14 Cara Menurunkan Panas pada Bayi untuk Mencegah Step

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bayi yang sehat selalu ditandai dengan bayi yang riang, gembira dan tidak tampak lesu. Namun bayi masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dibandingkan dengan anak-anak atau orang dewasa. Terlebih untuk bayi yang masih berumur kurang dari 1 tahun maka masih membutuhkan dukungan untuk perkembangan organ tubuh bayi setelah lahir. Penyakit atau kondisi yang paling sering terjadi pada bayi adalah demam. Demam menjadi hal yang sangat umum namun juga bisa menjadi tanda penyakit tertentu. Beberapa masalah yang sering menyebabkan bayi demam seperti tanda -tanda bayi tumbuh gigi), cacar air, campak, flu, batuk, pneumonia pada bayi dan berbagai penyakit infeksi lain. Ketika bayi panas maka ibu tidak perlu panik.

Baca: Penyebab step pada bayi –  Penyebab step pada anak –  Cara mengatasi step pada anak)

Coba saja beberapa cara menurunkan panas pada bayi untuk mencegah step seperti dibawah ini.

  1. Kompres dengan handuk dingin

Ketika tubuh bayi sangat panas maka Anda harus melakukan beberapa cara darurat. Hal ini sangat penting untuk mencegah step atau kejang pada bayi. Hal pertama yang perlu Anda coba adalah mengompres dengan handuk dingin. Kain yang dingin bisa menarik panas  bayi sehingga suhu panas cepat turun. Berikut tips mengompres bayi yang tepat, agar Anda tidak salah merawat bayi.

  • Tempatkan air dingin tapi bukan es ke dalam mangkuk.
  • Rendam beberapa handuk kecil hingga menyerap air.
  • Peras lebih lama agar tidak ada air berlebihan dalam kain atau handuk.
  • Segera kompres pada bagian dahi.
  • Ulangi langkah jika kain sudah hangat.

Larangan: jangan menggunakan air es atau air dingin untuk mengompres tubuh bayi karena bisa menyebabkan tubuh bayi lebih panas.

Baca: cara menurunkan panas pada anak – cara mengatasi demam pada bayi

  1. Mandikan bayi dengan air suam-suam kuku

Jika bayi sangat rewel karena panas maka Anda bisa mencoba untuk memandikan bayi dengan air suam-suam kuku. Hindari air yang terlalu panas atau terlalu dingin, jadi cukup gunakan air hangat saja. Kemudian mandikan bayi lebih lembut tapi tidak terlalu lama. Mandi air hangat bisa membuat suhu tubuh bayi kembali pulih seperti semula. Setelah selesai mandi maka segera berikan pakaian agar tubuh bayi tidak terlalu terkena angin. Ingat untuk memperhatikan suhu air sehingga bayi Anda tidak kepanasan atau kedinginan.

Baca: manfaat baby spa – cara memandikan bayi  baru lahir

  1. Berikan ASI lebih sering

ASI menjadi cairan yang sangat penting untuk bayi yang berusia dibawah 2 tahun ketika sedang panas. ASI mengandung sumber antibodi alami yang bisa membantu tubuh bayi pulih dari panas. Kemudian ASI juga mengandung nutrisi sehingga membuat perut bayi lebih nyaman. Beberapa bayi yang sudah mendapatkan makanan tambahan juga tetap harus sering mendapatkan ASI. ASI juga mudah masuk dalam saluran pencernaan bayi sehingga sangat baik untuk mengatasi tubuh yang panas. Berikut beberapa tips untuk memberikan ASI lebih sering.

  • Mengajak bayi untuk lebih dekat dengan payudara sehingga bayi merespon ASI dengan cepat.
  • Jika bayi malas bangun maka Anda bisa mencoba menyusui sambil tidur (lihat syarat usia bayi)
  • Jika bayi tidak mau minum langsung dari payudara maka berilah ASI perah.

Informasi ASI:

  1. Berikan susu formula (jika tidak mau ASI)

Jika bayi Anda tidak menerima ASI karena mengalami alergi susu sapi, maka Anda juga bisa memberikan susu formula. Manfaat susu formula untuk bayi ketika bayi sedang panas sangat baik karena bisa membantu bayi agar tidak terkena dehidrasi. Hal ini sangat penting karena dehidrasi sangat berbahaya pada bayi dan bisa memicu bayi kehilangan cairan tubuh dan komplikasi lain. Tapi ibu juga harus memperhatikan takaran dan jumlah susu formula yang akan diberikan pada bayi. Memberikan susu formula yang terlalu kental bisa menyebabkan bayi mengalami sembelit dan tubuh bayi menjadi lebih tidak nyaman. (baca: tanda tanda bayi dehidrasi)

Baca: manfaat susu formula untuk bayi – bahaya pemberian air putih pada bayi usia 0-6 bulan 

  1. Perhatikan suhu ruangan tidur bayi

Anda juga  bisa mengamati suhu kamar tidur bayi. Saat bayi sedang panas atau demam maka jangan membiarkan bayi terkena suhu dingin baik dari AC atau angin. Anda juga harus memperhatikan jika memang ruangan bayi mendapatkan akses suhu dingin dari jendela atau kipas angin. Berikut ini tips untuk mengatur suhu ruangan kamar tidur bayi.

  • Jika Anda menggunakan kipas angin maka jangan sampai kipas mengenai tubuh bayi. Anda bisa mengatur arah angin dan tingkat kecepatan angin agar bayi nyaman.
  • Jika Anda menggunakan AC maka atur suhu agar tidak terlalu dingin, karena jika terlalu dingin maka bayi bisa menggigil dan tubuh semakin panas.
  • Jika Anda ingin membuka jendela ruangan kamar bayi maka pastikan tidak membuka gorden sehingga angin dingin tidak mengenai ruangan secara langsung.

Baca:  efek AC terhadap bayi – bahaya AC bagi balita – penyebab bayi pilek

  1. Berikan pakaian yang nyaman untuk bayi

Bayi yang sedang panas biasanya memang tidak nyaman dan tubuh mereka bisa sangat dingin atau sangat panas. Karena itu memberikan pakaian yang nyaman bisa membantu mengeluarkan suhu panas tubuh bayi. Untuk mengatur suhu tubuh maka pilih pakaian bayi yang tipis, berbahan katun dan menyerap keringat. Pastikan Anda segera mengganti pakaian bayi ketika pakaian sudah basah atau mengandung banyak keringat. Ini juga bisa mencegah agar infeksi penyakit tidak berkembang. Hindari memberi pakaian dengan bahan tebal seperti wol, karena bisa membuat panas tubuh bayi tidak bisa keluar.

Baca: Baca: tips memilih baju bayi baru lahir – cara mengatasi biang keringat pada bayi baru lahir – obat gatal untuk bayi

  1. Pijat tubuh bayi

Jika bayi Anda panas dan tidak bisa tidur dengan baik maka Anda bisa mencoba untuk memijat tubuh bayi. Pijatan dan tekanan yang lembut pada tubuh bayi bisa mengeluarkan panas dengan cepat. Anda bisa mencoba untuk memijat mulai dari bagian badan bayi. Pastikan gerakan pijatan tidak terlalu keras sehigga akan terlihat seperti mengusap tubuh bayi saja. Jika Anda ingin menggunakan minyak untuk memijat maka gunakan minyak yang tidak terlalu panas seperti minyak telon. Berikan pijatan lembut sehingga tubuh bayi Anda tidak terlalu lelah.

Baca: Cara melakukan pijat bayi yang benar – cara mengatasi pilek pada bayi

  1. Pijat kaki bayi dengan minyak zaitun

Selain memijat tubuh bayi maka Anda bisa mencoba untuk memijat kaki bayi secara berulang-ulang. Pijatan pada bagian kaki bayi bisa meningkatkan respon bayi terhadap sistem kekebalan tubuh dan juga bisa mengeluarkan panas dari tubuh bayi. Anda bisa menggunakan minyak zaitun yang lembut untuk kulit bayi. Saran untuk memijat kaki bayi adalah lakukan saat bayi sedang tertidur sehingga bayi merasa lebih nyaman untuk tidur. Jangan terlalu keras atau terlalu sering memijat kaki bayi saat demam karena itu bisa melukai kaki bayi.

Baca:  cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan –  cara menghilangkan strecth mark saat hamil.

  1. Usap tubuh bayi dengan air cuka sari apel

Jika bayi Anda berusia lebih dari satu tahun maka Anda juga bisa mengusap tubuh bayi dengan air cuka sari apel. Cuka sari apel sangat baik untuk menyerap panas tubuh sehingga bayi Anda cepat sehat. Namun Anda harus  melakukan perawatan ini dengan hati-hati sebab air cuka sari apel juga bisa menyebabkan kulit tubuh bayi menjadi lebih sensitif, seperti bintik merah pada kulit bayi. Berikut ini perawatan dengan air cuka sari apel:

  • Siapkan air hangat suam-suam kuku ke dalam mangkuk kemudian tambahkan setengah sendok air cuka sari apel murni.
  • Aduk hingga merata lalu masukkan handuk bersih ke dalam air
  • Peras hingga banyak air yang sudah berkurang lalu usap tubuh bayi dengan handuk tersebut.
  • Perawatan ini bisa dilakukan secara berulang selama 2 sampai 3 kali hingga panas tubuh bayi menurun.

Manfaat lain cuka sari apel:

  1. Usap tubuh bayi dengan bawang merah

Bawang merah juga bisa menjadi obat untuk menurunkan panas bayi. Bawang merah bisa menarik semua virus dalam tubuh bayi dan membantu bayi mengeluarkan keringat. Proses inilah yang akan membuat panas tubuh bayi menurun dengan cepat. Perawatan ini sebaiknya dilakukan untuk bayi yang sudah berusia lebih dari 3 bulan. Anda bisa menghancurkan bawang merah hingga lembut kemudian campur dengan minyak zaitun atau minyak kelapa. Gunakan untuk memijat lembut atau mengusap tubuh bayi, terutama pada bagian ketiak dan tubuh. Setelah itu bersihkan dengan handuk yang bersih agar bayi bisa lebih nyaman. Hindari memberikan ke bagian tubuh yang dekat dengan mata karena bawang merah bisa membuat bayi tidak nyaman.

Manfaat lain bawang merah:

  1. Usap tubuh bayi dengan kemangi

Jika Anda memiliki kemangi maka Anda juga bisa menggunakan bahan ini untuk menurunkan panas tubuh bayi. Kemangi menandung senyawa atau minyak esensial yang akan mengurangi infeksi dan suhu tubuh panas. Tapi karena kemangi mengandung rasa pedas dan tidak nyaman maka lakukan dengan hati-hati agar bayi tidak rewel berlebihan. Ambil beberapa bagian kemangi kemudian rebus dengan sedikit air. Lalu serap airnya dengan handuk dan peras lalu usapkan pada tubuh bayi. Jika bayi Anda berusia lebih dari 1 tahun maka Anda bisa mengusap kemangi pada tubuh bayi secara langsung tapi tidak berlebihan. (baca: manfaat daun kemangi bagi ibu hamil)

  1. Berikan obat supositoria (acetaminophen)

Jika beberapa cara sudah tidak efektif maka Anda juga bisa menggunakan acetaminophen dalam bentuk supositoria. Acetaminophen sebaiknya diberikan untuk bayi yang sudah berumur lebih dari 6 bulan. acetaminophen termasuk jenis obat yang bisa didapatkan di apotik tanpa resep dokter, namun Anda juga harus waspada saat memberikannya untuk bayi. Obat akan dimasukkan lewat rektum untuk mencegah bayi muntah setelah minum obat. Perhatikan cara untuk memberikan kepada bayi sehingga efek obat bisa bekerja untuk mencegah sakit, mengurangi potensi infeksi dan membuat panas bayi turun.

  1. Coba berikan sentuhan fisik pada bayi

Ketika bayi sakit maka hal yang penting untuk dilakukan oleh semua orang tua adalah membuat bayi merasa lebih nyaman. Anda bisa mencoba untuk sering menyentuh tubuh bayi dan menemami bayi tidur dalam satu ruangan. Anda juga bisa menggendong bayi namun tidak terus menerus. Terkadang ketika Anda terlalu sering menyentuh tubuh bayi maka panas tubuh bayi bertahan dan tubuh bayi juga menyerap suhu dari tubuh Anda. Tenangkan bayi dengan sentuhan ringan dan sehingga tubuh bayi mendapatkan sugesti dari orang tua.(baca: manfaat menggendong bayi)

  1. Usap tubuh bayi dengan air hangat

Beberapa bayi tidak nyaman dengan demam dan mereka merasa tubuh terlaku berkeringat. Ini juga bisa menyebabkan panas tubuh bayi tidak cepat turun. Untuk mengatasi ini maka Anda bisa mencoba untuk sering mengusap tubuh bayi dengan air hangat. Anda bisa menggunakan handuk yang sudah direndam dengan air hangat, kemudian usap tubuh bayi dengan lembut. Cara ini juga bisa membuat tubuh bayi menjadi lebih nyaman sehingga tidak terlalu rewel. (baca:   menjemur bayi saat demam)

Pedoman suhu tubuh bayi saat demam

  1. Bayi yang berusia 0 bulan sampai 3 bulan dikatakan demam apabila suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius.
  2. Bayi yang berusia antara 3 bulan sampai 6 bulan, dikatakan demam jika suhu tubuh lebih dari 38.3 derajat Celcius.
  3. Bayi yang berusia lebih dari 6 bulan, dikatakan demam jika suhu tubuh lebih dari 39.4 derajat. 

Tips saat merawat tubuh bayi yang panas

  1. Ketika bayi Anda demam maka pastikan Anda memeriksa suhu tubuh bayi dengan termometer. Jangan membandingkan suhu tubuh bayi dan tubuh tubuh Anda untuk mengurangi kesalahan prediksi panas tubuh bayi. Karena itu lebih baik untuk menggunakan termometer baik itu termometer anal, mulut atau ketiak.
  2. Jika bayi Anda mengalami beberapa gejala dehidrasi maka segera bawa bayi ke dokter. Perhatikan jika tubuh bayi merah dan muncul ruam dehidrasi.
  3. Semua bayi yang sedang panas paling tidak akan buang air kecil selama 4 jam sekali, sehingga Anda harus memeriksa popok bayi lebih sering.
  4. Jika bayi menangis terus menerus setelah Anda mencoba beberapa cara menurunkan pada pada bayi maka kemungkinan ada indikasi penyakit tertentu, sehingga lebih baik jika segera membawa bayi ke dokter terdekat. (baca:  penyebab bayi menangis terus – bayi menangis terus menerus)
  5. Jangan pernah meninggalkan bayi yang demam atau panas sendirian, karena jika terjadi sesuatu maka Anda tidak tahu termasuk resiko kejang atau step. (baca: Pola tidur bayi)
  6. Jika bayi Anda sudah menerima makanan padat dan tetap tidak mau makan selama demam, maka sebaiknya tidak dipaksa. Lebih baik jika Anda menawarkan ASI atau susu formula untuk membantu nutrisi bayi.
  7. Jika Anda mendapatkan resep obat penurun panas untuk bayi dari dokter, maka berikan sesuai dengan dosis. Jangan memberikan obat melebihi dari dosis yang bisa menyebabkan resiko termasuk overdosis untuk bayi.
  8. Hindari memberikan aspirin untuk bayi karena sangat dilarang. Aspirin bisa menyebabkan masalah yang sangat serius untuk tubuh bayi. Sehingga perhatikan semua obat ketika Anda ingin memberikan obat pada bayi.
  9. Jika bayi Anda panas tinggi setelah menerima vaksin atau imunisasi maka cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter yang merawat. Pastikan bayi Anda masih menerima efek imunisasi yang aman sehingga tidak terkena infeksi. (Baca: imunisasi polio – vaksin BCG pada bayi – bahaya bayi tidak imunisasi – bahaya imunisasi)

Berbagai jenis perawatan sebagai cara menurunkan panas pada bayi memang sangat penting untuk diketahui. Orang tua harus waspada jika panas tubuh bayi bisa mengarah pada kejang atau step. Segera bawa ke dokter jika semua cara alami sudah dicoba namun panas tubuh bayi tidak menurun.

fbWhatsappTwitterLinkedIn