Sponsors Link

8 Resiko Hamil Lebih Dari 40 Minggu

Sponsors Link

Kehamilan merupakan fase dimana seorang ibu mengandung seorang janin di dalam rahimnya. Usia kehamilan selalu diperhitungkan untuk memprediksi kelahiran bayi. Usia kehamilan sampai waktu melahirkan tiba yaitu normalnya 37 sampai 40 minggu. Jika usia kehamilan kurang dari 37 minggu, tetapi sudah melahirkan maka resiko bayi lahir prematur lebih tinggi, hal ini karena bayi perkembangan organ-organ dalam tubuh bayi belum berkembang secara sempurna. Usia kehamilan yang melahirkan sesuai dengan usia normal kehamilan yaitu usia kehamilan matang dan sudah siap untuk melahirkan disebut dengan kehamilan aterm (sesuai waktu). Usia kehamilan yang terjadi proses melahirkan sebelum usia matang, yaitu kurang dari 37 minggu disebut dengan kehamilan atau persalinan peterm (sebelum waktunya). Sementara usia kehamilan yang lebih dari 42 minggu dan belum terjadi proses melahirkan maka disebut dengan kehamilan atau persalinan postterm (melewati waktunya). (Baca Juga: Cara Menjaga Kehamilan Kembar , Cara Menghitung Usia Kehamilan)

ads

Hamil Yang Melebihi Batas Normal

Hamil atau persalinan postterm yaitu usia kehamilan yang melebihi batas normal orang hamil, sehingga sudah waktunya melahirkan tetapi belum juga melahirkan. Batas waktu hamil yang normal yaitu 40 minggu. Jika usia kehamilan lebih dari 41 minggu 3 hari atau lebih dari 10 hari dari perkiraan kelahiran maka sudah dapat disebut dengan kehamilan postterm. Usia kehamilan seseorang dihitung dengan menggunakan pedoman waktu setelah menstruasi selesai, yaitu hari pertama setelah menstruasi berakhir. Cara lain yang lebih akurat yaitu dengan alat medis yang disebut dengan USG. Dengan menggunakan USG maka dapat dilihat kondisi janin dalam rahim. Waktu untuk menghitung usia kandungan lebih akurat dihitung pada saat minggu-minggu awal terasa gejala kehamilan yaitu minggu ke 11 sampai ke 14, dibanding dengan trisemester 2 atau 3. Maka jika terjadi gejala kondisi tubuh yang seperti orang hamil, segeralah periksakan ke dokter kandungan agar nanti bisa memprediksi waktu kelahiran dengan tepat. (Baca Juga: Manfaat USG 4 Dimensi , Manfaat USG Kehamilan)

Seseorang yang sedang hamil tentu mempunyai banyak kekhawatiran, apalagi jika itu merupakan kehamilan yang pertama kali. Jika waktunya sudah melahirkan tetapi ternyata belum juga melahirkan maka kekhawatirannya akan semakin bertambah. Tetapi terkadang seseorang yang hamil pertama kali salah dalam menghitung usia kandungan, sehingga prediksi akan kelahirannya melenceng. Lebih tepatnya untuk memprediksi usia kehamilan maka menggunakan dua perpaduan cara yaitu hasil USG dan disesuaikan juga dengan waktu terakhir terjadi menstruasi. (Baca Juga: Penyebab Menstruasi Tidak Teratur , Ciri-Ciri Anak Mau Menstruasi)

Jika usia kehamilan lebih dari 42 minggu maka bisa terjadi karena beberapa faktor seperti ibu hamil yang memiliki riwayat sebelumnya hamil postterm, kehamilan pertama kali yang masih kurang paham dalam perhitungan usia kandungan, masa indeks tubuh ibu hamil yang tinggi, berat badan ibu hamil yang terlalu tinggi, serta juga bisa terjadi karena faktor usia ibu yang sudah lansia. Setelah kandungan berusia lebih dari 40 minggu, maka dokter kandungan akan memeriksa kondisi janin dengan menggunakan alat USG. Pemeriksaan tersebut untuk mengobservasi apakah waktu kelahiran sudah dekat atau belum dilihat dari beberapa kondisi seperti kondisi bayi, letak bayi pada kandungan, posisi kepala bayi dalam kandungan, kondisi plasenta. Pemeriksaan lain dilakukan dengan pemeriksaan vagina apakah vagina kaku atau tidak.

Usia kehamilan yang melebihi batas normal waktu mengandung maka tidak baik untuk kesehatan keduanya yaitu baik ibu yang mengandung atau bayi yang dikandung. Jika usia kehamilan lebih dari waktu normal biasanya akan diberi waktu dahulu beberapa hari maksimal dua minggu sampai satu bulan untuk menghindari resiko perhitungan usia kehamilan yang salah. Jika tetap saja belum melahirkan setelah waktu menunggu kemudian biasanya akan diberikan tindakan lanjutan untuk melahirkan yaitu bisa dilakukan operasi caesar atau pemberian obat untuk pematangan serviks (induksi kelahiran) dengan tujuan untuk memicu kontraksi dinding rahim.

Sponsors Link

Beberapa resiko yang bisa terjadi apabila kandungan melebihi usia normal mengandung yaitu sebagai berikut:

  1. Resiko kematian bayi lebih tinggi

Usia kehamilan yang semakin lama maka justru akan lebih meningkatkan resiko kematian bayi lebih tinggi. Hal ini bisa terjadi karena memang semua hal dan sistem kerja kandungan sudah tidak fektif lagi karena seharusnya sudah tidak bekerja yaitu dengan bayi lahir tetapi harus tetap masih bekerja. Anggapan semakin lama bayi berada dalam kandungan maka semakin cerdas bayi tersebut itu salah. Memang dulu ada seorang ulama besar yang berada dalam kandungan sampai usia 4 tahun, tetapi itu seorang ulama, jika kita hanya manusia biasa maka layaknya manusia biasa juga dengan waktu kehamilan normal. (Baca Juga: Ciri ciri Bayi Lahir Prematur)

  1. Resiko aspirasi mekonium

Mekonium merupakan feses pertama bayi yang baru lahir, jika terjadi hal ini maka akan mengakibatkan resiko feses mengotori cairan ketuban sehingga dapat menyebabkan terhirup oleh bayi. Bayi yang baru lahir harusnya lebih baik menghirup udara bersih karena masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit, tetapi ini malah menghirup udara yang terkontaminasi. (Baca Juga: Akibat Kelebihan Air Ketuban)

  1. Resiko bayi mengalami hipoglikemia, kejang dan infeksi

Bayi lahir dengan usia kehamilan melebihi batas normal juga bisa berisiko terkena hipoglikemia serta kejang atau infeksi. Bayi yang mengalami kejang maka perlu diperhatikan kondisi kesehatannya karena bisa juga beresiko pada kematian. Apalagi jika sampai bayi mengalami infeksi, maka perkembangan bayi bisa terhambat dan tidak normal. (Baca Juga: Penyebab Kejang pada Anak )

ads
  1. Menurunkan kondisi kesehatan bayi

Kesehatan bayi akan semakin menurun jika terlalu lama didalam kandungan atau melebihi batas normal usia mengandung. Hal ini terjadi karena fungsi plasenta yang semakin menurun, padahal makanan dan oksigen yang didapat bayi untuk kehidupannya didalam kandungan yait melalui plasenta yang terhubung dengan ibu yang mengandung sehingga bayi akan mendapatkan nutrisi dan oksigen yang cukup. Tetapi jika plasenta fungsinya sudah menurun maka kebutuhan nutrisi dan oksigen bayi akan semakin tidak terpenuhi. (Baca Juga: Manfaat Madu untuk Bayi Baru Lahir)

  1. Resiko cerebral palsy pada bayi

Cerebar palsy merupakan kondisi dimana terjadi cedera otak yang mengakibatkan perkembangan abnormal pada kendali otot dan gerakan yang disebabkan karena kurangnya asupan oksigen saat bayi masih berada dalam kandunga. Cerebral palsy memang sangat berakibat fatal pada kesehatan anak, khususnya pada perkembangan anak. (Baca Juga: Makanan Yang Baik Untuk Otak Janin Dalam Kandungan)

  1. Resiko kematian ibu lebih tinggi

Usia kehamilan ibu yang semakin tua maka kondisi kesehatan ibu akan semakin rentan dan kondisinya semakin lemah maka untuk melahirkan semakin beresiko kematian pada ibu. Dalam proses persalinan membutuhkan tenaga ibu yang kuat untuk membantu mendorong keluarnya bayi, jika kondisi ibu lemah maka ini sangat mengkhawatirkan karena melahirkan merupakan pertarungan antara hidup dan mati. (Baca Juga: Bahaya Operasi Caesar)

  1. Resiko komplikasi persalinan

Usia kehamilan yang semakin tua dan melebihi usia normal melahirkan akan mengakobatkan resiko komplikasi persalinan seperti infeksi, perdarahan yang tidak normal serta komplikasi persalinan lainnya sehingga memang lebih aman jika melahirkan pada usia kandungan normal. (Baca Juga: 13 Ciri Kehamilan yang Bermasalah)

  1. Resiko operasi caesar

Semakin tua usia kehamilan maka akan lebih beresiko mengalami operasi caesar. Operasi caesar lebih diutamakan memang untuk ibu yang kondisinya lemah atau tidak kuat dalam melakukan proses persalinan secara normal. Selain itu juga di Indonesia biasanya dilakukan karena tren yang ada atau tidak mau menanggung rasa sakit melahirkan secara normal. Tetapi operasi caesar memimilki banyak resiko untuk kesehatan sehingga lebih baik jika melahirkan dengan cara yang normal dan usia kehamilan normal. (Baca Juga: Bahaya Operasi Caesar Yang ke 4 Kali)

Demikian beberapa bahaya yang dapat beresiko pada ibu dan bayi dengan masa hamil lebih dari 40 minggu. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut maka anda bisa melakukan beberapa hal seperti hitung kembali denga teleti usia kandungan anda, lakukan pengecekan kondisi plasenta dan air ketuban dengan cara USG jika kondisinya masih normal maka tidak perlu terlalu risau, lakukan induksi alami seperti olahraga ringan, seks, mengkonsumsi makanan bergisi serta cari informasi yang banyak untuk mempertimbangkan apa yang akan dilakukan jika terjadi usia kehamilan yang melebihi batas normal.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , ,
Post Date: Saturday 15th, October 2016 / 11:06 Oleh :
Kategori : Gangguan Kehamilan