Ibu Hamil Batuk Pilek – Bahaya, Penyebab dan Penanganannya

Wanita yang sedang dalam kondisi hamil biasanya akan mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga cukup banyak yang kemudian mengalami batuk dan pilek. Seberapa bahayakah ibu hamil batuk pilek? Bahkan menurut penelitian, ibu hamil yang mengidap batuk pilek bisa berlangsung lebih lama daripada ketika sedang tidak hamil.

Bahaya

Batuk dan pilek yang diderita oleh para ibu hamil tidak jauh beda dari batuk pilek biasanya di mana demam tinggi dan tenggorokan sakit pasti dialami. Gejala lain yang biasanya juga menyertai adalah rasa nyeri pada tubuh, sakit kepala, diare, cepat lelah dan muntah-muntah. Sekilas tampak tidak berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin, namun pilek di waktu hamil berisiko menyebabkan komplikasi lebih tinggi. Bahkan batuk pun dapat membahayakan kesehatan sang ibu dan kandungannya yang bisa-bisa berakibat fatal. (Baca Juga: Diare Saat Hamil , Bahaya Morning Sickness)

  1. Sinusitis. Komplikasi pilek satu ini merupakan sebuah kondisi di mana rongga udara pada tulang dahi dan pipi terjadi infeksi. Timbul rasa nyeri pada bagian mata, dahi dan hidung selain dari kondisi hidung beringus dan tersumbat. Memang kasus komplikasi ini sangat jarang, dan kabar baiknya adalah kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan sebab bisa sembuh sendiri.
  2. Infeksi Sistem Pernapasan. Kondisi satu ini adalah di mana seorang ibu hamil dapat kesulitan bernapas disertai batuk yang berdahak kental. Apabila terasa nyeri di dada lalu juga mengalami demam tinggi, disarankan untuk segera menemui dokter agar dapat ditangani secara benar dan cepat. Hati-hati karena ada 2 jenis infeksi yang dapat dialami, yakni bronkitis dan pneumonia.(Baca Juga: Obat Asma untuk Ibu Hamil)
  3. Persalinan Prematur. Jangan remehkan penyakit batuk, apalagi saat sedang hamil karena suara batuk yang keras rupanya dapat memicu persalinan prematur. Suara batuk keras dapat otomatis mendorong bayu keluar dari rahim dan hal ini patut diwaspadai oleh para ibu hamil dengan kondisi serviks lunak maupun kandungan lemah. (Baca Juga: Ciri ciri Bayi Lahir Prematur)
  4. Janin Terkena Virus. Kondisi janin yang lemah bisa saja terkena virus yang menyerang sang ibu. Hal ini dikarenakan virus bisa masuk ke plasenta bayi dengan mudah. Maka bagi para ibu hamil, khususnya penderita bronkitis harus secepatnya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Virus pun bisa hidup di dalam aliran darah ibu hamil di mana dapat mengalir pada darah sang bayi juga.
  5. Rendahnya Berat Badan Bayi. Batuk yang dialami dalam jangka waktu lama bisa berisiko membuat bayi lahir dengan berat yang tergolong rendah. Mengapa demikian? Ini disebabkan oleh kurangnya nafsu makan para ibu hamil yang sedang mengalami sakit batuk. Dengan begitu asupan makanan menjadi berkurang dan janin pun akan kekurangan nutrisi.

Saat sedang hamil, jangan pernah menganggap remeh apabila flu menyerang. Ada beberapa gejala khusus yang wajib diwaspadai. Kondisi-kondisi berikut ini perlu mendapatkan pertolongan ahli medis secepatnya.

  • Muntah-muntah.
  • Perut tiba-tiba merasa sakit atau nyeri.
  • Dada terasa nyeri.
  • Demam tinggi.
  • Kesulitan saat bernapas.
  • Tidak ada tanda-tanda bahwa flu akan membaik bahkan setelah melalui 4 hari.
  • Batuk yang disertai kentalnya lendir. Wajib dibawa ke dokter jika lendir berdarah atau warnanya kuning agak kehijauan.

Penyebab

Virus adalah penyebab utama seorang ibu hamil batuk pilek yang bahkan disertai dengan demam. Jika terjadi pada wanita yang sedang tidak hamil, maka flu adalah kondisi yang biasa dan bisa sembuh hanya kurang dari seminggu atau 4 hari. Namun ibu hamil tidak bisa membiarkannya begitu saja sebab bisa berbahaya bagi janin. Nyeri yang terjadi pada perut dan tenggorokan adalah kondisi serius. Hati-hati juga karena flu yang menyerang ibu hamil akan memicu kondisi yang tak tertahankan, seperti sakit kepala luar biasa, meriang (menggigil kedinginan), keringat yang terus bercucuran, dan hidung tersumbat yang membuat tidak nyaman.

Baca Juga:

Virus yang menyerang biasanya adalah dari kelompok rhinoviruses dan coronaviruses dan biasanya penularan dapat terjadi lewat kontak secara tidak langsung dan langsung. Jika daya tahan tubuh sedang turun, maka memang akan dengan mudah terkena batuk dan pilek yang bahkan bisa berlangsung sangat lama. Paling cepat mungkin pilek berlangsung hanya beberapa hari atau paling tidak seminggu, namun pada ibu hamil bisa lebih dari seminggu.

Penanganan

Ibu hamil tidak boleh sembarang minum obat, namun ketika batuk pilek menyerang harus segera mendapat penanganan yang tepat agar tidak membahayakan kesehatan kandungan. Bagaimanakah cara menangani batuk pilek pada ibu hamil secara benar dan aman?

  1. Menghirup Uap Hangat

Bagi para ibu hamil tentu sangat tidak nyaman dengan kondisi hidung tersumbat, maka langkah steam adalah yang paling tepat dan aman. Ambil air panas yang bisa ditampung dalam sebuah wadah (baskom), lalu uap dari air panas tersebut bisa dihirup. Boleh juga kalau ingin menambahkan mentol atau minyak putih supaya hidung yang tersumbat bisa kembali lega. (Baca Juga: Bahaya Belerang Bagi Ibu Hamil)

  1. Menggunakan Air Hangat untuk Berkumur

Obat alami yang dijamin aman untuk batuk dan pilek adalah berkumur air hangat. Bukan sekadar air hangat, pastikan sebelumnya air hangat sudah dicampur dengan garam. Cara ini adalah cara tepat bagi yang ingin mengurangi sakit pada tenggorokan dan meringankan batuk.  (Baca Juga: Manfaat Jahe untuk Ibu Hamil)

  1. Banyak-banyak Mengonsumsi Air Putih

Pilek dan batuk bisa diatasi dengan banyak minum air putih. Air putih adalah cairan yang tepat dan paling dibutuhkan oleh tubuh demi mengganti cairan dalam tubuh yang hilang. Agar sistem daya tahan tubuh para ibu hamil tetap terjaga dengan baik, maka minum air dingin harus dihindari. Air putih biasa adalah yang terbaik atau air putih hangat. (Baca Juga: Manfaat Air Putih Bagi Ibu Hamil , Akibat Kekurangan Minum Air Putih Bagi Ibu Hamil)

  1. Membuang Lendir

Para ibu hamil yang mengalami batuk serta pilek disarankan untuk meludahkan lendir atau dengan kata lain membuangnya saat sedang flu. Bila tidak dibuang maka ada risiko masalah kesehatan lain yang bisa muncul. Hal ini karena ada kotoran dan bakteri yang terkandung di dalam lendir pada waktu flu sehingga agar terhindar dari penyakit lainnya, lendir harus sering-sering dibuang. (Baca Juga: Flu Saat Hamil , Bahaya Flu Untuk Ibu Hamil)

  1. Memakai Balsem

Balsem dipercaya banyak orang dapat meringankan gejala pilek karena efeknya yang memberikan rasa hangat pada tubuh. Gunakan balsem dan usap-usap ke seluruh punggung, tenggorokan maupun dada. Hal ini sangat baik karena juga akan membuat hidung tersumbat menjadi kembali lega.

  1. Posisi Bantal yang Benar

Gunakan bantal pada posisi yang tepat dan nyaman, dan disarankan untuk menggunakannya dengan cara menumpuk agak tinggi supaya posisi kepala juga bisa lebih tinggi. Ketika batuk, cairan dahak akan dibantu mengalir lewat dinding tenggorokan dengan posisi tidur demikian. Efek yang didapat adalah kelegaan saat tidur. (Baca Juga: Posisi Tidur Ibu Hamil berdasarkan Trimester , Posisi Tidur Yang Baik Saat

  1. Mengonsumsi Minuman Campuran Madu dan Jeruk Nipis

Batuk dan pilek tidak akan menjadi masalah besar jika memilih untuk membuat ramuan sederhana alami nan efektif, seperti minuman di mana jeruk nipis dan madu dicampur. Buatlah dan campurkan dengan air hangat. Tenggorokan akan terasa lega seketika sesaat sesudah meminumnya.

Baca Juga:


  1. Teh Masala

Solusi lainnya yang sangat bagus serta efektif dalam meringankan batuk pilek adalah teh masala dari India. Teh ini begitu direkomendasikan bagi yang sedang batuk dan pilek karena di dalam teh ini terdapat kandungan rempah-rempah menyehatkan bagi tubuh, seperti cengkih, daun herbal dan lainnya. Obat batuk ini termasuk obat batuk tradisional yang cocok untuk para wanita hamil. (Baca Juga: Teh Bagi Ibu Hamil , Bahaya Teh Bagi Ibu Hamil)

Tips Mencegah Batuk Pilek pada Ibu Hamil

Memang dibandingkan dengan mengobati, mencegah adalah jauh lebih baik. Cara-cara berikut bisa dilakukan demi mencegah terkena virus batuk dan pilek.

  1. Sering-seringlah mencuci tangan, terutama pada waktu hendak makan. Hand sanitizer penting untuk selalu dibawa apalagi bila kesulitan mendapatkan air dan sabun.
  2. Hindari penggunaan alat makan yang sama, apalagi berbagi makanan ketika sedang hamil. (Baca Juga: Cara Membuat Anak Cerdas Sejak Dalam Kandungan , Tips Bekerja Saat Hamil)
  3. Mengonsumsi makanan dan minuman bergizi, karena dengan pola makan sehat dan teratur, kesehatan sang ibu beserta janinnya akan selalu terjaga dengan baik.
  4. Mengurangi stres karena stres dapat membuat kondisi tubuh menurun. (Baca Juga: Cara Menghilangkan Stres Saat Hamil)
  5. Hindari menyentuh mulut, hidung dan mata ketika tangan dalam keadaan tidak bersih.
  6. Menerapkan pola tidur yang benar dan teratur karena cukup istirahat akan membuat daya tahan tubuh selalu stabil.
  7. Berolahraga adalah hal terbaik untuk menghindari beragam jenis penyakit. Carilah jenis olahraga yang sesuai dan dikhususkan untuk wanita hamil. (Baca Juga: Olahraga yang Dilarang Untuk Ibu Hamil)

, , , , , ,
Post Date: Saturday 08th, October 2016 / 03:33 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bumil
MUST READ
Perkembangan Janin / Bulan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Perkembangan Bayi/ Bln : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12

Recommeded

Popular