Sponsors Link
     Sponsors Link

Susah BAB Saat Hamil – Penyebab dan Cara Mengatasinya

advertisement

Selama kehamilan, tak jarang ibu hamil mengalami yang namanya sembelit atau ibu hamil susah bab. Hal ini merupakan salah satu ketidaknyamanan selama kehamilan yang umumnya terjadi seiring bertambahnya usia kehamilan. Susah buang air besar selama periode kehamilan akan memengaruhi kinerja tubuh dan organ-organnya. Sembelit menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan tubuh dimana fungsi pencernaan cenderung menjadi lebih lambat dari biasanya.

Penyebab

Adapun penyebab sembelit atau susah buang air besar saat hamil akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Faktor perubahan hormon
Pada masa kehamilan terjadinya peningkatan hormon progesteron. Hormon ini berperan dalam proses relaksasi otot halus. Maka, ketika terjadi peningkatan kadar progesteron dalam tubuh secara otomatis berpengaruh kepada gerak otot halus yang semakin mudah untuk rileks. Akibatnya, fungsi kerja otot halus jadi semakin melambat. Hal ini kemudian berimbas termasuk pada otot halus di lambung yang menyebabkan proses pengosongan lambung menjadi semakin melambat dan waktu transit makanan di lambung meningkat.

Begitu pula dengan gaya peristaltik usus pun jadi melambat sehingga proses pencernaan makanan menjadi lebih lama serta daya dorong dan kontraksi usus juga turut menurun. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penumpukan sisa makanan di usus yang menyebabkan proses sekresi turut terganggu. Akhirnya, ibu hamil pun mengalami sembelit.

2. Perut yang membesar
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan perbesaran perut, risiko terkena sembelit pada ibu hamil pun semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh perut yang membesar menimbulkan tekanan rahim pada pembuluh darah balik panggul dan pembuluh darah balik besar (vena cava inferior) sebelah kanan yang membawa darah dari tubuh bagian kanan. Adanya tekanan pada kedua pembuluh itu memberikan pengaruh pada sistem kerja usus besar dan usus halus sehingga proses pencernaan sisa makanan terganggu. Akhirnya terjadi penumpukan sisa makanan yang menyebabkan sembelit.

3. Tekanan pada rektum
Akibat dari perbesaran rahim yang terjadi pada masa kehamilan, tidak hanya usus saja yang mengalami penekanan tetapi juga rektum. Akibat adanya tekanan tersebut menjadikan proses sekresi tinja menjadi tidak lancar sehingga ibu hamil mudah terkena sembelit.

4. Kurang mengkonsumsi serat
Serat sangat penting untuk memperlancar sistem pencernaan tubuh. Serat berperan dalam proses penguraian zat makanan agar semakin mudah saat dikeluarkan (sekresi). Maka, ibu hamil yang kurang mengonsumsi makanan yang mengandung serat akan meningkatkan risiko terkena sembelit.

5. Konsumsi obat dan vitamin tertentu
Konsumsi obat dan vitamin. Selama masa hamil biasanya ibu diberikan vitamin dan mineral yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi juga untuk menjaga kesehatan ibu sendiri. Tapi di sisi lain beberapa obat dan vitamin yang diberikan justru memiliki efek menyebabkan ibu sembelit seperti konsumsi asam folat, zat besi, dan kalsium.

6. Cemas dan Stres
Gangguan psikis memang bisa terjadi pada siapa saja, apalagi pada ibu hamil yang memiliki keadaan khusus. Ibu hamil cenderung lebih emosional akan kehamilannya karena berbagai hal apalagi bila sedang stres saat hamil. Bisa jadi karena kecemasan terhadap bagaimana kehamilannya, memikirkan apakah ia bisa hamil dengan sehat, ketakutan akan proses persalinan, bahkan termasuk memikirkan bagaimana ke depannya perkembangan bayi setelah ia lahir nanti.

Gangguan psikis ini juga bisa disebabkan oleh faktor luar seperti perhatian suami yang kurang, minimnya peran suami saat istri hamil atau lingkungan keluarga yang tidak mendukung. Keadaan emosional ini merupakan kondisi yang harus segera diatasi karena bisa memberikan dampak buruk bagi si Ibu hamil. Dalam keadaan stres, bisa jadi kondisi fisik ibu ikut terganggu.

Salah satu efek buruk stres juga, ibu hamil jadi malas makan karena terlalu banyak merenung atau malas beraktivitas. Hal inilah yang berpengaruh terhadap kesehatan fisik termasuk dalam masalah sistem pencernaan. Ibu menjadi kekurangan asupan gizi yang menyebabkan terganggunnya berbagai proses penting dalam tubuh. Hal demikian juga turut berdampak pada risiko mudahnya ibu hamil terkena konstipasi.

7. Tidak berolahraga
Kondisi hamil bukan berarti penghalang bagi ibu untuk berolahraga. Yang perlu diperhatikan bahwa selama hamil ibu tetap bisa berolahraga asal dengan perhatian yang khusus dan memahami tips olahraga. Mengambil manfaat jalan pagi untuk ibu hamil juga termasuk olahraga untuk ibu hamil. Selain itu, senam hamil juga sebaiknya dilakukan. Kurang berolahraga menyebabkan kekencangan pada otot tubuh sehingga ibu mudah mengalami kram dan nyeri. Otot menjadi kaku bahkan termasuk otot halus yang akhirnya mengganggu pada gerak peristaltik usus dan menyebabkan terjadinya sembelit pada ibu hamil.

8. Kurang bergerak
Yang paling mengkhawatirkan dengan seiring bertambahnya usia kehamilan adalah ibu hamil yang menjadi malas untuk beraktivitas. Hal ini disebabkan karena ibu yang merasa kesulitan karena pertambahan berat tubuh sekaligus membesarnya rahim. Padahal, kurang bergerak pada usia kehamilan tua justru membuat otot-otot tubuh menjadi kaku dan berdampak pada persalinan. Selain itu, kurang bergerak juga dapat menyebabkan menignkatnya risiko sembelit. Sebaiknya ibu hamil tetap beraktifitas asalkan tidak mengambil bahaya ibu hamil angkat beban berat dan menghindari aktivitas berbahaya untuk ibu hamil.

9. Makan yang tidak teratur
Pada awal kehamilan biasanya ibu akan mendapati kondisi mual dan muntah (morning sickness). Hal ini menyebakan perut menjadi begah sekaligus dapat mengurangi nafsu makan. Akibat berkurangnya nafsu makan, maka asupan nutrisi pun jadi tidak terpenuhi dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya sembelit.

10. Kurang minum
Kekurangan asupan cairan selain menyebabkan ibu mudah dehidrasi juga berdampak pada sisa pencernaan makanan yang menjadi keras sehingga sulit untuk dikeluarkan. Akhirnya menyebabkan ibu hamil jadi kesulitan untuk buang air besar.

Cara Mengatasi

Susah buang air besar selama masa kehamilan akan sangat menganggu bagi ibu hamil. Hal ini menimbulkan ketikdanyamanan yang akan berdampak baik bagi ibu hamil sendiri bahkan orang-orang disekitarnya yang akan menimbulkan kekhawatiran. Karenanya, masalah sembelit ini harus segera diatasi.

Mengatasi masalah sembelit pada ibu hamil perlu perhatian khusus karena perlu pertimbangan terhadap kondisi kehamilan ibu. Tidak serta merta dengan menggunakan obat pencahar saja karena dikhawatirkan obat-obatan tertentu justru akan berdampak pada janin yang dikandung. Untuk itu, berikut akan dijelakan beberapa cara untuk mengatasi masalah buang air besar pada ibu hamil, yakni:

Sponsors Link

1. Asupan nutrisi yang baik
Selama hamil, asupan gizi dan nutrisi yang baik sangat dibutuhkan untuk menjaga ibu agar tetap sehat. Apalagi, asupan gizi ini terbilang harus lebih banyak lagi karena tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ibu, tetapi juga agar pertumbuhan dan perkembangan janin bisa berjalan dengan baik. Usahkan untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat dan minuman yang sehat dan seimbang untuk menjaga agar nutrisi sehari-hari dapat terpenuhi.

Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat dapat membantu ibu mengatasi sekaligus mencegah dari terkena sembelit.Sumber makanan yang dimaksud adalah sayur-sayuran hijau, buah-buahan, serta kacang-kacangan. Selain banyak mengkonsumsi makanan yang penuh serat, usahakan juga untuk menghindari sumber makanan yang tidak mengandung serat seperti roti putih karena akan menyebabkan feses menjadi keras.

2. Memperbanyak minum air putih
Salah satu penyebab sembelit adalah karena feses yang terlalu keras sehingga sulit untuk dikeluarkan. Untuk melunakkannya, ibu hamil butuh asupan air putih yang banyak agar usus bisa lebih lancar dalam memproses pelunakan sisa makanan sehingga sembelit pun dapat segera diatasi.

3. Hindari makan terlalu kenyang
Hindari untuk tidak makan berlebih atau kekenyangan karena akan membuat ibu jadi mudah merasa begah. Selain itu, kekenyangan juga akan memperberat fungsi sistem pencernaan dalam mencerna makanan. Jadi, ibu hamil lebih baik untuk makan sering dalam porsi kecil daripada makan hanya tiga kali sehari tapi dalam porsi yang berlebihan.

4. Memeriksa kembali obat atau vitamin yang dikonsumsi
Beberapa vitamin dan mineral yang baik dikonsumsi selama kehamilan di sisi lain juga memiliki efek samping menyebabkan sembelit pada ibu hamil. Maka ada baiknya konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan Anda bagaimana cara mensiasatinya atau jika memungkinkan mengganti dengan obat dan vitamin yang tidak berisiko menyebabkan sembelit.

5. Tidak menunda ketika ingin buang air besar
Pada beberapa orang termasuk ibu hamil mungkin memiliki kebiasaan buruk satu ini yakni senang menunda-nunda ketika ingin buang air besar. Padahal, hal ini justru berdampak pada lemahnya otot-otot usus besar sehingga dalam fungsinya memproses sisa makanana turut terganggu. Akibatnya bisa menjadi sembelit. Karena itu, jangan membiasakan untuk menunda-nunda ketika ingin BAB.

6. Mengkonsumsi bakteri baik
Konsumsi probiotik bermanfaat untuk merangsanga bakteri alami pada usus untuk menguraikan sisa makanan. Dengan konsumsi probiotik, dapat menmbantu memperlancar proses buang air besar dan ibu hamil pun jadi terhindar dari sembelit.

7. Olahraga
Berolahraga membantu melemaskan otot tubuh tapi bukan berarti membuat otot menjadi kelebihan rileks. Berolahraga selama kehamilan justru membantu menghindarkan dari kekakuan otot yang sangat bermanfaat pada saat proses persalinan nanti. Selain itu, banyak bergerak pada saat hamil juga membantu mengatasi masalah sembelit.

Makanan untuk Mengatasi Susah BAB pada Ibu Hamil

ads

Makanan yang mengandung serat tinggi merupakan komponen terbaik untuk mangatasi masalah sembelit. Serat yang tinggi dapat ditemukan pada berbagai jenis sayuran hijau, kacangan-kacangan, dan buah-buahan. Untuk itu, berikut adalah beberapa contoh makanan yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mengatasi sembelit:

1. Pepaya
Pepaya merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin C dan serat yang kaya. Manfaat buah pepaya untuk ibu hamil sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil sebagai pencegah sekaligus mengatasi masalah sembelit.

2. Stroberi
Kandungan vitamin C pada stoberi tak kalah tinggi dengan pepaya sehingga buah ini termasuk yang baik untuk dikonsumsi sebagai alternatif mencegah sembelit. Selain membantu mencegah sembelit, manfaat strawberry bagi ibu hamil juga bisa mengatasi demam.

3. Mentimun
Kandungan vitamin C, kalsium, fosfor dan zat besi dapat membantu mengatasi keluhan sembelit dan merupakan manfaat mentimun bagi ibu hamil.

4. Wortel
Wortel juga merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung serat tinggi sehingga sangat baik untuk mengatasi dan mencegah sembelit. Manfaat wortel untuk ibu hamil selain itu adalah wortel mampu meringankan sakit saat saat kesulitan buang air besar.

5. Kismis
Dibandingkan dengan mengkosumsi obat pencahar kimia yang belum tentu aman untuk ibu hamil, mengkonsumsi kismis adalah lebih baik karena kismis bisa dijadikan sebagai alternatif pencahar alami oleh kandungan seratnya cukup tinggi. Untuk mengkonsumsinya disarankan merendamnya terlebih dengan sebelum dimakan. Lebih dianjurkan untuk memakannya rutin setiap pagi.

6. Madu
Madu merupakan salah satu pencahar alami selain kismis. Untuk mengatasi masalah sembelit cukup dengan mengkonsumsi madu secara langsung atau mencampurkannya dengan air hangat. Selain itu, manfaat madu untuk ibu hamil juga bersumber dari kandungan kalori yang cukup tinggi sehingga sekaligus dapat memberikan energi untuk ibu hamil dalam melakukan aktivitas.

7. Minyak Nabati
Minyak nabati memang memberikan kandungan gizi yang lebih baik jika dibandingkan dengan minyak kelapa sawit yang biasa dikonsumsi. Untuk itu, ada baiknya jika ibu menggunakan minyak nabati untuk alternatif sehari-hari. Karena minyak nabati juga bisa membantu mengatasi masalah sembelit. Selain digunakan dalam campuran masakan, bisa juga dikonsumsi langsung tapi kemungkinana ibu hamil tidak begitu menyukainya. Jadi boleh juga dicampurkan ke dalam salad atau bahan makanan lain saja.

Semoga bermanfaat.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Friday 06th, May 2016 / 11:19 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bumil