Sponsors Link

28 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur pada Remaja dan Dewasa      

advertisement

Wanita normal dewasa biasanya akan mengalami mentruasi selama 12 hingga 13 kali dalam satu tahun. Bahkan ketika wanita menstruasi selama 11 kali dalam satu tahun maka masih tergolong kondisi yang normal. Masalah menstruasi tidak teratur bisa menyebabkan wanita jarang mendapatkan menstruasi atau sangat sering menstruasi. Kondisi ini sangat berbeda-beda untuk semua wanita, namun aturan siklus yang paling normal antara 26 sampai 28 hari.  Penyebab haid tidak teratur bisa menyebabkan seorang wanita yang sudah menikah sulit hamil (baca: penyebab kemandulan). Menstruasi menjadi penilaian tentang kesuburan dan kesehatan organ reproduksi dalam tubuh wanita.

Berikut ini adalah beberapa masalah yang sering menjadi penyebab menstruasi tidak teratur :

  1. Pengaruh Usia Wanita

Awal ketika remaja berumur sekitar 10 sampai 12 tahun maka menstruasi bisa menjadi tidak teratur. Pada masa ini tubuh remaja baru menyesuaikan diri dengan hormon tubuh yang berubah setelah periode menstruasi pertama (baca: ciri-ciri anak mau menstruasi) Setelah itu usia pertengahan antara 20 sampai 35 tahun menstruasi menjadi teratur karena masa subur yang sangat baik. Hal ini memang berbeda dengan masa subur pria yang lebih lama. Kondisi hormon reproduksi juga berkembang sangat baik. Namun pada usia lebih dari 50 tahun maka wanita masuk usia perimenopause yang menjadi awal tanda menopause. Masa ini biasanya wanita akan mengalami masalah menstruasi yang tidak teratur, atau jarang menstruasi. Ini adalah penyebab yang sangat normal dan umum yang akan dialami oleh semua wanita.

  1. Kelainan Gigantisme

Gigantisme adalah sebuah kondisi yang sering terjadi pada anak-anak saat masuk usia pertumbuhan akibat kelenjar pituitari menghasilkan hormon pertumbuhan yang berlebihan. Akibatnya tubuh anak perempuan ini akan terlihat sangat besar baik dari ketinggian maupun berat badan. Perubahan hormon ini bisa menyebabkan tekanan untuk hormon estrogen dalam tubuh. Akibatnya seorang penderita gigantisme perempuan akan terlalu sering menstruasi atau jarang menstruasi. Perempuan yang mengalami gigantisme akan sulit mendapatkan ciri menstruasi akan datang. Kelainan ini harus mendapatkan perawatan yang tepat untuk mengendalikan pertumbuhan dan menjaga perkembangan organ reproduksi agar normal.

  1. Tanda Kehamilan

Terlambat menstruasi adalah sebuah tanda umum dari ciri kehamilan. Kehamilan yang terjadi pada wanita dewasa dimulai ketika sel sperma berhasil membuahi sel telur yang telah lepas dari ovarium dan masuk tahap ovulasi. Kemudian sel telur akan berjalan menuju rahim dan terjadi proses implantasi. Selama proses ini maka wanita tidak akan menstruasi hingga proses persalinan. Tes kehamilan bisa dilakukan dengan metode sederhana yaitu tes urin. Namun untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak, maka harus tetap berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan.

Baca : ciri ciri orang hamil – tanda awal kehamilan kembar – ciri ciri kehamilan 1 minggu setelah berhubungan

  1. PCOS (Sindrom Polikistik Ovarium)

Sindrom ovarium polikistik adalah sebuah kondisi kelainan yang sering terjadi pada wanita usia subur. Kondisi ini akan menyebabkan wanita memiliki masalah keseimbangan hormon estrogen. Kemudian masalah ini akan menyebabkan munculnya banyak kista ovarium yang bisa membuat menstruasi menjadi tidak teratur. Bahkan kondisi penyakit ini bisa menyebabkan masalah kesuburan dan gangguan fungsi jantung. Gejala penyakit ini termasuk jarang menstruasi, menstruasi sangat lama, jerawat dan pertumbuhan rambut berlebihan . Wanita dengan berat badan berlebihan sering terkena PCOS. (baca: akibat telat haid)

  1. Endometriosis

Endometriosis adalah sebuah kondisi ketika sel-sel yang seharusnya melapisi bagian rahim mulai tumbuh di berbagai tempat seperti rektum, usus, ovarium, panggul dan kandung kemih.  Jaringan endometrium yang tumbuh kemudian akan mengental dan menyebabkan pendarahan berlebihan ketika menstruasi. Gejala endometriosis yang tumbuh pada ovarium sering menjadi penyebab kista ovarium. Kemudian masalah ini berkembang ketika sel yang tumbuh menyebabkan perlengketan dan jaringan parut di ovarium. Endometriosis sering menjadi penyebab nyeri haid berlebihan, menstruasi jarang atau menstruasi yang sangat lama disertai sakit dan nyeri panggul yang berlebihan. (baca: darah haid berwarna hitam pekat)

  1. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah sebuah kondisi ketika kelenjar tiroid dalam tubuh tidak mampu membuat hormon tiroid yang cukup. Ketika tubuh tidak memiliki hormon tiroid yang cukup maka akan mempengaruhi proses metabolisme tubuh, gangguan fungsi energi dalam tubuh, tubuh terlalu banyak meminta senyawa kimia alami, sel sehat tidak terpelihara dengan baik, rawan tulang dan otot serta masalah gangguan reproduksi.

Masalah ini kemudian berkembang dengan kondisi hormon estrogen yang tidak seimbang sehingga menjadi penyebab menstruasi tidak teratur. Hipotiroidisme sering menjadi penyebab kista pada wanita muda dan dewasa. Kelainan ini ternyata tidak bisa disembuhkan dan hingga sekarang belum ada obatnya. Jadi penderita harus merawat fungsi kelenjar tiroid seumur hidup.

  1. Kebiasaan Olahraga Terlalu Berat

Para atlit umumnya sudah terbiasa dengan masalah menstruasi yang tidak teratur. Kondisi tubuh yang mendapatkan latihan berlebihan akibat olahraga bisa menyebabkan pendarahan menstruasi berhenti atau berlangsung sangat singkat. Masalah ini bisa diselesaikan dengan mengurangi porsi latihan, jenis olahraga, pengelolaan nutrisi yang baik dan mengetahui jika ada penyebab masalah gangguan organ reproduksi.

  1. Obesitas

Wanita yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas juga sering mengalami masalah menstruasi yang tidak teratur. Obesitas terjadi ketika perhitungan massa indeks tubuh atau BMI lebih dari 30. Kelebihan berat badan menyebabkan masalah pada fungsi hormon tubuh seperti produksi hormon estrogen. Gangguan hipotiroidisme juga bisa terjadi akibat obesitas. Wanita yang mengalami obesitas harus mengendalikan pola makan yang penuh dengan nutrisi seimbang, mengurangi konsumsi lemak dan melakukan latihan teratur untuk mengurangi lemak jahat dalam tubuh. (baca: bahaya obesitas bagi ibu hamil)

  1. Stres

Wanita yang mengalami tekanan berlebihan hingga menyebabkan stres atau depresi juga beresiko dengan masalah menstruasi yang tidak teratur. Stres bisa mempengaruhi keseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh sehingga menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur. Bahkan wanita yang stres juga bisa mengalami masa haid yang sangat lama dengan pendarahan yang berlebihan. Kondisi ini harus segera mendapatkan perawatan, karena masalah hormon yang tidak seimbang juga bisa memicu penyakit lain seperti PCOS. (baca: stres saat hamil – bahaya banyak pikiran untuk ibu hamil)

  1. Pengaruh Pil KB

Wanita yang mengendalikan kelahiran dengan pil KB juga harus waspada dengan masalah menstruasi yang tidak teratur. Pil KB biasanya akan membuat siklus menstruasi jarang terjadi, menstruasi yang sangat singkat atau bahkan menstruasi yang sering terjadi. Ini adalah bagian dari efek samping pil KB yang harus diwaspadai oleh pemakainya. Jika ingin mencegah kehamilan maka bisa mencoba jenis – jenis kb yang aman untuk kesehatan. Atau mencoba beberapa cara mencegah kehamilan tanpa KB dan mengkonsumsi makanan mencegah kehamilan setelah sperma masuk. Pada dasarnya pil KB akan merusak siklus Anda sebagai efek samping. Karena itu pemilihan pil KB sebagai pil kontrasepsi harus dibicarakan dengan dokter atau bidan yang merawat. (baca: bahaya KB spiral – bahaya KB suntik)

  1. Gangguan Makan

Wanita yang menderita gangguan makan seperti tidak nafsu makan ekstrim yang menyebabkan anorexia bisa mengalami masalah menstruasi. Wanita ini akan jarang mengalami periode menstruasi karena kemampuan tubuh yang tidak menyerap nutrisi seimbang. Kemudian bisa merusak fungsi hormon tiroid yang penting untuk metabolisme. Dampak yang sangat berat adalah masalah produksi hormon estrogen dan progesteron yang tidak seimbang sehingga bisa merusak kesuburan. (baca :  penyebab anak susah makan – cara mengatasi anak susah makan)

Sponsors Link

  1. Ovarium Prematur (Kegagalan Ovarium)

Kondisi kegagalan fungsi ovarium atau ovarium prematur sering menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur atau hanya beberapa kali menstruasi saja dalam satu tahun. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita yang berusia dibawah 40 tahun dan sering awalnya tidak disertai dengan gejala yang jelas. Pada dasarnya ovarium tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak menghasilkan estrogen dan tidak melepaskan sel telur secara teratur. Kondisi ini akan menyebabkan masalah infertilitas dan akhirnya membuat wanita bisa mengalami menopause diusia yang masih sangat muda. Tentu saja ini akan menyebabkan masalah wanita tidak bisa hamil. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi dari bahaya kista untuk ovarium.

  1. Disfungsi Pendarahan Uterus

Disfungsi pendarahan uterus adalah sebuah kondisi ketika pendarahan dari vagina yang terjadi diluar periode menstruasi. Hal ini bisa menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur dan sering terjadi pada remaja usia subur atau wanita yang sudah masuk pra-menopause. Namun masalah ini juga sering terjadi pada wanita yang memiliki masalah keseimbangan hormon seksual seperti estrogen dan progesteron. Pendarahan bisa ditemukan pada masa sebelum menstruasi, selama menstruasi atau beberapa hari setelah menstruasi.

  1. Penyakit Graves

Penyakit graves adalah sebuah kondisi medis yang menyebabkan penderitanya mengalami masalah autoimun. Penyakit ini bisa membuat kelenjar tiroid dalam tubuh memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang berlebihan. Kemudian akan menyebabkan kondisi hipertiroid pada awal gejala. Penyakit ini akan menyebabkan beberapa gangguan terutama untuk sistem syaraf, suhu tubuh, fungsi otak dan masalah kesuburan. Pada akhirnya jika penyakit ini tidak diobati maka bisa menyebabkan penderita mengalami menstruasi yang tidak teratur, depresi, kelelahan yang berat baik untuk fisik atau mental.

  1. Kanker Ovarium

Kanker ovarium adalah jenis kanker yang berkembang dalam organ ovarium. Ovarium terletak pada dua sisi rahim dengan bentuk sangat kecil seperti kacang almond. Ovarium bekerja untuk memproduksi sel telur dan kanker bisa terletak pada beberapa bagian ovarium. Ketika ada sel kanker yang berkembang maka produksi sel telur ovarium juga bermasalah. Hal ini kemudian akan menyebabkan penderita mengalami masalah menstruasi yang tidak teratur dan rasa sakit pada bagian bawah panggul. Deteksi gejala adanya kista di rahim sering menjadi penyebab awal ditemukannya kanker ovarium. (baca: perut melilit saat hamil)

  1. Penyakit Hashimoto

Penyakit Hashimoto adalah sebuah penyakit yang bisa menyebabkan gangguan autoimun dalam tubuh penderitanya. Penyakit ini bisa mempengaruhi fungsi hormon tiroid sehingga sering disebur dengan gangguan tiroid kronis. Penyakit ini bisa menyebabkan kondisi penyakit lain seperti hipotiroid dimana kelenjar tiroid tidak memproduksi tiroid dalam jumlah yang cukup. Penyakit ini sering menjadi kelainan akibat genetik dalam tubuh. Salah satu efek yang sangat jelas dari penyakit ini adalah periode menstruasi yang tidak teratur atau menstruasi yang jarang terjadi. Penderita juga bisa mengalami menstruasi yang sangat berat.

  1. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah sebuah kondisi yang sangat umum dan bisa terjadi pada remaja atau wanita usia subur. Penyakit ini bisa menyebabkan beberapa gejala namun terkadang juga sering tidak disertai dengan gejala yang jelas. Gejala awal ketika kista ovarium terbentuk sering menyebabkan perut kembung, sakit saat buang air besar, sakit saat buang air kecil, sakit saat berhubungan intim, mual dan muntah. Semakin berkembang kista ovarium maka bisa menyebabkan gangguan menstruasi atau menstruasi yang sangat berat. Kista ovarium sering menyebabkan wanita sulit hamil. Sebainya penderita kista juga harus berhati-hati dengan makanan dan lebih baik mengkonsumsi makanan sehat untuk penderita kista. (baca: kista bisa hamil – hamil dengan kista dan miom)

  1. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul adalah sebuah kondisi penyakit yang ditandai dengan infeksi pada bagian organ reproduksi wanita. Infeksi bisa menyerang beberapa bagian reproduksi seperti saluran tuba, leher rahim, indung telur, dan rahim. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang masuk lewat saluran vagina dan kemudian bakteri menyerang pada organ reproduksi. Infeksi sering ditandai dengan beberapa gejala seperti penyebab keputihan yang berat, nyeri perut bawah dan atas, demam, sakit saat berhubungan intim, menstruasi yang tidak teratur, dan tubuh yang sangat lelah. (baca: keputihan saat hamilbahaya keputihan bagi ibu hamil)

  1. Menopause

Menopause adalah sebuah kondisi dimana wanita tidak akan mengalami menstruasi atau menstruasi yang terhenti. Ini adalah proses yang sangat alami dan semua wanita akan mengalami. Menopause sering ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur dan menstruasi yang sudah jarang terjadi. Menopause berarti bahwa bagian ovarium sudah tidak bisa menghasilkan sel telur dan produksi hormon estrogen akan berkurang banyak. Kemudian wanita yang sudah menopause tidak akan bisa hamil. Gejala awal menopause sering ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan.

  1. Penyakit Von Willebrand

Penyakit von Willebran adalah sebuah penyakit yang menyebabkan gangguan pendarahan. Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya faktor von Willebran yaitu sebuah jenis protein yang berfungsi untuk menggumpalkan darah. Penyakit ini tidak sama dengan jenis hemofilia yang juga termasuk dalam gangguan sistem pendarahan dalam tubuh. Jika penyakit ini terjadi pada wanita maka bisa menyebabkan gangguan menstruasi yang tidak teratur atau pendarahan berlebihan ketika menstruasi.

ads
  1. Menyusui

Wanita yang sedang menyusui juga bisa mengalami menstruasi yang tidak teratur. Hal ini disebabkan karena perubahan hormon dalam tubuh. Pelepasan hormon progesteron yang cepat setelah melahirkan bisa menyebabkan wanita menyusui tidak menstruasi dalam waktu yang lama. Hal ini berbeda dengan wanita yang sudah melahirkan namun tidak memberikan ASI pada bayi. Biasanya menstruasi akan datang tiga bulan setelah melahirkan. Wanita yang menyusui bisa menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan menstruasi. (baca: bahaya memberi ASI saat hamil – hamil saat masih menyusui)

  1. Kebiasaan Minum Alkohol

Kebiasaan minum alkohol juga bisa menjadi penyebab menstruasi tidak teratur. Hal ini terjadi ketika alkohol dalam tubuh bisa meningkatkan level estrogen. Hormon ini sangat penting untuk mengatur periode menstruasi dan masa ovulasi. Alkohol bisa menyebabkan produksi sel telur dalam ovarium juga terganggu akibat kenaikan level hormon estrogen. Selain itu kebiasaan minum alkohol juga bisa menyebabkan menstruasi menjadi lebih lama, disertai dengan kram perut yang menyakitkan dan mengganggu emosi ketika sedang menstruasi. Bahkan minum alkohol saat menstruasi juga bisa menurunkan kadar gula berlebihan dan meningkatkan berbagai gejala PMS. (baca: bahaya alkohol saat hamilminuman yang menyebabkan keguguran)

  1. Pengaruh Narkoba

Berbagai jenis narkoba yang digunakan secara ilegal juga bisa menyebabkan gangguan menstruasi pada semua usia wanita. Efek narkoba bisa membuat efek kesuburan yang sangat jelas. Narkoba akan meningkatkan hormon seksual dalam tubuh wanita sehingga pola menstruasi menjadi tidak teratur. Selain itu efek samping narkoba juga sangat berat untuk siklus ovulasi, sistem kerja ovarium untuk menghasilkan sel telur dan meningkatkan kadar hormon prolaktin. Hormon ini bisa menyebabkan menstruasi terkadang datang dalam waktu lama dan terkadang tidak datang sama sekali.

  1. Kontaminasi Pestisida

Wanita yang bekerja dan bersentuhan langsung dengan berbagai pestisida bisa terkena kontaminasi langsung pestisida. Efeknya ketika pestisida masuk ke dalam tubuh maka bisa menghambat hormon yang kemudian akan merusak fungsi endokrin dalam tubuh. Akibatnya wanita bisa sangat jarang sekali mengalami menstruasi dan masalah keputihan jangka panjang yang buruk. Paparan pestisida langsung yang bisa terserap ke dalam tubuh wanita bahkan bisa menyebabkan masalah kesuburan dan kesulitan hamil. Masalah ini telah diteliti oleh Dr. Puritz dan dipublikasikan dalam Jurnal Epidemiologi.

  1. Jet Lag

Jet lag adalah sebuah kondisi yang akan dialami oleh tubuh jika Anda bepergian ke berbagai negara dengan perubahan zona waktu yang sangat besar. Hal ini akan menyebabkan perubahan pola istirahat dan pengaturan waktu tidur dalam tubuh Anda. Ketika tubuh Anda seharusnya tidur dan masih beraktifitas maka bisa merusak kerja kimia dalam tubuh. Tubuh Anda akan mengeluarkan melatonin dalam waktu yang sama seperti ketika Anda dirumah atau di negara asal. Perubahan waktu inilah yang kemudian bisa menyebabkan hormon dalam tubuh mengalami perubahan dan hasilkan menstruasi yang tidak teratur.

  1. Terlalu Kurus

Jika terlalu gemuk juga tidak baik, maka menjadi terlalu kurus juga bisa merusak siklus menstruasi. Ketika tubuh Anda menjadi sangat kurus maka biasanya tubuh tidak memiliki banyak hormon estrogen. Kemudian tubuh tidak bisa menghasilkan lapisan sehat dalam rahim yang penting untuk menstruasi. Selain itu kurang berat badan akan menyebabkan perubahan fungsi tiroid dan metabolisme tubuh. Hal ini bisa mempengaruhi ovarium yang seharusnya bekerja untuk menghasilkan sel telur. Jadi wanita harus memiliki berat badan ideal agar memiliki sistem reproduksi yang sehat.

  1. Kurang Tidur

Kebiasaan kurang tidur bisa menyebabkan perubahan yang sangat besar untuk tubuh. Perubahan ini termasuk kemampuan tubuh Anda dalam menghasilkan estrogen. Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan yang sangat besar untuk sistem menstruasi dan ovulasi dalam tubuh. Akibatnya maka menstruasi menjadi tidak teratur. Selain itu tubuh kemungkinan akan kekurangan melatonin atau kelebihan melatonin. Dalam sebuah penelitian terbukti jika melatonin tidak seimbang dalam tubuh maka bisa menyebabkan gangguan sistem reproduksi. Bahkan kurang tidur pada wanita hamil bisa menjadi penyebab janin kekurangan oksigen dalam kandungan.

  1. Diet

Menstruasi pada dasarnya dibantu oleh sistem yang bekerja seimbang seperti produksi hormon, sistem kerja kelenjar hipofisis dan organ reproduksi (ovarium). Diet yang salah bisa menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur. Tubuh wanita memerlukan nutrisi yang seimbang agar sistem reproduksi bisa bekerja dengan baik. Terlalu banyak mengkonsumsi gula dan lemak bisa meningkatkan kadar gula dalam tubuh dan menyebabkan resiko diabetes. Sementara kekurangan salah satu zat seperti protein juga bisa mempengaruhi produksi estrogen dan insulin. Jadi diet yang tidak teratur justru bisa menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi dan menstruasi yang tidak teratur. (baca: cara diet ibu menyusui – bahaya diet saat menyusui)

Menstruasi pada dasarnya bisa bekerja secara alami apabila tubuh memenuhi berbagai syarat. Masalah metabolisme dan penyakit bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur. Namun untuk mengetahui, apa penyebab menstruasi tidak teratur yang sebenarnya maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter ahli.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , ,
Post Date: Friday 12th, August 2016 / 03:35 Oleh :
Kategori : Haid