Obat Malaria pada Anak – Medis dan Tradisional

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Malaria merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan gejala utama oleh demam. Malaria terjadi akibat infeksi dari parasit yang kemudian merusak struktur darah. Akibat hal tersebut kadang orang yang terkena malaria sampai mengalami anemia atau kekurangan hemoglobin. Parasit penyebab malaria sendiri terdapat 4 jenis, yaitu plasmodium vivax, falciparum, ovale dan malariae. Parasit ini menginfeksi manusia dengan dibawa oleh nyamuk Anopheles. Angka kejadian malaria masih lumayan banyak ditemukan di Asia dan Afrika. Di Indonesia sendiri, malaria masih juga sering didapatkan dengan wilayah endemis utama di Papua.(Baca juga: Gejala malaria pada anak , Obat Malaria Untuk Ibu Hamil Paling Aman)

Malaria dapat menyerang segala usia. Namun beberapa kasus atau banyak kasus yang sering ditemukan dan bahkan dapat menyebabkan meninggal adalah pada kasus anak. Akibat kurangnya pemahaman Orang Tua, kadang anak yang mengalami sakit, hanya dianggap mengalami demam biasa. Padahal bisa saja anak sudah dalam keadaan anemia atau syok, bahkan mungkin sudah mengalami komplikasi lain akibat malaria. Oleh karenya, sebagai Orang Tua kita perlu dengan sigap segera memberikan pengobatan pada anak. Saat ini terdapat metode pengobatan malaria baik secara medis, maupun dengan obat tradisional. Berikut penjelasan obat malaria pada anak (Baca juga: Obat tradisional penurun panas anak , Obat Gusi Bengkak karena Tumbuh Gigi)

Obat medis

Obat medis sering diberikan oleh dokter dalam mengobati malaria pada anak. Sebenarnya obat medis yang tersedia ada berbagai macam. Namun penggunaannya tergantung dari dokter yang memberi atau sesuai ketersediaan obat dan kemungkinan interaksi yang bisa terjadi dengan obat yang digunakan. Penggunaan obat medis umumnya tidak asal diberi pada anak, karena biasanya dokter meresepkan kombinasi untuk mencegah efek resistensi. Berikut beberapa obat medis yang digunakan: (Baca juga: Penyebab anak kurus , Cara Mengobati Bayi Masuk Angin)

  1. Antipiretik (Obat demam)

Sebagai salah satu gejala dari malaria, umumnya adalah terjadi demam. Oleh karenanya, salah satu terapi yang paling penting pada anak dengan malaria adalah dengan memberikan obat penurun demam. Contoh obat penurun demam yang paling aman dan efektif adalah parasetamol. Obat ini bekerja dengan menghambat stimulasi demam pada pusat pengaturan suhu di otak. Selain itu, obat ini juga memiliki efek meredakan sakit kepala yang sering terjadi mengikuti demam. Parasetamol juga memiliki efek antiinflamasi kecil yang dapat menghambat radang akibat infeksi oleh parasit malaria. (Baca juga: Obat disentri pada anak , Cara Membersihkan Kulit Kepala Bayi Baru Lahir)

  1. Klorokuin

Klorokuin merupakan obat antimalaria yang dapat bekerja membasmi parasit penyebab malaria. Klorokuin juga dapat digunakan dalam mencegah terjadinya infeksi malariah di daerah endemis. Namun pada beberapa tempat terdapat resistensi pada obat ini (parasit malaria tidak mempan dengan obat ini) sehingga harus menggunakan obat antimalaria lain. (Baca juga: Cara mengobati amandel pada anak)

  1. Primakuin

Primakuin merupakan obat malaria yang bekerja membasmi parasit malaria berupa fase hypnozoit pada parasit Plasmodium jenis vivax dan ovale. Pada fase gametocidal, obat ini cocok untuk membasmi ke empat jenis parasit tersebut dengan tujuan mencegah penularan kepaa manusia lain. (Baca juga: Cara mengatasi kejang demam pada anak dan gejalanya , Cara Mengatasi Demam pada Anak)

  1. Meflokuin

Obat ini merupakan obat pilihan bila terjadi resistensi pada penggunaan obat lain yang tidak mempan pada parasit Plasmodium falciparum. Obat ini biasanya dianjurkan pada daerah-daerah dengan kejadian yang sering mengalami resistensi seperti di Asia dan Afrika. (Baca juga: Cara mengobati asma pada anak)

  1. Kina

Kina merupakan obat antimalaria yang cocok membasmi parasit ini di dalam tubuh pada fase Schizon (siklus hidup dari parasit malaria). Kina merupakan pilihan pada penyakit malaria yang sudah dalam kasus berat dan secara umum di gunakan diseluruh di dunia. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan suntikan. Pada beberapa tempat di Asia dan Afrika, terdapat juga efek resistensi terhadap obat ini terutama pada parasit malaria yang Plasmodium Falciparum. (Baca juga: Obat batuk berdahak anak , Cara Mengobati Batuk Berdahak Pada Bayi)

  1. Quinidine

Obat ini memiliki efek kuat dalam mengobati malaria seperti kina. Namun, obat ini memiliki efek samping terhadap jantung. Sehingga penggunaan obat ini menjadi pilihan jika kina tidak teredia. Selain itu, obat ini bekerja membasmi parasit pada fase atau siklus schizon. (Baca juga: Obat penurun panas anak)

  1. Klindamisin

Klindamisin merupakan antibiotik yang efektif dalam membasmi parasit Plasmodium falciparum. Obat ini telah sering digunakan dan sering dikombinasikan dengan penggunaan kina. Obat ini juga bahkan tetap digunakan pada daerah-daerah dengan tingkat resistensi yang lumayan tinggi. Obat ini membantu memperpendek waktu demam serta meningkatkan kesembuhan. Obat ini biasanya sering menjadi pilihan dikarenakan penggunaan tetrasiklin yang sebaiknya tidak diberikan pada anak. (Baca juga: Obat campak pada anak , Gejala Campak pada Bayi)

Obat tradisional

Selain obat medis, di Masyarakat dikenal juga beberapa obat-obat herbal yang sering digunakan dalam mengobati malaria. Selain itu, penggunaan obat tradisional sendiri biasanya menjadi pilihan jika anak tidak dapat segera dibawa berobat ke dokter, atau tidak adanya obat medis yang bisa digunakan saat itu. Beberapa contoh obat tradisional malaria antara lain: (Baca juga: Obat sakit perut anak , Tips Agar Anak Tidak Mudah Sakit)

  1. Sambiloto

Sambiloto memiliki kandungan zat yanng mampu melindungi hati pada infeksi malaria, serta memiliki efek pereda rasa sakit dan penurun demam. Selain itu sambiloto juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit termasuk terhadap kanker. Daun sembiloto biasanya dijadikan obat dengan cara diambil satu genggam dan ditumbuk. Setelah ditumbuk lalu ditambahkan air matang satu gelas dan disaring lalu diminum. (Baca juga: Cara mengobati anak muntah karena masuk angin , Gejala Masuk Angin Pada Anak)

  1. Sidaguri

Sidaguri sering digunakan sebagai obat untuk menurunkan asam urat. Namun ternyata sidaguri juga memiliki efek dalam mengobati malaria. Sidaguri sendiri sudah banyak digunakan sebagai obat malaria. Penggunaanya dengan cara merebus daun dan bunga sidaguri menjadi teh herbal, lalu kemidian diminum selama tiga hari. (Baca juga: Cara mengobati anak sakit gigi)

  1. Brotowali

Brotowali biasanya digunakan untuk mengobati malaria dengan cara direbus bersamaan dengan temulawak. Campuran brotowali dan temulawak direbus secara bersamaan dalam 3 gelas air dan direbus hingga airnya berkurang menjadi satu setengah gelas. (Baca juga: Obat sembelit anak , Cara Mengatasi Bayi Sembelit)

  1. Daun pepaya muda

Daun pepaya sering digunakan sebagai obat penurun demam. Sebaiknya penggunaanya dengan memilih daun pepaya yang masih muda, lalu direbus dengan 2 gelas air hingga menjadi 1 gelas air. Setelah itu, teh herbal kemudian disaring lalu diminum. (baca juga: Obat tradisional muntah pada anak)

  1. Rimpang temulawak

Rimpang juga sangat baik dalam mengobati malaria. Obat herbal ini sering digunakan dalam mengobati malarian dan radang. Temulawak biasanya dikonsumsi sebagai obat dengan cara di bersihkan terlebih dahulu, lalu sebanyak satu ruas jari ditumbuk dan dicampurkan dua sendok makan madu. Tambahkan sedikit air lalu kemudian disaring untuk diminum. Mengkonsumsi obat ini bisa dilakukan tiga kali sehari untuk mengobati malaria. (Baca juga: Obat tradisional biduran pada anak , Obat Amandel Untuk Anak)

  1. Daun pare

Pada beberapa bagian daerah di Indonesia, daun pare sering digunakan sebagai obat malaria dan demam. Hal ini tentu sangat membantu pada prosespenyembuhan anak, untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat malaria. Pengguannya biasanya dengan mengambil daun pare tua sebanyak satu genggam lalu ditumbuk kemudian diseduh dengan air matang dan diseung untuk kemudian diminum. (Baca juga: Obat diare balita)

  1. Pegagan

Pegagan biasa juga disebut sebagai daun kuda. Ciri-ciri tanaman ini tumbuh merayap dan menutupi tanah dengan daun yang berwarna hijau. Tanaman ini memiliki kansungan triterpenoid, vellarine, saponin dan hydrocotyline yang mampu memberikan efek menurunkan demam akibat infeksi malaria. Tumbuhan ini juga mampu mengembalikan daya tahan tubuh serta berbagai jaringan dan pembuluh darah di tubuh. Disisi lain, pegagan juga dapat meningkatkan nafsu makan anak saat mengalami sakit. Cara pengoloahannya adalah dibuat menjadi teh, dimana sebanyak satu genggam daun pegagan di rebus dengan air sebanyak dua gelas, lalu ditunggu hingga tinggal menjadi satu gelas air. Air tersebut kemudian secara rutin diminum tiap hari. (Baca juga: Obat muntaber anak , Cara Mengobati Cacar Air pada Anak)

fbWhatsappTwitterLinkedIn