Sponsors Link

5 Bahaya Obat Maag Untuk Ibu Hamil

advertisement

Maag pada ibu hamil memang sangat wajar sebab perubahan hormon dalam tubuh memicu produksi asam lambung yang berlebihan. Seorang ibu hamil yang sebelumnya memang sudah menderita penyakit maag maka biasanya akan mengalami gejala yang lebih parah, terutama pada trimester pertama. Saat trimester pertama biasanya ada beberapa gejala kehamilan yang bisa memperburuk penyakit maag seperti mual, muntah dan kehilangan nafsu makan. Namun ketika banyak ibu hamil yang mengalami serangan maag maka mereka juga merasa ragu untuk minum obat maag.

Ibu hamil memang sangat rentan terhadap berbagai jenis obat, termasuk obat maag. Efek minum obat saat hamil dikhawatirkan bisa menganggu janin dan juga kesehatan ibu hamil itu sendiri. Tapi ketika serangan maag terjadi dan terpaksa ibu hamil minum obat maag,maka beberapa resiko bahaya yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Asma Pada Bayi

Gangguan kehamilan yang akan disebabkan oleh obat maag berdampak pada perkembangan janin yaitu asma pada bayi. Minum obat maag saat hamil bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan menderita penyakit asma. Penyakit ini bisa timbul karena merupakan reaksi alergi pada bahan yang terdapat pada obat. Bahkan bayi yang dilahirkan bisa menderita beberapa gangguan seperti sulit untuk bernafas dan bersin yang parah. Deteksi asma setelah dilahirkan pada bayi yang dilahirkan dari ibu dengan gangguan maag sangat penting dilakukan sejak dini.

   2. Penurunan Berat Badan

Ibu hamil yang terpaksa harus mengkonsumsi obat maag juga bisa mengalami penurunan berat badan dan mendorong bayi kekurangan nutrisi. Minum obat maag bisa membuat perut atau ulu hati menjadi lebih nyaman, tapi setelah itu bisa menimbulkan reaksi berlebihan seperti tidak nafsu makan atau takut untuk makan. Hal ini paling sering dialami oleh ibu hamil yang telah masuk ke trimester kedua dan ketiga serta telah mengatasi maag sejak trimester pertama.

Sponsors Link

    3. Serangan Maag yang Lebih Parah

Ketika ibu hamil minum obat maag maka pada awalnya semua gejala bisa diatasi dengan obat tersebut. Namun obat maag bisa menimbulkan reaksi yang berlebihan terhadap produksi asam lambung. Jika pada serangan pertama maag bisa diatasi dengan obat maag dengan dosis yang rendah. Namun ketika penyakit maag kembali maka biasanya membutuhkan dosis obat yang lebih tinggi. Jika tidak diberi obat maka maag  akan menjadi lebih berat. Hal inilah yang menyebabkan kondisi tubuh ibu hamil menjadi lebih lemah dan lebih sakit daripada sebelumnya.

4. Merusak Kehidupan Bakteri dalam Organ Pencernaan

Obat maag memang bisa mengendalikan produksi asam lambung yang berlebihan. Namun obat maag tidak hanya mengontrol asam lambung saja tapi juga bisa merusak bakteri baik yang ada dalam pencernaan. Karena itulah ibu hamil merasa perut mereka tidak nyaman setelah minum obat maag. Biasanya ibu hamil merasa perut tidak nyaman saat makan tapi juga akan sakit jika tidak makan. Justru kondisi ini yang lebih mengkhawatirkan, sebab janin bisa kekurangan nutrisi yang seharusnya diterima (Baca : Nutrisi ibu hamil).

     5. Memicu Pendarahan Organ Pencernaan

Minum obat maag saat hamil bisa menyebabkan masalah pendarahan pada organ pencernan dalam. Hal ini disebabkan karena produksi asam yang terus menerus ditekan dengan obat maag justru bisa menyebabkan produksi asam yang lebih tinggi. Ketika lambung dipenuhi dengan asam yang jumlahnya lebih besar maka bisa menyebabkan lapisan menjadi lebih tipis. Lapisan yang terus menipis bisa membuat lambung luka atau bocor yang menyebabkan pendarahan dari dalam. Jika hal ini terjadi maka perawatan intensif sangat dibutuhkan.

Sponsors Link

Cara Mengendalikan Maag untuk Ibu Hamil

Penyakit maag sebenarnya bisa dikendalikan dengan perubahan gaya hidup. Namun kesadaran untuk merawat maag secara alami harus dilakukan oleh ibu yang ingin hamil atau ketika menjalani program kehamilan. Berikut tips untuk mengatasi maag pada ibu hamil.

  • Atur pola makan yang baik sebelum menjalani program kehamilan, cara ini akan sangat efektif untuk mengatasi gangguan kehamilan dan naiknya asam lambung pada trimester pertama.
  • Konsumsi berbagai jenis makanan yang ringan dalam jumlah yang sedikit tapi sering sehingga lambung tidak bereaksi dengan tingginya produksi asam lambung.
  • Hindari mengkonsumsi makanan berat pada pagi hari karena bisa menyebabkan mual yang berlebihan sepanjang hari.
  • Biasakan untuk makan dengan lembut, hindari makan terlalu cepat karena dikhawatirkan banyak udara yang masuk ke pencernaan dan memicu produksi asam lambung.
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang digoreng, makanan yang terlalu pedas dan makanan yang asam.
  • Jangan biasakan tidur setelah makan, sebaiknya Anda mengisi waktu dengan berjalan-jalan atau sekedar duduk namun tidak tidur.
  • Gunakan pakaian yang nyaman untuk tubuh Anda terutama untuk bagian perut, jangan memakai pakaian yang ketat karena akan menekan perut yang bisa menyebabkan perut menjadi tidak nyaman.

Minum Obat Maag Saat Hamil

Jika ibu hamil terpaksa harus minum obat maag karena maag yang parah sebaiknya melakukan konsultasi dengan bidan atau dokter kandungan. Anda bisa minta resep obat maag yang paling aman. Golongan obat maag yang termasuk aman untuk ibu hamil adalah antasida yang bisa menetralisir produksi asam lambung. Tapi obat ini harus diminum paling tidak tiga jam setelah makan atau sebelum tidur. Obat ini bisa menyebabkan efek samping seperti mual dan diare.

Jadi, jika ibu hamil harus minum obat maag maka sebaiknya memang harus mendapat anjuran jenis obat yang dikonsumsi dari dokter. Demi keselamatan ibu hamil dan janin, sebaiknya tidak mengkonsumsi obat maag bebas dan segera melakukan pemeriksaan jika mengalami efek samping.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Sunday 06th, September 2015 / 13:39 Oleh :
Kategori : Obat Obatan