13 Tanda Tanda Dehidrasi pada Anak Diare

Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kekurangan cairan atau elektrolit yang bisa diakibatkan oleh kurangnya asupan cairan, banyaknya cairan keluar, atau kombinasi keduanya. Anak-anak lebih rentan terhadap dehirasi dibandingkan orang dewasa. Umumnya dehidrasi pada anak disebabkan karena banyaknya cairan yang keluar, cairan keluar bisanya ketika muntah, diare, demam, atau berkeringat yang berlebihan.

Baca juga:

Tanda Tanda Dehidrasi Pada Anak

Berikut ialah tanda-tanda dehidrasi yang terjadi pada anak-anak

1. Haus

Pada saat dehidrasi tekanan darah atau volume darah akan berkurang, hal ini yang membuat tubuh mengirim pesan ke otak. Saat tubuh kekurangan cairan, tubuh melalui pembuluh darah yang memonitor volume darah dan tekanan darah akan mengirimkan sinyal kepada otak tepatnya di pusat haus pada hipothalamus, lalu akan membuat kita haus dan ingin minum. (Baca Juga: Obat Tambah Darah untuk Ibu Hamil , Cara Mengatasi Pendarahan Setelah Melahirkan)

2. Buang air kecil kurang dari 4 kali sehari, atau lebih dari 6 jam tanpa buang air kecil

Ketika kekurangan cairan, selain sinyal ke pusat haus di hipothalamus, sinyal lain juga akan dikirim yang akan membuat hipothalamus mengeluarkan hormon yaitu ADH (Anti Diuretic Hormone) atau vasopressin. Hormon vasopressin ini akan bekerja di ginjal untuk menahan air yang dikeluarkan, oleh karena itu salah satu tanda dehidrasi ialah jarang buang air kecil karena tubuh berusaha untuk menjaga cairan dari tubuh.

Baca juga:

Selain vasopressin, ada hormon lain yaitu aldosteron yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal yang. Aldosteron sendiri berfungsi dalam mengatur reabsorbsi ion natrium di ginjal, reabsorbsi ion natrium akan diikuti oleh reabsorbsi air, oleh karena itu aldosteron juga bekerja mengurangi frekuensi buang air kecil ketika dehidrasi.

3. Urin kuning gelap

Urin merupakan salah satu cara tubuh untuk membuang zat toksik. Ketika dehidrasi, urin yang dihasilkan akan sedikit seperti penjelasan diatas, oleh karena kandungan air yang sedikit akan membuat urin menjadi lebih terkonsentasi. Karena air yang sedikit dan jumlah zat toksik yang sama akan membuat warna urin menjadi lebih gelap. Oleh karena itu warna urin bisa dijadikan ukuran apakah cairan ditubuh cukup atau kurang dan bisa dipakai sebagai tanda dehidrasi. (Baca Juga: bercak putih pada lidah bayi , penyebab sariawan pada bayi)

4. Urin yang bau

Dengan meningkatnya kandungan zat toksik di urin karena air yang bekurang, urin akan menghasilkan bau yang lebih kuat dibandingkan biasanya. Bau urin biasanya berasal dari zat yang bernama amonia. (Baca Juga: penyebab belekan pada bayi baru lahir , penyebab mata juling pada bayi)


5. Mulut dan bibir kering

Pada keadaan dehidrasi, produksi saliva di mulut akan berkurang karena tubuh akan sebisa mungkin menghemat mengeluarkan cairan. Saliva selain berperan dalam proses pencernaan juga berperan membuat mulut dan bibir tidak kering. Selain, saliva juga memiliki antibakteri sehingga kurangnya saliva akan membuat bakteri di mulut tumbuh dan bisa menyebabkan mulut menjadi bau. (Baca juga: Manfaat Madu Untuk Bibir Bayi , obat sakit mata untuk bayi)

6. Mata Kering

Prinsip yang sama juga terjadi pada mata, mata menghasilkan air mata secara berkelanjutan. Ketika dehidrasi produksi air mata akan berkurang yang akan membuat mata menjadi kering. (Baca juga: Penyebab Mata Anak Sering Bintitan)

7. Kulit kering

Ketika dehidrasi, tubuh yang kehilangan cairan akan memberikan dampak kepada kulit. Kulit akan kekurangan cairan dan memproduksi minyak untuk menutupi kekurangan cairan ini yang akan membuat kulit menjadi kering pada kondisi dehidrasi. Ketika menekan atau mencubit kulit anak, kulit akan lama kembali sempurna. (Baca juga: Makanan Ibu Menyusui Agar Kulit Bayi Putih Besih)

8. Letargi

Letargi meupakan kondisi ketika seseorang terlihat kurang energi dan kurang semangat. Ketika dehidrasi, volume darah akan berkurang yang akan membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memenuhi oksigen dan nutrisi tubuh yang ditranspotasi melalui darah. Perubahan kerja jantung yang mendadak ini akan membuat tubuh membutuhkan tenaga ekstra agar kebutuhan oksigen dan nutrisi terpenuhi yang membuat anak-anak dengan dehidrasi terlihat kurang energi dan kurang semangat. (Baca juga: bintik merah pada kulit bayi , cara mengatasi biang keringat pada bayi baru lahir)

Berkut merupakan tanda berbahaya pada anak-anak dehidrasi dan harus segera dibawa ke dokter

1. Tidak Ada Air mata ketika menangis

Anak-anak cenderung rewel ketika dehidrasi, menangis merupakan hal yang wajar pada anak-anak. Tidak keluar air mata ketika anak menangis merupakan tanda dehidrasi, prinsipnya sama seperti mata kering, tubuh akan mengurangi produksi air mata untuk mempertahankan cairan tubuh yang membuat anak tidak mengeluarkan air mata ketika menangis. (Baca juga: penyebab mata Merah dan Berair , cara mengatasi sembelit pada bayi)

2. Mata Cekung

Mata cekung merupakan tanda dehidrasi yang berat. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya cairan sehingga bagian mata akan menjadi lebih dalam. Mata cekung pada dehidrasi diakibatkan oleh kurangnya cairan pada kelopak mata. (Baca juga: penyebab bayi rewel , penyebab bayi menangis terus )

3. Tangan dan kaki menjadi dingin

Kurangnya volume darah akan menyebabkan aliran ke tangan dan kaki berkurang. Banyaknya aliran darah membuat tubuh menjadi hangat, oleh karena itu aliran darah yang berkurang terutama pada tangan dan kaki akan menjadi dingin. (Baca juga: Hipotermia pada Bayi Baru Lahir , Penangan Hpotermia pada Bayi)

4. Pusing

Ketika dehidrasi, volume darah akan berkurang yang akan mengakibatkan tekanan darah menjadi tinggi dikarenakan pembuluh darah mengecil, hal ini dilakukan untuk mempercepat aliran darah keseluruh tubuh agar sup;ai oksigen terpenuhi, namun mengecilnya pembuluh darah di kepala mampu menyebabkan pusing. (Baca juga: Penyebab Sering Pusing Saat Hamil , Penyebab Migrain saat Hamil)

5. Tidur Berlebihan

Tubuh yang dehidrasi cenderung akan mengalami kurang oksigen karena volume darah untuk menghantarkan oksigen akan berkurang, Oleh karena itu pada anak-anak akan cenderung tidur berlebihan. (Baca juga: Tanda Tanda Bayi Dehidrasi , Tanda tanda Bayi Kuning)

Klasifikasi Dehidrasi

Dehidrasi sendiri dapat diklasifikasikan menjadi ringan, sedang dan berat. Setiap klasifikasi memiliki tandanya masing-masing, berikut ialah tanda-tanda dehidrasi pada setiap klasifikasinya

Tanda-tanda dehidrasi ringan pada anak-anak

  • Anak lebih haus daripada biasanya (rewel)
  • urin lebih gelap

Tanda-tanda dehidrasi sedang pada anak-anak

  • anak jauh lebih haus
  • mulut kering
  • mata kering
  • tidak ada air mata saat menangis
  • tidak pipis lebih dari 6 jam
  • urin jauh lebih gelap
  • pusing saat berdiri atau duduk tegak

Tanda-tanda dehidrasi berat

  • Mulut dan mata sangat kering
  • tidak pipis lebih dari 12 jam
  • tidak waspada
  • pingsan

Komplikasi Dehidrasi

  • Kerusakan otak
  • Koma
  • Aritmia jantung
  • Gagal Ginjal
  • Syok

(Baca juga: Makanan yang Baik untuk Otak Janin dalam Kandungan , Bahaya Dehidrasi Bagi Ibu Hamil)

Penanganan Dehidrasi pada Anak-anak

Penagangan dehidrasi bertujuan untuk menggantikan cairan pada tubuh yang hilang. Pada keadaan dehidrasi, pemberian minum dan makan makanan yang mengandung banyak air atau air susu ibu pada anak yang masih bayi dan pemberian oralit mampu mencegah dehidrasi agar tidak menjadi sedang ataupun berat. Pemberian minum dilakukan sedikit-sedikit tapi teratur untuk mencegah muntah. Berikan sampai tanda-tanda dehidrasi hilang. Hindari minum dengan kandungan kafein. (baca juga: cara mengatasi demam pada bayi)

Pada dehidrasi ringan dan berat biasanya membutuhkan rawat inap dan intensif di fasilitas kesehatan terutama rumah sakit. Umumnya diperlukan penggantian secara cepat, untuk itu diperlukan akses intavena untuk menggantikan cairan dan elektrolit. Elektrolit dan tanda vital harus dipantau secara terus-menerus untuk mencegah komplikasi dehidrasi. (Baca juga: Pertolongan Pertama Anak DiareTanda-tanda Dehidrasi pada Ibu Hamil)

, ,
Post Date: Tuesday 13th, June 2017 / 08:16 Oleh :
Kategori : Kesehatan Anak