Sponsors Link

Darah Haid Berwarna Hitam Pekat – Penyebab dan Cara mengatasinya

advertisement

Apakah anda salah satu yang mengalami darah haid berwarna hitam pekat? Jika iya, maka Anda perlu untuk mengetahui penjelasan mengenai penyebab darah haid Anda menjadi hitam tersebut. Sebelum itu, Anda terlebih dahulu harus mengetahui hal-hal mendasar mengenai haid yang normal.

Ciri-ciri Menstruasi Normal

Menstruasi (haid) merupakan pertanda biologis dari kematangan seksual seorang wanita. Usia wanita pada waktu pertama kali haid (menarche) adalah 10-16 tahun, tetapi rata-rata pada usia 12,5 tahun. Pada tiap-tiap wanita sendiri, tak jarang mereka mengalami haid yang berbeda-beda sehingga permasalahan haid yang dialami pun juga bervariasi.Untuk mengetahui apakah haid yang dialami mengalami gangguan atau tidak, terlebih dahulu Anda perlu mengetahui bagaiman haid yang normal itu sendiri.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai apa saja ciri-ciri haid yang normal sehingga bisa menjadi pembanding dengan haid yang Anda alami.

  • Siklus Haid

Siklus haid pada wanita bermacam-macam, mulai dari rentang waktu 21 hari. Bahkan ada yang lebih pendek dari 21 hari, sampai 45 hari. Akan tetapi secara umum, siklus haid yang biasa dialami wanita adalah 28 hari. Sementara bagi remaja, siklus haidnya terkadang masih belum teratur namun tidak  jauh berbeda dari rentang waktu tersebut, karena remaja membutuhkan paling tidak sekitar tiga tahun untuk mendapatkan masa haid yang terbilang tetap.

Perbedaan (maju atau mundur) siklus haid dalam setiap bulan apabila masih dalam perbedaan hari yang tidak terlalu besar, misalnya bulan ini lebih cepat atau lebih lambat dua sampai tiga hari daripada bulan sebelumnya, maka masih bisa dikatakan dalam range yang normal. Sedangkan range yang jauh berbeda (misal perbedaan sampai satu minggu atau lebih), dapat dikatakan siklus haid itu tidak normal. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya ialah faktor hormonal. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk selalu memantau siklus bulanan haid dengan mencatatnya pada kalender atau buku pengingat.

  • Lama Haid

Lama haid yang normal dalam satu kali siklus ialah berkisar antara 3 sampai 7 hari.

  • Darah Haid

Darah yang keluar saat haid memiliki ciri khas berbau amis seperti bau ikan, tetapi tidak menyengat dan tidak menimbulkan bau busuk. Warna darah pun terbilang bervariasi karena bersamaan dengan darah haid akan keluar sisa-sisa jaringan endometrium serta disertai lendir.

  • Jumlah Darah

Untuk mengukur jumlah darah yang dikeluarkan selama satu siklus haid, yang dijadikan acuan ialah daya tampung pembalut. Ada yang berukuran kecil 6 cc, ukuran reguler 9 cc,  sampai yang besar 20 cc. Umumnya, jumlah darah haid yang dikeluarkan selama satu kali periode haid adalah sekitar 20 sampai 60 cc.

  • Nyeri Haid

Nyeri pada saat haid (dismenhorea) dikatakan normal apabila terjadi selama 1 sampai 2 hari pada saat menstruasi. Hal ini desabkan oleh ‘luka’ yang terjadi pada saat dinding endometrium mengalami peluruhan. Namun, intensitas rasa nyeri ini sendiri pada tiap-tiap wanita adalah berbeda. Bahkan ada yang tidak pernah merasakan nyeri sama sekali saat haid juga merupakan hal yang normal. Sebaliknya, apabila nyeri ini berlangsung dalam waktu lama sampai seminggu atau lebih, maka yang bersangkutan wajib segera memeriksakan diri ke dokter.

  • PMS (Pre-Menstrual Syndrome)

PMS sebenarnya bukanlah penyakit. hal ini wajar dialami oleh setiap wanita menjelang masa haidnya oleh karena pengaruh perubahan hormon. Meski pada tiap-tiap wanita sendiri mengalami gejala yang berbeda, yang paling umum terjadi ialah perubahan emosi, payudara terasa nyeri dan berawat, meningkatnya nafsu makan, banyak tumbuh jerawat, serta mudah kelelahan.

Sponsors Link

Nah, keenam hal yang telah disebutkan di atas merupakan penjelasan daripada menstruasi yang normal. Lain-lain daripada itu, maka sudah sepatutnya untuk seorang wanita waspada terhadap keadaan tubuhnya sendiri.

Lantas, bagaimana dengan permasalah warna darah haid yang kehitaman sampai hitam pekat?

Tidak jarang ketika haid wanita akan menemukan warna darahnya berbeda-beda. Ada yang merah darah, merah pekat, kecokelatan, bahkan darah haid berwarna hitam pekat. Perlu diketahui, perbedaan warna pada darah haid itu sangat dipengaruhi oleh komponen yang terdapat atau keluar bersamaan dengan darah haid itu sendiri. Umumnya, darah hai itu terdiri atas cairan darah, lendir, dan sisa jaringan dinding rahim (endometrium) yang mengalami peluruhan. Hal inilah yang menyebabkan warna keluaran darah haid tidak selalu merah segar. Selain dipengaruhi oleh beberapa komponen tersebut, warna darah haid juga dipengaruhi oleh  keadaan asam-basa dan cairan Miss V.

Darah haid akan berwarna merah segar apabia komponen terbanyak dari darah haid itu adalah darah merah sendiri. Darah haid akan menjadi nampak kecokelatan apabila banyak mengandung lendir. Sementara darah haid yang kehitaman disebabkan  oleh sisa-sisa jaringan endometrium yang lebih banyak, termasuk pada wanita yang mengalami anemia juga mengalami warna darah haid yang lebih kehitaman. Namun, yang perlu diketahui ialah warna haid tidak memengaruhi kriteria normal atau tidaknya haid. Akan tetapi dilihat dari siklus, lama, dan jumlah darah.

Darah Haid yang Bermasalah

Meski telah disebutkan bahwa warna darah haid bukanlah menjadi patokan utama untuk menentukan normal atau tidaknya haid seseorang, akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan juga bahwa warna haid menunjukkan tanda bahwa adanya beberapa masalah. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan mengenai hal-hal yang menyebabkan darah haid Anda bermasalah.

  • Keguguran

Seseorang bisa saja tidak menyadari bahwa ternyata ia sedang dalam keadaan hamil (terutama pada wanita yang belum pernah mengandung sama sekali). Sehingga, pada saat terjadi perdarahan pervaginam ia akan mengira bahwa dirinya mengalami perdarahan bulanan alias haid seperti biasanya.

ads

Maka perdarahan yang terjadi oleh karena seseorang mengalami keguguran ialah terdapat banyak gumpalan darah atau jaringan. Karenanya, jika anda mengalami perdarahan haid dengan gumpalan darah yang keluar lebih banyak dari biasanya, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan keadaan anda. (Baca juga : tanda tanda keguguranmakanan pasca keguguran)

  • Fibroid

Fibroid merupakan tumor jinak yang terbentuk di rahim tanpa menimbulkan gejala yang signifikan, bahkan sampai tidak ada gejala sama sekali. Namun anda perlu mencurigai ketika jumlah darah haid lebih banyak dari biasanya karena fibroid di dalam rahim memungkinkan anda memiliki gumpalan darah yang lebih banyak dari biasanya.

  • Perubahan Hormonal

Hormon estrogen dan progesteron merupakan hormon yang sangat penting bagi perempuan. Kedua hormon inilah yang mengatur lapisan rahim dan beserta produksinya. Terganggunya keseimbangan hormon ini akan menyebabkan pengembangan lapisan rahim yang tidak normal di mana bisa terjadi penebalan yang tidak seharusnya. Akibat dari penebalan yang terjadi, berdampak pula pada perdarahan haid yang menjadi lebih banyak serta dapat menyebabkan pembekuan darah haid. Beberapa hal penyebab perubahan hormonal ini ialah:

  • Menopause
  • Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu terutama yang mengandung steroid
  • Perubahan berat badan yang drastis
  • Ukuran uterus yang tidak normal, yakni terlalu besar
  • Obsturksi, adanya sesuatu yang menghalangi atau menghambat aliran darah haid keluar dari vagina
  • Adenomiosis atau endomoetriosis, yakni adanya pertumbuhan jaringan pembentuk lapisan rahim yang salah

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami :

  • Siklus, lama, jumlah darah haid yang tidak teratur
  • Terjadi perdarahan di luar siklus haid yang terlalu sering
  • Kelelahan yang sangat meski hanya melakukan aktivitas normal biasa
  • Pucat

Cara Mengatasi Masalah Haid

  • Asupan gizi

Nutrisi yang sehat dan seimbang sangat dibutuhkan terutama pada saat mengalami menstruasi. Memakan makanan yang bersih dan sehat serta menghindari minuman bersoda, minuman keras, juga rokok. Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan untuk membantu meningkatkan kualitas dan kondisi tubuh. Selain itu, asupan gizi yang baik juga turut memengaruhi hipotalamus yang merupakan pusat kendali daripada menstruasi.

  • Mengatasi anemia

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa salah satu penyebab darah haid kehitaman ialah wanita yang menderita anemia. Anemia sendiri adalah suatu keadaan dimana jumlah  haemoglobin (Hb) dalam sel darah merah  berada di bawah kadar normal. Padahal tugas dan fungsi daripada haemoglobin ini sangat penting yang sebagai pembawa oksigen ke seluruh aliran darah tubuh.  Penyebab umum anemia ialah kurangnya asupan zat besi (Fe) di dalam tubuh. Untuk mengatasinya dibutuhkan asupan zat besi yang bisa didapatkan dari bahan makanan seperti daging, susu, hati, telur, sayuran berwarna hijau dan kuning, kentang, tomat, dan lain-lain. Untuk penyerapan yang lebih baik, disarankan untuk mengkonsumsi pula makanan yang kaya vitamin C. Selain itu, sumber zat besi juga bisa didapatkan melalui  asupan tambahan berupa tablet zat besi.

(baca juga : anemia pada ibu hamilManfaat zat besi untuk ibu hamil)

  • Hindari Stress

Salah satu cara paling efektif lainnya untuk mengatasi masalah haid ialah dengan menghindari stress berlebih sebab stress yang terjadi kemudian akan berdampak pada terganggunya hipotalamus. Gangguan pada hipotalamus kemudian memberikan efek pada terganggunya keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Di mana seperti yang telah disebutkan bahwa terganggunya keseimbangan hormon ini akan menyebabkan terjadi perkembangan dinding rahim yang tidak normal serta turut berpengaruh terhadap masalah haid lainnya.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Tuesday 15th, March 2016 / 03:40 Oleh :
Kategori : Haid