6 Cara Mencegah Hipertensi Pada Ibu Hamil Secara Alami

Proses kehamilan menjadi momen yang begitu dinantikan bagi setiap pasangan yang telah menikah. Mengingat janin yang dikandung merupakan anugerah yang istimewa tentu ibu harus dengan merawat serta menjaga kandungannya dengan baik. Terutama bagi ibu yang tengah hamil anak pertama, maka rasa khawatir akan beberapa hal yang dapat mengganggu pertumbuhan janin di dalam perut akan selalu ada. Salah satu keadaan yang harus diwaspadai adalah hipertensi.

Gangguan kesehatan yang satu ini nyatanya dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Jika tidak segera ditangani, hipertensi dapat semakin parah sehingga mengancam keselamatan janin. Bagi ibu hamil yang masih merasa asing dengan apa itu hipertensi, ada baiknya jika anda mengenali gejala-gejalanya terlebih dahulu.

Gejala hipertensi

  • Sakit kepala yang berlebihan
  • Adanya kelebihan protein yang ditemukan pada urin
  • Adanya tanda-tanda ginjal yang yang bermasalah
  • Perubahan pada penglihatan seperti penglihatan kurang jelas atau meningkatnya sensivitas pada cahaya
  • Perubahan pada tekanan darah
  • Mual dan muntah
  • Gangguan pada kinerja hati
  • Terdapatnya cairan pada paru-paru sehingga membuat sesak napas
  • Kadar trombosit yang berkurang pada darah
  • Buang air kecil yang lebih jarang dari biasanya
  • Merasa nyeri pada perut bagian atas
  • Berat badan yang tiba-tiba naik

Untuk mengantisipasi hipertensi dalam kehamilan, ibu dapat melakukan pola hidup sehat dengan menjaga makanan yang dikonsumsi, menjaga kesehatan tubuh dengan olahraga dan menjauhi stress. Selain itu, ibu hamil juga harus memperbanyak kontrol sejak dini sehingga hipertensi dapat dideteksi dengan lebih cepat oleh dokter.

Ada beberapa cara mencegah hipertensi pada ibu hamil yang dapat dilakukan, mulai dari mengkonsumsi makanan sehat serta melakukan pola hidup yang sehat. Berikut tipsnya :

1. Hindari stres

Stres merupakan salah satu gejala buruk kehamilan yang bisa dialami oleh siapa saja. Entah akibat tekanan dari dalam atau mungkin dari luar, stres dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berdampak pada ibu sekaligus janin pada kandungan. Untuk menghindari stres yang dapat memicu hipertensi, ada baiknya jika ibu hamil menghindari beragam pikiran negatif, memperbanyak relaksasi serta memperbanyak istirahat. Menghindari stres dapat dilakukan dengan cara:

  • Melakukan yoga
  • Melakukan hobi yang menyenangkan
  • Segera cari solusi atas masalah yang anda tanggung. Akan lebih baik jika anda bersikap lebih terbuka sehingga akan ada orang yang senantiasa membantu dalam menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi
  • Perbanyak waktu bersosialisasi dengan orang lain sehingga tidak cenderung menyendiri
  • Tanamkan beragam pikiran positif dan hindari pikiran negatif yang dapat merusak

2. Hindari merokok dan alkohol

Ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat memicu terjadinya hipertensi seperti mengkonsumsi minum-minuman keras serta gemar merokok. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang harus dihindari bagi ibu hamil supaya terhindar dari hipertensi yaitu dengan membatasi konsumsi bahaya kafein bagi ibu hamil. Alkohol dan rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kinerja organ-organ di dalam tubuh anda dan tidak hanya menimbulkan hipertensi saja. (Baca juga : bahaya alkohol – bahaya rokok)

3. Cukupi kebutuhan tidur

Kurang tidur di malam hari akibat insomnia atau karena gejala kehamilan seperti rasa kurang nyaman pada perut atau mungkin karena harus bolak-balik ke kamar mandi tidak boleh disepelekan. Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang dapat memicu terjadinya preeklampsia. Hal ini dapat terjadi karena tekanan darah sistolik pada ibu hamil yang kurang tidur akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan ibu hamil yang cukup waktu tidurnya.


Bagi wanita hamil mengurangi pekerjaan dan memperbanyak istirahat merupakan hal yang tepat. Jangan sampai pekerjaan anda dapat membuat anda terlalu lelah dan berdampak buruk pada kandungan. Cukupi waktu tidur dengan pembagian waktu yang tepat.

4. Cegah obesitas

Obesitas merupakan kelebihan berat badan yang dapat memicu terjadinya hipertensi. Bagi para wanita yang mengalami obesitas, biasanya dokter akan menganjurkan melakukan penurunan berat badan terlebih dahulu. Bahaya obesitas bagi ibu hamil tidak hanya memicu penyakit hipertensi melainkan juga memicu komplikasi jenis penyakit lain. Dalam mengkonsumsi makanan, konsumsi saja secukupnya dan tidak perlu berlebihan karena dapat berakibat pada kenaikan berat badan anda. Obesitas bukan hanya sumber penyakit melainkan juga dapat membuat kepercayaan diri seseorang berkurang karena penampian yang kurang ideal.

5. Mengatur pola makan

Seseorang yang tengah menderita hipertensi terlebih tengah berada dalam kondisi hamil, maka menjaga asupan merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Dalam menjaga asupan sehari-hari ada baiknya jika ibu hamil melakukan diet rendah garam serta perbanyak makanan yang mengandung potasium seperti aprikot, kacang-kacangan serta pisang. Selain itu, anda juga disarankan untuk memperbanyak konsumsi omega3, magnesium serta kalsium yang bisa ditemukan pada minuman sehat susu, makanan laut dan lain-lain.

Untuk ibu hamil ada baiknya berhati-hati dalam mengkonsumsi seafood karena bisa jadi seafood yang akan disantap mengandung bahaya merkuri atau zat berbahaya lainnya. Untuk menu sehat harian, anda bisa menambahkan konsumsi semangka, mentimun, bayam serta bawang putih. Beragam jenis makanan tersebut bagus untuk menurunkan tekanan darah pada tubuh.

6. Lakukan olahraga secara teratur

Olahraga bukan hanya mencegah hipertensi melainkan juga dapat digunakan untuk membuat tubuh senantiasa segar dan menurunkan berat badan tubuh. Mengingat ibu hamil harus memperbanyak istirahat dan menghindari lelah, maka memilih olahraga yang ringan menjadi salah satu solusinya. Olahraga yang cocok bagi ibu hamil adalah olahraga ringan yang tidak menimbulkan rasa capek berlebihan sehingga tidak membahayakan kehamilan seperti jogging atau manfaat berenang bagi ibu hamil.

Persalinan pada Ibu yang Mengalami Hipertensi

Hipertensi yang berada pada tingkat parah, dapat memicu terjadinya preeklampsia. Preeklampsia  dapat mengancam nyawa ibu serta janin dalam kandungan.

Preeklampsia yang tidak segera diatasi dapat mengganggu pertumbuhan janin serta mengganggu kinerja hati, otak dan organ-organ penting lainnya pada tubuh. Janin di dalam rahim akibat preeklampsia yang tidak dapat tumbuh dengan normal bisa menjadi prematur hingga beresiko meninggal. Preekalampsia lebih banyak dialami oleh ibu hamil yang berada pada usia muda yaitu di bawah 20 tahun.

Persiapan persalinan bagi ibu yang menderita hipertensi tentu berbeda dengan proses persalinan yang biasa. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mempersiapkan persalinan pada ibu hamil seperti:

  • Pemeriksaan semasa prenatal

Pada masa kehamilan, ibu hamil akan diperiksa secara rutin pada tiap kunjungannya untuk mengecek berat badan serta tekanan darah. Selain itu tidak menutup kemungkinan jika diberlakukannya tes darah serta tes urine untuk memantau kesehatan ibu dan janin. Pada kunjungan anda ke dokter, dokter akan memantau kesehatan bayi serta gerakan bayi dalam janin anda.

  • Mengurangi resiko terjadinya komplikasi

Mengkonsumsi makanan yang rendah sodium merupakan salah satu cara bagi ibu hamil untuk tidak memperburuk kondisi. Bukan hanya itu, namun menghindari kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi alkohol, gemar merokok serta penggunaan obat-obatan terlarang merupakan hal yang harus dilakukan jika anda tidak ingin kesehatan anda beserta janin menjadi terganggu. Untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi, ibu hamil juga dianjurkan mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. Untuk mengkonsumsi obat-obatan sebaiknya sesuaikan dengan perintah dokter mengenai merek serta dosis yang disesuaikan.

Hingga sekarang para ilmuwan masih mencari cara mencegah hipertensi pada ibu hamil, namun belum juga menemui titik terang. Inilah kenapa penting sekali bagi ibu hamil untuk secara rutin berkonsultasi pada dokter kesehatan selama masa kehamilan. Sering-sering kontrol kehamilan agar hipertensi dapat terdeteksi dini. Jika terdeteksi lebih cepat, dokter bisa memberikan solusi. Jangan lupa untuk banyak istirahat dan cukup makan. Kurangi pekerjaan yang terlalu berat seperti mengangkat beban. Hindari juga stres yang bisa menyebabkan hipertensi.

Bahaya Hipertensi Dalam Kehamilan

Hipertensi yang tidak segera ditangani dengan tepat dapat memicu gangguan kesehatan janin serta ibu seperti :

  • Penurunan alirah darah menuju plasenta

Ketika plasenta tidak mendapatkan darah yang cukup maka bayi dalam kandungan dapat menderita kekurangan oksigen serta beragam gizi ibu hamil. Dampak selanjutnya pada bayi adalah lambatnya pertumbuhan sehingga membuat berat badan bayi rendah atau bisa pula membuat bayi terlahir dengan prematur.

  • Persalinan prematur

Persalinan prematur atau bahkan gangguan kehamilan bahkan yang mengancam nyawa bayi sekalipun dapat terjadi terutama jika hipertensi yang diderita telah semakin parah.

  • Penyakit kardiovaskular

Mengalami hipertensi yang parah dan memicu preeklampsia dapat meningkatkan seseorang terjangkit penyakit pembuluh darah kedepannya. Untuk mengurangi resiko terjadinya hal ini, ada baiknya ibu hamil menjaga tubuhnya sehingga berat badan tetap ideal serta mengkonsumsi banyak buah dan sayuran. Selain itu, olahraga juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan tubuh serta jauhi rokok. Preeklampsia juga dapat memicu terjadinya pendarahan hebat pada ibu hamil sehingga membahayakan bayi yang dikandungnya.

Tidak semua ibu yang tengah hamil, dapat menjalani kehamilan mereka dengan lancar hingga masa persalinan. Bahkan diperkirakan sekitar 10%, ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi. Dengan penanganan yang cepat dan efektif, maka hipertensi tidak akan semakin parah melainkan dapat diobati dengan baik.

, , ,
Post Date: Tuesday 01st, March 2016 / 05:36 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bumil