Sponsors Link

16 Gangguan Kehamilan Trimester 3 – Sering Terjadi  

Sponsors Link

Apakah kehamilan Anda sudah masuk ke trimester ketiga? Tentu ini menjadi momen yang menyenangkan. Anda mungkin bisa merasakan beberapa tanda tanda akan melahirkan atau merasa tidak nyaman karena perut yang semakin besar. Hal yang paling menakutkan adalah adanya gangguan kehamilan yang muncul secara tiba-tiba. Bahkan beberapa gangguan kehamilan bisa terjadi pada ibu dengan kehamilan yang sehat. Berikut ini adalah beberapa gangguan kehamilan trimester 3 yang harus diperhatikan.

ads
  1. Gestational diabetes

Ibu yang sudah masuk ke trimester ketiga sangat rentan terkena gestational diabetes. Ini adalah jenis diabetes yang hanya terjadi pada ibu hamil. Sama seperti penderita diabetes maka kondisi gula darah dalam tubuh ibu akan semakin meningkat. Semua ini disebabkan karena perubahan hormon dalam tubuh ibu yang sangat cepat. Karena itu semua ibu hamil yang sudah masuk usia kehamilan 28 sampai 28 minggu harus melakukan tes diabetes secara rutin. (Baca: tanda tanda diabetes pada ibu hamil – bahaya diabetes saat hamil – bahaya obesitas bagi ibu hamil )

  1. Preeklampsia

Preeklampsia adalah gangguan kehamilan serius yang terjadi pada trimester 3. Preeklampsia terkadang terjadi dengan cepat sehingga ketika ada gejala yang muncul maka segera lakukan pemeriksaan. Setelah kehamilan masuk usia 20 minggu maka komplikasi ini bisa muncul. Preeklampsia sering ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam urin, bengkak pada kaki dan tangan, gangguan penglihatan, sakit kepala, sakit bahu dan gejala tidak nyaman lain. (Baca: gejala preeklampsia pada ibu hamil)

  1. Persalinan prematur

Ketika ibu merasakan berbagai kontraksi akan melahirkan sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu atau lebih maka ibu bisa saja mengalami persalinan prematur. Persalinan ini tentu sangat berbahaya untuk ibu dan bayi meskipun dengan perawatan yang tepat maka ibu dan bayi bisa diselamatkan. Beberapa hal yang memicu persalinan prematur seperti hamil kembar, gangguan polihidramnion, infeksi kantung amnion (amnionitis) dan memiliki riwayat persalinan prematur sebelumnya.

Informasi bayi prematur:

  1. Air ketuban pecah

Air ketuban pecah atau merembes secara tiba-tiba juga bisa menjadi resiko berbahaya untuk ibu dna janin. Ketika kantung amnion ibu mengalami pecah maka cairan akan mengalir dan terkadang ibu menemukan gejala ini karena sering buang air kecil saat hamil. Jika kantung ketuban pecah maka bisa menyebabkan persalinan prematur dengan resiko komplikasi pada bayi. Biasanya jika sudah terjadi seperti ini maka ibu membutuhkan perawatan di rumah sakit dengan pemberian antibiotik, steorid dan obat untuk mempertahankan bayi.

 
ads

  1. Plasenta previa

Plasenta previa adalah ketika plasenta yang memberikan nutrisi, oksigen dan darah pada bayi dalam kandungan ternyata sudah turun berada dibawah bayi dan menghalangi pembukaan serviks. Ibu hamil yang pernah melakukan persalinan caesar atau pengobatan penyakit rahim seperti tindakan operasi sangat rentan dengan resiko ini. Kemudian ibu hamil yang merokok dan memiliki kebiasaan minum alkohol juga bisa terkena masalah ini. Gejala yang mudah dikenal termasuk seperti pendarahan vagina dan sakit pada bagian perut bawah. (Baca: plasenta letak rendah)

  1. Abrasi plasenta

Abrasi plasenta adalah sebuah kondisi ketika plasenta memisahkan diri dari rahim bahkan sebelum persalinan. Ini bisa menyebabkan kematian pada bayi karena bayi tidak mendapatkan nutrisi, darah dan oksigen. Kemudian ibu juga bisa mengalami shock akibat pendarahan yang sangat berat. Beberapa hal yang meningkatkan resiko ini termasuk seperti kehamilan dengan usia tua, diabetes, merokok, narkoba, preeklampsia, trauma pada perut dan riwayat ketuban pecah dini. (baca: fetal distrespolihidramnion – hidramnion pada kehamilan – akibat kelebihan air ketuban)

  1. IUGR (Intrauterine Growth Restriction)

Bayi yang tidak dapat tumbuh dengan baik bisa menjadi salah satu gangguan kehamilan yang dipastikan pada trimester ketiga. IUGR terjadi akibat pembatasan pertumbuhan pada bayi sehingga bayi dalam kandungan memiliki ukuran yang lebih kecil. Semua kondisi ini bisa dipengaruhi oleh orang tua ataupun kondisi kelainan pada anak. IUGR bisa menyebabkan beberapa dampak serius seperti ibu terkena penyakit anemia, penyakit ginjal, plasenta previa, diebetes parah dan kurang nutrisi.

  1. Kehamilan pasca term

Kehamilan pasca term berarti bahwa ibu melahirkan bayi dengan usia kehamilan lebih dari 40 atau 42 minggu. Masalah ini memang perlu dilihat lagi termasuk apakah metode penghitungan usia kehamilan sudah tepat atau belum. Kemudian dokter akan melihat lagi dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bayi. Masalah ini biasanya memang tidak terlalu berbahaya untuk ibu. Namun dokter biasanya akan melihat apakah plasenta normal sehingga bayi mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.  (baca: kehamilan post mortem – hamil lebih dari 40 minggu)

  1. Bayi sungsang

Ketika kehamilan sudah mencapai akhir trimester ketiga maka posisi kepala bayi akan dibawah untuk bersiap masuk ke panggul. Posisi ini yang paling ideal dan normal untuk bayi sehingga bayi bisa lahir secara normal. Namun beberapa bayi tidak bisa masuk ke dalam posisi ini sehingga terkadang posisi melintang. Terkadang juga bisa kepala bayi diatas sedangkan kaki dibawah. Bayi yang sungsang bisa meningkatkan resiko persalinan yang sulit dan juga pendarahan. Dokter kemungkinan lebih menyarankan persalinan caesar jika terjadi bayi sungsang.

  1. Kaki dan tangan bengkak

Semakin bertambah usia kehamilan maka Anda juga bisa memiliki bentuk kaki dan tangan yang bengkak. Ada beberapa hal yang paling dirasakan oleh ibu hamil seperti sandal yang tidak bisa dipakai lagi, cincin kawin yang tidak bisa masuk ke jari dan tanda berat badan yang semakin banyak. Kondisi ini harus diwaspadai jika ternyata bengkak juga menjadi pertanda adanya preeklampsia. (baca: kaki bengkak saat hamil – bahaya kaki bengkak saat hamil – kaki bengkak setelah melahirkan)

  1. Sering merasa panas

Ibu hamil yang masuk ke trimester ketiga mungkin juga akan mengalami tubuh yang terasa lebih panas. Suhu tubuh akan menjadi lebih panas tapi tidak demam. Kondisi ini bisa disebabkan karena perubahan hormon yang menyebabkan metabolisme tubuh ibu juga menjadi tidak normal. Kemudian karena usia kehamilan yang tua maka perut juga akan terlihat lebih besar dan tidak nyaman. Ibu merasa menjadi lebih terbatas untuk bergerak. (Baca: bahaya duduk terlalu lama bagi ibu hamil –  ibu hamil muda berdiri lama)

  1. Kelelahan parah

Meskipun ibu hamil sering merasa lelah memang termasuk hal yang wajar, tapi saat masuk trimester ketiga maka bisa menjadi tidak nyaman. Ibu akan merasakan tubuh yang semakin lelah dan tidak nyaman. Perut semakin besar sehingga tidak bisa berjalan dengan baik maupun berjalan jauh. Semua kondisi ini bisa menjadi tidak nyaman karena ibu tidak bisa beraktifitas seperti biasa. (baca:Ibu hamil cepat lelah)

  1. Lapar tapi tidak bisa makan

Kehamilan yang sudah masuk trimester ketiga bisa membuat Anda ingin selalu makan lebih banyak. Tapi walaupun Anda sering merasa lapar tapi tidak bisa makan dengan baik. Hal ini terjadi karena perut Anda sudah tidak nyaman untuk mendapatkan makanan yang lebih banyak. ibu juga akan sering sembelit dan merasa tidak nyaman lagi saat buang air besar. Perasaan perut menjadi penuh bisa membuat ibu kurang nutrisi sehingga juga bisa berbahaya. (baca:Bayi Besar Dalam Kandungan – ibu hamil muda cepat lapar)

  1. Kenaikan berat badan yang cepat

Biasanya kenaikan berat badan akan terjadi dengan cepat ketika ibu sudah masuk trimester kedua. Kemudian ibu bisa memiliki berat badan yang stabil saat sudah masuk ke trimester ketiga. Tapi beberapa ibu bisa mengalami kenaikan berat badan pada saat ini. Kenaikan berat badan seharus memang sudah dikendalikan. Jika ibu terus memiliki berat badan yang berlebiban maka bisa terkena bahaya obesitas untuk ibu hamil. Ibu juga sangat rentan terkena preeklampsia dan diabetes gestational. (baca: bahaya obesitas bagi ibu hamil – bahaya kolestrol tinggi untuk ibu hamil ) 

Sponsors Link

  1. Kontraksi palsu

Kehamilan yang sudah masuk ke trimester ketiga juga sangat rentan dengan kontraksi palsu. Ibu bisa merasakan berbagai gejala yang tidak nyaman seperti nyeri pada jalam lahir, sakit pada perut dan terkadang gerakan bayi yang berlebihan. Kondisi ini bisa membuat ibu bolak  balik ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilan.

Informasi persalinan caesar:

  1. Stres

Ibu hamil pada trimester ketiga juga sangat rentan dengan resiko stres. Stres bisa terjadi karena ibu takut dengan proses persalinan yang akan terjadi dan merasa sangat tertekan. Stres yang terjadi pada saat ini bisa menyebabkan ibu mengalami sindrom baby blues setelah melahirkan. Karena itu dukungan dari pasangan dan keluarga memang sangat dibutuhkan. (Baca:  stres saat hamil – cara menghilangkan stres saat hamil – bahaya sering emosi saat hamil – bahaya banyak pikiran untuk ibu hamil )

Jadi inilah semua gangguan kehamilan trimester 3 yang memang harus diwaspadai oleh semua ibu hamil. Jika merasakan semua gejala atau beberapa gejala maka pastikan segera ke rumah sakit terdekat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Friday 04th, August 2017 / 00:32 Oleh :
Kategori : Gangguan Kehamilan