Sponsors Link

8 Penyebab Bayi Susah Bab dan Cara Mengatasinya    

Sponsors Link

Apakah bayi Anda pernah mengalami sulit bab? Bayi umumnya akan buang air besar lebih sering terutama beberapa hari setelah lahir. Kemudian bayi akan memiliki jadwal buang air besar secara teratur setelah beberapa lama. Ibu juga harus mengenali bentuk kotoran bayi yang normal dari mulai setelah lahir hingga normal seperti anak-anak. Ketika bayi Anda menjadi sangat rewel dan tidak mau minum ASI, maka bayi bisa mengalami sulit buang air besar. Bayi dengan tanda seperti ini juga sangat membutuhkan perhatian. (baca juga: kotoran bayi berwarna hijau dan berlendir)

ads

Berikut ini penyebab bayi susah BAB :

  1. Bayi Minum Susu Formula

Umumnya semua ibu ingin memberikan ASI sebagai asupan gizi yang paling baik. Namun karena beberapa faktor akhirnya mereka memilih memberikan susu formula. Asupan susu formula ternyata bisa membuat bayi susah bab. Hal ini terjadi karena susu formula mengandung protein dari susu sapi yang sulit dicerna oleh usus bayi. Susu formula tidak mudah dicerna dan menjadi sangat berat untuk usus bayi. Sementara usus bayi Anda belum berkembang sempurna. (baca juga: gejala alergi susu sapi pada bayi)

  1. Susu Formula untuk Bayi Terlalu Kental

Susu formula yang dibuat khusus untuk bayi umumnya memang sangat aman. Namun karena usus bayi Anda belum berkembang sempurna, maka memberikan susu formula yang terlalu kental bisa menyebabkan bayi sulit buang air besar. Susu formula yang terlalu kental berarti mengandung protein sapi yang cukup tinggi. Bahan ini bisa membuat usus bayi tidak menerima dengan baik. Bahkan jika berlebihan maka bisa menyebabkan intoleransi yang memicu masalah kesehatan yang lain. Karena itu perhatikan untuk menyesuaikan takaran susu formula agar sesuai dengan aturan.

  1. Ibu Mengkonsumsi Keju dan Yogurt

Bayi yang menerima ASI memang jarang mengalami masalah sulit buang air besar. Namun masalah diet yang dilakukan oleh ibu bisa menyebabkan bayi sulit buang air besar. Ibu yang lebih senang mengkonsumsi produk olahan dari susu seperti yogurt dan keju bisa membuat ASI yang dikonsumsi bayi mengandung bahan yang sama seperti pada susu formula. Bahan yang berasal dari susu sapi ini membuat gerakan usus bayi tidak bekerja dengan baik. Akibatnya bayi akan sulit sembelit dan potensi resiko alergi. Konsumsi yogurt dan keju dalam jumlah terbatas kemungkinan masih bisa diterima oleh bayi Anda. (baca juga: bahaya keju bagi ibu hamil – manfaat yoghurt untuk ibu hamil)

  1. Bayi Menerima Makanan Pendamping ASI

Bayi yang mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI juga bisa mengalami resiko sulit buang air besar. Berbagai makanan yang biasanya diperkenalkan untuk bayi memang harus memenuhi syarat. Salah satunya adalah kandungan serat yang bisa mendorong gerakan usus yang lebih baik. Umumnya bayi yang mulai menerima makanan padat akan mengalami perubahan bentuk kotoran. Bayi akan memiliki kotoran yang lebih keras. Gerakan usus bayi juga belum bisa bekerja dengan baik karena masih tahap adaptasi. Karena itu penting untuk memilih makanan pendamping ASI yang paling baik dan sehat untuk bayi. (baca juga: bahaya memberi makan bayi dibawah 6 bulan)

  1. Bayi Kekurangan Cairan

Bayi memiliki jadwal minum ASI atau susu formula yang rutin. Orang tua harus melihat apakah bayinya menerima cukup cairan atau tidak. Kekurangan cairan juga akan menyebabkan bayi sulit buang air besar. Gerakan usus dalam bayi bisa membantu menyerap air dan nutrisi lain sehingga bayi mendapatkan nutrisi yang cukup. Kekurangan air akan menyebabkan gerakan usus besar terhambat. Selain itu juga mempengaruhi gerakan otot dan memicu pengerasan tinja dalam usus besar. Jadi kekurangan cairan akan membuat bayi rewel karena sulit buang air besar.

  1. Masalah Gangguan Usus

Jika bayi Anda sering mengalami sulit buang air besar, maka penyebabnya bisa jadi karena gangguan usus dalam organ perut bayi. Gangguan usus pada bayi bisa disebabkan karena bentuk dan mekanisme kerja yang belum sempurna. Umumnya masalah yang tidak serius membutuhkan waktu hingga usia bayi beberapa bulan. Selain itu orang tua harus memberikan ASI karena ASI adalah asupan makanan yang paling mudah dicerna oleh usus bayi. Namun jika masalah usus ini sangat serius, biasanya dokter akan menyarankan tindakan medis yang sesuai dengan kondisi bayi Anda.

  1. Kelainan Syaraf Usus Besar (Hirschsprung)
Sponsors Link

Bayi yang susah buang air besar juga bisa diakibatkan karena masalah kesehatan pada bagian syaraf usus besar. Bagian syaraf ini akan bekerja dari bagian anus luar, anus dalam hingga ke bagian usus di besar sesuai dengan jalurnya. Usus besar bayi tidak bisa melakukan gerakan peristaltik sehingga saluran usus tidak bekerja dengan baik. Kasus ini juga sering menyebabkan usus bayi menjadi lebih kecil dan sempit karena gerakan yang terbatas. Akhirnya pada bagian ini banyak kotoran yang menumpuk pada usus dan bisa menyebabkan kondisi kesehatan bayi lebih buruk. Tanda awal penyakit ini sering ditandai dengan bayi yang tidak bisa buang air  besar selama lebih dari dua hari.

  1. Pencernaan Bayi Belum Sempurna

Sistem pencernaan bayi yang belum sempurna juga bisa menyebabkan bayi sulit buang air besar. Hal ini bisa mempengaruhi bayi yang menerima susu formula atau makanan pendamping ASI. Pencernaan bayi yang belum sempurna membuat bayi hanya bisa menerima ASI. Masalah pencernaan ini sangat umum dan biasanya pencernaan bayi akan berkembang sesuai dengan usia bayi. Jadi memberikan makanan yang semi padat pada bayi ketika usus belum sempurna akan menyebabkan bayi sulit buang air besar.

Tanda Bayi Susah BAB

  1. Awal bayi yang susah bab bisa ditandai dengan kotoran yang cukup keras pada periode sebelumnya. bayi Anda mungkin akan menangis dan sangat gelisah karena akan buang air besar. Bayi sudah bisa merasakan sakit dan rasa tidak nyaman. (baca juga: penyebab bayi BAB keras dan berdarah)
  2. Bayi Anda sangat rewel dan merasa sakit atau tidak nyaman ketika dipegang pada bagian perut. Bayi yang sudah terbiasa menerima ASI bisa memiliki bentuk kotoran yang sedikit padat.
  3. Bayi Anda tidak buang besar selama satu hari. Umumnya frekuensi buang air besar pada bayi memang sangat sesuai dengan umur. Selain itu kebiasaan bayi juga sangat penting untuk diperhatikan. Jika bayi sudah tidak buang air besar selama satu hari atau lebih dan lebih rewel maka kemungkinan bayi Anda mengalami sulit bab. (baca juga: bayi tidak BAB 3 hari)
  4. Sebelumnya bayi mengalami pendarahan saat buang air Hal ini bisa disebabkan karena kotoran yang sudah mengeras dalam usus besar sulit untuk dikeluarkan. Ketika bayi mulai memaksa maka bisa menyebabkan pendarahan akibat luka pada saluran anus dari dalam.
  5. Bayi Anda memiliki bentuk perut yang lebih buncit, keras dan kembung apabila ditepuk ringan. Hal ini bisa disebabkan karena ada banyak kotoran yang menumpuk dalam usus besar. Jika tidak diobati maka biasanya bayi akan sangat rewel.
  6. Bayi yang selalu mengalami masalah sulit buang air besar maka biasanya juga sering buang angin, sering muntah, dan berat badannya tidak berkembang dengan baik. Pada monitor atau catatan kesehatan bayi maka berat badan bisa diperiksa apakah memenuhi usia bayi atau tidak.

Tips Mengatasi Bayi Sulit Buang Air Besar

ads
  1. Berikan ASI eksklusif untuk bayi Anda. Kebiasaan memberikan ASI untuk bayi memang sangat baik. ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi dan sesuai dengan perkembangan sistem pencernaan bayi. Cara ini akan membantu bayi agar tidak sering sembelit sehingga buang air besar juga lancar. (baca juga: pantangan ibu menyusui ASI eksklusif –  cara memperbanyak ASI kembali)
  2. Jika Anda memberikan susu formula maka lakukan pengetesan pada bayi Anda. Beberapa bayi bisa menerima susu formula dengan baik dan adapula bayi yang tidak bisa menerima susu formula. Selain itu pencernaan bayi yang belum sempurna juga bisa menyebabkan susu formula tidak diterima dengan baik. Lakukan beberapa percobaan memberikan susu formula namun dengan jumlah yang sesuai dengan takaran yang disarankan.
  3. Lakukan terapi atau pijit bayi. Pijit bayi juga bisa membantu bayi merasa lebih baik, mengurangi lelah pada otot bayi dan meningkatkan nafsu makan. Pijit bayi juga bisa meningkatkan kesehatan bayi. Terapi ini bisa mendorong penyerapan nutrisi yang baik dan gerakan usus yang lebih sehat. Namun pastikan bahwa Anda melakukan pijit di tempat yang profesional dan ahli dalam terapi bayi. (baca juga: cara melakukan pijat bayi yang benar – manfaat baby spa)
  4. Jika bayi Anda sering kembung karena masalah gerakan usus yang kurang baik, maka berikan minyak penghangat seperti minyak telon di sekitar perut bayi. Lakukan dengan sangat lembut sambil memijat ringan pada bagian perut bayi. Cara ini akan membantu agar perut bayi lebih nyaman.
  5. Buat bayi Anda menjadi aktif sesuai dengan usianya. Bayi harus lebih aktif agar bisa buang air besar secara teratur. Jika bayi kurang gerakan maka otot – otot tubuh dan saluran pencernaan juga tidak bisa bekerja dengan baik. Hal ini sering menyebabkan bayi sulit buang air besar. Jadi pastikan bayi Anda bermain dengan baik.
  6. Bagi bayi yang sudah menerima makanan pendamping ASI, maka Anda harus memilih jenis makanan yang mudah diterima oleh bayi. Asupan serat, vitamin dan mineral sangat dibutuhkan untuk membantu gerakan usus bayi yang lebih baik. Beberapa makanan yang sangat disarankan seperti pepaya, apel, pisang, sayuran hijau, wortel dan sayuran yang lain. (baca juga: makanan pendukung Asi (MPASI) rumahan terbaik untuk bayi)
  7. Hindari memberikan makanan yang padat dan membuat usus menjadi sangat sensitif seperti roti dari tepung, sereal dan jenis sumber karbohidrat lain. Ingat bahwa bayi Anda harus menerima makanan yang sesuai dengan perkembangan usus bayi.
  8. Jangan memberikan obat apapun yang merangsang bayi untuk buang air besar. Obat tanpa petunjuk dokter bisa menyebabkan kondisi bayi lebih menurun.
  9. Berikan minyak bawang merah atau bawang putih kemudian oleskan pada bagian punggung dan perut bayi. Cara ini bisa membantu mengeluarkan angin dari perut bayi dan mendorong agar bayi bisa buang air besar.
  10. Anda bisa mengajak bayi berendam dengan air hangat. Anda bisa mengajak bayi berendam bersama, kemudian buat bayi Anda bergerak di dalam air. Berbagai gerakan air yang lincah bisa mendorong bayi memiliki otot dan gerakan usus yang sangat baik.
  11. Jika bayi Anda sudah menerima makanan berupa buah-buahan, maka berikan beberapa jenis buah seperti aprikot, pisang, alpukat, apel, dan jenis buah yang mengandung tinggi serat.

Apakah Bayi Anda Membutuhkan Dokter?

Ibu tentu panik dengan masalah bayi yang sulit buang air besar. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah melihat gejala dan penyebab bayi sulit buang air besar. Lalu jika kondisi bayi tidak membaik maka itu bisa jadi bayi Anda membutuhkan dokter. Ketika bayi Anda mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis, sulit buang air besar hingga menyebabkan pendarahan serta umur bayi kurang dari 4 bulan, maka bayi Anda membutuhkan bantuan dokter. (baca juga: bayi tidak Bab seminggu)

Bayi yang sulit buang air besar biasanya memang tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Untuk mengamati bayi Anda maka perhatikan beberapa hal seperti pola makan yang sehat untuk bayi. Jika ada tanda yang cukup serius karena bayi sulit buang air besar, maka segera bawa bayi Anda ke dokter atau petugas kesehatan terdekat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Wednesday 29th, June 2016 / 04:36 Oleh :
Kategori : Sakit