Ibu Hamil Naik Turun Tangga – Resiko dan Pencegahannya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Selama kehamilan, terjadi perubahan fisik dan mental pada seorang wanita. Saat hamil, tubuh wanita (terutama di bagian perut) secara otomatis mengalami peregangan mengikuti perbesaran rahim. Perkembangan janin turut memengaruhi berat tubuh ibu yang cenderung bertambah. Dalam hal ini, beban tubuh pun ikut bertambah. Dalam kondisi yang demikian, layaknya ibu harus berhati-hati setiap melakukan tindakan meskipun sebelumnya hal itu biasa dilakukan dalam keadaan sehari-hari, bukan berarti ibu tidak boleh mengerjakan apapun. Dengan kata lain, ibu harus bisa membatasi kegiatan yang sekiranya dapat menyebabkan mudah lelah atau pekerjaan berat. Ibu yang sedang hamil sekalipun masih diperbolehkan bekerja dengan catatan harus selalu berhati-hati.

Penting bagi ibu hamil untuk mengikuti aturan tertentu dengan harapan kehamilannya dapat berjalan baik sampai proses persalinan yang sehat nanti. Seringnya aturan ini mengenai beberapa aktivitas berbahaya untuk ibu hamil yang harus dikurangi selama masa kehamilan. Berjalan terlalu cepat/berlari, mengangkat beban berat, bahkan naik dan turun tangga harus dihindari terutama pada trimester pertama. Kegiatan fisik yang berlebihan bukan hanya berpengaruh pada keadaan ibu tetapi juga berdampak pada janin yang dikandungnya.

Resiko

Tidak ada rekomendasi dalam asuhan kehamilan yang menyatakan bahwa ibu hamil tidak boleh melakukan aktivitas pekerjaan rumah tangga ataupun bekerja di luar  rumah. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah keseimbangan dan toleran dalam pekerjaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan atau aktivitas bagi ibu hamil adalah tingkat keamanannya bagi ibu hamil itu sendiri. Nasihat yang perlu disampaikan adalah bahwa ibu hamil tetap boleh melakukan aktivitas atau pekerjaan tetapi tetap cermat apakah pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan berisiko atau tidak untuk kehamilannya.

Hal yang paling ditakutkan ketika seorang ibu hamil menaiki tangga adalah risiko terpeleset atau jatuh. Meski pada 3 bulan pertama kehamilan beban tubuh tidak begitu besar, naik-turun tangga tetap bisa menyebabkan risiko kram pada kaki. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang menyebabkan seorang ibu yang sedang dalam masa hamil muda (trimester pertama) terkesan lebih rawan dalam melakukan berbagai kegiatan fisik, termasuk naik-turun tangga, yaitu:

1. Kelelahan

Dalam kondisi normal, ketika menaiki tangga beban tubuh akan berkali-kali lipat lebih besar daripada berjalan di tempat yang datar. Begitu juga yang terjadi saat masa kehamilan sehingga ibu mudah lelah. Kelelahan bisa membuat ibu menjadi kesulitan bernapas karena terengah sampai pada gelisah. Kondisi seperti ini tidak baik bagi janin karena bisa menyebabkan suplai oksigen untuk janin berkurang. Dengan kata lain, ibu yang kelelahan menaiki tangga membuat janin yang dikandungnya juga kelelahan. (Baca juga : cara mengatasi sesak nafas saat hamil)

2. Terpeleset

Resiko yang harus sangat diperhatikan ketika seorang ibu hamil menggunakan tangga adalah terpeleset atau jatuh. Keadaan ini berbahaya bagi ibu maupun janin karena, dapat bisa menyebabkan perdarahan bahkan keguguran. (Baca juga : flek bercak darah saat hamil yang bisa terjadi)

3. Kehilangan keseimbangan

Kehilangan keseimbangan pada masa kehamilan adalah kondisi yang rawan bagi ibu. Oleh sebab itu, wanita hamil diharapkan menghindari menggunakan alas kaki yang sekiranya menyulitkan tubuh untuk menjaga keseimbangan seperti menggunakan sepatu hak tinggi atau sandal yang licin. Bagi ibu hamil juga perlu mengurangi hal berikut ini, agar tubuh lebih seimbang yakni :

4. Edema (bengkak)

Kaki bengkak saat hamil bisa disebabkan oleh penumpukan cairan (edema) akibat terlalu lama berdiri atau bisa disebabkan oleh kelelahan saat menaiki tangga. Jika kaki sudah sampai membengkak, sebaiknya untuk sementara waktu ibu menghindari menggunakan tangga. Untuk mengatasi bengkak tersebut, ibu dianjurkan mengatur posisi tidur yang baik saat hamil dengan meninggikan bagian kepala.

5. Kehamilan Kondisi Tertentu

  • Pernah/sedang mengalami perdarahan pada masa kehamilan
  • Riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya
  • Menderita pusing yang parah atau pingsan
  • Ciri ciri hamil anak kembar
  • Menderita hipertensi dalam kehamilan (tekanan darah tinggi) atau hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Menderita kencing manis atau oleh dokter dikatakan memiliki kandungan yang lemah
  • Usia lebih dari 35 tahun

Risiko Naik Turun Tangga Saat Hamil Tua

Menaiki tangga pada usia kehamilan tua memang bermanfaat untuk membantu memperlancar proses persalinan. Menaiki tangga membantu meregangkan otot-otot agar lebih elastis. Akan tetapi, tidak jauh berbeda saat kehamilan tua maupun muda, menggunakan tangga tetap berisiko. Terutama saat memasuki usia kehamilan tua beban tubuh sudah sangat bertambah. Idealnya, kenaikan berat badan total selama periode kehamilan adalah sekitar 12-14 kg. Akibat dari bertambahnya berat badan, risiko terpeleset dan jatuh juga lebih besar terjadi pada usia kehamilan ini.

Ibu juga mudah mengalami kram akibat kontraksi otot yang terasa sakit, biasanya di betis, yang dipicu oleh regangan yang dapat terjadi sesekali. Kondisi kram akan semakin diperparah jika ibu menggunakan tangga. Oleh sebab itu, hendaknya menghindari naik tangga di usia kehamilan yang sudah tua karena keseimbangan tubuh sedikit lebih sulit untuk dijaga. Hal ini menyebabkan semua risiko lebih mungkin terjadi pada kehamilan yang tua.

Tips Naik Turun Tangga yang Aman Bagi Ibu Hamil

Bagi ibu hamil yang harus menggunakan tangga sehari-hari, berikut ini tips aman yang bisa dilakukan :

  1. Selalu menggunakan pegangan saat menaiki maupun menuruni tangga. Jika membawa barang bawaan, pastikan salah satu tangan masih bisa bertumpu pada pegangan tangga. Usahakan untuk tidak menggunakan tangga yang tidak ada pegangannya. Jika terpaksa, berjalanlah dengan perlahan atau minta bantuan orang lain, saat menaiki tangga.
  2. Jangan menaiki atau menuruni tangga dalam kondisi gelap. Anda akan kesulitan melihat anak tangga yang dipijak sehingga risiko terpeleset atau jatuh akan semakin besar.
  3. Jangan sekali-kali menggunakan sepatu hak tinggi untuk berjalan apalagi saat menaiki tangga. Ujung sepatu yang tinggi berisiko mengganggu keseimbangan tubuh. Gunakan alas kaki yang datar dan tidak licin. Selain itu, ibu hamil akan mudah mengalami kram jika memakai sepatu hak tinggi.
  4. Jika terdapat karpet pada tangga yang dinaiki, pastikan anda tidak menginjak lubang atau bagian karpet yang rusak.
  5. Untuk mengetahui apakah kehamilan memang berisiko tinggi, periksakan diri ke dokter. Serta jangan ragu untuk bertanya atau meminta nasihat jika mengenai penggunaan tangga saat kehamilan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Mungkin Anda merasa sehat dan tidak masalah jika menaiki tangga pada saat hamil karena pada dasarnya, kegiatan menggunakan tangga pada saat kehamilan bukanlah sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil. Hanya saja risiko kelelahan, napas terengah-engah, kesulitan bernapas, kerja jantung meningkat, terpeleset, dan jatuh adalah penyebab mengapa menaiki tangga harus dihindari.

fbWhatsappTwitterLinkedIn