Sponsors Link

8 Obat Kista Endometriosis – Medis dan Alami

advertisement

Kehamilan merupakan suatu anugerah tersendiri bagi setiap pasangan muda, apalagi bagi para pasangan suami istri yang baru menikah. Akan tetapi, kehamilan juga merupakan sebuah fenomena yang memiliki dua sudut pandang. Sudut pandang penantian kelahiran bayi yang membahagiakan, atau sudut pandang masalah kehamilan yang mengerikan. Ada beberapa gangguan kehamilan yang dapat terjadi pada masa kehamilan seorang wanita, antara lain adalah :

Gangguan kehamilan merupakan momok tersendiri bagi setiap ibu hamil. Salah satu gangguan kehamilan yang akan di bahas adalah kista endometriosis, terutama cara penanganannya. Nyeri perut yang dirasakan wanita ketika haid bisa jadi merupakan gejala dari penyakit penyakit tertantu yang membutuhkan penanganan lebih serius dari dokter, salah satunya adaalah endometriosis.

Endometriosis dan Penyebabnya

Endometriosis adalah kondisi dimana terdapat jaringan mirip selaput lendir yang seharusnya menutupi permukaan rongga rahim (endometrium) ditemukan berada di luar rongga rahim pada tempat yang tidak semestinya. Jaringan ini biasanya terperangkap di bagian pelvis dan abdomen, meskipun bisa juga terdapat di area lainnya pada kasus kasus tertentu.

Endometriosis ini lebih sering terjadi pada wanita dalam usia yang reproduktif sekitar 24-35 tahun. Bagi wanita yang berada dalam usia post-menopause, kasus ini sangat jarang terjadi. Karena endometriasis ini berkaitan erat dengan kadar estrogen sedangkan kadar estrogen menurun drastis setelah menopause.

Meskipun belum diketahui secara pasti penyebab dari endometriosis, namun beberapa jurnal menyebutkan bahwa endometriosis ini dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan, rahim yang abnormal, pengaruh dari infeksi pinggul, dan juga dikaitkan dengan kadar hormon estrogen yang tinggi.

Jaringan endometrium yang terbentuk di luar rahim ini dapat menebal seiring waktu dan juga meluruh layaknya jaringan endometrium dalam rahim, tetapi bedanya jaringan yang tumbuh di luar rahim tidak dapat meluruh sehingga terperangkap dan menimbulkan nyeri di bagian panggul maupun bagian abdomen. Jika dibiarkan terus menurus jaringan dapat membentuk kista yang berisi cairan berupa  gumpalan darah yang berwarna merah kecoklatan. Ukurannya pun bervariasi, dari seukuran kacang sampai sebesar anggur.

Baca pula artikel terkait masalah kehamilan:

Pengobatan Medis

Endometriosis ini masih belum diketahui cara penanganan secara pastinya karena penyebabnya yang belum jelas. Meskipun begitu, endometriasis tetap dapat diobati dengan tujuan untuk meringankan rasa sakit yang diderita pasien atau terapi  hormon. Selain itu, kista endometriosis halnya dapat diobati dengan cara pengangkatan kista melalui operasi.

ads
Obat obatan yang sigunakan untuk endometriasis bisa berupa obat obatan anti inflamasi. Obat obatan jenis ini dapat mengurangi rasa nyeri dan menghentikan perdarahan dari jaringan endometrium. Obat jenis ini akan lebih efektif jika diminum secara rutin daipada hanya diminum saat kondisi sudah parah maupun saat perut terasa nyeri. Contoh obat obatan yang bisa digunakan seperti parasetamol, ibuprofen, diclofenac atau naproxen.

Terapi hormon yang dapat dicoba ada beberapa macam seperti:

1. Terapi hormon pengendali kelahiran

Terapi ini akan menghentikan ovulasi bulanan dan pertumbuhan, pelepasan dan perdarahan yang membuat endometriosis menyakitkan. Hormon pengendali kelahiran membantu meredakan nyeri endometriosis bagi sebagian wanita dan cara ini merupakan terapi hormon yang paling jarang menyebabkan efek samping yang buruk, sehingga banyak wanita dapat menggunakannya selama bertahun-tahun. Terapi hormon lainnya hanya dapat digunakan selama beberapa bulan sampai 2 tahun.

2. Terapi hormone Gonadotropin-releasing agonist hormone (GnRH – a)

Terapi ini bekerja derngan cara menurunkan estrogen, yang memicu keadaan seperti menopause. Bagi kebanyakan wanita, terapi ini mengecilkan implan dan mengurangi rasa sakit.

3. Terapi hormone progestin

Progestin dapat menghentikan ovulasi dan menurunkan estrogen. Bagi kebanyakan wanita, terapi ini mengecilkan pertumbuhan endometriosis dan mengurangi rasa sakit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa alat kontrasepsi levonorgestrel intrauterine device (IUD) mengurangi rasa sakit.

4. Terapi Danazol

Terapi ini ditujukan untuk menurunkan kadar estrogen dan meningkatkan kadar androgen, yang memicu keadaan seperti menopause. Terapi ini mengecilkan pertumbuhan dan mengurangi rasa sakit bagi kebanyakan wanita. Efek terapi ini biasanya berlangsung selama 6 sampai 12 bulan setelah perawatan, tetapi efek samping danazol dapat signifikan.

Pilihan operasi juga tersedia jika oengobatan dengan terapi hormone maupun obat obatan anti inflammasi tidak dapat mengendalikan gejala gejala endometriosis. Namun perlu diingat bahwa pilihan terakhir ini tidak dapat menyembuhkan endometriosis secara total. Akan tetap ada kemungkinan kemungkinan kista endometriosis tumbuh kembali. Tindak invasive pembedahan ini juga dapat dilakukan dengan cara di bawah ini:

5. Laparoscopy

Laparoscopy merupakan prosedur yang paling sering digunakan untuk mendiagnosa dan mengobati endometriosis. Laparoscopy ini digunakan untuk mencari dan mengangkat/menghancurkan kista yang terbentuk.

6. Hysterectomy

Jika pasien tidak memiliki rencana untuk hamil maka operasi ini dapat menjadi alternative pengobatan yang baik. Namun perlu diperhatikan bahwa memilih operasi ini menandakan bahwa anda siap uhntuk mengangkat ovarium anda. Anda akan mengalami penurunan estrigen yang drastic dan menyebabkan menopause dini yang dapat memperbesar kemungkinan untuk terkena penyakit osteoporosis.

(Baca pula artikel : efek samping operasi miom dan proses kuret janin tidak berkembang)

Setelah mengetahui terapi medis yang dapat dilakukan, entah itu terapi hormone atau tindak pembedahan, anda masih bisa memiliki alternative lain untuk berobat. Terapi alternative ini berbahan dasar alami (herbal). Seperti yang kita semua ketahui, obat herbal selalu digemari oleh masyarakat Indonesia. Entah karena Negara Indonesia kaya akan flora dan fauna atau karena perspektif obat herbal yang cenderung aman.

Pengobatan Herbal

Sebenarnya obat herbal pun tak seratus persen aman. Bahan alam juga memiliki efek samping tersendiri. Oleh karena itu, teeliti dan konsultasikan terlebih dahulu pada dokter, sebelum anda melakukan terapi herbal. Di bawah ini adalah beberapa bahan herbal yang dapat digunakan untuk mengobati kista endometriosis:

1. Konsumsi kunyit putih

Kunyit putih banyak mengandung flavonoid, zat anti lipid peroksida, curcumin, ribosom inacting protein, dan juga antioksidan yang sangat baik untuk memerangi radikal bebas. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa kunyit putih dapat digunakan sebagai obat alternative dari beberapa jenis tumor dan kista.

Anda cukup mengiris kunyit putih dalam potongan-potongan kecil. Jemur selama kurang lebih 24 jam. Lalu masukkan ke dalam air dan rebus. Setelah mendidih, seduh di elasribosom inacting protein, dan juga antioksidan yang sangat baik untuk memerangi radikal bebas. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa kunyit putih dapat digunakan sebagai obat alternative dari beberapa jenis tumor dan kista.

Anda cukup mengiris kunyit putih dalam potongan-potongan kecil. Jemur selama kurang lebih 24 jam. Lalu masukkan ke dalam air dan rebus. Setelah mendidih, seduh di gelas secukupnya. Minum secara rutin dan rasakan manfaatnya.

Sponsors Link

2. Konsumsi manggis

Siapa yang tak kenal manggis? Kulit manggis pun kini ada ekstraknya. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kulit manggis cukup ampuh digunakan sebagai obat alternative dari beberapa penyakit. Termasuk sebagai obat kista endometriosis alternatif. Manggis mengandung zat alpha mangostin, gamma mangostin, garcinone-E, dan juga xanthones.

Kandungannya yang kaya antioksidan ini sangat baik bagi tubuh manusia. Anda dapat mengonsumsinya sebagai jus manggis. Atau jika anda malas, cukup beli ekstraknya saja yang kini sudah dijual di pasaran, termasuk di apotek. Praktis dan efektif, bukan? (Baca pula artikel : manfaat manggis untuk ibu hamil muda)

Apapun alternative medikasi yang anda pilih, haruslah dikonsultasikan dan dicari dulu efek samping dan detil prosedurnya agar tidak terjadi kesalahan fatal. Karena bagaimana pun juga, seiap orang memiliki tubuh dan karakteristik yang berbeda. Tidak semua obat dapat berkhasiat sama pada setiap orang.

Cukup sekian artikel mengenai obat kista endometriosis ini, semoga bisa menjadi referensi anda. Kista endometriosis sebenarnya bukanlah akhir dari segalanya. Apabila bisa di deteksi dan ditangani dengan cepat dan tepat, tentu seorang wanita dapat menjalani kehamilannya dengan aman dan nyaman.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , ,
Post Date: Wednesday 14th, September 2016 / 06:10 Oleh :
Kategori : Endometriosis