5 Obat Alergi untuk Ibu Hamil Yang Aman

Alergi adalah sebuah reaksi ketika tubuh ibu hamil tidak bisa menerima zat tertentu dari luar. Ketika alergi maka ibu hamil bisa mengalami beberapa dampak termasuk seperti gatal di seluruh bagian tubuh, flu, bercak merah pada kulit, bengkak, biduran, peradangan dan berbagai reaksi yang lain. Saat muncul maka ibu hamil bisa merasa tidak nyaman dan terkadang ibu juga khawatir dengan kondisi janin. Ada obat alergi untuk ibu hamil yang aman dan tidak aman. Obat yang aman berarti sudah pernah mendapatkan penelitian dan sudah disahkan oleh FDA. Sementara obat yang tidak aman sebaiknya tidak digunakan karena bisa menyebabkan reaksi atau efek samping pada ibu dan janin. Dibawah ini adalah semua jenis obat alergi untuk ibu hamil yang aman. (baca: bahaya alergi pada ibu hamil

  1. Cetirizine HCL

Cetirizine HCL merupakan salah satu jenis obat antihistamin yang berfungsi untuk meringankan semua gejala alergi. Beberapa keluhan alergi yang sering terjadi pada ibu hamil termasuk seperti gatal-gatal, bersin, pilek, gatal dan bengkak mata. Obat akan bekerja untuk memblokir zat tertentu dalam tubuh yang  biasanya menyebabkan reaksi alergi pada tubuh. Meskipun obat bisa mengobati beberapa reaksi alergi tersebut, tapi cetirizine HCL tidak bisa digunakan untuk merawat anafilaksis. Cetirizine HCl juga tidak bisa digunakan sebagai pengganti obat epinefrin untuk ibu hamil. (baca: gejala rubella pada ibu hamil – Bahaya Campak Bagi Ibu Hamil )

Cara penggunaan obat

  • Selalu menggunakan cetirizine HCL sendiri atau tidak digabung dengan jenis obat lain.
  • Obat harus digunakan sesuai dengan bentuk obat, obat kunyah harus dikunyah, obat larut harus dilarutkan dan obat cair harus diminum sesuai dosis.
  • Obat harus digunakan sesuai dengan dosis dan lihat kondisi usia juga respon tubuh terhadap obat.
  • Tidak boleh meningkatkan dosis tanpa mendapatkan persetujuan dari dokter yang merawat.
  • Jika reaksi alergi sama sekali tidak berkurang selama 3 hari maka segera periksa ke dokter dan dapatkan bantuan obat yang lain.

(baca: obat alergi untuk ibu menyusui – obat pilek untuk ibu hamil)

Efek samping obat

Informasi morning sickness:

  1. Chlorpheniramine (Tablet)

Chlorpheniramine termasuk salah satu jenis obat antihistamin yang sering digunakan untuk mengatasi reaksi alergi termasuk seperti flu, gejala alergi parah, ruam, gatal, demam, mata berair, hidung dan tenggorokan gatal, pilek, dan bersin. Obat sangat baik untuk alergi karena bisa memblokir antihistamin dalam tubuh yang memicu reaksi alergi. Obat akan bekerja untuk menghalangi asetilkolin yaitu zat yang dibuat oleh tubuh. Kemudian obat akan mengeringkan beberapa caitan tubuh yang berlebihan termasuk seperti mata berair dan pilek. (baca: obat sakit kepala untuk ibu hamil– Penyebab sering pusing saat hamil)

Cara menggunakan obat

  • Jika Anda mendapatkan obat tanpa resep dokter maka ikuti semua petunjuk dalam kemasan.
  • Sebaiknya obat digunakan tanpa makanan dan lebih baik menggunakan minuman untuk minum obat secara langsung.
  • Jika terjadi gangguan pada perut seperti mual maka obat bisa diminum dengan makanan seperti susu atau makanan semi padat.
  • Obat diminum sesuai dengan bentuk obat agar bisa mengurangi efek samping dan obat bisa bekerja dengan baik.
  • Jangan menggunakan obat melebihi dosis karena bisa meningkatkan reaksi terhadap alergi, dan alergi bisa menjadi lebih parah.

(Baca: bahaya amoxicillin bagi ibu hamil – bahaya antibiotik bagi ibu hamil)

Efek samping obat

  • Bisa memicu rasa mengantuk yang parah. Kemudian bisa membuat ibu hamil merasa sakit kepala, penglihatan kabur, koordinasi yan berkurang, mulut kering dan sakit pada tenggorokan.
  • Obat bisa memicu reaksi sembelit yang parah untuk ibu hamil.
  • Jika ibu hamil mengalami mulut kering maka bisa minum banyak air putih, hindari minuman yang manis , dan cairan lain seperti jus.
  • Obat bisa menyebabkan lendir paru-paru mengering dan menebal sehingga bisa memicu reaksi pernafasan dan berbahaya untuk ibu hamil.
  • Jika berlebihan maka bisa menyebabkan reaksi tidak nyaman seperti gugup, halusinasi, dengung pada telinga dan sulit buang air kecil.

Baca juga:

  1. Diphenhydramine HCL

Diphenhydramine juga termasuk salah satu golongan obat antihistamin yang bisa meringankan semua gejala alergi. Diantaranya termasuk seperti gatal-gatal, demam, flu, bersin-bersin, mata berair, bengkak, biduran, batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Obat ini juga bisa mengatasi mabuk darat pada ibu hamil yang sering menyebabkan mual, muntah, sakit kepala dan bisa menyebabkan reaksi nyaman atau tidur. Obat akan bekerja untuk memblokir antihistamin dalam tubuh yang menyebabkan reaksi alergi.

Cara menggunakan obat

  • Jika ibu mendapatkan obat dari apotik maka ikuti petunjuk sesuai kemasan atau mengikuti aturan dari apoteker.
  • Gunakan obat sesuai dengan bentuk obat, apakah itu cair, kapsul atau tablet.

Efek samping obat:

  • Bisa memicu reaksi tidak nyaman seperti penglihatan kabur, sakit kepala, sembelit, mulut kering dan sakit tenggorokan. Jika efek terjadi terus menerus maka sebaiknya penggunaan obat dihentikan. (baca: obat sakit kepala untuk ibu hamil– Penyebab sering pusing saat hamil)
  • Ibu hamil harus segera mendapatkan perawatan jika mengalami beberapa reaksi termasuk seperti detak jantung lebih cepat, bergetar, bingung, gelisah, sulit buang air kecil, dan kejang.
  • Ibu harus juga harus segera mendapatkan bantuan dokter jika mengalami gatal yang parah, ruam, sakit tenggorokan, pusing yang sangat buruk dan tidak bisa bernafas. (Baca juga: Asma Saat Hamil , Obat Asma untuk Ibu Hamil)
  1. Fexofenadine HCL

Fexofenadine juga termasuk obat antihistamin yang bisa meringankan semua gejala alergi termasuk seperti gatal, mata bengkak, mata berair, pilek, hidung gatal dan semua bagian tubuh lain yang gatal. Obat juga bekerja untuk menciptakan zat tertentu yang menghalangi antihistamin sehingga reaksi alergi akan berhenti dengan cepat.

Cara menggunakan obat

  • Jika ibu mendapatkan obat dari apotik maka ikuti semua petunjuk pada kemasan obat dan minta keterangan dari petugas apotik. Obat ini paling umum digunakan sebanyak dua kali sehari untuk setiap 12 jam sekali.
  • Minum obat sesuai dengan jenis obat, termasuk untuk obat cair, kapsul atau tablet.
  • Obat tidak boleh digunakan bersamaan dengan jenis obat untuk mengobati maag termasuk obat maag yang mengandung magnesium dan alumunium.

Efek samping obat

  • Obat bisa menyebabkan efek samping jika digunakan secara berlebihan termasuk seperti batuk, demam, sakit perut dan reaksi perut yang melilit atau perih.
  • Obat bisa menyebabkan reaksi alergi menjadi lebih berat termasuk seperti ruam, gatal parah, bengkak, sulit bernafas dan sakit pada tenggorokan.

Informasi makanan sehat untuk ibu hamil:


  1. Loratadine

Loratadine merupakan jenis obat yang bekerja untuk menghilangkan reaksi alergi. Beberapa reaksi alergi yang bisa diatasi termasuk seperti gatal, pilek, batuk, demam, mata berair dan bersin-bersin. Obat sangat baik untuk mengobati reaksi gatal parah yang disebabkan oleh alergi terhadap berbagai sumber alergi. Obat juga tidak bisa mengobati reaksi alergi parah yang memicu terjadinya anafilaksis.

Cara menggunakan obat

  • Setiap obat yang dibeli diapotik harus digunakan sesuai dengan dosis pada kemasan obat. Jika tidak jelas maka segera tanyakan pada petugas apotik. Jika obat sesuai dengan petunjuk dokter maka lihat kembali aturan untuk minum obat tersebut.
  • Jika reaksi alergi tidak berkurang setelah minum obat selama 3 hari maka segera minta bantuan dokter untuk mendapatkan perawatan.

Efek samping obat

  • Sebenarnya obat jarang menyebabkan reaksi alergi sehingga biasanya sangat aman untuk ibu hamil.
  • Reaksi alergi bisa menjadi serius dengan tanda seperti gatal yang parah, reaksi ruam, bengkak pada wajah, sulit bernafas dan gejala tidak nyaman. Efek ini biasanya terjadi akibat tubuh menolak obat atau mendapatkan reaksi yang baru. Segera minta bantuan dokter ketika mengalami gejala tersebut.

Itulah semua jenis obat alergi untuk ibu hamil yang termasuk dalam obat medis. Setiap ibu hamil bisa mengalami reaksi yang berbeda-beda sehingga segera minta bantuan dokter jika mengalami reaksi yang berlebihan.

, ,
Post Date: Wednesday 19th, July 2017 / 06:40 Oleh :
Kategori : Obat Obatan
MUST READ
Perkembangan Janin / Bulan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Perkembangan Bayi/ Bln : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12