14 Akibat Keguguran untuk Psikologis dan Kesehatan Ibu

Sebuah kata tentang keguguran menjadi hal yang tidak pernah diinginkan oleh keluarga. Keguguran menjadi gambaran kondisi ketika janin sudah tidak bernyawa atau kehamilan yang gagal. Ada banyak penyebab keguguran yang bisa terjadi akibat masalah reproduksi, genetik janin, kecelakaan dan faktor lain. Hal yang paling berat pada ibu hamil yang mengalami keguguran sebenarnya terletak pada masa setelah keguguran. Banyak hal berat yang akan dilewati ibu setelah melakukan proses kuret janin tidak berkembang.

Berikut ini adalah berbagai akibat keguguran untuk ibu hamil baik secara fisik maupun mental.

  1. Kesedihan yang mendalam

Salah satu akibat pertama bagi ibu hamil yang baru saja mengalami keguguran adalah rasa sedih yang sangat mendalam. Rasa sedih itu dimulai sejak ada tanda-tanda keguguran hingga mendapatkan kabar dari dokter tentang keguguran yang sudah pasti. Ibu hamil biasanya sudah menyiapkan banyak hal ketika dirinya tahu hamil dengan tanda tanda kehamilan minggu pertama. Menjaga kehamilan itu dengan baik dan membayangkan bagaimana bayi yang akan dilahirkan. Dan keguguran seperti menghapus mimpi sehingga membuat ibu hamil mengalami rasa duka yang sangat panjang.

  1. Emosi yang tidak stabil

Ibu yang baru saja keguguran mengalami masalah emosi yang tidak stabil. Tidak hanya mengenai kehilangan bayi tapi juga banyak hal. Biasanya ibu hamil akan merasa mengapa keguguran itu bisa terjadi dan bagaimana jika tidak keguguran. Emosi ini akan semakin tinggi jika masalah keguguran terjadi secara berulang. Rasa keinginan yang kuat untuk bisa hamil terkadang menyebabkan emosi ibu menjadi lebih kacau. (baca: penyebab keguguran berulang)

  1. Perasaan tidak bisa menjadi orang tua

Banyak ibu hamil yang telah melewati perjuangan berat, termasuk dengan proses bayi tabung. Kondisi keguguran yang terjadi pada ibu seperti ini bisa menyebabkan masalah yang sangat berat. Ibu akan kehilangan perasaan karena tidak bisa menjadi orang tua. Termasuk rasa malu terhadap orang lain dan gambaran untuk pergi ke tempat yang jauh. Ibu hamil dengan bantuan sebuah proses lewat program kehamilan memiliki waktu yang lebih banyak untuk menjadi orang tua, dibandingkan ibu hamil secara alami. Karena itu kehilangan bisa menyebabkan dampak yang serius dan perasaan sakit hati berlebihan.

  1. Perasaan bersalah

Ibu hamil yang baru saja mengalami keguguran biasanya juga akan mengalami perasan bersalah yang sangat berat. Rasa bersalah ini seolah ditanggung oleh diri sendiri karena dirinya yang hamil, termasuk jika mendapatkan dukungan dari pasangan dan keluarga. Ibu akan merasa sangat bersalah pada diri sendiri, keluarga dan termasuk bayinya yang sudah meninggal. Ia merasa seperti tidak bisa memenuhi hak bagi pasangan dan juga keluarga. Perasaan bersalah ini bisa bertahan sangat lama sehingga sulit untuk hamil kembali setelah keguguran.

  1. Perasaan marah

Reaksi perasaan marah untuk ibu yang baru saja mengalami keguguran memang sering terjadi. Reaksi ini sebenarnya sangat baik untuk membantu mengeluarkan perasaan ibu. Namun jika terus terjadi dalam waktu yang lama maka bisa menyebabkan ibu berada dalam kondisi yang berbahaya. Perasaan marah bisa terjadi pada diri sendiri, pasangan dan bahkan keluarga. Bahkan beberapa ibu hamil juga merasa marah dengan keadaan dan menyalahkan ibu lain yang bisa sampai melahirkan bayi sehat. Rasa bersalah semakin besar ketika melihat ibu lain yang sedang hamil atau bayi yang baru lahir.

  1. Dampak hubungan dengan pasangan yang buruk

Dalam sebuah penelitian menyatakan jika tingkat kepekaan seorang ayah tidak sebanding dengan ibu. Ikatan perasaan ibu dengan janin sangat tinggi sementara ayah berada dalam level yang biasa. Karena itu ketika keguguran terkadang hanya menjadi kesedihan ibu saja, sementara ayah bisa menerima dengan baik. Jika sikap ini terlihat dengan jelas maka bisa menyebabkan masalah untuk hubungan dengan pasangan. Ibu menganggap bahwa ayah tidak berduka dan semua ini menjadi awal masalah yang lain.

  1. Trauma dengan rumah sakit

Ibu yang mengalami keguguran biasanya disarankan untuk melakukan kuret. Ini adalah metode untuk membersihkan janin dari rahim sehingga ibu bisa kembali hamil. Namun tindakan kuret biasanya membutuhkan penanganan yang sangat singkat dan ketika ibu sudah pulih maka diijinkan pulang. Sehingga ibu pulang dari rumah sakit dalam kondisi perasaan kaget dan shock. Hal ini juga bisa menyebabkan ibu mengalami trauma yang sangat dalam. Bahkan beberapa ibu tidak mau kembali ke rumah sakit yang sama. Rasa kehilangan bayi juga bisa menyebabkan ibu mengingat bagaimana proses medis saat keguguran.

  1. Kecemasan berlebihan

Ibu yang mengalami keguguran bisa mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Rasa cemas ini sering terjadi sehingga menyebabkan ibu sulit untuk hamil lagi. Perasaan bahkan bisa terus terjadi ketika sudah hamil lagi. Ibu akan mengingat keguguran sebagai hal yang sangat traumatik sehingga menyebabkan efek jangka panjang. Raca cemas yang berlebihan bisa menyebabkan masalah untuk tubuh seperti penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Karena itu ibu yang keguguran bisa merasa lebih sensitif dibandingkan ibu lain.

  1. Gangguan tidur

Ibu yang mengalami keguguran biasanya selalu tidak percaya dengan kondisi yang baru saja dialami. Karena itu ingatan tentang keguguran bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Hal ini menyebabkan ibu juga mengalami gangguan tidur. Ibu mengalami insomnia berat dan menyebabkan tubuh menjadi tidak sehat. Dan ini bisa menghambat proses kehamilan selanjutnya. Gangguan mimpi buruk tentang kehilangan janin juga akan selalu terjadi sebelum ibu bisa menerima keguguran itu.

  1. Perasaan gugup

Rasa gugup sering terjadi pada ibu hamil yang telah mengalami keguguran. Hal ini bisa terjadi didepan umum maupun ketika ibu sendiri. Efeknya bisa menjadi sangat berat karena ibu tidak bisa melakukan berbagai aktifitas yang normal. Untuk mengatasi perasaan gugup ini maka ibu hamil harus mencoba menerima keadaan yang sudah berlalu.

  1. Gangguan kelelahan berlebihan

Keguguran juga bisa menyebabkan dampak yang serius untuk tubuh ibu hamil. Rasa lelah yang sangat berat bisa terjadi dengan cepat dan membuat ibu mudah terserang penyakit. Gangguan kelelahan ini akan terjadi ketika ibu juga mengalami masalah psikologis. Kemudian efeknya akan menyebar ke tekanan darah, jantung dan berbagai organ lain. Dampak kelelahan ini sering menyebabkan ibu hamil mengalami sakit kepala yang berat.

  1. Depresi

Keguguran menjadi pemicu depresi untuk ibu yang mengalaminya. Hal ini bisa terjadi akibat adanya perasaan yang sangat berat untuk merima keguguran. Depresi bisa menyebabkan kondisi tubuh ibu mengalami masalah kesehatan termasuk penyakit jantung. Kondisi depresi ini akan membuat ibu lupa untuk membersihkan diri, lupa makan, perasaan bingung dan sulit untuk berkomunikasi. Depresi ini melebihi seperti pada kondisi sindrom baby blues.

  1. Gangguan reproduksi

Efek keguguran umumnya sangat umum dan jarang ada yang menyebabkan gangguan masalah reproduksi. Ibu akan kembali mendapatkan menstruasi lalu bisa mencoba untuk hamil lagi. Namun beberapa ibu juga bisa mengalami gangguan reproduksi seperti ada efek samping kuret yang menyebabkan infeksi rahim, masalah penyumbatan tuba falopi dan kista ovarium. Namun pemeriksaan detail dalam program kehamilan setelah keguguran biasanya mencegah masalah ini karena diketahui sejak awal.

  1. Sulit hamil lagi

Beberapa ibu yang mengalami keguguran juga bisa mengalami kesulitan untuk hamil lagi. Kondisi ini biasanya terjadi ketika ibu juga menderita penyakit seperti toxoplasma bagi ibu hamil, kista ovarium, kehamilan ektopik dan hamil anggur. Agar masalah ini tidak semakin berat maka perawatan dokter sangat dibutuhkan. Namun ibu juga bisa mencoba cara cepat hamil setelah kuret untuk melupakan keguguran sebelumnya.


Cara Mencegah Akibat Keguguran

Meskipun dampak keguguran memang bisa menyebabkan masalah baru dan umumnya membutuhkan waktu penanganan yang lebih lama, namun sebenarnya bisa dicegah. Berikut ini cara mencegah efek keguguran yang bisa dilakukan.

  1. Bicara dengan orang lain. Ibu tidak boleh mengatasi perasaan sedih sendirian. Karena itu ibu bisa mencoba untuk berbicara dengan pasangan, keluarga atau teman dekat. Cara ini sangat baik untuk mencegah depresi berkelanjutan.
  2. Acuhkan perkataan orang lain yang menyakiti hati. Ada banyak pendapat setelah ibu mengalami keguguran. Menerima kalimat positif jauh lebih baik daripada selalu memikirkan kalimat yang buruk.
  3. Selalu bersikap positif. Ada banyak hal buruk yang bisa terjadi setelah keguguran termasuk kalimat buruk dari orang lain. Untuk mengatasi hal ini maka Anda bisa mencoba untuk terus bersikap positif. Jika Anda bisa berbicara dengan tegar maka minta orang lain untuk menghormati Anda.
  4. Menerima semua proses keguguran termasuk untuk tindakan medis. Mungkin ibu masih merasa lelah dan sakit setelah proses keguguran. Namun ibu sebaiknya berusaha untuk menerima semua itu. Jangan melawan rasa sakit atau nyeri tapi terima dengan baik sesuai kemampuan tubuh.
  5. Buat komunikasi yang baik dengan pasangan. Beberapa laki-laki memang tidak terlalu respon dengan perasaan ibu yang baru saja mengalami keguguran. Penyebabnya karena mereka menganggap hal yang biasa. Untuk itu bicaralah dengan pasangan untuk mendapatkan dukungan.
  6. Mencoba untuk bersenang-senang. Jika ibu merasa sangat sedih maka perasaan ini bisa bertahan lama. Namun Anda harus memberikan waktu istirahat untuk perasaan Anda sendiri. Bicaralah dengan diri Anda sendiri dan sekarang waktunya untuk bersenang-senang.
  7. Terimalah itu lebih baik. Menerima semua keguguran itu lebih baik dibandingkan jika Anda terpuruk. Justru perasaan menerima bisa membantu memulihkan kesehatan dengan cepat, mengatasi rasa bersalah dan meningkatkan peluang hamil lagi.

Akibat keguguran memang selalu ada dan sulit untuk dihindari. Namun melihat semua akibat itu ternyata tidak ada yang menguntungkan. Karena itu segera lakukan pencegahan yang baik agar tidak terjadi akibat keguguran yang buruk.

, , ,
Post Date: Friday 30th, September 2016 / 06:37 Oleh :
Kategori : Keguguran
MUST READ
Perkembangan Janin / Bulan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Perkembangan Bayi/ Bln : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12