11 Gejala Campak pada Bayi : Perawatan dan Pencegahan Campak    

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penyakit campak pada bayi memang sangat menakutkan. Meskipun penyakit ini sangat umum ketika bayi tidak mendapatkan vaksin, namun dampak komplikasi bisa menyebabkan masalah yang serius. Bayi dan anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak, sangat mungkin untuk terkena penyakit campak. Mengenali gejal awal bisa membuat orang tua lebih perhatian dan cepat untuk mencari bantuan medis. Campak bagi ibu hamil juga berpengaruh pada kesehatan bayi yang dilahirkan. (baca juga: bahaya campak jerman bagi ibu hamil)

Berikut ini gejala campak pada bayi yang harus diperhatikan orang tua:

  1. Demam

Pada umumnya ketika gejala awal campak menyerang bayi, maka demam bisa menjadi tanda pertama. Demam pada bayi sering dianggap sebagai kondisi yang sangat biasa, mengingat sistem kekebalan tubuh belum sempurna. Demam menjadi pertanda bahwa virus sedang menyerang dan menyebabkan infeksi pada tubuh bayi. Perhatikan suhu normal bayi dan perubahan suhu bayi ketika demam. Jika demam berlangsung lebih dari 24 jam maka Anda membutuhkan bantuan medis. Selain itu ibu juga bisa mengurangi resiko demam berat dengan cara mengatasi demam pada bayi sebelum terlambat.

  1. Hidung Meler

Hidung meler atau berair biasanya sering dianggap sebagai kondisi pilek pada bayi atau flu. Bahkan juga sering dianggap sebagai alergi yang mungkin diderita oleh bayi. Hidung meler seperti flu menjadi bentuk komplikasi gejala yang sangat umum ketika bayi terkena infeksi dari virus yang menyebabkan campak. Gejala ini biasanya muncul pada hari kedua setelah demam. Selain itu ketahui apa saja penyebab bayi pilek dan cara mengatasinya sehingga bisa mengurangi gejala hidung meler yang berlebihan.

  1. Batuk

Bayi yang batuk terus menerus juga menjadi gejala campak yang sangat wajar. Umumnya bayi akan batuk saat hidung masih meler. Batuk ini menjadi tanda bahwa infeksi memang sudah menyerang dan virus berkembang dalam tubuh. Batuk biasanya akan sembuh jika campak sudah keluar dan ada gejala lain. Jika batuk semakin buruk maka lakukan cara mengatasi batuk pada bayi secara alami maupun medis.

  1. Mata Berair dan Merah

Mata merah pada bayi dan berair menjadi gejala lain dari penyakit campak. Gejala ini muncul saat bayi masih batuk atau flu. Bayi akan menjadi sangat lemah dan sering menangis.

Kondisi mata berair dan merah biasanya membuat penularan campak ke bayi lain menjadi lebih cepat. Jadi ibu harus mencari apa penyebab mata merah dan berair pada bayi, apakah itu akibat campak atau bukan.

  1. Tidak Nafsu Makan

Semua gejala seperti mata berair dan merah, batuk, hidung meler dan demam akan disertai dengan kondisi bayi yang tidak nafsu makan. Gejala yang tidak menyenangkan ini membuat tubuh bayi tidak nyaman. Bayi mulai tidak nafsu makan jika sudah menerima makanan pendamping ASI. Sementara bayi yang masih menerima ASI biasanya akan tetap minum ASI meskipun jumlahnya sudah menurun. Masalah ini bisa menjadi penyebab berat badan bayi tidak naik dan bayi terlihat sangat lemah.

  1. Tubuh Lemah

Beberapa hari setelah berbagai gejala campak pada bayi mulai keluar, maka tubuh bayi akan menjadi sangat lemah. Bayi Anda mungkin tidak berminat untuk bermain dan hanya ingin ada di atas tempat tidur. Bayi juga menjadi sangat rewel karena merasa ada yang tidak nyaman dengan tubuhnya. Terkadang beberapa  bayi juga selalu minta untuk digendong. (baca juga: manfaat menggendong bayi)

  1. Muntah dan Diare

Beberapa bayi dengan kondisi yang lemah maka juga bisa terkena mual, muntah dan diare. Bayi akan menjadi sangat lemah karena kurang cairan jika ASI tidak tercukupi. Bayi yang menerima susu formula biasanya akan menjadi lebih lemah dibandingkan bayi yang menerima ASI. Beberapa bayi yang mengalami batuk parah maka bagian getah bening bisa menjadi bengkak. Namun ibu harus segera mengetahui apa penyebab diare pada bayi dan mencari solusinya. (baca juga: tips menyusui agar bayi tidak muntah – gumoh pada bayi setelah minum susu)

  1. Keluar Bintik Koplik

Beberapa hari setelah semua gejala campak keluar, maka beberapa bagian tubuh bayi mulai keluar bintik koplik. Bintik koplik adalah bintik merah pada kulit bayi dengan bentuk kecil-kecil, merah atau putih dan terlihat seperti pasir yang muncul dari dalam kulit. Bagian pertama yang sering terkena bintik koplik adalah pipi bayi dan selaput lendir yang ada di bagian dalam pipi. Bintik merah ini berbeda dengan biduran pada bayi.

  1. Ruam Campak

Setelah keluar bintik koplik maka beberapa bagian tubuh  bayi juga akan mulai keluar ruam campak. Ruam campak bisa ditemukan pada bagian wajah, leher, punggung, lengan, tangan dan akhirnya ke kaki. Pada tahap ini maka biasanya gejala lain sudah mulai berkurang dan tubuh bayi tidak terlalu demam.

  1. Ruam Campak Terasa Gatal

Ruam campak akan terasa gatal dan membuat bayi mulai rewel lagi. Ruam yang menjadi gatal biasanya berlangsung selama 2 sampai 3 hari. Anda bisa meredakan rasa gatal dengan memberikan bedak dingin yang alami. Hindari memberikan salep atau benda cair pada kulit bayi karena kulit bayi masih sangat sensitif.

  1. Kulit Kering dan Bersisik

Setelah ruam merah dan gatal berlangsung selama 5 hari maka semua gejala campak akan menurun. Ini menjadi tanda bahwa campak akan segera sembuh dan bayi pulih seperti semula. Ruam merah akan berubah menjadi coklat. Terkadang beberapa bayi dengan kulit yang sensitif maka kulit akan menjadi bersisik dan kering. Untuk memulihkan kondisi kulit bayi maka tetap berikan bedak dingin hingga sembuh.

Cara Merawat Bayi yang Terkena Campak

  1. Ketika terkena gejala campak pada bayi, maka hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah pergi ke dokter anak. Dokter anak akan memeriksa dan mengetahui kondisi bayi Anda, apakah terkena campak atau tidak. Jika dokter mengatakan bahwa bayi Anda terkena campak, maka sebaiknya bayi banyak istirahat dan tinggal di rumah hingga sembuh.
  2. Anda bisa membuat bayi menjadi sangat nyaman sehingga tidak terlalu rewel. Jika bayi menerima ASI maka berikan ASI secara teratur. Jika bayi minum susu formula maka berikan susu formula yang cukup. Jaga agar kondisi tubuh bayi tidak menurun drastis. (baca juga: jenis makanan untuk memperbanyak ASI – manfaat susu formula untuk bayi)
  3. Buat kondisi lingkungan tempat tinggal dan kamar bayi menjadi sangat nyaman. Cara ini bisa mencegah komplikasi batuk sehingga tubuh bayi tidak terlalu lemah. Sesuaikan apakah harus menggunakan AC atau udara alami dari luar rumah. (baca juga: bahaya AC bagi bayi – efek samping AC terhadap bayi)
  4. Jika bayi mengalami demam tinggi, maka mintalah resep obat penurun panas pada dokter yang merawat. Beberapa jenis obat yang sangat aman seperti acetaminophen khusus untuk bayi usia 6 bulan ke atas. Sementara untuk bayi dibawah 3 bulan maka obat harus didapatkan dari resep dokter.
  5. Jika bayi Anda terkena campak dan belum pernah mendapatkan imunisasi campak maka konsultasikan dengan dokter yang merawat bayi Anda. Dokter biasanya akan memberikan obat untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh bayi.
  6. Lakukan vaksin campak sesuai jadwal untuk mencegah penyakit campak.

Mengapa Bayi Anda Terkena Campak?

Penyakit campak adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus rubeola. Virus ini sangat mudah menular lewat udara baik dari batuk atau bersin yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi campak. Bayi juga bisa terkena campak dari virus yang disebarkan oleh orang dewasa. Bahkan penyakit campak juga mudah menular lewat kontak kulit dengan penderita campak. Jika bayi Anda berada dalam satu ruangan dengan bayi atau orang dewasa yang terkena campak, maka resiko bayi terkena campak juga sangat besar. Setelah bayi Anda terkena virus campak, maka setelah 10 hari berbagai gejala awal hingga akhir baru akan muncul.

Bagaimana Mencegah Campak pada Bayi?

Saat ini satu-satunya cara untuk mencegah campak pada bayi adalah dengan memberikan imunisasi campak pada bayi. Vaksin ini menjadi salah satu vaksin wajib yang telah tersusun dalam program vaksin pada bayi. Vaksin didapatkan dari virus campak yang masih hidup dan kemudian diolah dengan metode khusus agar menjadi lemah. Ketika vaksin sudah masuk ke dalam tubuh maka bayi tidak akan terkena campak. Bahan virus hidup yang dilemahkan ini akan meningkatkan respon imunitas tubuh bayi sehingga bisa melawan infeksi dari virus campak. Efek ringan dari vaksin biasanya menyebabkan bayi demam dan ruam merah yang ringan. Umunnya efek ini tidak berbahaya untuk bayi. Cara ini juga akan mencegah berbagai bahaya bayi tidak imunisasi. Lakukan imunisasi di tempat yang direkomendasikan oleh dokter untuk menghindari bahaya imunisasi akibat vaksin palsu.

Mengenali gejala awal campak bisa membantu menurunkan resiko berat atau komplikasi dari penyakit campak pada bayi. Jadi semua orang tua yang merawat bayi sebaiknya tidak meremehkan berbagai gejala campak yang mirip seperti gejala flu pada bayi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn