Sponsors Link

6 Gejala Flu Singapura Pada Anak dan Pencegahannya

Sponsors Link

Flu Singapura atau nama kedokterannya adalah Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) merupakan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang bagian kaki, tangan dan mulut penderita yang disertai dengan reaksi demam. Flu ini pertama kali ditemukan di Singapura, oleh karenanya disebut Flu Singapura. Namun demikian, flu ini juga telah menyebar ke beberapa negara di Asia, Australia dan Afrika. Sebetulnya, flu ini tergolong jenis penyakit medium, tidak ganas seperti flu burung (H5N1) dan tergolong relatif mudah untuk disembuhkan.

ads

Penyakit ini cenderung menyerang anak-anak dikarenakan ketahanan tubuh anak yang cenderung lebih lemah dibandingkan orang dewasa, sehingga anak-anak memiliki resiko lebih besar untuk terserang penyakit ini, terutama untuk bayi usia 2 minggu hingga 5 tahun. Penyakit ini cenderung bersifat sangat menular, terutama di saat musim kemarau. Penularan flu ini dapat melalui mulut dan pernapasan, seperti: liur, ingus, cairan akibat luka di kulit, feses dan urin. Penularan juga dapat terjadi melalui perantara media, seperti: handuk, pakaian, peralatan makan dan minum, serta mainan. Bagi Anda yang sedang hamil juga harus mengantisipasi bahaya flu untuk ibu hamil dan flu saat hamil karena memiliki potensi berbahaya bagi kehamilan Anda.

Anda tidak perlu terlalu khawatir karena seperti yang telah disebutkan bahwa Flu Singapura bukanlah penyakit yang mematikan asalkan Anda sudah mengetahui gejalanya dan segera melakukan tindakan perawatan yang dibutuhkan untuk mengobatinya. Berikut tanda-tanda dari gejala flu Singapura pada anak :

  1. Demam

Gejala awal terserangnya penyakit Flu Singapura ini ditandai dengan demam. Bayi mengalami demam suhu tubuh mulai mencapai di atas 38 derajat Celcius di hari pertama dan dapat berlangsung hingga beberapa hari. Anda dapat menurunkan demam anak dengan membaca tentang cara menurunkan panas pada anak atau cara mengatasi demam pada bayi untuk membantu meredakan gejala demamnya.

  1. Radang atau Sakit di Tenggorokan

Rasa sakit di tenggorokan baru akan dimulai 1 hingga 2 hari setelah demam menyerang. Rasa nyeri di tenggorokan ini biasanya membuat si anak malas makan. Pastikan kebutuhan cairan tubuh si kecil tetap terpenuhi. Cek pola makan bayi untuk pemberian nutrisi yang sesuai dengan usianya.

  1. Sariawan
Sponsors Link

Sama halnya seperti gejala sakit di tenggorokan, rasa sakit dapat timbul juga di area mulut setelah demam berlangsung selama 1-2 hari. Indikasi awal yang dapat terlihat adalah bintik-bintik merah di area mulut bagian luar hingga bintil (bisul) yang muncul di bagian dalam mulut, seperti area lidah, gusi dan bagian dalam pipi. Anda dapat mengetahui cara mengobati sariawan pada bayi dengan beberapa obat sariawan untuk balita untuk membantu meringankan rasa perih yang dialaminya.

  1. Ruam Pada Tangan dan Kaki

Selain demam, ruam berupa bintil-bintil kemerahan pada tangan dan kaki juga biasa menyertai penyakit ini pada hari pertama hingga kedua sejak terjadinya demam. Bintik merah pada kulit bayi ini dapat pula muncul di area pantat. Gejala ini biasanya tidak gatal. Oleh karena itu, ketika Anda menjumpai empat gejala ini terjadi bersamaan pada anak Anda, maka hampir dapat dipastikan bahwa anak Anda terserang virus Flu Singapura.

  1. Mudah Marah

Hal yang wajar terjadi ketika anak terserang demam dan badan terasa sakit akan cenderung lebih mudah untuk marah. Ia cenderung menjadi lebih sensitif dan sulit untuk diatur. Oleh karena itu, kita harus lebih bersabar dan menyadari alasan penyebab anak cepat marah sehingga tepat dalam penanganannya.

ads
  1. Nafsu Makan Menurun

Nafsu makan akan mulai menurun terlebih ketika gejala virus ini sudah mencapai mulut dan tenggorokan. Rasa sakit dan nyeri yang terasa di mulut dan tenggorokan yang diakibatkan oleh bintil-bintil merah yang cenderung bernanah, otomatis akan membuat nafsu makan si anak menjadi turun. Oleh karena itu, yang pertama adalah ketahui penyebab anak susah makan sehingga Anda dapat mencari cara mengatasi anak susah makan sesuai dengan pola makan bayi untuk memberinya alternatif makanan berupa cairan atau yang mudah ditelan tanpa terlalu banyak mengunyahnya.  Pastikan anak Anda tidak mengalami dehidrasi agar tidak memperparah kondisinya.

Tidak ada perawatan khusus bagi penyakit Flu Singapura ini, hanya penanganan biasa yang cukup dilakukan untuk membantu meredakan gejala penyakitnya.

  • Istirahat yang cukup (cek juga: Pola tidur bayi 0-12 bulan)
  • Minum-minuman yang mengandung susu
  • Minum-minuman yang dingin sangat disarankan
  • Hindari minuman yang masam, seperti jus buah maupun soda
  • Hindari makan-makanan pedas dan asin
  • Makanlah makanan yang mudah dicerna, tidak terlalu banyak mengunyah
  • Bisa dibantu dengan mengkonsumi obat-obatan pereda nyeri jika diperlukan, seperti: acetaminophen dan ibuprofen
  • Cuci mulut setelah makan dengan air hangat
  • Bisa gunakan ‘mouthwash’ penyegar mulut untuk meredakan rasa nyeri di mulut

Masa inkubasi penyakit ini rata-rata adalah selama 7-10 hari. Setelah sembuh dari gejala flu singapura pada anak ini, biasanya tubuhnya sudah akan membentuk antibodi yang mencegahnya dari terserang kembali penyakit ini. Terlebih ketika sang anak tumbuh semakin besar, maka kekebalan tubuhnya juga akan turut berkembang menjadi lebih kuat. Itulah mengapa, virus Flu Singapura ini paling banyak menyerang anak-anak usia di bawah 10 tahun.

Berikut beberapa tips pencegahan virus Flu Singapura agar dapat dihindari sedini mungkin:

  1. Cuci tangan secara teratur

Biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah dari toilet, maupun sesudah dan sebelum makan. Pastikan tangan Anda selalu bersih sebelum menyentuh anak. Apabila sabun dan air tidak tersedia, Anda dapat menggunakan tissue basah untuk membersihkan tangan Anda. Hal ini juga berlaku untuk cara mencuci botol susu bayi Anda.

  1. Ajari kebiasaan hidup sehat

Ajari anak kebiasaan hidup sehat, dengan mencuci tangan secara teratur dan tidak memasukkan tangan ke dalam mulut, maupun menggaruk-garuk mata menggunakan tangan yang kotor. Anda juga dapat membaca tips cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit untuk dapat diterapkan dalam keseharian buah hati Anda.

  1. Isolasi penderita

Penyakit Flu Singapura ini walaupun bukan tergolong penyakit yang mematikan namun sangat menular. Virus flu ini mudah sekali untuk ditularkan melalui kontak langsung maupun melalui media perantara. Oleh sebab itu, apabila seseorang menderita penyakit flu ini, sebaiknya dihindari kontak langsung dengan orang-orang luar untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas lagi.

Namun demikian, perlu diingat bahwa meskipun gejala di atas sudah tidak nampak lagi, tapi virus flu ini masih terus bersarang di tubuh hingga beberapa minggu ke depan sejak masa inkubasi berlangsung. Dengan kata lain, anak yang sudah sembuh dari virus Flu Singapura ini masih berpotensi untuk menularkan penyakit ini kepada orang lain. Bahkan bagi orang dewasa, gejala penyakit Flu Singapura sering tidak menunjukkan tanda-tanda seperti di atas. Oleh sebab itu, penanganan lebih dini dapat dilakukan ketika demam tidak kunjung turun dalam 3 hari.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 02nd, August 2016 / 03:21 Oleh :
Kategori : Kesehatan Anak