Sponsors Link

14 Ciri Ciri Keputihan yang Berbahaya dan Cara Mencegahnya            

advertisement

Keputihan adalah sebuah cairan putih yang memang keluar dari organ intim wanita. Keputihan bisa terjadi pada wanita yang sudah mengalami ciri menstruasi akan datang, keputihan saat hamil dan juga keputihan menjelang menstruasi. Ada berbagai jenis keputihan yang bisa terjadi pada wanita sesuai dengan warna, aroma, dan tingkat konsistensi. Wanita yang masuk dalam masa subur juga bisa mengalami keputihan sebagai tanda pematangan sel telur. Pada dasarnya keputihan adalah kondisi yang normal ketika secara alami bagian organ intim wanita ingin membersihkan diri dari sel-sel yang berbahaya akibat pH yang tidak seimbang. Namun semua jenis penyebab keputihan harus dicari dan diwaspadai oleh wanita.

Wanita pada dasarnya harus mengetahui apakah keputihan itu  berbahaya atau tidak. Dibawah ini adalah beberapa ciri ciri keputihan yang berbahaya.

  1. Keputihan disertai dengan rasa gatal

Keputihan yang tidak memiliki aroma, lebih cair namun menyebabkan rasa gatal bisa disebabkan oleh infeksi clamidia. Ini termasuk jenis infeksi yang sangat umum namun tetap membutuhkan perawatan hingga bisa sembuh. Keputihan ini juga bisa disebabkan oleh penyakit menular seksual. Hal yang paling berbahaya adalah jika infeksi menyebar hingga ke saluran kemih yang bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. (baca: cara mencegah keputihan – cara mengatasi keputihan gatal)

  1. Bau keputihan busuk

Wanita yang mengalami keputihan dengan aroma yang busuk harus sangat waspada. Keputihan ini bisa ditandai dengan bentuk yang lebih kental, aroma yang menyengat dan juga warna yang hijau atau kekuningan. Keputihan ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Terkadang keputihan ini juga bisa menjadi pertanda infeksi berat atau penyakit yang lebih berat seperti kanker serviks,  kista, kista ovariumtanda-tanda miom atau gejala endometriosis.

  1. Keputihan disertai dengan sering buang air kecil

Jenis keputihan lain yang berbahaya adalah jika keputihan yang keluar lebih cair atau terkadang tegas namun juga sering buang air kecil. Kondisi ini terkadang juga menyebabkan rasa panas saat buang air kecil. Wanita mungkin akan sering mengalami hal ini sebagai tanda dari infeksi saluran kemih. Perawatan sangat diperlukan sebab jika berlanjut ke kondisi yang kronis maka bisa menyebabkan gagal ginjal dan infeksi pada ginjal. (baca: infeksi saluran kemih pada ibu hamil)

  1. Keputihan disertai dengan pendarahan

Keputihan yang disertai dengan pendarahan bisa terjadi pada masa setelah menstruasi atau menjelang menopause. Keputihan ini bisa sangat berbahaya karena menandakan ada masalah pada organ reproduksi. Beberapa wanita yang mengalami keputihan ini ternyata mendapatkan diagnosis kanker rahim atau kanker serviks. Ibu hamil yang mengalami keputihan seperti ini bisa menjadi pertanda keguguran. (baca: bahaya berhubungan intim saat haid)

ads

  1. Keputihan cair tapi terus menerus

Keputihan yang cair seperti keputihan biasa namun keluar secara terus menerus. Kondisi ini menandakan ada infeksi yang sangat serius pada organ intim. Herpes genital atau herpes pada bagian organ intim bisa menyebabkan keputihan yang lebih cair dan perih di sekitar kelamin. Penyakit ini bisa mudah menular lewat hubungan seksual. Perawatan sangat diperlukan untuk menyembuhkan infeksi dan mencegah agar tidak terjadi infeksi berulang. (baca: herpes zoster pada ibu hamil – bahaya herpes bagi ibu hamil)

  1. Keputihan disertai warna abu-abu atau kehijauan

Wanita yang mengalami keputihan disertai dengan warna abu-abu atau kehijauan terutama setelah menstruasi bisa menjadi pertanda bahwa darah menstruasi belum bersih. Terkadang keputihan akan menyebabkan warna kecoklatan yang lebih kuat. Jika seperti ini maka waktu menstruasi harus ditungg, jika diluar kebiasaan maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. Infeksi juga mungkin bisa terjadi pada organ reproduksi dalam termasuk rahim atau saluran tuba falopi.

  1. Keputihan disertai demam

Beberapa wanita yang mengalami keputihan disertai dengan demam harus sangat waspada. Demam bisa menjadi petunjuk bahwa keputihan menjadi infeksi yang sudah mempengaruhi sistem tubuh. Untuk memastikan penyebab maka dokter akan mengalami gejala keputihan termasuk sudah berapa lama keputihan terjadi, aroma keputihan dan warna keputihan. Pengujian di laboratorium sangat diperlukan untuk mengetahui apa penyebab keputihan yang sebenarnya.

  1. Keputihan disertai dengan nyeri panggul

Wanita yang mengalami keputihan disertain dengan nyeri panggul juga harus sangat waspada. Keputihan ini bisa terjadi akibat infeksi ataupun tanda kanker serviks dan kanker rahim. Nyeri panggul biasanya terjadi akibat adanya peradangan di bagian organ dalam panggul. Untuk memastikan penyebab yang sebenarnya maka pemeriksaan oleh dokter sangat diperlukan.

  1. Keputihan dengan tekstur kental

Keputihan dengan tekstur yang lebih kental biasanya terjadi pada wanita menjelang menstruasi. Biasanya satu minggu sebelum menstruasi memang keputihan ini terjadi akibat perubahan hormon sesaat. Namun jika keputihan berlangsung lebih lama maka bisa menjadi pertanda ada penyakit tertentu sehingga memberi dampak yang serius. Infeksi dari trichomoniasis juga bisa terjadi dengan gejala keputihan seperti ini. (baca: obat keputihan untuk ibu hamil)

  1. Keputihan disertai darah saat hamil

Ibu hamil yang mengalami keputihan harus waspada dengan kondisi keputihan yang terjadi. Keputihan yang disertai darah bisa menjadi masalah termasuk adanya polip dalam organ intim dalam, kehamilan ektopik, atau juga kanker rahim. Namun pada dasarnya semua keputihan yang terjadi pada ibu hamil harus mendapatkan perawatan yang intensif agar bisa menjalani kehamilan dengan sehat. (baca: Penyebab keputihan pada ibu hamil  – cara mencegah keputihan)

  1. Keputihan lebih kental dan sangat putih

Keputihan dengan tanda putih dan lebih kental bisa terjadi akibat infeksi jamur. Umumnya keputihan seperti ini sangat mudah diobati termasuk dengan obat khusus anti jamur. Wanita yang mengalami keputihan ini sebaiknya juga tidak menggunakan sabun atau produk apapun untuk membersihkan organ intim, menggunakan pakaian yang basah, dan sebaiknya tidak berenang untuk sementara waktu hingga keputihan sembuh.

  1. Keputihan hijau dan berbusa

Keputihan yang berwarna hijau, berbusa dan aroma yang tidak enak bisa disebabkan oleh  gonorrhea. Ini salah satu penyakit menular seksual yang harus mendapatkan perawatan medis secara intensif. Keputihan yang disebabkan oleh jamur terkadang juga bisa menunjukkan tanda ini. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti biasanya dokter akan melakukan pengujian.

  1. Keputihan dengan bau amis

Keputihan yang disertai dengan bau amis bis menjadi ciri cici keputihan yang berbahaya. Kondisi ini juga biasanya disertai dengan nyeri pinggang, sakit saat buang air kecil dan tidak nyaman pada organ intim. Keputihan ini bisa terjadi akibat keseimbangan mikroorganisme yang tidak seimbang dalam organ intim. Beberapa obat seperti antibiotik bisa diperlukan dengan resep dokter. Wanita dengan keputihan ini juga sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual bebas atau  bersama pasangan tetap.

  1. Keputihan saat menggunakan alat KB

Wanita yang mengalami keputihan saat menggunakan alat kontrasepsi juga bisa menjadi hal yang berbahaya. Beberapa jenis alat KB yang sering menyebabkan keputihan seperti IUD dan pil KB. Namun Anda bisa menandai apakah keputihan ini berbau atau tidak, cair atau kental dan perih atau tidak. Jika tidak ada tanda – tanda lain maka keputihan bisa sangat normal. Tapi jika disertai dengan tanda lain maka keputihan bisa berbahaya akibat pengaruh hormon atau alat KB yang digunakan. Untuk mencegah agar keputihan tidak lebih berat maka sebaiknya menghindari semua jenis sabun untuk organ intim. (baca: efek samping pil KB – bahaya KB suntik – hamil saat masih pakai alat KB

Sponsors Link

Tips mencegah keputihan

  1. Perhatikan jika Anda ingin menggunakan toilet umum. Bersihkan toilet dengan air atau tisu sebelum menggunakan toilet tersebut. Toilet umum menjadi tempat yang paling sering menularkan berbagai infeksi seksual termasuk akibat jamur, bakteri atau virus.
  2. Biasakan untuk menggunakan pakaian atau celana yang mudah menyerap keringat seperti celana dengan bahan katun.
  3. Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat karena celana ketat bisa menyebabkan organ intim tidak mendapatkan sirkulasi udara yang memicu infeksi dari jamur atau bakteri. Terkadang celana ketat juga bisa menyebabkan tekanan pada organ reproduksi wanita sehingga tidak baik untuk kesehatan.
  4. Pastikan Anda selalu memeriksa sabun atau bahan kimia yang digunakan untuk mencuci pakaian dalam. Hindari bahan kimia yang justru bisa memicu keputihan karena kandungan senyawa kimia yang tertinggal dalam bahan pakaian.
  5. Hindari menggunakan berbagai jenis sabun atau cairan untuk membersihkan organ intim. Semua jenis sabun ini bisa menyebabkan organ intim kehilangan pH alami dan justru memicu infeksi yang lebih buruk.
  6. Hindari terlalu sering berenang di kolam renang umum yang tidak bersih. Kolam renang paling sering menyebarkan infeksi sehingga sangat berbahaya untuk organ intim.
  7. Hindari terlalu sering berendam dengan air hangat karena bisa menyebabkan masalah keseimbangan pH untuk organ intim.
  8. Bersihkan area intim dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi bakteri dari organ sekitarnya termasuk anus.
  9. Biasakan untuk menjaga kebersihan area intim, menggunakan pakaian yang selalu kering dan menjaga agar area intim tidak terlalu lembab.

Ciri ciri keputihan yang berbahaya memang harus dikenali oleh semua wanita. Selain itu keputihan yang terjadi dalam jangka panjang bisa menjadi kondisi yang mengkhawatirkan. Melakukan pemeriksaan dan mendapatkan diagnosa pasti dari dokter akan lebih baik untuk mencegah penyakit reproduksi untuk wanita.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Saturday 07th, January 2017 / 02:49 Oleh :
Kategori : Kewanitaan