Sponsors Link

6 Perbedaan Hamil dan PMS Paling Mudah Diketahui       

Sponsors Link

PMS atau Premenstrual Syndrome atau sindrom pra menstruasi adalah hal yang sering dialami oleh semua wanita yang sudah menstruasi. Sindrom ini memang menyebabkan beberapa gejala yang datang ketika mendekati siklus menstruasi. Kemudian setelah mengalami PMS maka menstruasi akan terjadi selama 1 sampai 2 minggu kemudian. Tapi gejala PMS yang mirip dengan gejala kehamilan terkadang juga disalahartikan. Banyak wanita yang menanti kehamilan ternyata hanya mengalami PMS, begitupun wanita yang tidak menduga jika telah hamil. Untuk itu semua wanita harus mengetahui perbedaan hamil dan PMS, seperti berikut ini.

ads
  1. Pendarahan saat mendekati siklus

PMS : PMS sama sekali tidak akan menyebabkan pendarahan apapun termasuk bercak darah yang ringan. Pendarahan tidak akan terjadi karena masa PMS yang lebih jauh dari siklus. Sementara ketika sudah jatuh tempo pada siklus maka pendarahan menjadi lebih berat meskipun awalnya dengan bercak yang tipis, lalu cepat menjadi pendarahan biasa. (baca: Darah haid berwarna hitam pekat – cara membedakan darah haid dan darah awal kehamilan )

Hamil: bercak darah ringan bisa terjadi pada wanita yang hamil. Kondisi ini sering terjadi berjarak antara 10 sampai 14 hari setelah pembuahan berhasil. Darah yang dikeluarkan sangat terang dan tipis sehingga berbeda dibandingkan ketika bercak darah akan menstruasi. Beberapa juga bisa mengalami bercak coklat tapi tidak akan  bertahan selama 24 jam sehingga akan berhenti sendiri dalam waktu cepat. Sehingga pendarahan sangat ringan dan cepat berhenti. (baca: flek bercak darah saat hamil muda )

Tanda kehamilan :

  1. Payudara tidak nyaman

PMS: ketika payudara menjadi tidak nyaman, bengkak, nyeri saat ditekan maka itu bisa menjadi tanda PMS. Namun waktu tidak nyaman yang paling parah bisa terjadi sebelum menstruasi atau mendekati hari menstruasi. Karena tidak nyaman itu juga bisa menyebabkan gejala lain termasuk sakit saat disentuh, demam, sakit kepala, dan sangat keras. Lalu setelah menstruasi maka akan menjadi sangat lembut.

Baca:

Hamil: saat awal kehamilan maka payudara akan terasa sakit dan sangat sensitif. Tapi tidak menunjukkan bengkak yang parah seperti ketika PMS dan akan lebih lembut ketika disentuh. Payudara juga bisa menjadi lebih berat dan besar setelah usia kehamilan bertambah. Lalu setelah 1 sampai 2 minggu payudara menjadi lembut dan sedikit bengkak pada bagian luar. Kondisi ini akan terjadi selama progesteron meningkat.

Sponsors Link

Informasi ASI:

  1. Tubuh terasa lelah

PMS : wanita akan merasa lelah ketika menjelang menstruasi atau saat terkena PMS. Hal ini sering membuat wanita mudah tidur, tidur dalam waktu yang lama dan semua gejala ini akan hilang sendiri setelah mendekati masa menstruasi. Anda bisa mandi air hangat untuk mengatasi kelelahan dan tidak nyaman akibat PMS ini. (baca: Pantangan saat haid)

Hamil: kelelahan karena hamil terjadi ketika progesteron dalam tubuh meningkat dengan cepat. Rasa lelah tidak terjadi pada saat awal kehamilan tapi ketika kehamilan sudah  berusia lebih dari 4 minggu. Beberapa wanita bahkan tidak merasakan gejala ini karena sistem kekebalan tubuh yang baik. Kemudian rasa lelah bisa menjadi lebih berat jika morning sickness menjadi lebih buruk.  (baca: bahaya kelelahan pada ibu hamil – hamil cepat ngantuk – penyebab sering pusing saat hamil)

  1. Suasana hati yang buruk

PMS: hampir semua wanita selalu mengalami hati yang buruk ketika terkena PMS. Perasaan kesal dan tidak nyaman bisa membuat wanita menjadi mudah tersinggung, banyak pikiran dan kecemasan. Ketika menstrusi sudah mulai maka semua gejala akan hilang dan perasaan menjadi lebih baik. Untuk mengatasi ini maka disarankan untuk latihan secara teratur dan mencoba untuk tidak terbawa dengan perasaan. (baca: tanda tanda menstruasi pada anak – Penyebab haid tidak teratur)

ads

Hamil: suasana hati yang tidak nyaman dan sensitif untuk wanita hamil bisa muncul selama kehamilan bahkan sampai melahirkan. Semua kondisi ini terjadi ketika hormon kehamilan menyebabkan rasa emosi yang berlebihan. Terkadang ibu bisa merasa sangat bahagia tapi juga bisa sangat sedih. Kondisi harus diperhatikan karena bisa berkembang menjadi sindrom baby blues setelah persalinan. (baca: Baca:  stres saat hamil – cara menghilangkan stres saat hamil – bahaya sering emosi saat hamil – bahaya banyak pikiran untuk ibu hamil)

  1. Mual dan ngidam makanan

PMS : PMS juga bisa memicu mual atau muntah tapi biasanya terjadi dengan cepat dan juga cepat berlalu. Kondisi mual juga sering disertai dengan keinginan untuk mengkonsumsi makanan tertentu demi menghilangkan rasa mual. Ketika menstruasi sudah terjadi maka semua gejala ini juga akan cepat selesai.

Hamil: mual pada ibu hamil berhubungan dengan morning sickness. Bahkan ibu bisa tidak makan sama sekali karena selalu mual dan muntah. Kondisi ini bisa terjadi semenjak awal kehamilan sehingga ibu menjadi sangat lemah. Mual juga bisa menjadi sangat parah sehingga terkadang ibu hamil tidak bisa makan dengan baik dan tubuh kurang nutrisi. (baca: perbedaan mual hamil atau maag – obat mual untuk ibu hamil )

Informasi morning sickness:

  1. Perut kram

PMS: kram sebagai bagian dari PMS akan terjadi selama 24 sampai 48 jam sebelum menstruasi. Begitu menstruasi mulai maka kram bisa hilang dengan cepat dan menyisakan rasa sakit atau nyeri pada bagian perut bawah. Ketika menstruasi sangat lancar maka kram juga akan hilang. Tapi beberapa wanita yang akan mengalami menopause maka biasanya kram bisa menjadi lebih berat baik menjelang menstruasi atau saat sudah menstruasi. (baca: Penyebab nyeri haid berlebihan )

Hamil: kram ringan selalu terjadi pada awal kehamilan. Kram bisa menyebabkan tekanan seperti menstruasi tapi tidak berat. Hal ini terjadi mulai dari bagian perut bawah dan menyebar hingga punggung. Kram terjadi karena perkembangan janin dalam rahim dan perluasan rahim untuk mempersiapkan janin. (baca juga: perut melilit saat hamil – ibu hamil sering kentut)

Jadi seperti itulah perbedaan hamil dan PMS. Meskipun terlihat hampir sama tapi selalu memiliki perbedaan pada saat akan mulai gejala dan kapan gejala itu menghilang. Sebagai wanita maka perlu untuk melihat gejala yang muncul sehingga menjadi lebih waspada.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Thursday 13th, July 2017 / 06:45 Oleh :
Kategori : Kewanitaan