Sponsors Link
     Sponsors Link

7 Penyebab Janin Sungsang Yang Wajib Diketahui

advertisement

Janin sungsang adalah keadaan dimana Ibu hamil yang sedang mengandung janin yang mengalami kelainan presentasai atau letak kepala di dalam uterus atau kandungan Ibu hamil tersebut. Kelainan letak yang dimaksud dalam hal ini adalah posisi kepala janin berada di atas, sedangkan bagian bokong berada di bawah. Dalam keadaan normal, seharusnya posisi janin yang seharausnya adalah kepala berada di bawah (tepatnya berada di pintu atas panggul, sedangkan bokong bayi berada di atas (di bagian fudus uterus). (Baca juga: Ciri bayi sungsang , Bayi Besar Dalam Kandungan)

Uterus merupakan orga yang disenut rahim yang dindingnya tersusun dari berlapis – lapis otot. Bentuknya seperti bual alpukat atau pir dengan bagian yang terluas berada pada korpus uteri (sedikit keatas dari rahim). Pada masa – masa kehamilan, janin biasanya masih pada posisi sungsang. Namun seiring perkembangan usia, ketika mendekati minggu – minggu akhir kehamilan, biasanya bayi berotasi terhadap ruang rahim sehingga kepala berputar menjadi di bawah secara normal. Namun ada keadaan-keadaan tertentu yang menyebabkan bayi tidak berotasi dan tetap berada posisi sungsang. (Baca juga: Bahaya melahirkan bayi sungsang , Cara Agar Bayi Tidak Lahir Sungsang)

Penyebab Posisi Janin Sungsang

1. Kehamilan kembar (Gemelli)

Salah satu penyebab janin sungsang adalah keadaaan janin kembar (gemelli). Uterus atau rahim merupakan organ yang seperti sebuah kantung atau tabung yang bersifat elastis dan mampu menampung bayi dari ukuran janin kecil hingga saat janin lahir. Pada saat kehamilan dengan janin kembar, di dalam rahim tersebut ukuran tiap janin biasanya tidak begitu besar, sehingga ketika digabungkan keduanya barulah mengahsilkan bobot yang besar. Pada kehamilan kembar, biasanya cairan amnion (air ketuban) berjumlah banyak, sehingga memungkinkan bayi saling berotasi sehingga menyebabkan bisa terjadinya posisi sungsang. Baca juga:

Selain itu, akibat proses fisiologi biasanya bayi saling berotasi untuk menempatkan tubuhnya sesuai dengan bentuk kantung pada rahim tersebut. Dalam hal ini pada kedua bayi juga tejadi hal yanng sama. Untuk menyesuaikan dengan bentuk rahim, bayi sering membentuk posisi 69 di dalam rahim. Teori lain juga berpendapat, bisasanya presentasi sungsung terjadi saat proses kelahiran, dimana ketika bayi pertama lahir, maka ruang di dalam rahim menjadi longgar, menyebabkan bayi mudah berputar sehingga terjadi posisi sungsang. (Baca juga: Tanda janin tidak  berkembang)

Sponsors Link

2. Hidramnion atau polihidramnion

Polihidramnion atau biasa di singkat hidramnion, merupakan keadaan dimana air ketuban yang berlebih, biasanya lebih dari 2 liter. Air ketuban merupakan cairan normal di dalam kandungan yang memiliki banyak fungsi, misalnya untuk meredam trauma jika ada benturan pada perut sehingga tidak terjadi cedera pada janin, atau sebagai barier untuk menghindari infeksi. (Baca juga: Hidramnion pada kehamilan )

Air ketuban dapat menjadi berlebih jika terdapat gangguan pada produksi dan pengalirannya. Misalnya dikarenakan produksinya berlebih atau pengalirannya yang terganggu. jika terjadi kelebihan air ketuban, maka didalam rahim yang berbentuk ruang atau kantung tersebut posisi bayi ibarat akan semakin longgar dengan kelebihan cairan ketuban. Akibatnya ruang yang terlalu besar atau longgar tersebut akan mudah atau memberikan kesempatan pada janin untuk berputar dan bergerak ke segala arah. Selah satu dampaknya adalah janin berputar menjadi posisi sungsang. (Baca juga: Akibat kelabihan air ketuban)

3. Janin kecil (premature atau berat rendah)

Penyebab lain yang bisa menyebabkan terjadinya posisi sungsang adalah ukuran janin yang kecil. Akibat ukuran janin yang kecil sementara ukuran uterus adalah normal sehingga memungkinkan janin berotasi pada keadaan ruang yang sedang longgar tersebut akibatnya kepala janin bisa saja berada di atas dan bokong janin berada di bawah dan disebut sungsang. (Baca juga: Resiko bayi lahir prematur 7 bulan , Ciri ciri Bayi Lahir Prematur)

Penyebab janin berukuran kecil antara lain bisa karena prematur, atau berat badan janin yang rendah. Prematur terjadi karena adanya induksi atau proses kelahiran sebelum bayi berusia genap 28 minggu di dalam kandungan. Akibatnya bayi yang masih dalam tahap pertumbuhan terpaksa harus mengalami kelahiran sebelum waktunya. Sedangkan janin berat rendah bisa saja usianya cukup, namun tubuh janin sangat kecil. Hal ini biasa disebabkan oleh kehamilan ganda atau adanya gangguan suplai nutrisi ke janin. (Baca juga: Cara meningkatkan berat badan janin , Cara Menaikkan Berat Badan Bayi)

4. Kelainan rahim (uterus)

Pada umumnya, janin akan berotasi sesuai perkembangan usia kehamilan dan bentuk rahim. Bayi sering berotasi secara fisiologi dengan menyesuaikan bentuk tubuhnya terhadap bentuk rahim. Akibat adanya proses tersebut, bayi akan berotasi menyesuaikan bentuk rahim, dimana kepala akan menuju ke bagian terkecil rahim, dan bokong (ukurannya lebih besar dari kepala janin) akan menuju ke bagian rahim yang lebih luas. Secara umum bagian rahim yang terluas ada di atas, sedangkan bagian bawah merupakan tempat yang relatif sempit, sehingga normalnya kepala berada di bawah (tempat sempit) dan bokong berada di atas (tempat luas). (Baca juga: Efek samping kuret)

Pada keadaan kelainan rahim (uterus) Ibu, menyebabkan gangguan posisi pada janin bisa terjadi. Hal ini diakibatkan karena bentuk rahim yang tidak normal tempat terluasnya, atau akibat kelainan rahim tersebut menyebabkan janin sulit berotasi untuk menyesuaikan tempat. Sehingga bayi akan terperangkap pada posisi sungsang. (Baca juga: Pemulihan rahim pasca caesar , Gejala Adanya Kista di Rahim)

5. Hidrosefalus

Hidrosefalus merupakan kelainan yang dialami pada bayi, sehingga menyebabkan ukuran kepala bayi membesar. Hal tersebut dikarenakan disekitar otak terdapat cairan yang terus beregulasi (produksi dan pengluaran) terus teratur. Namun akibat adanya gangguan pada saat produksi berlebihan, atau penyaluran cairan terganggu, atau pengeluaran cairan terhambat, menyebabkan cairan dalam kepala janin semakin bertumpuk membuat kepala janin membesar. (Baca juga: Fungsi amnion , Makanan Yang Baik Untuk Otak Janin Dalam Kandungan)

Sponsors Link

Mirip pada kalainan diatas, posisi sungsang pada keadaan hidrosefalus diakibatkan terganggunya penyesuaian posisi bayi terhadap ruang di dalam rahim. Akibat bentuk kepala yang lebih besar dibanding dengan bokongnya, maka janin hanya mampu menyesuaikan ukuran kepala yang besar tersebut berada pada ruang terluas di rahim, sehingga kepala akan berada di atas (tempat luas) dan bokong terpaksa berada dibawah, sehingga terjadi posisi sungsang. (Baca juga: Penyebab janin kekurangan oksigen)

6. Plasenta previa

Plasenta previa merupakan suatu kelainan atau keadaan dimana plasenta atau ari – ari dari bayi berada di bawah dan dapat menutupi pintu keluar uterus atau rahim yang akan dilalui bayi saat lahir nanti. Seharusnya letak plasenta harus lebih diatas, agar saat proses kelahiran tidak mengalami kesulitan dan juga tidak terjadi pelepasan plasenta sebelum pada waktunya. Ibu hamil dengan gejala plasenta previa memiliki tanda seperti sering mengalami perdarahan pada usia kehamilan trimester kedua dan trimester ketiga. Perlu dihindari terlepasnya plasenta dari tempatnya menempel, karena jika terlepas dapat menyebabkan perdarahan dan terputusnya alisan darah dan oksigen menuju bayi. (Baca juga: Plasenta letak rendah , Resiko Hamil Lebih Dari 40 Minggu)

Akibat adanya plasenta previa atau ari – ari berada di segmen bawah dari ruang rahim, menyebabkan ruang bawah tersebut menjadi sempit dan bayi akan sulit berotasi akibat lasenta previa tersebut, sehingga posisi bayi akan tetap sungsang. (Baca juga: Penyebab kelainan kongenital non genetik)

7. Tali pusar pendek

Tali pusar pendek menjadi penyebab posisi janin sungsang. Hal ini disebabkan karena akibat pendeknya tali pusar, sehingga janin suli berotasi pada saat berada di dalam kandungan. Sehingga bayi tetap pada posisinya ketika masih dengan posisi kepala di atas. Tali pusar merupakan jaringan yang memasok kebutuhan bayi serta menjadi satu – satunya media pembuangan dari bayi saat berada di dalam kandungan. Nutrisi dan oksigen yang diperlukan bayi masuk melewati tali pusar tersebut. (Baca juga: Penyebab bayi terlilit tali pusar)

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , ,
Post Date: Friday 04th, November 2016 / 10:21 Oleh :
Kategori : Bayi Sungsang