Sponsors Link

15 Gejala Keracunan Kehamilan Paling Berbahaya     

Sponsors Link

Kehamilan memang menjadi hal yang paling indah dan menantang untuk semua ibu hamil. Terkadang sejak munculnya berbagai tanda kehamilan maka tubuh menunjukkan perubahan yang aneh. Hal paling berat untuk ibu hamil adalah morning sickness sejak masuk trimester pertama. Kemudian masa trimeter kedua menjadi waktu paling menyenangkan dalam kehamilan. Sementara setelah masuk trimester ketiga maka resiko keracunan kehamilan bisa terjadi dengan cepat. Umumnya kondisi ini terjadi setelah ibu masuk atau melewati usia kehamilan 20 minggu.

ads

Kondisi keracunan kehamilan bisa menjadi sangat berbahaya ketika terlambat untuk ditangani. Sehingga ibu mungkin bisa mengalami resiko termasuk kelahiran prematur hingga kematian ibu dan janin. Untuk itu beberapa gejala keracunan kehamilan seperti dibawah ini harus segera diatasi.

  1. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang terjadi pada akhir kehamilan bisa muncul akibat adanya riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya atau tidak sama sekali. Kondisi tekanan darah tinggi digambarkan sebagai sebuah keadaan ketika tekanan darah menjadi 140/90 atau lebih tinggi dari angka ini. Pengukuran tekanan darah bisa dilakukan sebanyak dua kali untuk mengetahui data yang paling valid. Biasanya selama kehamilan maka tekanan darah akan naik sebanyak 15 angka untuk diastolik dan 30 angka atau lebih untuk sistolik. Jika ibu hamil mengalami kondisi ini maka sebaiknya segera mencari perawatan dokter agar segera bisa diatasi.

Baca juga: darah tinggi pada ibu hamil – hipertensi dalam kehamilan – cara mencegah hipertensi pada ibu hamil

  1. Ada protein dalam urin

Gejala keracunan kehamilan juga sering menyebabkan adanya temuan protein dalam urin. Kondisi ini menyebabkan adanya sebuah kondisi ketika ginjal bekerja dengan keras untuk menyaring albumin atau protein berlebihan dalam tubuh ibu hamil. Pemeriksaan kadar protein dalam urin ini bisa dilakukan dilaboratorium dengan mengambil sampel dari urin ibu hamil. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya 300 mg / dL protein dalam urin  sudah menunjukkan kondisi keracunan kehamilan. Kemudian jika pengulangan pemeriksaan dilakukan dalam waktu 24 jam dan hasilnya mendekati atau lebih tinggi dari jumlah tersebut maka ibu hamil harus mendapatkan perawatan.

Baca juga: sering kencing saat hamil – akibat kelebihan albumin bagi ibu hamil

  1. Kaki bengkak

Masalah kaki bengkak saat hamil biasanya dialami oleh ibu hamil yang sudah masuk ke trimester ketiga. Bengkak kaki pada ibu hamil bisa disebabkan ketika ada banyak cairan yang menumpuk pada bagian ini. Akumulasi cairan bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain termasuk wajah, mata atau tangan. Jika sudah sangat parah maka ketika bagian tubuh yang bengkak di tekan maka bagian kulit tidak akan kembali dengan cepat. Lalu pembengkakan berubah menjadi perubahan warna pada bagian kaki atau bagian tubuh lain yang nengkak. Kondisi ini bisa sangat berbahaya karena tubuh ibu hamil menjadi lebih rentan. (baca: bahaya kaki bengkak saat hamil –  kaki bengkak setelah melahirkan)

  1. Sering sakit kepala

Ibu hamil memang sering sakit kepala terutama ketika masuk trimester pertama. Sakit kepala yang muncul pada trimester ketiga adalah gejala keracunan kehamilan yang sangat sering terjadi. Sakit kepala digambarkan sebagai sebuah kondisi ketika kepala sakit, berputar, nyeri pada salah satu sisi atau migrain dan bisa bertahan dalam waktu yang lama. Jika ibu hamil sudah mencoba untuk minum obat sakit kepala namun gejala sama sekali tidak berkurang maka ibu harus segera bertemu dokter. Sakit kepala pada ibu hamil bisa menjadi tanda lain dari masalah kehamilan yang lebih berbahaya.

Baca juga:

  1. Ibu lebih gelisah dan sesak nafas

Beberapa gejala keracunan kehamilan terkadang juga menyebabkan dada sesak saat hamil, ibu hamil menjadi lebih cemas, bingung, perasaan sedih dan diikuti dengan sesak nafas. Gejala ini bisa menjadi pertanda adanya depresi dan juga pembentukan cairan dalam paru-paru. Kondisi bisa menjadi lebih buruk jika ibu hamil tidak bisa makan dengan baik sehingga terasa nyeri usus. Masalah ini harus segera diatasi sehingga ibu hamil kembali cepat sehat. Namun kondisi ini sebaiknya harus dipantau oleh dokter atau dengan cara mengatasi sesak nafas saat hamil. Terlebih untuk ibu hamil yang menderita asma atau gangguan pernafasan yang lain. (baca: bahaya batuk bagi ibu hamil – ibu hamil asma

ads

  1. Hyperreflexia

Hyperreflexia adalah sebuah reaksi ketika bagian sistem syaraf ibu hamil memberikan rangsangan yang sangat kuat terhadap sebuah respon. Kondisi ini biasanya akan diperiksa dengan memukul bagian lutut dengan palu karet. Kemudian kaki ibu hamil bisa bergerak atau memantul ke atas dengan sangat cepat. Jika dibayangkan maka kecepatan gerakan kaki ibu tidak seperti ibu hamil lain yang sehat. Respon ini bisa terjadi pada ibu hamil yang sudah mengalami kejang atau belum sama sekali. Biasanya dokter akan memberikan obat yang mengandung magnesium sulfat untuk mengatasi masalah ini. Namun dosis memang harus diperhatikan untuk mengatasi kelebihan dosis. Kelebihan dosis magnesium sulfat bisa menyebabkan respon atau tekanan syaraf yang sangat lambat pada ibu hamil.

  1. Pandangan mata menjadi kabur

Ibu yang mengalami keracunan kehamilan juga bisa mengalami pandangan mata yang kabur. Hal ini bisa disebabkan karena adanya gangguan pada bagian sistem syaraf pusat sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan otak. Gejala lain yang bisa diamati oleh ibu hamil termasuk respon yang sangat lambat terhadap fungsi mata, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, adanya pandangan mata yang lebih gelap dan kondisi mata yang kurang sehat. Tidak ada cara untuk mengatasi ini secara tradisional, sehingga ibu harus pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan dokter. (baca: mata bintitan saat hamil – mata minus melahirkan normal)

  1. Kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan untuk ibu hamil yang terjadi secara tiba-tiba bukan termasuk sebagai gejala obesitas untuk ibu hamil. Kenaikan berat badan bahkan terlihat sangat tinggi setiap minggu dan ini menjadi gejala keracunan kehamilan. Penyebab kondisi ini adalah adanya kerusakan pada sistem pembuluh darah yang kemudian menyebabkan banyak cairan dalam tubuh ibu hamil. Artinya bahwa cairan yang seharusnya terbuang menjadi urin melewati penyaringan dalam ginjal tidak berjalan dengan baik. Jika ibu hamil mengalami kondisi ini sebaiknya tidak melakukan diet atau usaha lain untuk menurunkan berat badan. Kondisi ini harus segera mendapatkan perawatan sebelum menjadi lebih parah. Selain itu kenaikan berat badan juga bisa menyebabkan bayi besar dalam kandungan dan bahaya obesitas bagi ibu hamil.

  1. Sakit perut sisi kanan

Ibu hamil memang terkadang mengalami masalah gangguan perut yang menyebabkan rasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa menjadi lebih parah jika ibu juga terkena keracunan kehamilan. Rasa sakit perut pada ibu  hamil karena keracunan akan terpusat pada bagian kanan bawah. Terutama pada bagian sisi sekitar rusuk. Terkadang ibu hamil menganggapnya sebagai gejala maag, sakit flu, masalah pencernaan dan juga ketika bayi banyak bergerak. Namun ini sebenarnya bisa terjadi pada  bagian hati sehingga mungkin masalah keracunan kehamilan ini sudah parah.

Baca: bahaya obat maag untuk ibu hamil – obat maag untuk ibu hamil

  1. Nyeri punggung bawah

Biasanya ibu hamil memang akan merasa bagian tubuh menjadi tidak nyaman. Kondisi ini sering terjadi pada ibu hamil yang sering berdiri atau duduk dalam waktu lama. Namun jika rasa sakit selalu terpusat pada bagian punggung bawah maka bisa menjadi ciri keracunan kehamilan. Kondisi ini bisa terjadi akibat otot bagian tubuh menjadi sangat tegang. Namun ketika nyeri berkembang dari bagian punggung ke bagian leher atas dan bergerak ke kanan maka ini menjadi kondisi yang sangat berbahaya. Ibu harus segera ke dokter untuk mencari tahu penyebab rasa sakit itu termasuk jika terkena keracunan kehamilan. (baca: bahaya ibu hamil angkat beban berat)

  1. Mual dan muntah berlebihan

Mual dan muntah biasanya memang dialami ibu hamil terutama saat masuk trimester pertama. Namun masalah ini biasanya sangat jarang dialami oleh ibu hamil yang sudah masuk trimester kedua dan ketiga. Namun ibu hamil harus menandai jika mual dan muntah ini disebabkan karena kelalahan, masuk angin atau bahkan gangguan fungsi hati. Jika mual dan muntah sama sekali tidak membaik setelah beberapa hari maka ibu harus segera pergi ke dokter. Dalam pemeriksaan dokter biasanya akan menguji kadar protein untuk mencari tahu adanya keracunan kehamilan.

Baca: perbedaan mual hamil atau maag – cara mengatasi mual saat hamil muda tanpa obat – penyebab mual saat hamil dan cara mengatasinya

  1. Mengantuk berlebihan

Perasaan mengantuk terus menerus menyebabkan tubuh ibu hamil berat untuk digunakan bergerak. Biasanya ibu hamil cepat ngantuk ketika kelelahan. Tapi jika kondisi ini muncul selama trimester ketiga maka bisa menjadi hal yang sangat berbahaya. Mengantuk menjadi pertanda ketika tubuh ibu tidak bisa memberikan respon yang baik terhadap lingkungan. Terlebih jika ibu sudah mengalami tekanan darah tinggi, maka mata akan sulit untuk terbuka dan selalu ingin tidur. (baca: bahaya tidur pagi bagi ibu hamil – posisi tidur ibu hamil berdasarkan trimester – posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil)

  1. Kulit ibu menjadi gatal

Salah satu gejala awal keracunan kehamilan bisa menyebabkan kulit ibu hamil menjadi lebih gatal. Penyakit ini bisa muncul mulai dari kulit atas tubuh ibu hamil hingga mencapai organ intim. Gejala lain yang bisa terjadi termasuk cemas, sering marah, tidak bisa tidur dengan baik dan depresi. Namun pengujian oleh dokter tetap diperlukan karena ini bisa menjadi pertanda penyakit diabetes atau alergi sehingga menyebabkan kulit gatal-gatal. (baca: perut gatal saat hamil

Sponsors Link

  1. Osteomalacia dan Tetani

Osteomalacia adalah sebuah kondisi yang menyebabkan tubuh ibu hamil tidak bisa menyerap kalsium dan fosfor dengan baik. Kondisi ini bisa menyebabkan dampak yang sangat buruk untuk ibu hamil karena bagian tulang ibu menjadi lebih cepat patah. Kemudian ketika tubuh ibu kekurangan fosfor maka bisa menyebabkan otot ibu menjadi lebih sering kram. Bagian kaki menjadi sering kram bahkan meskipun tidak digunakan untuk beraktifitas. Keadaan ini bisa menjadi lebih buruk jika ibu hamil juga kekurangan nutrisi sepanjang kehamilan. (baca: manfaat kalsium bagi ibu hamil)

  1. Kejang dan koma

Keracunan kehamilan yang tidak segera mendapatkan perawatan bisa menyebabkan masalah yang sangat berat. Setelah ibu mengalami sakit perut terus menerus lalu diikuti dengan gangguan sistem syaraf pusat maka ibu bisa mengalami kejang. Kejang menandakan adanya respon yang sangat buruk atau reaksi berlebihan dari otak ke bagian syaraf tubuh yang lain. Kemudian jika kejang tidak segera ditangani maka bisa menyebabkan koma. Ini dampak yang sangat serius karena bisa menyebabkan kematian ibu dan bayi.

Berbagai gejala keracunan kehamilan memang membutuhkan perawatan khusus. Semua tanda – tanda ini biasanya muncul pada akhir kehamilan. Karena itu pemeriksaan kehamilan sangat penting dilakukan secara rutin. Dan ini penting untuk mencegah dampak kesehatan yang buruk untuk ibu dan mengetahui perkembangan janin selama dalam kehamilan.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Monday 05th, December 2016 / 07:14 Oleh :
Kategori : Masalah Kehamilan