14 Cara Mengajari Anak Berjalan Yang Benar dan Aman

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apakah Bunda baru saja melahirkan seorang malaikat kecil ke dunia? Jika iya, maka Bunda sebaiknya mulai mempelajari cara mendidik anak, termasuk cara mengajari anak berjalan. Umumnya perkembangan anak dimulai dari tengkurap, merangkak, duduk, berdiri hingga akhirnya berjalan. Umumnya anak memulai belajar berjalan ketika usianya 11-12 bulan. Walaupun langkahnya mungkin belum mantap dan masih merayap, pelan dan sering jatuh, namun pada fase ini orang tua, khususnya Bunda wajib memberikan motivasi lebih agar anak lebih semangat berjalan. Nah, berikut ini cara mengajari anak berjalan dengan baik dan benar.

Baca juga:

  1. Pastikan anak sudah bisa merangkak

Fase tengkurap dan merangkak mengambil peranan penting dalam menentukan cepat lambatnya anak berjalan. Menurut penilitian disebutkan bahwa aktivitas merangkang memiliki manfaat cukup besar untuk perkembangan otot-otot tubuh anak, khususnya pada bagian punggung, leher, kaki dan tangan. Apabila anak sudah bisa tengkurap atau merangkak dengan lancar, maka dengan sendirinya anak pasti akan mulai berjalan walau tanpa diperintahkan. Umumnya anak  belajar tengkurap ketika usianya 3-4 bulan, sedangkan merangkak saat berusia 6 bulan. (baca:Cara Menstimulasi Bayi Cepat Merangkak  – Cara Mengajari Bayi Tengkurapcara melatih anak merangkak)

  1. Memberikan motivasi

Ketika Bunda sudah mulai melihat tanda-tanda anak bisa berdiri dan berjalan merayap, maka saatnya Bunda memberikan dukungan penuh kepada anak. Bagaimana caranya? Ada banyak cara kok. Misalnya ketika Bunda melihat anak melangkahkan kakinya, Bunda berikan pujian berulang. “Pinternya sudah bisa jalan, anak mama”. Lalu minta ia untuk menunjukkan cara melangkah lagi. Begitu seterusnya lakukan secara continue hingga pada akhirnya anak bisa berjalan dengan lancar. Apabila anak mulai malas melangkah, dan memilih merangkak, Bunda bisa katakan “loh, jalannya yang benar ayo”. Tapi jangan memaksakan juga. Sebab perkembangan anak berjalan secara bertahap. (baca: Cara mendidik anak agar cerdasCara mendidik anak agar mandiri)

  1. Mentatih anak di lantai rumah

Di sekitar usianya ke -1 tahun, ketika anak sudah tampak bisa berjalan (walau masih sering jatuh) Bunda bisa mentatihnya sekali-kali. Caranya dengan memegang kedua pergelangan tangan sambil menyuruhnya melangkah. Apabila anak menunjukkan kemajuan pesat dengan langkahnya yang semakin lancar, maka bunda boleh melepaskannya. Atau bisa juga menyuruh ia memegangi tangan Bunda. Oiya, sebaiknya awasi saat anak latihan berjalan. Tujuannya untuk memastikan keamanan anak. Aktivitas mentatih ini bisa Bunda praktekkan setiap hari, minimal setiap sore saat bermain bersama. (baca: cara agar bayi cepat duduk – cara melatih bayi duduk)

  1. Memanfaatkan mainan

Pada umumnya anak kecil sangat suka dengan mainan. Baik itu mobil-mobilan, boneka, atau jenis mainan lainnya. Nah, Bunda bisa memanfaatkan mainan tersebut untuk memancing anak agar mau berjalan. Bunda bisa menyuruh si kecil untuk mengambil mainan yang jaraknya berjauhan darinya. Atau juga bisa Bunda memegangi mainan, lalu meminta si kecil untuk berjalan menuju Bunda. “Ayo dek, sini ambil mainannya di Bunda”. Nanti saat anak berhasil melangkah segera berikann pujian ya. (baca: Cara Merawat Bayi Baru Lahir – Bayi Jatuh Dari Tempat Tidur Posisi Terlentang)

  1. Kurangi frekuensi menggendong

Menggendong memang senjata paling pas untuk mendiamkan anak yang sedang menangis atau rewel. Namun menggendong terlalu sering juga tidak baik loh, Bun. Terutama saat usia anak memasuki 5 bulan. Lebih baik kurangi frekuensi menggendong. Tujuannya agar anak bisa aktif bergerak sendiri dan otot-ototnya mampu berkerja lebih maksimal. Terlalu sering menggendong membuat anak jadi pasif, malas bergerak dan lebih manja. (baca: penyebab anak terlambat jalan)

  1. Ajak anak berenang

Jangan takut mengajak si kecil untuk berenang. Olaharaga renang bukanlah olahraga berbahaya.Terbukti dari banyaknya tempat pemandian (kolam renang) khusus balita yang dikelola oleh para tenaga profesional. Nah, Bunda bisa mengajak anak berenang sesekali saja. Dengan berenang, otot-otot tubuh anak bisa menjadi lebih kuat. Selain itu, syaraf motoriknya juga bisa berkembang lebih baik. Organ jantungnya lebih sehat, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.   (baca: Cara mengajari anak berenangBerenang saat hamilManfaat berenang bagi ibu hamil)

  1. Latihan berjalan di atas rumput pagi hari

Apakah rumah Anda memiliki rumput? Rumput tidak hanya memberikan kesegaran pada pengelihatan, tapi juga dapat merangsang syaraf pada kaki serta memperkuat otot-otot tubuh. Dengan mengajak si kecil berjalan-jalan di atas rumput setiap pagi bisa membantu anak cepat berjalan. Aktivitas ini juga bermanfaat untuk menguatkan pijakan langkah si kecil.

  1. Sesekali bantulah dengan baby walker

Sekarang ini banyak beragam jenis baby walker yang dijual di pasaran. Anda bisa mencoba membelinya dan menggunakannya untuk melatih anak berjalan. Namun ingat ya, jangan mengandalkan baby walker terus-menerus. Misalnya nih, Bunda sibuk. Lalu memanfaatkan baby walker sebagai teman bermain anak. Hmm, jangan ya Bun. Tidak baik jika anak terlalu sering menggunakan baby walker. Kebiasaan tersebut akan membuat anak jadi pasif dan malas berjalan sendiri. Akibatnya perkembangan berjalan anak menjadi terlambat. Di samping itu, penggunaan baby walker tanpa pengawasan dari orang tua juga bisa memicu terjadinya cedera pada anak, seperti otot terkilir, anak tertimpa sesuatu, terpeleset dan sebagainya. (baca: bahaya baby walker untuk bayi )

  1. Jangan terlalu memanjakan anak

Memanjakan anak memang adalah sesuatu wajar yang pasti dilakukan oleh setiap orang tua. Tapi ingat, sebaiknya jangan memanjakan anak secara berlebihan. Contohnya ketika anak sedang berjalan lalu terjatuh dan menangis, bunda jangan terlalu heboh kagetnya. Cukup memeluknya serambi menenangkan. Katakan bahwa terjatuh itu hal normal. “Jika jatuh adek harus bangkit lagi ya”. Katakan juga kepada si kecil untuk lebih berhati-hati. Yang penting, terus berikan dukungan agar anak tidak trauma dan mau berjalan lagi. Apabila anak berhasil berjalan maka berikanlah pujian agar anak semakin semangat.

Baca juga:

  1. Terapi pijatan

Memberikan terapi pijatan pada anak juga disarankan untuk merangsang perkembangan otot. Bunda bisa memalukan pijatan pada kaki si kecil dengan perlahan. Atau jika Bunda takut melakukannya sendiri, Bunda bisa  meminta bantuan orang yang berpengalaman. Otot-otot bayi masih rapuh, jadi pastikan jangan sampai salah memijat karena bisa berefek buruk. Carilah seorang ahli pijat profesional. Aktivitas ini bisa membatu memberikan efek rileksasi pada otot-otot kaki sekaligus melancarkan sirkulasi darah. (baca: Manfaat pijat bayi)

  1. Cukupi asupan nutrisinya

Cara mengajari anak berjalan juga dipengaruhi oleh pemberian asupan nutrisi. Misalnya saja dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, hal ini bisa membantu meningkatkan perkembangan organ-organ tubuhnya, termasuk syaraf motoriknya dan otot-otot tubuh. Ketika anak sudah siap menerima makanan pendamping (MPASI), Bunda sebaiknya memberikan jenis makanan yang beragam tujuannya agar kebutuhan nutrisinya tercukupi dan bergizi seimbang. Selain itu, tingkatkan juga asupan makanan atau minuman berkalsium untuk membantu menguatkan tulang, misalnya ikan salmon, ikan sarden, jeruk, oatmeal, yogurt, kacang kedelai, sayuran hijau, brokoli, pisang, tahu dan sebagainya. (baca: Tanda anak kurang gizi yang harus diperhatikanMenu sehat untuk anak kurang gizi)

Informasi pola makan bayi :

  1. Jangan memaksa berlebihan

Memberikan motivasi dan pelatihan berjalan pada anak memang disarankan. Bahkan dianjurkan Bunda mengajari si kecil berjalan setiap hari ketika ia sudah tampak siap. Dengan tanda si kecil mulai berdiri atau berjalan merayap. Maka Bunda harus memberikan semangat terus-menerus kepada si kecil. Namun demikian, Bunda tidak boleh memaksakan berlebihan. Terlebih lagi jika sampai membentak, bisa-bisa anak jadi ketakutan. Berusahalah melatih anak dengan kesabaran dan kasih sayang. Apabila anak merasa lelah berjalan dan ingin duduk atau merangkak, maka ijinkan saja. Pemakasaan berlebihan bisa mempengaruhi mental anak. Bunda tak perlu khawatir, pada akhirnya anak pasti bisa berjalan dengan sendirinya. Jadi tak perlu membanding-bandingkannya dengan anak lain. (baca: Cara mendidik anak agar nurutdampak membentak anakAkibat anak sering dimarahi)

  1. Sesekali berikan hadiah

Tidak ada salahnya memberikan hadiah kepada anak. Tak perlu mewah atau berlebihan, cukup satu dua kali saja. Ketika anak sudah bisa berjalan maka berikan ia hadiah. Pemberian hadiah bisa menjadi motivasi yang sangat berharga bagi anak. Selain itu, ajaklah anak berjalan-jalan di sore hari keliling kompleks. Jika anak malas, katakan “Kalo mau jalan-jalan, nanti Bunda dibelikan hadiah”. Bunda bisa membelikan ia cemilan buah atau memasak makanan yang lezat. Dengan demikian anak akan lebih semangat latihan berjalan.

  1. Memeriksakan diri ke dokter

Ketika anak sudah berusia 2 tahun namun belum mampu berdiri ataupun melangkahkan kakinya, maka kondisi tersebut patut diwaspadai. Terlebih lagi jika Bunda telah melatihnya dengan berbagai metode tapi tidak ada yang berhasil. Wah, kemungkinan anak mengidap gangguan tertentu. Untuk memastikan hal tersebut, Bunda sebaiknya memeriksakan si kecil ke dokter. Jangan menunda-nunda waktu. Tujuannya agar si kecil bisa memperoleh penanganan tepat waktu dan untuk menghindari risiko-risiko berbahaya. (baca: Mitos Mitos Bayi Baru Lahir – Penyebab Bayi Lahir Cacat)

Informasi terkait anak :

Demikianlah beberapa cara mengajari anak berjalan secara cepat dan benar.  Perlu diketahui bahwa perkembangan setiap anak berbeda-beda, jadi Bunda tidak bisa menyamakan anak Bunda dengan anak orang lain. Yang terpenting, teruslah memberikan latihan untuk anak, penuhi asupan nutrisnya, berikan dukungan dan jika ada tanda-tanda tak normal segeralah berkonsultasi dengan dokter. Semoga bermanfaat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn