Sponsors Link

Terlambat Tumbuh Gigi pada Bayi : Penyebab – Resiko – Penanganan      

Sponsors Link

Umumnya ada tanda tumbuh gigi pada bayi akan dimulai saat bayi berumur enam bulan. Gejala anak tumbuh gigi sering tidak disadari hingga muncul kuncup putih dan bagian gusi bayi terlihat  bengkak. Semua ini sangat wajar dan ibu tidak perlu khawatir. Tumbuh gigi pada bayi bisa  menjadi fase yang sangat normal karena bayi bersiap untuk mendapatkan makanan padat. Semua ini sesuai dengan pola perkembangan bayi sehingga bayi memiliki organ yang sehat dan lengkap. Tapi bagaimana jika bayi Anda tidak menunjukkan tanda tumbuh gigi. Berikut ini semua informasi mengenai terlambat tumbuh gigi pada bayi. (baca: tanda tanda bayi tumbuh gigi – obat gusi bengkak karena tumbuh gigi )

ads

Kapan bayi dianggap terlambat tumbuh gigi?

Pada dasarnya usia normal untuk pertumbuhan gigi pertama bayi adalah saat bayi sudah berusia 4 sampai 15 bulan. Kemudian jika bayi sudah berusia 18 bulan dan sama sekali tidak ada tumbuh gigi maak bayi Anda harus dibawa ke dokter gigi. Kemudian bayi yang tumbuh gigi saat berusia 11 bulan masih dianggap normal dan sehat. Siklus normal pertumbuhan gigi bayi dan anak adalah:

  • 4 gigi saat anak berumur 11 bulan
  • 8 gigi saat berumur 15 bulan
  • 12 gigi saat berumur 19 bulan
  • 16 gigi saat berumur 23 bulan.
  • 20 gigi saat berumur 27 bulan.
  • Gigi permanen akan muncul saat sudah berumur 6 tahun.

Penyebab gigi bayi terlambat tumbuh

  1. Adanya faktor keturunan atau genetik

Bentuk gigi dan masa pertumbuhan gigi anak sebenarnya sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika dalam sebuah keluarga ada riwayat pertumbuhan gigi susu yang terlambat maka itu juga bisa terjadi pada bayi Anda. Warisan masalah gigi ini dipengaruhi dari garis keturunan ayah atau ibu. Karena itu jika Anda merasa bahwa ada masalah ini dalam keluarga maka segera konsultasikan dengan dokter gigi anak Anda.  (Baca juga: Penyebab bayi lahir cacat – Penyebab kelainan kongenital non genetik)

  1. Bayi kekurangan nutrisi

Nutrisi yang buruk atau ketika bayi kekurangan nutrisi maka juga bisa memiliki pertumbuhan gigi yang sangat lambat. Nutrisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh makanan bayi atau makanan anak yang masuk ke tubuh, tapi juga oleh ASI yang diterima oleh bayi selama dua tahun. Jika ibu menyusui kurang nutrisi juga maka bayi juga bisa mendapatkan masalah ini. Pada dasarnya sangat penting untuk memberikan makanan yang penuh nutrisi pada bayi dan anak. (Baca: penyakit akibat kekurangan gizi pada bayi – akibat kekurangan kalium pada anak)

Kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, kalsium, zat besi, seng, mangan dan fossfor bisa menyebabkan bayi terlambat tumbuh gigi. Bahkan anak-anak yang kurang susu termasuk ASI dan susu formula juga bisa memiliki perkembangan yang lambat. Semua ini sering ditandai dengan pertumbuhan bayi yang lambat, bayi kurus dan tidak makan dengan baik.

  1. Bayi terkena hipotiroidisme

Bayi yang menderita hipotiroidisme juga bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan gigi. Kondisi ini menyebabkan bayi dengan kelenjar tiroid yang tidak berfungsi dengan baik bisa memiliki kondisi perkembangan yang sangat lambat. Gejala penyakit ini termasuk seperti tubuh yang mudah lelah, bayi atau anak menjadi sangat lemah, sering rewel, sering terkena penyakit infeksi, sakit kepala, dan rasa kaki pada persendian. Kemudian bayi juga bisa menunjukkan gejala seperti terlambat berjalan, terlambat bicara, kelebihan berat badan dan pertumbuhan gigi yang lambat. (baca: hipotiroid pada bayi –  penyakit gondok pada ibu hamil – penyebab menstruasi tidak teratur

ads

  1. Riwayat bayi prematur

Jika anak Anda terlahir dengan riwayat bayi prematur maka masalah keterlambatan pertumbuhan juga bisa terjadi. Bayi yang prematur mungkin memiliki masalah kesehatan yang akan terbawa hingga dewasa. Tubuh mereka menjadi lebih lemah dan semua pertumbuhan menjadi lebih lambat. Ini juga yang menyebabkan gigi pada anak menjadi terlambat tumbuh.

Informasi bayi prematur:

  1. Bayi lahir dengan berat badan rendah

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah juga akan mengalami hal yang sama, seperti gigi yang tumbuh sangat lambat. Kondisi ini sering terjadi pada ibu dengan gangguan kehamilan dan kehamilan yang tidak sehat. Pertumbuhan bayi menjadi sangat lambat dan bayi tidak menunjukan tanda tumbuh gigi. Biasanya anak akan mengalami masalah gigi termasuk erupsi gigi yang lambat dan cacat email gigi. (Baca: penyebab anak kurus – penyebab berat badan bayi tidak naik – cara menjaga agar bayi tidak mudah sakit)

  1. Bayi mengalami kelainan genetik

Kelainan genetik yang terjadi pada bayi sejak dalam rahim juga bisa menyebabkan bayi terlambat tumbuh gigi. Kondisi ini bisa terjadi pada bayi yang mengalami masalah seperti down sindrom, penyakit trisomi dan jenis penyakit yang menyerang pada rahang dan mulut bayi. Kondisi ini juga sering menyebabkan bayi bisa memiliki gigi namun mengalami cacat struktur.

  1. Kelainan penyerapan vitamin D

Anak yang tumbuh dengan masalah penyerapan vitamin D juga bisa mengalami gigi yang terlambat tumbuh. Biasanya bayi juga akan mengalami masalah kesehatan tulang termasuk tulang yang rapuh dan penyakit rakhitis. Vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan gigi tulang sehingga jika kekurangan vitamin D maka gigi akan terlambat tumbuh. (baca: vitamin penumbuh gigi anak – makanan perangsang pertumbuhan gigi bayi )

Kapan mengajak anak ke dokter gigi?

Anda mungkin merasa sangat khawatir setelah melihat berbagai gejala tanda tumbuh gigi sama sekali tidak terjadi pada bayi Anda. Namun Anda harus cepat bertindak ketika bayi sudah berusia 13 bulan. Saat anak berusia 13 bulan dan tidak ada tanda sama sekali maka pertimbangkan untuk segera pergi ke dokter gigi. Dokter akan memeriksa kondisi mulut dan rahang anak. Kemudian dokter akan mencoba menganalisa apakah ada penyebab dalam tubuh anak yang membuat anak terlambat memiliki gigi. (baca: vitamin untuk daya tahan tubuh anak – vitamin untuk anak susah makan – manfaat vitabumin untuk anak)

Cara diagnosis terlambat tumbuh gigi

  1. Dokter gigi anak akan memeriksa mulut dan rahang anak. Dokter akan melihat apakah ada masalah pada struktur mulut anak sehingga anak terlambat tumbuh gigi. Ketika dokter tidak menemukan masalah dari pemeriksaan luar maka dokter bisa menyarankan x-ray untuk melihat masalah pada dalam rahang anak. Namun untuk pemeriksaan dengan x-ray maka dokter akan mempertimbangkan beberapa hal karena pemeriksaan dengan sinar x-ray untuk anak dibawah umur memang bisa menyebabkan efek samping.
  2. Dokter bisa menentukan hasil dari pemeriksaan dan memberikan solusi yang paling baik untuk anak. Pemberian suplemen sangat dibatasi karena anak bisa mendapatkan vitamin penumbuh gigi secara alami dari berbagai nutrisi makanan yang sehat.
  3. Jika anak ternyata menderita hipotiroidisme, riwayat dalam keluarga, cacat mental dan kondisi lain maka dokter gigi akan bekerjsama dengan dokter ahli anak untuk menentukan langkah perawatan.

(Baca: cara mengobati anak sakit gigiobat gusi bengkak karena tumbuh gigi )

Resiko komplikasi akibat terlambat tumbuh gigi

Pada dasarnya terlambat tumbuh gigi pada anak memang tidak berbahaya. Tapi semua ini bisa menyebabkan resiko besar hingga anak menjadi dewasa atau saat berusia 30 tahun. Berikut ini beberapa resiko yang bisa terjadi pada anak.

  1. Gigi tetap anak ikut terlambat tumbuh: ketika gigi susu terlambat tumbuh maka otomatis gigi tetap anak juga akan terlambat tumbuh. Masalah ini bisa menjadi buruk karena anak-anak akan merasa bahwa gigi mereka tidak normal dan tidak seperti teman sekolah mereka.
  2. Gigi tetep bisa bengkok : karena terlambat gigi susu maka terkadang gigi susu yang seharusnya sudah terlepas atau copot ternyata tidak bisa tanggal tepat pada waktunya. Gigi susu bisa menyebabkan akar gigi tetap yang tumbuh tepat waktu mendesak sehingga pertumbuhan gigi akan bengkok.
  3. Gigi tetap ganda: terkadang saat gigi susu belum lepas maka gigi tetap bisa muncul di satu tempat yang sama. Ini akan menyebabkan pertumbuhan gigi ganda yang tidak nyaman untuk anak. Hal ini juga bisa menyebabkan anak tidak percaya diri saat dewasa karena struktur gigi yang tidak rapi.
  4. Resiko perikoronitis: saat gigi susu masih ada dan gigi tetap mulai tumbuh dibawah permukaan gusi maka bisa menyebabkan resiko infeksi pada sekitar mahkota setiap gigi. Kemudian infeksi bisa menyebar ke semuan jaringan di sekitarnya dan membutuhkan perawatan yang sangat lama.
  5. Rongga pada gusi : saat gigi susu sudah lepas dan ikut terlambat lepas maka biasanya ada rongga yang terbentuk pada bagian dalam. Terkadang saat akar gigi tetap tidak muncul atau ternyata gigi mengalami pembusukan pada bagian dalam maka infeksi bisa menyebar ke semua bagian.

Informasi susu formula:

Sponsors Link

Penanganan terlambat tumbuh gigi

  1. Memberikan nutrisi yang tepat untuk anak. Saat Anda merasa bahwa anak terlambat tumbuh gigi maka cobalah untuk memberikan nutrisi. Berikan vitamin yang bisa mendorong pertumbuhan gigi. Termasuk juga mineral seperti kalsium, seng, fosfor, mangan dan jenis mineral lain. Ada berbagai sumber terbaik seperti buah, sayuran hijau, susu, daging ayam, daging merah, hati ayam dan jenis makanan lain.
  2. Jika Anda merasa bahwa pertumbuhan gigi terlambat karena penyakit komplikasi maka segera lakukan perawatan ke dokter secara teratur. Dokter akan membantu memberikan obat dan solusi untuk anak Anda.
  3. Jika anak mengalami riwayat bayi prematur atau penyakit genetik maka cobalah bekerjasama dengan dokter gigi anak, ahli nutrisi anak dan pihak lain yang bisa membantu mengatasi masalah ini.
  4. Jangan memberikan suplemen buatan atau obat tertentu tanpa resep dokter karena bisa menyebabkan efek samping pada gigi anak.

Inilah semua uraian mengenai terlambat tumbuh gigi pada bayi yang harus diperhatikan oleh semua orang tua. Perhatikan semua penyebab dan gejala yang muncul serta segera ke dokter gigi dan dokter anak untuk mendapatkan pilihan solusi yang tepat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Monday 07th, August 2017 / 06:27 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bayi