru-paru yang mengakibatkan pembengkakan atau peradangan pada saluran pernapasan. Apabila bronkitis terjadi secara berulang atau terus – menerus kambuh maka hal ini dapat mengarah pada penyakit asma kronis.

  1. Rasa Cepat Lelah

Hal ini wajar terjadi ketika udara tidak dapat masuk ke dalam saluran pernapasan secara bebas, maka kebutuhan tubuh akan Oksigen akan berkurang. Akibatnya, anak akan merasa cepat lelah dan tidak kuat untuk beraktivitas secara normal.

  1. Bibir Berwarna Biru / Pucat

Akibat berkurangnya supplai udara, anak akan menjadi lebih cepat lelah dan hal ini dapat terlihat dari raut wajah yang pucat dan bibir yang menjadi kebiruan.


  1. Susah Tidur

Hal yang wajar ketika anak mengalami asma akan mengalami sulit tidur. Hal ini dikarenakan pernapasan yang terganggu menyebabkan anak tidak dapat tidur dengan posisi normal. Napas bisa sedikit terbantu dengan memposisikan bantal  atau sandaran kepala lebih tinggi atau hampir sejajar dengan punggung.

Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya asma pada anak, diantaranya:

  1. Menghindarkan anak dari hal-hal yang mampu mencetuskan asma, seperti: hawa dingin, makanan, debu, asap rokok, dll.
  2. Untuk melegakan asma secara cepat, obat yang biasa digunakan adalah ‘albuterol’ atau ‘salbutamol’ yang berfungsi melebarkan saluran pernapasan secara cepat. Obat ini dapat bekerja efektif jika menggunakan alat yang disebut ‘inhaler’. Obat ini hanya bisa diberikan di bawah pengawasan dokter.
  3. Berkonsultasilah dengan dokter untuk memilih perawatan yang paling tepat untuk menangani asma pada anak Anda. Dokter akan memberikan obat-obatan yang aman digunakan dalam jangka panjang, seperti: Natrium kromolin.
  4. Ajarkan anak-anak untuk memiliki kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan dan kebersihan (seperti: olahraga rutin) dan menghindari kebiasaan buruk sehari-hari.

Telah disebutkan sebelumnya di atas bahwa sebagian besar penyebab asma berasal dari alergi. Pada bayi yang sejak berumur kurang dari 5 tahun pernah mengidap penyakit alergi, seperti: eksim ataupun alergi terhadap makanan maka ia memiliki resiko lebih besar untuk terserang asma.

Selain itu, merokok bagi ibu hamil akan memperbesar resiko bayi tumbuh dengan asma. Bahaya merokok bagi janin akan semakin besar apabila sang ibu dan ayah kedua-duanya merokok. Oleh karena itu, bahaya rokok bagi wanita hamil harus diminimalisir sedini mungkin karena apabila sang ibu mengalami dada sesak saat hamil serta batuk saat hamil yang diakibatkan oleh asap rokok, maka hal ini dapat sangat berdampak bagi kesehatan janin. Selain itu, kondisi lingkungan juga turut berperan bagi kesehatan calon bayi karena bahaya polusi untuk ibu hamil sangat beresiko terhadap tumbuh kembang bayi dalam kandungan, termasuk makanan berbahaya yang tidak disarankan bagi ibu hamil.

Oleh karena itu, setelah mengetahui berbagai faktor penyebab asma pada anak, maka ada baiknya kita memperhatikan hal-hal yang bisa mencetuskan terjadinya asma sehingga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Kabar baiknya, asma pada anak secara perlahan dapat mulai menghilang seiring dengan berjalannya waktu, pergantian musim dan saat anak bertambah besar.

, , , , , , , , ,
Post Date: Monday 25th, July 2016 / 04:08 Oleh :
Kategori : Kesehatan Anak
MUST READ
Perkembangan Janin / Bulan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Perkembangan Bayi/ Bln : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12