Sponsors Link

12 Penyebab Nyeri Haid Berlebihan

Sponsors Link

Nyeri saat haid pada seorang wanita di awal datang bulan merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi pada wanita. Rasa nyeri tersebut bisa saja terasa biasa-biasa saja sehingga wanita masih bisa menjalankan aktivitasnya secara normal, tetapi ada juga yang terasa sangat sakit sehingga tak mampu berbuat apa-apa.

ads

Dalam dunia medis istilah nyeri tersebut dinamakan Dysmenorrhea atau Dismenore, yaitu kondisi nyeri saat menstruasi yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri atau dismenore ini memiliki gejala sakit yang bermacam-macam, seperti linu, berdenyut, serasa terbakar, dan lainnya yang biasanya terasa di perut bagian bawah maupun rahim. Namun lambat laun rasa nyeri ini akan berkurang seiring dengan waktu menstruasi yang dialami oleh wanita.

Penyebab nyeri haid berlebihan pun bermacam-macam termasuk nyeri haid yang berlebihan sehingga membuat wanita tidak mampu melakukan aktivitasnya sehari-hari, antara lain:

  1. Kondisi fisiologis

Kondisi fisiologis ini sangat umum terjadi pada wanita yang belum pernah melahirkan. Menurut dr. Dwiana Ocviyanti Sp.OG. kondisi ini ialah kondisi di mana leher rahim masih sempit sehingga ketika mengalami menstruasi menyebabkan uterus (rahim) harus berkontraksi kuat untuk mengeluarkan darah menstruasi. Kontraksi kuat inilah yang menimbulkan rasa sakit dan nyeri tersebut.

  1. Kondisi psikologis

Kondisi psikologis ini biasanya disebabkan oleh rasa kecemasan yang berlebihan. Sehingga tidak heran jikalau emosi wanita pada saat masa menstruasi lebih sensitif dari biasanya. Apabila biasanya dia terlebih tegar dan tegas dalam menghadapi masalah, maka saat fasa menstruasi ini menjadi lebih rapuh dan cengeng meskipun masaah yang dihadapi adalah hal yang sepele. Begitu pula sebaliknya. Perubahan kondisi psikologis inilah yang terkadang menyebabkan rasa nyeri saat menstruasi menjadi semakin terasa kenyeriannya sehingga terkesan berlebihan, seperti nyeri yang menimbulkan rasa mual ataupun menyebabkan capek dan letih pada tubuh.

  1. Adanya tumor

Penyebab lainnya yang bisa menimbulkan rasa nyeri haid yang berlebihan adalah adanya tumor pada rahim, tumor juga dapat menjadi penyebab haid tidak teratur. Tumor ini disebut dengan mioma, yang bisa muncul akibat endometriosis, yaitu salah satu penyakit pada tuba fallopi yang ditandai munculnya jaringan endotrium tidak pada tempatnya. Jaringan endotrium adalah jaringan yang melapisi bagian dalam uterus (rahim). Sedemikian sehingga apabila jaringan ini muncul di bagian luar (tidak pada tempat semestinya) akan menimbulkan rasa sakit dan nyeri pada wanita yang mengalami menstruasi.

  1. Menderita penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul yang bernama latin pelvic inflammatory disease (PID) merupakan penyakit peradangan atau infeksi yang terjadi pada bagian genital wanita bagian atas yang meliputi rahim, indung telur termasuk tuba fallopi. Radang panggul nerupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang memungkinkan timbulnya penyakit seksual menular. Penyakit ini biasa ditemukan pada wanita dengan usia 15-24 tahun yang aktif secara seksual. Apabila tidak segera tidak ditangani bukan hanya akan menyebabkan infertilitas, tetapi juga akan menimbulkan dampak lainnya, yaitu nyeri panggul kronis dan kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) serta rasa sakit dan nyeri yang luar biasa saat masa menstruasi. Oleh karena itu, segeralah melakukan konsultasi dengan dokter terutama dokter kandungan.

  1. Faktor hormonal

Faktor hormonal yang dimaksud adalah produksi hormon progesteron yang meningkat.

Sponsors Link

Hormon progesteron ini dihasilkan oleh jaringan ikat kelenjar indung telur setelah melepaskan sel telur matang setiap bulannya. Oleh karena itu, hormon tersebut akan memperbesar mulut rahim dan semakin menegang diikuti dengan lubang mulut rahim yang menyempit sehingga mengakibatkan otot-otot rahim lebih kuat dalam berkontraksi mengeluarkan darah haid. Produksi homon yang berlebihan inilah yang menyebabkan kontrasi semakin kuat dan menimbulkan rasa nyeri bahkan sakit yang berlebihan.

  1. Munculnya adenomiosis

Adenomiosis merupakan jaringan lapisan paling dalam rahim yang mulai tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Tempat kemunculannya yang berada di dalam dinding otot rahim inilah yang menyebabkan rasa nyeri ketika otot rahim berkontraksi untuk mengeluarkan darah haid saat menstruasi.

  1. Stenosis leher rahim

Stenosis leher rahim adalah pembukaan yang terjadi di leher rahim (uterus) pada beberapa wanita yang sangat kecil. Sedemikian sehingga membatasi aliran darah haid yang keluar saat menstruasi. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya tekanan pada rahim sehingga menimbulkan rasa sakit dan nyeri ketika haid.

  1. Pemakaian IUD

IUD (Intrauterine Device) merupakan suatu alat kontrasepsi yang ditempatkan di dalam rahim. Pemakaian alat ini biasanya akan menyebabkan rasa nyeri pada wanita saat mengalami menstruasi, terutama saat awal-awal pemakaiannya.

  1. Munculnya fibroid

Fibroid adalah tumor yang biasanya menyerang rahim pada wanita. Meskipun tumor jenis ini tidak bersifat kanker pada rahim, namun kemunculan tumor ini juga bisa menjadi gangguan tersendiri pada wanita terutama saat mengalami menstruasi. Adanya tumor fibroid ini di dalam rahim akan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa pada wanita saat mengalami menstruasi. Bahkan pada saat bukan masa menstruasi sekalipun, tumor ini juga bisa menimbulkan rasa sakit dan nyeri pada wanita di bagian rahim.

  1. Sering mengkonsumsi alkohol

Bahaya alkohol sendiri bagi ibu hamil dan wanita memang sangat besar.  Sebagaimana kita ketahui bahwa minuman beralkohol tidaklah baik untuk kesehatan. Banyak kandungan bahan kimia yang bahkan bisa merusak tubuh sehingga mengganggu kesehatan. Begitu pula pada wanita, terlalu banyak mengkonsumsi alkohol akan mempengaruhi kinerja hormon kewanitaannya, seperti produksi hormon progesteron.

ads

Terdapat dua kemungkinan di sini, di mana produksinya bisa tidak maksimal ataupun berlebihan karena sistem hormon sudah mengalami penurunan performa akibat pengaruh kandungan alkohol yang berlebihan. Sedemikian sehingga apabila proses seperti produksi hormon progesteron tidak terkendali, maka akibat yang bisa ditimbulkan adalah rasa sakit dan nyeri pada rahim termasuk saat masa menstruasi.

  1. Merokok

Bahaya Rokok tak jauh berbeda dengan minuman beralkohol. Di mana terdapat berbagai dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh rokok, seperti jantung, impotensi, gangguan pada janin, dan lainnya. Gangguan pada janin misalnya, di mana masih terjadi pembentukan menjadi ‘bentuk tubuh’ yang juga melibatkan alat reproduksi seperti rahim yang menjadi tempat pembuahan sel telur oleh ovarium.

Sedemikian sehingga apabila rokok bisa menyebabkan gangguan pada janin, maka bisa dipastikan bahwa pembentukan janin di sana mengalami gangguan akibat pengaruh rokok. Gangguan tersebut bisa juga terindikasi berasal dari sistem atau alat reproduksi yang terganggu. Bahkan rokok juga bisa mengakibatkan kanker rahim pada wanita. Terbayang bukan apabila terkena kanker rahim? Pasti akan timbul rasa sakit dan nyeri luar biasa pada rahim tidak hanya saat menstruasi saja, namun bisa juga terjadi dan terasa di luar masa menstruasi.

  1. Volume darah haid yang berlebihan

Volume darah haid yang keluar saat masa menstruasi pada wanita tentu memiliki kadar volume rata-rata tersendiri setiap bulannya. Nyeri yang dirasakan saat otot rahim berkontraksi mengeluarkan darah haid merupakan hal yang biasa bagi wanita. Namun beda halnya apabila volume darah haid yang keluar berlebihan, yang berarti memaksa otot rahim untuk lebih ekstra dalam melakukan kontraksi sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan pun makin terasa. Otot rahim yang berkontrasi berlebihan atau mengalami frekuensi semakin banyak dalam berkontraksi inilah yang kemudian semakin menambah rasa nyeri pada wanita saat menstruasi. Ini terjadi karena otot rahim akan bekerja ekstra dalam mengeluarkan darah haid yang volumenya berlebihan atau lebih banyak dari yang biasanya.

  1. Adnexitis

Penyebab nyeri haid berlebihan lainnya adalah infeksi. Adnexitis merupakan penyakit infeksi atau peradangan yang terjadi tepatnya pada adnexa rahim yang disebabkan virus ataupun bakteri, di mana adnexa adalah jaringan yang berada di kanan dan kiri yang melekat pada rahim, yakni tuba fallopi (idung telur) dan ovarium (sel telur). Sedemikian sehingga pada saat menstruasi, rahim akan terasa lebih nyeri saat otot rahim berkontrasi dikarenakan adanya infeksi pada rahim tersebut. Artinya infeksi yang terjadi pada rahim itulah yang menjadi penyebab rasa nyeri pada rahim wanita ketika mengalami menstruasi. Bahkan nyeri juga bisa timbul diluar masa menstruasi seperti penyakit-penyakit lain yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu tumor (mioma), endometriosis, radang panggul, adenomiosis, dan fibroid.

Baca juga : Nge gym saat haid – Bahaya minum es saat haid – proses kehamilan

Demikian beberapa penyebab yang bisa menjadikan rasa nyeri haid berlebihan ketika mengalami menstruasi pada wanita. Namun semua penyebab pasti ada solusi atau obatnya. Oleh karena itu, apabila anda (wanita) mengalami rasa nyeri haid yang berlebihan, segeralah lakukan pemeriksaan pada dokter terutama dokter kandungan untuk mengetahui penyebab dari rasa nyeri tersebut. Sedemikian sehingga dapat diketahui solusi atau obat yang bisa menghilangkan dan menyembuhkan rasa nyeri tersebut agar tidak datang lagi saat menstruasi yang berikutnya. Salam sehat untuk wanita Indonesia.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Wednesday 16th, December 2015 / 11:41 Oleh :
Kategori : Haid