12 Penyebab Bayi Demam Tinggi dan Solusinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Salah satu kondisi yang seringkali membuat bunda menjadi khawatir adalah ketikan sang bayi terserang demam. Pasalnya, seorang bayi belum bisa berbicara dan menjelaskan keluhan yang ia rasakan. Bayi hanya akan merengek ketika demam disertai gejala kurangnya nafsu makan. Nah, langkah awal yang harus bunda lakukan saat bayi demam adalah mengukur suhu tubuhnya dengan termometer. Apabila suhu tubuhnya mencapai 38 ºC, maka berarti ia sedang menderita demam tinggi. Sebaiknya segera cari tahu cara mengatasi demam pada bayi yang tepat. (Baca juga: Cara Merawat Bayi Demam Campak , Cara Mengatasi Demam Kejang pada Anak)

Sebenarnya demam bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah reaksi atau gejala sampingan yang muncul ketika sistem imun tubuh berusaha melawan kuman. Untuk mengobatinya, Anda tentu harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Nah, dibawah ini beberapa penyebab bayi demam tinggi. Simak yuk!

[accordion multiopen=”true
Informai demam pada bayi” state=”opened

  1. Pasca imunisasi

Penyebab bayi demam tinggi yang pertama kemungkinan disebabkan oleh efek imunasasi. Memang tidak semua imunasi memberikan efek samping. Biasanya imunasi campak, hepatitis B, dan imunisasi DPT yang menyebabkan efek demam pada bayi.

Bayi akan mengalami demam ringan setelah 2-3 hari pemberian vaksin. Umumnya disertai gejala lain seperti kurangnya nafsu makan, rewel, munculnya ruam-ruam merah, dan bengkak di daerah yang telah disuntik. Apabila suhu bayi kurang dari 38 ºC maka tidak diperlukan pengobatan. Cukup memberikannya ASI secara intensif. Sebaliknya jika terjadi efek yang parah (seperti demam tinggi disertai kejang) segera periksakan ke dokter.

[accordion multiopen=”true
Informasi imunisasi” state=”opened

  1. Infeksi saluran pernafasan

Infeksi bakteri atau virus saluran pernafasan seringkali menyebabkan munculnya penyakit influenza. Selain itu juga memicu beberapa penyakit seperti radang tenggorokan, amandel, pertusis, sinusitis, bronkitis, radang paru-paru (pneumonia), dan TBC (tuberkulosis). Gelaja paling umum yang sering muncul  yakni demam, hilangnya nafsu makan, badan menjadi lemas, sulit menelan, mata terasa perih, telinga agak sakit, bersin, hidung tersumbat dan keluar ingus. Apabila bayi mengalami demam selama 2 hari berturut-turut dan suhunya tubuhnya tidak turun, maka segeralah melakukan perawatan medis dengan membawanya ke dokter anak.

Baca:

  1. Diare

Jangan pernah meremehkan diare! Sekitar 25-31% bayi meninggal di Indonesia disebabkan oleh penyakit diare. Maka itu, ketika bayi anda terserang diare dengan disertai demam maka segeralah membawanya berobat ke rumah sakit. Umumnya penyakit diare ini disebabkan oleh adanya mikroorganisma di dalam usus, baik itu bakteri, virus ataupun lainnya. Gejalanya tubuh lemas, bibir kering, suhu tubuh meningkat hingga mencapai 39 ºC dan tinja berbentuk encer. Jika hal ini terjadi pada si bayi, bunda disarankan untuk memperbanyak pemberian ASI untuk mencegah dehidrasi. Selain itu berikan oralit dan hindari pemberian susu formula yang mengandung laktosa. (Baca: Pertolongan pertama pada anak diare, Gejala diare pada bayi)

  1. Disentri

Penyakit satu ini tidak sama dengan diare. Umumnya ditandai dengan keluarnya tinja berwarna coklat pekat, tekturnya cair kental, disertai lendir serta darah. Disentri umumnya muncul dikarenakan lingkungan yang kotor. Atau bisa juga akibat amoeba atau bakteri yang masuk bersama makanan. Ciri dari bayi yang menderita disentri yakni demam, buang air besar berkali-kali (sehari minimal 4-6 kali), muntah, tidak nafsu makan dan bibirnya kering. Kondisi harus segera diatasi karena bisa memicu dehidrasi dan berisiko fatal. (Baca: Penyebab disentri pada bayi, Gejala disentri pada bayi)

  1. Infeksi telinga

Kemungkinan berikutnya yang menjadi pemicu demam tinggi pada bayi adanya infeksi telinga. Penyakit ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penumpukan cairan dalam telinga sehingga merangsang perkembangan kuman. Biasanya ciri-ciri anak yang menderita infeksi telinga yakni suhu tubuh meningkat, si bayi sering memegang telinganya, rewel, telinga agak merah dan membengkak, terkadang juga disertai diare, muntah dan nafsu makan menurun. (Baca: Infeksi telinga pada anak , Manfaat Kurma untuk Ibu Menyusui)

  1. Cacar air

Masyarakat percaya bahwa setiap orang pasti mengalami penyakit cacar air sekali dalam seumur hidupnya. Yaph, cacar air memang penyakit yang cukup lumrah. Namun demikian juga tidak boleh disepelekan dan harus segera ditangani. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam-ruam merah diseluruh tubuh dan wajah. Ruam tersebut berbentuk bundar, berisi cairan dan terasa sangat gatal. Biasanya penderita cacar juga akan mengalami peningkatan suhu tubuh. Untuk pengobatannya, dokter akan memberikan obat penangkal virus, pereda gatal dan salep untuk penyembuhan eksternal. (Baca: Obat cacar air pada anak, Cara mengobati cacar air pada anak)

  1. Tifus

Kalian pasti tak asing dengan penyakit ini. Penyakit yang juga dikenal sebagai demam tifoid ini disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella pada saluran pencernaan, sehingga menyebabkan penderitanya mengalami demam tinggi.

Yang jadi pertanyaan, apakah mungkin seorang bayi terserang penyakit tifus? Jawabannya mungkin saja. Tifus pada bayi biasanya menular dari pemberian ASI ibu yang mengandung bakteri salmonella atau juga bisa dari pengonsumsian makanan kotor. Gejala tifus pada anak dan bayi adalah suhu tubuhnya meningkat hingga 40°C, susah BAB namun terkadang malah diare dan sering rewel. Pada kondisi lebih lanjut, si bayi bisa saja mengalami penurunan berat badan dengan disertai kemunculan ruam pada bagian dadanya . Jika hal ini terjadi segera bawa buah hati ke dokter. (Baca Juga: Cara Mengobati Asma pada Anak )

  1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini sangat berbahaya dan berisiko mengancam keselamatan jiwa. Tidak hanya bagi anak atau bayi, tapi bahaya DBD bagi ibu hamil juga cukup besar. Biasanya bayi yang menderita demam berdarah akan menunjukkan beberapa gejala, seperti demam tinggi (bisa mencapai 39-40°C), nafsu makan berkurang, mual, muntah, rewel, muncul ruam merah pada kulit, dan tak jarang disertai mimisan. Gejala dari demam berdarah ini memang sulit terdeteksi. Biasanya akan tampak setelah 4 hari setelah si bayi tergigit nyamuk. Dalam kondisi yang lebih parah bisa menyebabkan rendahnya trombosit dan kebocoran pembuluh darah hingga kematian. (Baca Juga: Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil , Penyebab Pendarahan Saat Hamil)

  1. Malaria

Selain DBD, malaria juga menjadi penyakit yang rentan diderita oleh bayi. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles. Akibatnya bisa sangat berbahaya bahkan bisa menginfeksi hati, maka itu harus segera ditangani. Umumnya seorang bayi yang menderita malaria akan menunjukkan beberapa gejala, seperti demam tinggi, nafsu makan menurun, lesu, mudah rewel, sulit tidur, berkeringat, muntah, diare, dan terkadang disertai kejang-kejang.

[accordion multiopen=”true
Informasi penyakit malaria” state=”opened

  1. Infeksi darah

Apakah bunda pernah mendengar tentang penyakit infeksi darah? Ya, penyakit ini memang cukup langka. Beberapa orang menyebutnya juga sebagai bakterimia dan sepsis. Penyakit ini tidak muncul begitu saja. Melainkan sebagai akibat dari adanya penyakit lain (misalnya meningitis, pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi lainnya) yang diobati secara tidak benar. Pada saat tubuh berhasil dikalahkan oleh bakteri, maka pada saat itulah bakteri akan menyebar ke seluruh aliran darah dan memicu risiko penyakit,  sepsis. Pada bayi, penyakit sepsis ditandai dengan demam tinggi, batuk, nafas pendek, susah buang air kecil, dan denyut jantung menjadi lebih cepat. Penyakit ini dapat terdeteksi dengan melakukan tes darah. (Baca Juga: Obat Tambah Darah untuk Ibu Hamil ,Cara Mengatasi Pendarahan Setelah Melahirkan)

  1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih tidah hanya diderita oleh orang dewasa saja. Nyatanya, bayi pun juga bisa terserang penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini.  Sayangnya, pendeksian penyakit saluran kemih sulit diketahui sebab gejalanya sangat umum dan mirip dengan penyakit flu, misalnya demam, tidak nafsu makan, rewel dan muntah. Namun demikian, kadangkal bayi juga terlihat menjerit ketika pipis, urin berbau menyengat dan tak jarang disertai darah. Beberapa penyakit yang tergolong dalam infeksi saluran kemih, yakni infeksi kandung kemih, infeksi ginjal,  infeksi uretra dan juga infeksi ureter. (Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Anak , Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil)

  1. Meningitis

Penyakit berbahaya ini seringkali diderita oleh bayi. Penyebabnya adalah infeksi bakteri, virus, jamur ataupun parasit lainnya yang menyerang selaput meninges pada saraf tulang belakang dan otak. Gejala penyakit meningitis pada bayi adalah suhu tubuh tubuh naik drastis, mudah rewel, menjerit-jerit, terkadang disertai ruam, kejang-kejang, mudah mengantuk, badan lemas, dan tidak nafsu makan. Penyakit ini harus segera ditangani dengan tepat karena jika dibiarkan saja bisa meningkatkan risiko kerusakan organ otak. (baca juga: Gejala Meningitis Pada BayiJadwal Imunisasi Bayi Baru Lahir)

Cara Mengatasi Demam Tinggi Pada Bayi

Ketika bayi terserang demam tinggi (mulai dari 38-39°C) tentu bunda harus segera membawanya ke rumah sakit agar bayi bisa memperoleh penangana medis yang tepat. Ingat, jangan memberikan sembarang obat apalagi tanpa adanya petunjuk  dosis dari dokter. Selain itu, bunda juga perlu memberikan perawatan-perawatan pendukung lainnya, seperti:

  1. Mengenakan pakaian berbahan tipis untuk si bayi (Baca: Tips memilih baju bayi baru lahir)
  2. Letakkan di ruangan yang nyaman, luas dan sejuk
  3. Berikan asupan ASI sesering mungkin untuk menghindari terjadinya dehidrasi (Baca: Cara agar ASI keluar banyak setelah melahirkan)
  4. Mandikan dengan air hangat untuk membantu melancarkan sirkulasi darah dan pernafasan (Baca: Cara memandikan bayi baru lahir)

Itulah beberapa penyebab bayi demam tinggi dan cara mengatasinya. Semoga info diatas bisa membantu bunda dalam menangani bayi yang terserang demam. Oiya, bunda juga harus tahu bahwa umumnya bayi berumur dibawah 5 tahun memiliki suhu tubuh normal sekitar 37°C. Bayi dikatakan terkena demam tinggi bila suhunya mencapai 38°C dan disertai gejala-gejala tertentu.

fbWhatsappTwitterLinkedIn