Sponsors Link

10 Penyebab Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Paling Sering

advertisement

Asfiksia pada bayi yang baru lahir merupakan sebuah kondisi ketika bayi kehilangan energi dan mengalami henti nafas atau kesulitan bernafas tepat setelah dilahirkan. Kondisi ini bisa terjadi selama bayi belum lahir, selama proses persalinan dan setelah lahir. Adanya penurunan oksigen dalam tubuh akan menyebabkan bayi terlihat sangat lemah. Tanda yang paling umum seperti bayi lahir tidak menangis dan tubuhnya sangat lemah. Ketika bayi dilahirkan maka dokter akan memantau tanda vital bayi, baik bayi dari ibu yang melahirkan normal atau caesar sehingga membutuhkan cara penanganan bayi asfiksia.

Mengingat banyak kasus asfiksia, maka sebenarnya apa penyebab asfiksia pada bayi baru lahir. Simak informasi dibawah ini.

  1. Adanya komplikasi selama persalinan normal

Hal yang paling berbahaya dari proses persalinan normal adalah bisa menyebabkan bayi mengalami sesak nafas. Sesak nafas selama sesaat pada bayi bisa menyebabkan dampak yang sangat besar. Bahkan semua bagian tubuh bayi bisa mengalami kekurangan oksigen sehingga terkadang juga menyebabkan kematian. Proses persalinan normal terkadang bisa sangat lama ketika ada berbagai komplikasi seperti penyebab janin sungsang. Dari mulai masa kontraksi bisa bertahan selama lebih dari 24 jam. Kontraksi membuat bayi mengalami banyak dorongan dalam rahim untuk mencapai jalah lahir. Kondisi ini menyebabkan bayi banyak kehilangan energi. Kemudian bayi mengalami asfiksia saat baru lahir.

  1. Gangguan letak plasenta

Kondisi plasenta letak rendah yang bisa menyebabkan janin terlilit tali pusat juga bisa menyebabkan bayi terkena asfiksia. Biasanya jenis kelainan yang membuat plasenta ada dibagian bawah bayi akan membuat nafas bayi menjadi terhalang. Tekanan dari plasenta pada bagian rahim hingga dinding vagina bisa membuat bayi tidak bisa bernafas. Letak plasenta sebenarnya sudah bisa diketahui saat ibu hamil menjalani pemeriksaan dengan USG. Kemudian dokter bisa menentukan apakah kelainan ini berbahaya untuk bayi atau tidak. Ketika letak plasenta ada dibawah bayi maka dokter bisa menyarankan proses persalinan caesar. Cara ini lebih aman daripada persalinan normal karena bisa menyebabkan pendarahan. Ciri kehamilan bermasalah ini bisa menyebabkan janin yang meninggal dalam kandungan.

  1. Ketuban pecah dini

Ada banyak faktor yang menyebabkan ibu hamil mengalami air ketuban pecah dini. Air ketuban berfungsi untuk menjaga agar perkembangan janin aman selama dalam rahim. Ketuban pecah dini bisa membuat bayi mengalami trauma dan mendapatkan tekanan yang berlebihan selama dalam rahim. Banyak ibu hamil yang tidak memahami ciri ciri air ketuban pecah merembes yang bisa menyebabkan ciri ciri air ketuban kering. Memang hal ini sering tidak disadari karena ibu hamil menganggapnya sebagai cairan biasa. Jika terjadi ketuban pecah dini maka persalinan ibu harus ditentukan dengan cara yang paling baik. Kemungkinan resiko bayi lahir prematur juga bisa lebih besar untuk menyelamatkan bayi dari asfiksia.

ads
  1. Masalah gangguan pernafasan pada bayi

Bahaya bayi minum air ketuban bisa terjadi akibat kelebihan air ketuban bisa menyebabkan kondisi asfiksia yang sebenarnya sudah mengalami berbagai tanda gangguan pernafasan sejak masih dalam rahim. Masalah yang paling sering adalah gangguan paru-paru yang menyebabkan nafas bayi menjadi tidak nyaman. Beberapa pemicunya termasuk ketika bayi terlalu banyak menelan cairan ketuban. Terlebih jika bayi mengalami kelahiran prematur maka biasanya paru-paru mereka belum berfungsi sepenuhnya. Kemudian bayi perlu mendapatkan alat bantu pernafasan sehingga bayi bisa bernafas dengan baik. Perawatan darurat sangat diperlukan untuk bayi yang mengalami masalah pernafasan sejak awal.

Baca: gejala asma pada bayi – gejala asma pada anak – obat asma anak

  1. Anemia pada ibu hamil

Ketika ibu hamil tidak memiliki cukup zat besi maka ibu bisa terkena anemia. Anemia pada ibu hamil memang termasuk kasus yang sangat sering terjadi. Kebutuhan zat besi pada ibu hamil memang lebih banyak karena tubuh ibu hamil juga harus mendapatkan hemoglobin yang cukup. Kemudian jika ibu hamil terkena anemia maka bayi juga akan kekurangan zat besi dan hemoglobin rendah saat hamil. Akibatnya maka tubuh bayi tidak memiliki sel darah merah yang cukup. Dan kondisi ini membuat kadar oksigen dalam tubuh bayi sangat rendah. Biasanya hal ini akan menyebabkan bayi terkena asfiksia awal sejak masih dalam rahim. Anemia sering menyebabkan ibu hamil cepat lelahhamil cepat ngantuk dan menjadi penyebab sering pusing saat hamil.

  1. Tekanan darah tinggi pada ibu hamil

Hipertensi dalam kehamilan bisa menyebabkan masalah yang sangat serius untuk bayi yang ada di dalam rahim. Tekanan darah tinggi tidak hanya menyebabkan masalah seperti preeklamsia dan juga kondisi kesehatan ibu yang buruk saat hamil. Tekanan darah akan memberi dampak langsung pada pasokan oksigen di tubuh janin. Hal inilah yang menyebabkan bayi akan mengalami sesak nafas sehingga tidak bisa bernafas dengan baik setelah dilahirkan. Bahkan jika tekanan darah tinggi selama hamil tidak dikendalikan maka bisa menyebabkan keracunan kehamilan yang sangat berbahaya untuk ibu dan janin. Dan sebenarnya darah tinggi pada ibu hamil bisa diatasi dengan cara mencegah hipertensi pada ibu hamil.

Baca: gejala keracunan kehamilan – gejala preeklampsia pada ibu hamil

  1. Ibu hamil terkena tekanan darah rendah

Selain tekanan darah tinggi maka bahaya tekanan darah rendah pada ibu hamil juga bisa menjadi penyebab asfiksia pada bayi  baru lahir. Ketika ibu terkena tekanan darah rendah maka jumlah darah dalam tubuh ibu menjadi lebih sedikit. Ini akan menganggu jumlah hemoglobin yang ada dalam tubuh ibu sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi juga bisa berkurang dengan cepat. Bahkan jika ibu terkena tekanan darah rendah maka organ bayi mungkin juga tidak berkembang dengan sempurna. Untuk mengatasi hal ini maka proses persalinan yang terbaik akan disarankan oleh dokter. Selain itu penyebab ibu hamil darah rendah juga harus ditemukan oleh dokter.

  1. Pengaruh obat bius selama persalinan caesar

Pengaruh obat bius selama persalinan, terutama ketika ibu mengalami persalinan caesar maka bisa menyebabkan bayi mengalami asfiksia. Kondisi ini disebabkan karena obat penenang mempengaruhi jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh ibu. Selain itu juga membuat ibu menyerap oksigen dengan lambat. Karena itu pemberian oksigen diperlukan untuk ibu, namun sama sekali tidak bisa mengurangi resiko yang lebih berat jika bayi lahir dengan kondisi komplikasi.

  1. Bayi terkena meconium aspiration sindrom

Bayi yang terkena meconium aspiration sindrom juga bisa mengalami asfiksia setelah lahir. Kondisi ini disebabkan karena sistem pernafasan bayi akan terhambat oleh bagian mekonium yang masuk ke paru-paru saat dilahirkan. Beberapa bayi yang mengalami stres dalam proses persalinan bisa mengeluarkan mekonium yaitu sebuah tinja hitam dari tubuh bayi akibat tubuh bayi yang kekurangan oksigen. Saat bayi mengalami stres maka ini juga bisa menyebabkan bayi memiliki refleks sehingga secara alami akan menghirup mekonium hingga mencapai paru-paru. Kondisi ini akan ditandai dengan beberapa hal seperti kulit bayi yang biru saat lahir, nafas bayi yang lebih cepat dan bunyi nafas. Jika bayi mengalami seperti ini maka pengujian dada diperlukan dan alat seperti ventilator akan digunakan untuk bayi. Hal ini juga bisa muncul sebagai akibat dari bahaya janin terlalu lama di kandungan dan bahaya bayi minum air ketuban hijau.

  1. Bayi lahir prematur

Perkembangan janin seharusnya bisa dilewati dengan baik oleh bayi hingga siap untuk lahir ke dunia. Namun beberapa masalah sering menyebabkan bayi lahir prematur yaitu kelahiran yang kurang dari 37 minggu. Kondisi ini akan menyebabkan bagian paru-paru bayi tidak berkembang dengan sempurna atau belum berfungsi dengan baik. Jika seperti ini maka bayi bisa mengalami gangguan pernafasan sehingga perawatan di ruangan khusus bayi prematur harus dilakukan.

 
Sponsors Link

Resiko anak yang lahir asfiksia

Bayi yang terkena asfiksia mungkin akan mengalami kondisi yang berbeda dibandingkan bayi yang lahir dengan sehat. Saat bayi sudah lahir namun tidak bisa bernafas dengan baik maka bisa menyebabkan tubuh mereka kekurangan oksigen. Kondisi ini jika berlangsung dalam waktu yang lama atau ketika bantuan oksigen sudah diberikan namun tidak membaik, maka bisa menyebabkan bayi mengalami resiko kerusakan otak. Resiko lain yang dihadapi oleh bayi adalah mereka bisa mengalami asidosis, yaitu sebuah kelainan dimana terlalu banyak zat asam dalam darah. Resiko lain yang sering terjadi jika bayi tidak bisa bernafas dengan baik juga termasuk kejang dan cedera otak seperti cerebral palsy. (baca: gejala cerebral palsy pada bayi – cerebral palsy pada anak)

Mengingat ada berbagai penyebab asfiksia pada bayi yang baru lahir maka sebaiknya ibu hamil harus waspada. Mengetahui status kesehatan bayi sebelum dilahirkan dan sesudah dilahirkan bisa menjamin bayi akan tumbuh sehat.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Thursday 22nd, December 2016 / 08:59 Oleh :
Kategori : Sakit