Tes Darah Saat Hamil

Tes darah saat hamil banyak dilakukan, hal itu dikarenakan tes darah tersebut sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil. Saat hamil, tidak jarang mengalami berbagai macam komplikasi. Komplikasi itu bisa dicegah dan bisa ditangani dengan melakukan tes darah. Tes darah biasa dilakukan di jari ibu hamil, namun tidak hanya bagian itu saja. Tes juga bisa dilakukan dengan mengambil sejumlah darah di otot lengan ibu hamil. Pengambilan sampel darah di otot lengan ibu hamil biasanya hanya dilakukan satu kali atau dua kali saja setiap kehamilan, sedangkan tes darah yang dilakukan di ibu jari bisa dilakukan berkali-kali.

tes darah saat hamilPengertian Tes Darah

Tes darah adalah pemeriksaan dengan menggunakan sampel darah yang diambil menggunakan suntikan sebanyak 50 cc kemudian dilakukan pengecekan di laboratorium. Tes darah saat hamil, bisa dilakukan saat kandungan berusia minimal 8 minggu, 10 minggu atau 12 minggu bahkan saat mendekati persalinan. Tes darah yang dilakukan bukan tanpa alasan, namun memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil. Tes darah juga bisa dilakukan dengan suntikan di ibu jari.

Fungsi dan Manfaat

Tes darah tentu saja sangat berfungsi bagi ibu hamil. Sayangnya tidak semua ibu hamil memahami hal ini. Banyak ibu hamil yang nurut-nurut saja saat disuruh untuk melakukan tes ini-itu, namun sedikit sekali ibu hamil yang menanyakan dan mengetahui sebenarnya fungsi dari tes darah ini. Berikut ini manfaat dan fungsi dari melakukan tes darah saat kehamilan :

1. Mengetahui Golongan Darah

Salah satu manfaat dan tujuan dari tes darah adalah untuk mengetahui golongan darah ibu hamil. Banyak ibu hamil yang tidak mengetahui golongan darahnya. Jika sampai ini terjadi, kondisi tersebut akan menyusahkan pihak medis untuk melakukan transfusi saat mengalami masalah kehamilan tertentu. Untuk melakukan transfusi darah, diperlukan golongan darah yang sesuai dengan darah ibu hamil.

Jika transfusi yang dilakukan tidak menggunakan golongan darah yang cocok akibatnya bisa menyebabkan penggumpalan darah di dalam tubuh ibu hamil. Oleh sebab itulah, deteksi golongan darah dengan menggunakan tes darah sangatlah diperlukan.

2. Memeriksa Gula Darah

Tes darah saat hamil akan dapat mengetahui tingkatan kadar gula darah di dalam tubuhnya. Gula darah yang tinggi bisa menyebabkan komplikasi pada saat kehamilan. Gula darah bisa menyebabkan gangguan kehamilan yakni terkena diabetes. Jika ibu hamil terkena diabetes akibatnya adalah ibu hamil sehabis melahirkan akan kesulitan dalam mengeringkan jahitan dan luka sehabis melahirkan.

3. Mengetahui Kadar Hemoglobin dan Zat Besi

Salah satu fungsi penting tes darah saat hamil adalah untuk mengetahui kadar zat besi dan hemoglobin di dalam tubuh ibu hamil. Ibu hamil biasanya akan mengalami anemia hal itu dikarenakan darah di dalam ibu hamil akan dibagi menjadi dua yaitu untuk ibu hamil dan untuk bayi yang dikandungnya. Semakin aktif bayi di dalam kandungan, semakin banyak pula bayi membutuhkan gizi ibu hamil dalam aliran darah di dalam tubuhnya.

Hal itulah yang membuat ibu hamil akan kekurangan aliran darah di dalam tubuhnya dan terkena anemia. Pengecekan kadar hemoglobin dan kadar zat besi di dalam tubuh ibu hamil berguna untuk menghindari anemia pada saat hamil dan saat melahirkan. Saat melahirkan, ibu hamil membutuhkan jumlah hemoglobin atau zat besi yang cukup. Jumlah normal zat besi yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah 11,5. Kurang dari kadar tersebut bisa membuat ibu hamil terkena anemia.

4. IMS

Salah satu fungsi tes darah yang dilakukan oleh ibu hamil adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi menular seksual yang ibu miliki. Hal tersebut berguna dan bermanfaat bagi ibu hamil untuk mencegah penularan infeksi tersebut terhadap janin di dalam kandungan ibu hamil. IMS yang diderita ibu hamil jika tidak segera ditangani bisa ditularkan kepada anak.

5. HIV

Tes darah saat hamil berfungsi untuk mengetahui ada atau tidaknya virus HIV di dalam tubuh ibu hamil. Jika ibu hamil positif mengidap HIV, janin pun bisa terinfeksi. Oleh sebab itulah tes darah bisa digunakan untuk mengantisipasi penularan virus HIV kepada janin yang dikandungnya.

6. TORCH

Tes darah biasanya akan dilakukan saat mengalami tanda-tanda kehamilan, salah satu fungsi dari tes darah yang dilakukan tersebut adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya virus TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Jika sampai ibu hamil menderita TORCH, resiko keguguran pada ibu hamil sangat besar. Tidak hanya itu saja, TORCH juga bisa membuat janin yang dilahirkan akan menderita kecacatan, komplikasi bahkan bisa menyebabkan kematian.

Virus TORCH ini harus dibersihkan atau dijinakkan. Agar tidak meganggu tumbuh kembang janin di dalam kandungan. TORCH ( toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus dan herpes ) membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhan. TORCH pada wanita juga bisa menyebabkan susah hamil.

7. Kelainan Genetik

Tes darah saat hamil juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi apakah bayi yang dikandung memiliki kelainan genetik. Kelainan genetik itu berupa kolesterol tinggi, cystic fibrosis atau kelainan yang menyebabkan penyakit multi sistem, kelainan dari sel darah merah dan juga thalassemia atau kelainan asam amino yang bermanfaat dalam pembentukan hemoglobin / sel darah merah di dalam tubuh.

Kelainan genetik yang bisa dideteksi meggunakan tes darah. Tidak hanya itu saja, namun tes darah yang dilakukan bisa untuk mendeteksi kelainan lemak sel. Terutama sel yang letaknya di dalam otak dan juga sel syaraf.

8. Mengetahui Kadar Sel Darah Putih

Pemeriksaan darah yang dilakukan oleh ibu hamil juga bermanfaat untuk mengetahui jumlah leukosit atau sel darah putih yang ada di dalam tubuh ibu hamil. Tidak hanya trombosit dan Hb saja yang dicek namun leukosit pun juga akan dicek dan bisa mempengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil. Jumlah sel darah putih yang diperiksa melalui tes darah bisa berfungsi untuk mengetahui adanya infeksi yang ada di dalam tubuh ibu hamil, yang bisa menjadi penyebab keguguran.

9. Mengatahui Adanya Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B tidak boleh diabaikan. Virus hepatitis B bisa menyebabkan janin yang dikandung oleh ibu hamil mengalami berbagai macam penyakit hati. Penyakit hati tersebut misalnya adalah sirosis hati, pengerutan hati, kerusakan hati, liver bahkan kanker hati. Virus hepatitis B bisa membuat janin ibu hamil ikut terinfeksi dengan virus tersebut.

Oleh sebab itulah deteksi dini virus hepatitis B sangat diperlukan. Jika HBsAg ibu hamil positif maka paramedis harus mencegah terjadinya penularan virus dari ibu hamil ke janin. Jika HBsAg nya sifatnya negatif diperlukan pengecekan kembali saat mau persalinan. Tujuannya adalah untuk menangani bayi yang dilahirkan dengan mengidap virus hepatitis B.

10. Mengetahui Rhesus

Tes darah saat hamil ditujukan untuk mengetahui rhesus sang ibu dan juga sang anak. Rhesus ibu dan anak haruslah cocok. Misalnya saja ibu hamil memiliki rhesus positif, sedangkan rhesus suaminya adalah negatif. Kondisi itu secara alami akan menghasilkan zat antibodi yang justru menyerang janin yang ada di dalam kandungannya. Antibodi itu bisa membuat sel darah merah janin bisa menjadi rusak.

Jika sel darah merah pada janin rusak, akibatnya adalah perkembangan janin akan mengalami berbagai macam komplikasi. Komplikasi itu misalnya adalah bayi mengalami anemia, otak dan jantung mengalami kerusakan berbagai macam penyakit komplikasi lainnya. Mengetahui rhesus tersebut sama pentingnya dengan mengetahui golongan darah ibu hamil.

11. Mengetahui Gangguan Saluran Syaraf  dan Tulang Belakang Janin

Salah satu fungsi tes darah saat hamil adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan syaraf dan juga kondisi tulang belakang janin. Pemeriksaan itu disebut dengan AFP atau alpha fetoprotein.

Waktu Melakukan Tes Darah Saat Hamil

Tidak setiap waktu ibu hamil bisa melakukan tes darah. Ada saat-saat tertentu saat ibu hamil bisa melakukan tes darah ini. Berikut ini waktu yang tepat untuk melakukan tes darah :


Usia Kandungan 8-12 Minggu – Tes darah yang dilakukan dengan mengambil sampel darah di otot lengan ibu bisa dilakukan saat usia kehamilan ibu menginjak usia 8-12 minggu. Para medis akan melakukan tes darah dalam rentang waktu tersebut. Bisa saat usia kandungan 8 minggu, 9 minggu, 10 minggu, 11 minggu atau bahkan 12 minggu.

Usia 28 Minggu – Saat mendekati persalinan, ibu hamil akan dicek hb nya secara terus menerus. Cek Hb itu bisa dilakukan saat usia kandungan 28 minggu sampai mendekati persalinan. Ibu hamil hanya akan dilakukan pengecekan menggunakan jari tangannya bukan melalui otot tangannya. Pengecekan Hb tersebut penting untuk mengetahui kadar Hb ibu hamil, jika ibu hamil memiliki hb rendah maka bisa diantipasi sebelum persalinan tiba.

Mendekati Persalinan- Saat ibu hamil sudah merasakan tanda-tanda persalinan, paramedis biasanya akan melakukan pemeriksaan darah dengan mengambil sampel darah ibu hamil. Hal itu dilakukan untuk melakukan pengecekan kembali terhadap kondisi kesehatan ibu, terutama dengan virus hepatitis B. Bisa saja saat awal kehamilan ibu hamil memiliki virus hepatitis negatif dan setelah mendekati persalinan virus hepatitis B ditemukan dalam diri ibu hamil.

, , ,
Post Date: Thursday 07th, May 2015 / 07:10 Oleh :
Kategori : Kehamilan