Sponsors Link

Posisi Tidur Ibu Hamil 8 Bulan Yang Baik – Fungsi dan Jenisnya

Sponsors Link

Saat usia kehamilan memasuki perkembangan janin 8 bulan (32 minggu), dalam keadaan normal berarti janin telah berada dalam posisi yang tepat dengan kepala di bawah sampai nanti proses persalinan. Pergerakan janin rata-rata meningkat per harinya namun tidak bisa ibu rasakan seluruhnya. Yang penting, minimal terdapat 10 gerakan janin perhari yang bisa ibu rasakan, sudah menunjukkan bahwa janin dalam keadaan baik. Pada usia ini berat  janin harus berkisar 1.800-2.000 gram dengan panjang tubuh 42 cm. Sejak memasuki trimester ketika apalagi usia 8 bulan ini, ibu harus lebih sering lagi memeriksakan diri ke dokter kandungan atau bidan minimal 2 minggu sekali. Pengenceran darah (hemodilusi) mengalami puncaknya pada minggu ini sehingga ibu mudah mengalami anemia dan pusing. Untuk itu, ibu perlu banyak beristirahat dan jangan melakukan pekerjaan yang berat lagi.

ads

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi oleh siapa pun, termasuk ibu hamil. Istirahat dan tidur yang cukup mampu mengatasi kelelahan dan membuat tubuh lebih relaks serta bisa berfungsi dengan optimal. cukup tubuh dapat berfungsi secara optimal. Khusus untuk ibu hamil, dianjurkan untuk pandai mengatur waktu istirahat dan tidur terutama ketika kehamilan memasuki trimester ketiga, saat perut ibu sudah semakin membesar.

Fungsi Tidur

Tidur diduga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mental, emosi dan kesehatan karena mampu menurunkan aktivitas kerja organ tubuh seperti paru-paru, sistem kardiovaskuler, endokrin, dan lainnya. Energi yang tersimpan saat tidur akan dialihkan pada fungsi seluler yang penting saja. Selain itu, karena aktivitas organ yang menurun saat tdur dapat memulihkan kesegaran dan fungsinya, terutama dapat dirasakan ketika bangun tidur. Tidur juga diperkirakan dapat memperbaiki kepekaan normal dan keseimbangan diantara berbagai susunan syaraf.

Posisi Miring ki kiri di Usia Kehamilan 8 Bulan

Ibu hamil dianjurkan untuk untuk istirahat yang teratur seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Ketika kehamilan telah mencapai trimester ketiga, tak jarang ibu hamil akan mengalami kesulitan tidur akibat postur tubuh yang berubah. Pembesaran perut tentu akan menyulitkan ibu ketika menentukan posisi saat tidur. Oleh karena itu, ibu harus mengetahui posisi tidur yang baik yang tidak akan menyulitkan ibu maupun janin.

Posisi tidur dengan tubuh miring ke sebelah kiri adalah yang paling dianjurkan baik saat usia kehamilan tua maupun muda. Dengan posisi ini, aliran darah dari ibu ke janin tidak akan terhalangi dan bayi bisa menerima asupan gizi ibu hamil dan oksigen dengan baik. Posisi ini juga dapat menghindarkan janin dari tekanan organ dalam ibu seperti hati yang terletak di bagian sebelah kanan, akan tetapi bukan berarti bahwa tidur dengan posisi miring ke sebelah kanan adalah dilarang. Boleh saja dilakukan untuk menghindari pegal karena terlalu lama berada pada posisi kiri.

Selain itu, Posisi miring kiri juga menghindarkan ibu dari oedema (pembengkakan), akibat penumpukan cairan. Posisi ini membuat ginjal bekerja dengan lebih baik dalam membuang sisa metabolisme dan cairan tubuh. Bisa juga, jika anda sedang sulit untuk tidur miring, anda dapat tidur dengan posisi setengah berbaring bersandar pada bantal. Meletakkan beberapa bantal untuk menyangga kaki juga membantu ibu merasa lebih nyaman. (Baca juga : kaki bengkak saat hamil)

Cara Mengatasi Masalah Sulit Tidur Pada Ibu Hamil 8 Bulan

  • Tentukan posisi tidur

Posisi tidur yang baik saat hamil yang paling dianjurkan adalah miring ke sebelah kiri karena dapat mengoptimalkan aliran darah ibu ke janin. Serta menghindari janin untuk tertekan.

Sponsors Link

  • Usahakan untuk santai

Demi istirahat yang berkualitas, usahakan untuk selalu tidur dalam keadaan yang santai, tidak sedang dalam keadaan penuh tekanan atau hal-hal yang membuat stres yang merupakan aktivitas berbahaya untuk ibu hamil.

  • Menghindari mimpi buruk

Kita memang tidak bisa mencegah ketika sebuah mimpi mengganggu saat sedang tidur. Demi mengantisipasi mimpi yang tidak menyenangkan, usahakan untuk tidur dalam keadaan tenang dan emosi yang stabil atau lakukan sedikit relaksasi sebelum tidur. Mimpi buruk mudah terjadi pada orang yang memiliki pengendalian emosi yang tidak baik.

  • Mengganjal bagian kaki

Agar mendapat posisi tidur yang lebih nyaman, anda bisa memberikan ganjalan pada bagian kaki hingga betis dengan bantal. Dengan kaki yang lebih ditinggikan, akan membuta ibu merasa lebih nyaman.

  • Senam kegel

Selain membantu mengatasi masalah tidur, senam kegel juga bisa mengatasi masalah sering kencing saat hamil yang dirasakan terutama di usia trimester ketiga kehamilan.

  • Meredakan kram kaki

Ibu hamil 8 bulan atau yang sudah trimester ketiga biasanya sering mengeluh mengalami kram pada kaki. Agar hal ini tidak mengganggu istirahat ibu, bisa lakukan pemijatan ringan di bagian kaki atau merendamnya ke dalam air yang hangat.

Istirahat dapat memberikan relaksasi bagi pikiran dan badan pada ibu hamil. Relaksasi merupakan upaya membebaskan pikiran dan badan dari ketegangan. Kemampuan relaksasi dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang normal pada kehamilan. Serta, mengurangi stress sehingga persepsi nyeri selama masih mampu melahirkan anak.

Mengenal Jenis-jenis Tidur

Saat tidur merupakan suatu kondisi dimana kita tidak dalam keadaan sadar namun dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensori yang sesuai. Berdasarkan prosesnya, ada dua jenis tidur yang perlu diketahui, yakni:

ads

1. Tidur Gelombang Rambat (Slow Wave Sleep)/NREM (Nonrapid Eye Movement)

Dikenal sebagai tidur yang dalam atau istirahat penuh dengan gelombang otak yang tidak lebih lambat. Dengan kata lain, tidur jenis inilah yang disebut sebagai tidur nyenyak. Ciri-ciri tidur nyenyak adalah Anda berada dalam keadaan istirahat penuh, tekanan darah menurun, tidak ada mimpi, frekuensi napas menurun, pergerakan bola mata melambat, dan metabolisme menurun. Hasilnya, ketika bangun tidur Anda akan merasa sangat segar.

2. Tidur Paradoks/tidur REM (Rapid Eye Movement)

Tidur jenis ini biasanya berlangsung sekitar 5-20 menit di tidur malam Anda. Rata-rata terjadi saat Anda sudah tidur selama 80-100 menit. Akan tetapi, tidur jenis ini tidak akan terjadi jika Anda tertidur dalam kondisi yang sangat kelelahan. Biasanya tidur jenis ini disertai dengan mimpi dan lebih sulit dibangunkan dibandingkan tidur jenis NREM. Selama tidur juga terjadi tekanan pada tonus otot yang menyebabkan inhbisi kuat proyeksi spinal atas sistem pengaktifasi retikularis. Tidur REM menunjukkan adanya ketidakteraturan denyut nadi, frekuensi jantung, pernapasan, dan gerak otot. Kadang terjadi fluktuasi dan peningkatan tekanan darah serta meningkatnya metabolisme tubuh. Akan tetapi, tidur REM penting untuk keseimbangan mental, emosi, memori, dan adaptasi serta meningkatkan kemampuan belajar.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur Anda, yakni:

  • Penyakit – Umumnya dalam keadaan sakit orang akan sulit untuk tidur. Padahal, disisi lain akibat kurang tidur justru menambah buruk keadaan karena bisa menimbulkan stres yang akan mempengaruhi penyakit. Untuk itu, usahakan untuk tetap tenang dan berusaha untuk tidur ketika sedang sakit agar tidak mempengaruhi mental dan fisik.
  • Stres psikologis – Kondisi stres psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa. Ibu hamil yang mempunyai stress psikologis seperti kecemasan dan ketakutan akan mengalami kegelisahan sehingga akan sulit untuk tidur.
  • Obat – Beberapa obat memiliki efek samping yang bisa mengganggu pola tidur. Misalnya golongan obat diuretik yang bisa menyebabkan insomnia.
  • Asupan Nutrisi – Tidak tercukupinya kebutuhan gizi dapat mempengaruhi proses tidur, bahkan bisa sampai kesulitan untuk tidur. Untuk itu disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi. Karena manfaat protein dapat menghasilkan triptopan yang dapat membantu agar mudah tidur.
  • Motivasi – Ketika Anda berpikir untuk menyelesaikan pekerjaan semalam suntuk alias lembur, otak akan memproses seakan itu adalah sebuah motivasi. Akibatnya, Anda benar-benar akan terjaga dan itu tentu tidak baik untuk kesehatan. Singkatnya, jika anda akan kesulitan tidur jika Anda memberikan sugesti pada diri sendiri untuk tidak tidur.

Tidur merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap manusia, tidak terkecuali ibu hamil bahkan janin yang dikandungnya. Untuk itu, ibu hamil dianjurkan untuk tidur minimal 8-10 jam perhari (terutama pada malam hari). Jangan terlalu memaksakan diri untuk beraktivitas apalagi yang berat-berat. Saat memasuki kehamilan yang sudah semakin tua, wajar jika ibu lebih banyak beristirahat demi menjaga kondisi tubuh agar selalu sehat dan bugar sehingga siap untuk menghadapi persalinan nanti.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Wednesday 18th, November 2015 / 03:36 Oleh :
Kategori : Kebiasaan Baik