7 Penyebab Bisul Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bisul merupakan suatu benjolan berwarna merah yang muncul dari permukaan kulit disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun alergi. Infeksi tersebut bersumber pada akar rambut dan pori-pori kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bisul itu sendiri pada akhirnya akan membentuk ‘mata bisul’ berwarna putih ataupun kuning yang bisa jadi meletus maupun tidak. Tempat-tempat yang kita sering jumpai terdapat bisul adalah wajah, leher, dahi, bahu, ketiak, paha dan pantat.

Pada bayi, bisul bukanlah masalah yang serius namun cukup membuat bayi kita merasa kesakitan. Biasanya bisul tersebut akan sembuh dengan sendirinya berkat antibodi yang dihasilkan dari tubuh bayi sendiri. Namun demikian, kita perlu mengetahui penyebab-penyebab terjadinya bisul pada kulit bayi Anda dan penanganan yang bisa kita lakukan.

  1. Alergi Makanan

Alergi dapat berasal dari makanan seperti telur, ikan, dll. Apabila bayi mengalami alergi setelah memakan makanan tertentu dan menunjukkan gejala seperti kemerahan atau gatal-gatal pada kulit, maka kemungkinan besar bayi Anda memang alergi makanan tersebut. Pada beberapa kasus, alergi mampu mendorong penyebab bisul pada bayi. Hindari makan-makanan yang dapat mencetuskan alergi pada bayi.

Baca: Pola makan bayi 7 bulan, Pola makan bayi 12 bulan

  1. Kulit Terinfeksi

Kulit yang terluka memungkinkan bakteri untuk mudah masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, segera ketika terdapat luka yang terbuka, tangani dengan menutup luka tersebut dengan terlebih dahulu membersihkannya dengan larutan antiseptik.

  1. Kebersihan Tubuh dan Lingkungan

Bayi sangat senang bermain-main dan mempelajari hal-hal baru di sekitarnya. Pastikan bahwa lingkungan dimana bayi berada cukup bersih, terlebih bagi bayi berusia 0-1 tahun dikarenakan sistem kekebalan tubuh bayi sedang dalam tahap penyempurnaan. Kita perlu memperhatikan kebersihan dari mainan bayi, bantal, sprei, serta cara mencuci botol susu bayi yang benar dan steril dan benda-benda yang sering digunakan oleh bayi.

Baca pula: Tips agar anak balita tidak mudah sakit dan Tips agar anak tidak mudah sakit

  1. Kekurangan Zat Besi atau Anemia

Anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah kekurangan zat besi sehingga mengakibatkan terhambatnya pengiriman oksigen ke otak. Pada saat ini, sel darah merah mengandung rendah protein (Hemoglobin). Hal ini tidak hanya berdampak pada rasa pusing dan kelelahan, namun juga mampu mencetuskan munculnya bisul pada permukaan kulit. Perhatikan makanan bayi yang tepat dan bernutrisi sesuai dengan tahapan usia mereka untuk menghindari terjadinya malnutrisi.

  1. Eksim

Eksim merupakan kondisi dimana kulit mengalami peradangan, gatal-gatal dan ruam yang disebabkan oleh respon tubuh yang terlalu berlebihan (hiperaktif) dan ada pula karena faktor keturunan. Hal ini mampu mencetuskan terjadinya bisul pada bayi. Berbeda halnya dengan biduran pada bayi yang mana memiliki penyebab berbeda dengan eksim dan tidak mencetuskan terjadinya bisul.

  1. Diabetes

Penyebab bisul pada bayi dapat mengarah pada indikasi terjangkitnya penyakit diabetes. Jadi apabila bayi Anda rentan mengalami bisul dan tidak sembuh-sembuh, ada kemungkinan bahwa bayi Anda juga mengidap diabetes. Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan saat Anda menjumpai gejala tersebut.

Baca pula : Bahaya diabetes saat hamil

  1. Kekebalan Tubuh Bermasalah

Menurunnya kekebalan tubuh (antibodi) pada tubuh bayi menyebabkan bayi rentan terkena penyakit, salah satunya penyakit kulit bisul.  Beberapa penyebab menurunnya kekebalan tubuh adalah tidur yang tidak teratur, memasukkan tangan atau benda-benda yang tidak steril ke dalam mulut, seringnya konsumsi antibiotik sehingga bakteri menjadi kebal (resisten).

Baca : Bahaya antibiotik bagi ibu hamil

Segera ketika Anda menjumpai adanya bisul pada bayi, silakan lakukan penanganan awal ini di rumah:

  1. Kompres Dengan Air Hangat

Rendam handuk hangat ke dalam air hangat dan letakkan pada bisul selama beberapa menit. Ini dapat membantu meredakan rasa sakit sekaligus membantu mengeluarkan nanah  yang ada dalam bisul dan mempercepat proses pengeringannya. Kompres dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari. Namun jangan mencoba memaksa mengeluarkan nanahnya apabila belum cukup matang. Pastikan Anda melakukannya dengan tangan yang sudah dicuci bersih.

  1. Jangan Memencet Bisul

Biarkan bisul matang dengan sendirinya, jangan memencetnya secara sengaja. Hal ini akan meningkatkan resiko infeksi menyebar ke permukaan kulit lainnya dan rasa nyeri yang lebih sakit lagi.

  1. Tingkatkan Kebersihan

Jika bisul telah matang dan keluar nanahnya, segera bersihkan dengan kapas bersih yang telah dicelupkan dalam larutan antiseptik. Pastikan area bisul tersebut cukup bersih dari sisa nanah lalu plester permukaan kulit tersebut. Hal ini membantu kulit cepat kering dan tidak terekspos oleh udara kotor sehingga dapat menyebar ke area kulit lainnya sekaligus mencegah bayi Anda untuk memegang ataupun menggaruknya.

Tingkatkan kebersihan bayi Anda mulai pada saat mandi, Anda dapat melarutkan antiseptik ataupun larutan sabun biasa ke dalam air mandinya dan gunakan handuk khusus untuk mengelap tubuh bayi Anda. Cucilah baju-baju bayi Anda dengan menggunakan air panas. Hal ini membantu untuk membunuh bakteri dan mencegahnya menyebar ke area kulit lainnya.

  1. Pengobatan Alami

Anda dapat mencoba pengobatan alami menggunakan madu dengan mengaplikasikannya langsung ke area bisul yang telah terbuka maupun saat proses pengeringan luka pada bisul. Madu sangat baik digunakan karena dikenal sebagai antiseptik alami terbaik dibandingkan bahan lainnya.

Bahan alami lainnya yang bisa digunakan adalah lidah buaya. Lidah buaya terbukti efektif mengeringkan luka bisul pada kulit. Keluarkan daging lidah buaya dari kulitnya dan lumatkan hingga menjadi gel lembut dan oleskan ke kulit bayi Anda yang terdapat bisul. Bisa dilakukan secara teratur 3 kali sehari saat gel telah mengering di kulit maka aplikasikan kembali.

  1. Berikan Obat Penghilang Rasa Sakit

Alternatif terakhir yang dapat Anda lakukan adalah dengan memberikan obat penghilang rasa sakit (seperti: paracetamol) untuk membantu mengurangi rasa nyeri yang dirasakan oleh si buah hati. Gunakan sesuai dengan dosis yang dianjurkan untuk bayi. Jika tidak yakin, Anda dapat berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter bayi Anda.

Bisul pada bayi sangat jarang untuk menjadi parah ataupun menyebar menjadi semacam radang. Namun bila hal tersebut terjadi, indikasi yang muncul berikutnya dapat berupa:

  • Demam dengan suhu di atas 38 derajat Celcius
  • Bisul meradang dan menimbulkan nyeri lebih pada kulit di sekitarnya
  • Bisul terus membesar tanpa adanya kepala atau titik benjolan
  • Bisul baru terus bermunculan di permukaan kulit
  • Bisul tidak kunjung sembuh dalam dua hari
  • Ada masalah dengan kekebalan tubuh bayi Anda

Jika poin-poin di atas terjadi, segera beri pertolongan dengan membawa bayi Anda ke dokter keluarga. Penanganan yang cepat dan sigap akan membantu mengurangi rasa sakit yang diderita oleh bayi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn