Ibu Hamil Donor Darah, Bolehkah?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Donor darah merupakan salah satu bentuk aksi kemanusiaan yang acapkali dibutuhkan oleh banyak orang. Namun bagaimana dengan ibu hamil? Bolehkan ibu hamil donor darah ?

Seorang wanita yang tengah hamil memiliki resiko terkena anemia atau gejala kekurangan darah. Hingga kini ada beberapa pendapat yang berbeda satu dengan lainnya dimana ibu hamil diperbolehkan melakukan donor darah. Sementara pendapat lainnya menyatakan jika ibu hamil sebaiknya tidak melakukan donor darah. (Baca Juga: Anemia pada Ibu Hamil , Tanda Keguguran Tanpa Pendarahan)

Namun sebaiknya, selama masa kehamilan ibu hamil dianjurkan untuk tidak melakukan donor darah bagi orang lain. Ibu hamil memerlukan darah untuk dirinya sendiri supaya tidak terkena anemia. Donor darah bisa dilakukan jika nanti masa nifas telah terlampaui.  Bukan hanya beresiko anemia, namun resiko kesehatan bayi juga dipertaruhkan jika ibu nekat melakukan donor darah. (Baca Juga: Komplikasi Masa Nifas , Macam-Macam Infeksi Masa Nifas)

Anemia merupakan gejala kekurangan darah yang bisa mendatangkan gangguan kesehatan lainnya bagi ibu hamil. Adapun gejala anemia antara lain adalah:

  • Pusing
  • Lekas letih
  • Lemas
  • Malaise
  • Mudah mengantuk
  • Mata berkunang-kunang
  • Daya tahan tubuh yang berkurang
  • Nafsu makan berkurang
  • Keluhan mual dan muntah
  • Pingsan
  • Mata berkunang-kunang
  • Lidah luka
  • Nafas pendek
  • Konsentrasi hilang

Bahaya anemia bagi ibu hamil

Ibu hamil yang nekat melakukan donor darah, akan meningkatkan resiko terkena anemia. Anemia pada ibu hamil sangat banyak sekali efeknya pada kehamilan terutama bukan hanya bagi ibu melainkan juga pada janin di kandungannya seperti:

  • Meningkatkan resiko keguguran
  • Kelahiran bayi prematur
  • Shock
  • Terjadinya infeksi saat melakukan persalinan maupun pasca persalinan
  • Pendarahan yang disebabkan oleh tidak adanya kontraksi otot rahim
  • Persalinan yang lama karena kelelahan otot rahim saat berkontraksi

(Baca Juga: Resiko Bayi Lahir Prematur 7 Bulan , Penyebab Keguguran Berulang Ulang Kali)

Bagi ibu hamil yang ingin menghindari beragam resiko gangguan kesehatan bayi di atas, sebaiknya menghindari donor darah yang bisa berakibat pada anemia.

Manfaat Donor Darah Secara Umum

Bagi wanita yang tengah hamil, donor darah sebaiknya tidak dilakukan karena dapat menyebabkan anemia atau gejala kurang darah. Namun bagi orang yang sehat dan tidak sedang hamil, maka donor darah memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain itu, donor darah juga merupakan salah satu partisipasi kita sebagai sesama manusia untuk saling menolong.

  • Dapat melindungi organ jantung

Tahukah anda jika ternyata bagi mereka yang secara rutin mendonorkan darah mereka, akan memiliki jantung yang lebih sehat? Penelitian membuktikan jika ternyata melakukan donor darah secara rutin mampu membantu menyehatkan jantung kita. Bukan hanya itu, namun bagi mereka yang secara aktif mendonorkan darah, maka bisa mengurangi resiko terkena jenis penyakit kardiovaskular lainnya. (Baca Juga: Bahaya Jantung Pisang bagi Ibu Hamil)

  • Menurunkan resiko terkena kanker

Bukan hanya penyakit jantung namun ternyata mendonorkan darah juga membantu kita untuk menurunkan resiko terkena kanker. Untuk pria ada baiknya jika anda mendonorkan darah anda setiap 3 bulan sekali sementara bagi wanita, sebaiknya mendonorkan darahnya 4 bulan sekali. Donor darah bukan hanya menurunkan resiko seseorang terkena kanker, melainkan juga jenis penyakit lainnya seperti lambung, tenggorokan, usus besar serta penyakit paru-paru. (Baca Juga: Bahaya Akibat Hamil di Usia Muda , Bahaya Aborsi Dengan)

  • Pemeriksaan kesehatan gratis

Manfaat mendonorkan darah lainya dalah pemeriksaan kesehatan gratis. Ketika seseorang mendaftar ingin mendonorkan darah mereka, maka pendonor akan dicek kesehatannya terlebih dahulu mulai dari tekanan darah dalam tubuh hingga kadar hemoglobin di dalam tubuh akan diperiksa. Selain itu, sample darah kita juga akan diperiksa, dengan demikian, cek sampel darah ini juga bisa mendeteksi jenis penyakit yang diderita layaknya HIV, hepatitis, sifilis atau bahkan jenis penyakit yang lain. Cek kesehatan serta cek darah ini dilakukan untuk mencari tahu apakah anda layak atau tidak diterima sebagai pendonor.

  • Membakar kalori secara teratur

Banyak wanita yang ingin mendapatkan tubuh sehat dan ideal namun sulit untuk melakukan diet. Mengingat ada banyak jenis diet namun bisa berakibat fatal bagi kesehatan, maka tidak ada salahnya jika anda mencoba donor darah. Tahukah anda jika ternyata mendonorkan darah secara rutin dapat membantu seseorang menghilangkan bobot tubuhnya yang berlebih? Namun meski demikian, tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah semata-mata karena ingin membuat berat badan turun. (Baca Juga: Manfaat Berenang Bagi Ibu Hamil , Posisi Tidur yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil)

  • Mencegah terjadinya penuaan dini

Kecantikan bisa menjadi segalanya bagi wanita namun usia dapat membuat kulit mereka menjadi keriput sehingga kecantikan akan berkurang. Salah satu yang mempercepat terjadinya penuaan dini adalah stres. Melakukan donor darah, dapat membantu kulit anda melakukan regenerasi sehingga kulitpun menjadi lebih kencang.

Baca Juga:

Hal yang Tidak Diperbolehkan Selama Kehamilan

Selain donor darah, ternyata ada banyak sekali beragam jenis kegiatan yang tidak diperbolehkan bagi wanita yang tengah hamil.

  • Menggunakan sepatu hak tinggi

Bagi wanita yang tengah hamil, sebaiknya tidak menggunakan sepatu hak tinggi tetutama jika usia kehamilan telah menginjak trisemester akhir. Penggunaan sepatu hak tinggi dapat membuat keseimbangan tubuh ibu terganggu. Perlu diketahui selama masa kehamilan terlebih jika sudah masuk trisemester akhir, maka beban kehamilan di area perut serta penggunaan sepatu hal tinggi dapat meningkatkan resiko ibu terjatuh. (Baca Juga: Bahaya High Heels bagi Ibu Hamil , Jatuh Pada Saat Hamil)

Tidak hanya meningkatkan resiko terjatuh namun penggunaan sepatu hak tinggi juga meningkatkan resiko terjadinya peregangan otot-otot di daerah pinggang ibu hamil. Jika gangguan ini terjadi maka wanita hamil akan sering mengeluh sakit serta rasa pegal pada area pinggangnya. Jika ukuran perut ibu semakin membasar maka tingkat trauma yang dirasakan ibu di area pinggang tersebut akan semakin besar.

  • Merokok dan alkohol

Seperti yang kita ketahui bersama, rokok merupakan salah satu produk yang banyak digemari namun sayangnya memberi dampak buruk bagi para penggunanya. Terlebih bagi seorang wanita yang tengah hamil, sebaiknya jangan coba-coba merokok. Merokok dapat menimbulkan resiko terjadinya keguguan, pertumbuhan janin di dalam rahim yang terhambat janin cacat dan lain sebagainya.( Baca Juga: Bahaya Merokok Bagi Janin , Bahaya Alkohol Saat Hamil)

  • Olahraga yang berat

Olahraga merupakan salah satu jenis aktivitas yang baik untuk dilakukan bahkan untuk ibu hamil sekalipun. Namun sayangnya bagi ibu hamil sebaiknya pilih-pilih olahrga yang akan dilakukan karena nyatanya ada beberapa jenis olahraga yang tidak boleh dilakukan seperti halnya jenis olahraga yang berat. Ditakutkan, ibu hamil yang nekat melakukan olahraga berat, seperti permainan di lapangan akan meningkatkan resiko terjatuh dan fisik mudah lelah.

(Baca Juga: Olahraga untuk Ibu Hamil , Olahraga yang Dilarang Untuk Ibu Hamil)

fbWhatsappTwitterLinkedIn