9 Cara Mengobati Sariawan pada Bayi Paling Cepat Sembuh

Sariawan pada bayi sering ditandai dengan bercak putih pada lidah bayi, gusi dan bagian bibir. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang berusia lebih dari 2 bulan dan juga lebih tua dari itu. Umumnya ketika hal ini terjadi maka bayi tidak mau minum ASI atau susu dalam botol. Bayi terlihat tidak nyaman dan bayi menangis terus menerus karena tidak bisa minum ASI atau susu dengan nyaman. Bintik putih kecil ini disebut sariawan dan sering menyebabkan bayi merasa sakit saat minum susu.

Umumnya sariawan pada bayi akan sembuh sendiri dan biasanya akan terjadi dalam waktu yang singkat. Namun jika sariawan membuat bayi rewel dan sulit minum ASI/susu maka lakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Obat Anti Jamur Mikonazol

Obat anti jamur mikonazol sering diresepkan oleh dokter untuk menyembuhkan sariawan pada bayi yang disebabkan oleh infeksi jamur. Obat yang berbentuk gel ini sangat ringan dan bisa digunakan oleh semua usia bayi. Meskipun beberapa dokter mungkin tidak akan meresepkan obat ini untuk bayi berusia kurang dari 4 bulan. Mikonazol diberikan dengan cara mengoleskan gel secara langsung ke bagian sariawan. Untuk menghindari infeksi maka cuci bersih jari Anda sebelum memberikan obat untuk bayi.

  1. Nistatin (untuk oral thrush)

Untuk bayi yang terkena infeksi jamur yang sering menyebabkan bercak putih pada mulut dan lidah, maka orang tua bisa memberikan obat nistatin. Obat ini bisa melawan reaksi jamur dan mematikan perkembangan jamur penyebab sariawan pada bayi. Obat ini berbentuk tetes atau cairan sehingga harus diberikan secara hati-hati agar tidak masuk ke saluran pencernaan. Cara pemberian dilakukan secara langsung ke bagian sariawan dengan pipet. Jika Anda kesulitan maka juga bisa menggunakan obat yang diteteskan ke kapas yang bersih. Kemudian usapkan ringan kapas tersebut ke bagian sariawan. Penggunaan obat ini biasanya atas persetujuan dokter. (baca juga: cara memberikan obat pada bayi agar tidak muntah)

  1. Berikan Makanan / Minuman Dingin dan Lembut

Untuk bayi yang sudah mendapatkan makanan pendamping ASI, maka ibu bisa memberikan makanan atau minuman yang dingin. Minuman dan makanan harus diolah menjadi makanan yang lembut sehingga mudah ditelan. Rasa sensasi dingin yang masuk lewat mulut membuat sariawan tidak terlalu sakit sehingga bayi tetap bisa makan. Namun pilih jenis makanan yang bersifat lembut seperti jus buah atau kentang tumbuk. Anda juga bisa memberikan makanan pendukung Asi (MPASI) rumahan terbaik untuk bayi. Jika bayi masih menyusui maka ibu bisa membantu dengan mengkonsumsi makanan untuk memperbanyak ASI.

  1. Kompres dengan Es Batu

Jika bayi sudah berusia lebih dari 1 tahun, maka Anda bisa membantu menghilangkan rasa sakit dengan es batu. Bungkus beberapa buah es batu dengan handuk yang bersih dan lembut. Kemudian tempelkan ke bagian sariawan. Lakukan cara ini dengan lembut dan tidak menekan bagian sariawan. Rasa dingin akan membantu menghilangkan rasa sakit dan membuat sariawan cepat sembuh.

  1. Berikan Paracetamol / Ibuprofen

Seringkali bayi yang terkena sariawan akan merasa tidak nyaman. Tubuh bayi akan memberikan reaksi panas karena rasa sakit yang tidak nyaman. Untuk mengurangi rasa sakit dan demam maka Anda bisa memberikan paracetamol atau obat ibuprofen yang berbentuk sirup. Pemberian obat ini akan mengurangi rasa sakit akibat sariawan dan bisa membuat bayi istirahat dengan baik. Namun sebaiknya obat diberikan sesuai dosis yang disarankan oleh dokter. Atau agar lebih aman maka lakukan cara mengatasi demam pada bayi.


  1. Campuran Soda , Garam dan Air

Anda juga bisa membantu meredakan sariawan pada bayi dengan menggunakan bahan campuran terdiri dari soda, garam dan air. Obat tradisional ini akan mengurangi bengkak pada sariawan dan membuat sariawan lebih cepat sembuh. Caranya adalah dengan mencampur setengah sendok teh soda kue, setengah sendok teh garam dan air putih satu gelas. Kemudian rendam beberapa kapas ke dalam air tersebut. Peras dan tempelkan kapas tersebut ke bagian sariawan. Campuran bahan ini bisa membuat sariawan cepat mengecil jika perawatan dilakukan lebih sering. Hati-hati untuk bayi yang berusia kurang dari 6 bulan karena jika tertelan maka bayi bisa terkena bahaya pemberian air putih pada bayi usia 0-6 bulan.

  1. Berikan Cairan

Bayi yang terkena sariawan umumnya akan sangat rewel karena tidak bisa makan dengan baik. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah memberikan cairan yang cukup. Berikan cairan seperti ASI atau susu formula. Cairan ini akan menjadi pengganti makanan untuk tubuh dan bisa membuat bayi agar tidak bertambah sakit. Anda bisa membujuk bayi untuk tetap menyusui dengan payudara atau botol susu. Jika bayi sudah menerima makanan atau minuman tambahan, maka berikan jus yang mengandung vitamin C tinggi. Ibu menyusui juga jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda dan kafein. Terlebih untuk program ASI esklusif maka ibu harus menjauhi semua pantangan ibu menyusui.

  1. Oleskan Minyak Kelapa

Anda juga bisa menyembuhkan sariawan pada bayi dengan minyak kelapa murni. Minyak kelapa mengandung asam kaprilat yang bisa melawan pertumbuhan jamur dan bakteri pada mulut bayi. Selain itu minyak kelapa juga sangat aman dan tidak memiliki efek samping. Caranya adalah dengan mengoleskan minyak kelapa pada puting payudara jika bayi masih menyusui. Minyak ini juga akan membantu menghilangkan kotoran lemak dalam mulut bayi. Jika bayi menggunakan botol susu,maka oleskan minyak kelapa pada bagian dot botol susu. Anda juga bisa mengoleskan minyak kelapa langsung ke bagian mulut bayi yang terkena sariawan.

  1. Jaga Kesehatan dan Kebersihan Puting Payudara (khusus ibu menyusui)

Bagi ibu yang masih memberikan ASI eksklusif atau ibu yang masih menyusui, maka sebaiknya menjaga kebersihan puting payudara. Caranya bisa dilakukan dengan menghindari penggunaan bra yang terlalu ketat, hindari pakaian ketat dan tidak bisa menyerap keringat dengan baik. Selain itu selalu mencuci kebersihan puting payudara dan membiarkan terkena udara luar.

Apa Penyebab Sariawan pada Bayi

  1. Infeksi jamur Candida albicans yang sering menyebabkan bercak putih pada lidah dan area mulut bayi. Infeksi ini juga disebut dengan istilah oral thrush. Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan masalah untuk kesehatan bayi. Hanya saja jika terjadi terlalu parah maka infeksi bisa menyebar ke bagian lapisan mulut bayi.
  2. Bayi Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah atau belum matang. Bayi dengan kelahiran prematur memiliki resiko bayi terkena kuman dan infeksi sangat tinggi. Bayi yang lahir dengan kondisi prematur akan lebih rentan terkena infeksi sariawan mulut.(baca juga: ciri ciri bayi lahir prematur – penyebab bayi lahir prematur)
  3. Bayi Anda tidak memiliki antibodi yang cukup kuat sehingga lebih mudah terkena infeksi, termasuk infeksi penyebab sariawan. (baca juga: cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit)
  4. Pemberian antibiotik yang bisa menyebabkan bakteri sehat dalam mulut bayi berkurang banyak. Hal ini akan memicu reaksi pertumbuhan jamur yang menyebabkan sariawan. Karena itu pemberian antibiotik untuk ibu menyusui dan bayi harus berdasarkan resep dokter. (baca juga: bahaya antibiotik bagi ibu hamil – bahaya amoxicillin bagi ibu hamil)

Cara Mencegah Sariawan pada Bayi

  1. Jaga kebersihan semua benda atau apapun yang digunakan oleh bayi. Misalnya jika Anda memberikan mainan seperti boneka atau jenis mainan lain maka jaga kebersihan mainan tersebut. Bayi suka memasukkan apa saja ke dalam mulut dan ini menyebabkan penyebaran sumber infeksi yang memicu sariawan.
  2. Jika bayi Anda menggunakan botol susu, maka lakukan  cara mencuci botol susu bayi secara rutin. Botol susu menjadi perlengkapan bayi yang menularkan banyak sumber penyakit jika digunakan dalam keadaan kotor.
  3. Cuci bersih semua perlengkapan makan yang digunakan untuk bayi. Anda bisa merendam berbagai perlengkapan makan bayi dengan air hangat. Air hangat akan membantu menghilangkan sumber penyakit yang menempel pada perlengkapan makan. Selain itu hindari penggunaan empeng agar tidak terkena bahaya bayi menggunakan empeng.
  4. Biasakan untuk mencuci pakaian bayi dengan air hangat atau air panas. Cara ini akan membantu membersihkan semua jamur pada pakaian bayi. Ingat bahwa bayi Anda mungkin akan menggigit ujung pakaian dan juga jarinya. Cara ini akan membuat penyebaran infeksi ke mulut lebih cepat.
  5. Jika Anda memberikan ASI, maka jaga kebersihan puting payudara.Lakukan dengan cara mengelap puting payudara dengan handuk yang dicelup ke dalam air hangat. Cara membersihkan ini harus dilakukan sebelum atau setelah memberikan ASI.

Apakah Sariawan Berbahaya untuk Bayi?

Sariawan menjadi kondisi yang sangat wajar dan sering terjadi pada bayi. Umumnya setelah beberapa hari maka sariawan akan sembuh dan sering tidak membutuhkan perawatan khusus. Efek dari sariawan biasanya tidak terlalu parah. Hanya saja bayi akan enggan untuk makan atau minum susu/ASI. Kemudian akan membuat bayi kurang nutrisi sehingga tidak bisa tidur dengan baik dan cenderung lebih rewel. Untuk membantu meringankan rasa sakit maka sebaiknya bayi bisa diberikan obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol. Bayi Anda membutuhkan perawatan khusus jika berbagai tanda mengarah pada bahaya sariawan. Selain itu bayi yang sering sariawan juga bisa terkena penyakit akibat kekurangan gizi pada bayi.

Beberapa tanda ketika sariawan berbahaya untuk bayi adalah seperti:

  1. Bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi karena tidak bisa makan dan minum seperti mual, muntah, wajah sangat layu, tidak buang air kecil dan sangat lemah.
  2. Bayi tidak bisa tidur karena rasa lapar dan haus yang bisa menyebabkan bayi menangis terus menerus.
  3. Bayi mulai demam lebih dari 38 derajat Celcius dalam waktu lebih dari 24 jam.
  4. Bayi terlihat sangat lemah sebagai efek dari kurang makan dan minum.
  5. Berat badan menurun drastis karena bayi terlihat kurang nutrisi yang dibutuhkan tubuh. (baca juga: penyebab berat badan bayi tidak naik)

Sariawan menjadi penyakit yang sangat umum untuk bayi dan anak-anak. Meskipun penyakit ini membuat rasa yang tidak nyaman, namun pada umumnya bisa cepat sembuh. Jika sariawan berlangsung lebih dari satu minggu maka segera bawa bayi Anda ke pusat medis untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut.

, , ,
Post Date: Monday 25th, July 2016 / 06:24 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bayi