Sponsors Link

5 Bahaya Diare pada Ibu Hamil Muda dan Tua

advertisement

Hamil merupakan kondisi yang membutuhkan perhatian ekstra karena saat hamil di dalam perut, terdapat buah hati yang sudah dinantikan dan harus dirawat dengan baik. Salah satunya yang harus diperhatikan adalah supaya ibu hamil tidak mengalami berbagai penyakit meskipun penyakit tersebut terkesan sepele. Diare merupakan penyakit yang dianggap sepele namun, apabila dialami oleh para ibu hamil maka bisa membahayakan kandungan.

Penyebab Diare pada Ibu Hamil

Penyebab ibu hamil mengalami diare biasanya dikarenakan tidak cocok dengan obat atau makanan tertentu. Adanya infeksi bakteri dan kuman yang membuat organ pencernaan tidak bisa melakukan pencernaan dengan baik sehingga, menyebabkan diare. Diare yang dialami oleh para ibu hamil juga bisa disebabkan karena adanya tekanan di daerah sekitar lambung dan usus dampak dari membesarnya rahim.

  • Makanan Berbahaya

Untuk orang awam mungkin agak sulit menentukan penyebab dari diare yang dialami namun para ibu hamil bisa mendiagnosanya, dengan mengingat makanan dan apa saja yang masuk ke dalam pencernaan termasuk obat. Jika memang ada dugaan bahwa makanan dan obat tersebut menyebabkan diare sebaiknya segera lakukan penghentian konsumsi makanan dan obat tersebut.

  • Kekurangan vitamin

Penyebab diare lainnya yang biasanya dialami oleh ibu hamil adalah karena adanya kekurangan vitamin B dan manfaat asam folat bagi ibu hamil, selanjutnya juga bisa disebabkan oleh kelebihan vitamin D. Vitamin D memang penting bagi ibu hamil karena bisa membuat pembentukan tulang dan gigi bayi di dalam perut menjadi lebih sempurna. Jika vitamin D berlebih di dalam tubuh akan membuat organ pencernaan tidak bisa menyerap air dan nutrisi dengan baik sehingga menyebabkan diare.

  • Konsumsi Sambal

Kebiasaan yang dilakukan oleh para ibu hamil juga bisa menambah penyebab diare seperti kebiasaan mengkonsumsi sambal.

Sponsors Link

Ya, untuk kalangan ibu hamil di Indonesia memang ada semacam tradisi ngidam dimana ngidam ini biasanya berupa makan makanan yang segar dan pedas seperti lotek atau rujak. Karena efek dari makan makanan pedas inilah juga bisa menyebabkan diare.

Jika diare yang dirasakan masih normal maka, bisa mengobati dengan obat diare warung saja. Namun jika diare yang dirasakan terus-menerus dan tak kunjung sembuh sebaiknya ibu hamil segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Bahaya

Bahaya diare pada ibu hamil tidak hanya berdampak pada sering masuk keluar kamar mandi saja namun juga bisa mengganggu tubuh seperti mengakibatkan rasa sakit pada daerah ulu hati dan membuat tubuh menjadi lemas sehingga kandungan juga bisa terganggu.

1. Dehidrasi

Diare sangat berbahaya jika dialami oleh para ibu hamil karena jika tinja terus keluar dalam bentuk cair itu. Berarti terjadi pengeluaran cairan tubuh yang berlebih sehingga bisa menyebabkan dehidrasi. Ibu hamil sebaiknya jangan pernah mengalami dehidrasi karena cairan tubuh merupakan komponen penting dalam menghasilkan energi. Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa ibu hamil membutuhkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak hamil. Hal ini jelas berbahaya jika ibu hamil sampai mengalami dehidrasi.

2. Penurunan produksi air seni

Dampak lain yang disebabkan oleh para ibu hamil antara lain adalah penurunan produksi air seni, mengendurnya kulit karena kulit kekurangan cairan serta bisa membuat mata menjadi kering.

3. Menyebabkan keguguran

Bahkan lebih fatalnya ibu hamil pada trisemseter pertama yang mengalami diare bisa mengakibatkan gangguan pada janin secara langsung. Apalagi jika salah mengkonsumsi obat diare bisa menyebabkan keguguran.

(Baca juga : makanan pasca keguguran – minuman yang menyebabkan keguguran)

Sponsors Link

4. Kekurangan energi

Pada ibu hamil yang sudah masuk pada usia kehamilan trisemester kedua dan ketiga bisa menyebabkan gangguan pada ibu hamil sendiri. Hal ini disebabkan karena pada semester tersebut ibu hamil sedang membutuhkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan semester sebelumnya. energi yang cukup pada ibu hamil ini bisa membuat perkembangan bayi di dalam perut berjalan lebih optimal.

5. Gangguan pertumbuhan bayi

Pertumbuhan bayi di dalam perut terkontrol oleh aliran darah yang mengalir ke dalam tubuh bayi. Namun karena adanya gangguan akibat ibu kekurangan cairan tubuh, secara otomatis juga akan berpengaruh pada perkembangan janin itu sendiri. Selain itu, diare juga menghambat pemberian asupan nutrisi ibu hamil kepada bayi, sehingga bayi bisa mengalami kekurangan nutrisi sehingga resiko lahir cacat lebih tinggi.

Jika ibu hamil mengalami diare yang terus-menerus apalagi jika fesesnya berbentuk cair atau bahkan bercampur dengan darah dan lendir, hal ini sangat berbahaya. Ibu hamil sebaiknya menemui dokter untuk bisa mendapatkan penanganan yang lebih tepat apakah cukup dengan pemberian obat saja atau perlu melakukan infus.

Demikian informasi mengenai bahaya diare pada ibu hamil. Jangan abaikan penyakit yang satu ini ketika sedang dalam keadaan hamil. Lakukanlah gaya hidup sehat dan makan makanan yang sehat dan mengandung banyak serat supaya pencernaan menjadi lancar dan pertumbuhan bayi di dalam perut juga tidak terganggu.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Tuesday 16th, February 2016 / 08:18 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bumil