Sponsors Link

13 Penyebab Bibir Sumbing pada Janin

Sponsors Link

Bibir sumbing merupakan suatu kelainan atau ketidaksempurnaan yang terletak pada bagian bibir. Bayi yang terlahir dengan kondisi ini disebabkan oleh beragam faktor selama proses kehamilan. Hal ini karena pembentukan jaringan bibir serta langit-langit mulut janin terbentuk pada masa awal kehamilan.

ads

Kelainan ini dapat dilihat dengan kondisi cacat pada struktur bibir atau bagian langit-langit mulut bayi. Bahkan kondisi bibir sumbing dapat terjadi pada kedua bagian sekaligus, yakni cleft lip atau bagian bibir dan cleft palate atau langit-langit mulut. Meskipun demikian, bayi yang cacat sejak lahir karena bibir sumbing dapat disembuhkan dengan jalan operasi bedah. Namun alangkah lebih baiknya jika kita bisa mengantisipasi kecacatan seperti bibir sumbing sebelum kelahirannya ke dunia.

Bibir sumbing merupakan sebuah kelainan yang disebabkan oleh adanya gangguan fusi pada janin ketika berada didalam kandungan. Pada umumnya, ganggguan tersebut terjadi pada fase awal kehamilan. Berikut ini beragam sebab serta cara pencegahan terjadinya kelainan bibir sumbing pada janin :

1. Faktor Genetik atau Keturunan

Faktor penyebab terjadinya bibir sumbing pada janin yakni berasal dari keturunan atau gen yang didapat dari kedua orang tuanya. Bahkan memungkinkan juga bagi janin untuk menderita bibir sumbing yang berasal dari gen kakek atau neneknya. Kondisi dimana perkembangan jaringan bibir tidak terbentuk secara sempurna ketika menginjak kehamilan trisemester pertama ini. Kondisi ini akan menyebabkan bibir janin terbelah pada bagian atas atau disebut sebagai bibir sumbing.

Meskipun faktor genetika atau keturunan dapat menyebabkan janin berpotensi menderita bibir sumbing, namun tidak dapat dipastikan secara pasti bahwa orang tua yang menderita bibir sumbing akan mempunyai keturunan yang menderita bibir sumbing pula. Cara pencegahan yang paling efektif untuk kasus ini yakni dengan meningkatkan asupan asam folat yang dapat menekan resiko bayi mengalami bibir sumbing.

2. Kurangnya Asupan Asam Folat

Asam folat sebaiknya selalu dipenuhi dalam kebutuhan sehari-hari bahkan sebelum terjadinya kehamilan. Karena manfaat asam folat bagi ibu hamil ini merupakan kandungan penting yang dibutuhkan tubuh. Kebutuhan akan asam folat ini dapat mengantisipasi adanya kelainan pada perkembangan jaringan janin pada fase awal kehamilan. Asam folat ini sangat berperan penting dalam proses pembentukan jaringan wajah dan sistem saraf otak. Proses ini terjadi pada trisemester awal kehamilan dimana janin mengalami perkembangan secara signifikan.

Tidak terpenuhi atau kurangnya asupan asam folat ketika hamil akan meningkatkan resiko terjadinya bibir sumbing pada bayi. Terutama bagi orang tua yang memang mempunyai riwayat bibir sumbing, alangkah baiknya untuk mengingkatkan asupan asam folat guna mengantisipasi kejadian serupa terjadi pada janin. Asam folat dapat kita dapatkan dengan mengkonsumsi berbagai makanan, sayuran dan buah-buahan. Berikut ini beragam jenis makanan yang mengandung asam folat tinggi :

  • Brokoli
  • Lobak
  • Seledri
  • Kacang almond
  • Hati sapi
  • Jagung
  • Bayam
  • Alpukat
  • Jeruk
  • Strawberry
  • Rasberry
  • Pisang

3. Merokok

Bagi wanita yang terbiasa merokok sebaiknya menghentikan kebiasaan ini selama masa kehamilan. Karena pada dasarnya bahaya merokok saat hamil mengandung zat yang tidak baik bagi kesehatan tubuh. Terlebih bagi janin yang berada didalam kandungan sang ibu. Selain perokok aktif, wanita yang menghirup bahaya asap rokok juga mempunyai resiko melahirkan bayi yang menderita bibir sumbing. Untuk itu, sebaiknya waniya hamil menghindari asap rokok guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada janinnya.

4. Obesitas

Pada dasarnya wanita yang mengandung akan mengalami kenaikan berat badan pada tiap bulannya. Namun sebaiknya wanita hamil tetap memperhatikan berat badan selama kehamilan supaya tidak terserang bahaya obesitas. Karena berat badan yang berlebih dapat beresiko terhadap perkembangan janin dalam kandungan. Tidak terkecuali resiko terjadinya bibir sumbing pada janin pada fase awal kehamilan. Dengan mengkonsumsi sayuran dan beragam jenis bua-buahan akan membantu menjaga berat badan, ketika hamil di batas normal.

5. Gizi Buruk

Ketika wanita mengandung maka asupan nutrisi yang dikonsumsi juga meningkat dari hari-hari biasanya. Kebutuhan gizi ibu hamil dapat terpenuhi dengan cara mengkonsumsi beragam makanan yang kaya zat bermanfaat bagi tubuh. Gizi buruk secara langsung akan berdampak pada kondisi janin yang berada didalam kandungan. Tak terkecuali dengan resiko bibir sumbing yang terjadi, akibat tidak optimalnya perkembangan janin selama kehamilan. Jadi sebaiknya ibu hamil tetap memperhatikan gaya hidup sehat dengan beragam nutrisi yang tercukupi.

6. Efek Samping Penggunaan Obat

Wanita yang hamil sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat tanpa saran dari dokter terkait. Hal ini karena segala macam asupan yang dikonsumsi oleh ibu juga nantinya akan dikonsumsi oleh janin di dalam kandungan. Apabila obat yang diminum oleh ibu merupakan obat yang membawa dampak buruk bagi janin maka sangat dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi obat tersebut, contohnya bahaya obat maag untuk ibu hamil

Misalnya obat yang dilarang untuk dikonsumsi wanita hamil adalah isotretinoin. Obat ini biasanya digunakan untuk  mengatasi permasalahan kulit yang disebabkan oleh jerawat. Untuk itu, sebaiknya konsultasikan pada pihak dokter terkait mengenai obat yang akan dikonsumsi ketika hamil. Bukan tidak mungkin, obat-obatan tersebut berpotensi menyebabkan janin beresiko mengalami bibir sumbing nantinya. Berikut ini beragam obat terlarang bagi wanita yang sedang mengandung :

  • Isotretinoin
  • Asetosal
  • Aspirin (SCHARDEIN-1985)
  • Rifampisin
  • Fenasetin
  • Sulfonamid
  • Aminoglikosid
  • Indometasin
  • Asam Flufetamat
  • Ibuprofen
  • Penisilamin
  • Antihistamin
  • Antineoplastik
  • Kortikosteroid

7. Mengkonsumsi Alkohol

Alkohol atau minuman keras sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh wanita yang sedang mengandung. Efek atau dampak buruk dari minuman keras ini tidak hanya mengena pada ibu saja. Bahaya alkohol saat hamil juga mempengaruhi janin yang dikandungnya juga akan terkena dampaknya secara langsung.

Hal ini karena apapun yang ibu hamil konsumsi juga akan dikonsumsi oleh janin melalui plasenta. Paparan zat kimia ini akan menyebabkan proses pembentukan jaringan bibir janin tidak terjadi secara sempurna. Untuk itu, dengan tidak mengkonsumsi alkohol adalah upaya pencegahan bagi janin untuk tidak mengalami bibir sumbing atau gangguan kesehatan lainnya.

ads

8. Jenis Kelamin Bayi

Bayi yang mempunyai jenis kelamin laki-laki cenderung mempunyai resiko terkena bibir sumbing lebih tinggi dibandingkan bayi perempuan. Pada sebagian kasus, hal ini diteliti lebih lanjut mengenai jenis kelamin laki-aki yang menyebabkan peningkatan resiko terkena bibir sumbing. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan juga bagi bayi berjenis kelamin perempuan untuk menderita bibir sumbing.

9. Ibu Hamil Mengidap Penyakit Diabetes

Tidak bisa dipungkiri bahwa ibu hamil yang mengidap penyakit diabetes juga berperan besar dalam meningkatkan resiko janin mengalami bibir sumbing. Untuk itu, ibu hamil sebaiknya tetap memperhatikan kesehatan tubuh dengan menjaga pola makan yang benar serta menjaga kadar gula darah didalam tubuh. (baca juga : bahaya diabetes saat hamil)

10. Infeksi Penyakit

Apabila wanita yang mengandung menderita beragam jenis infeksi yang disebabkan oleh penyakit sebaiknya memerhatikan pengobatan yang lebih intensif. Hal ini guna mengantisipasi terjadinya bibir sumbing pada janin diawal kehamilan yang disebabkan gangguan infeksi penyakit pada ibu hamil. Cara terbaik mencegah terjadinya bibir sumbing pada janin yakni melakukan pengobatan ke pihak medis guna menanggulangi kondisi infeksi yang lebih parah. Infeksi penyakit pada umumnya ditemukan pada penderita penyakit sifilis dan virus rubella. (baca juga : cacar saat hamil)

11. Paparan Radiasi Zat Kimia Berbahaya

Ketika berada dilingkungan yang telah terpapar radiasi zat kimia berbahaya alangkah baiknya untuk meniggalkan tempat tersebut. Hal ini karena zat kimia bisa memancar kedalam lapisan kulit dan membawa dampak negatif bagi kesehatan tubuh, tidak terkecuali bagi ibu hamil. Paparan zat kimia berbahaya dapat menghambat pertumbuhan janin pada fase awal kehamilan. Sehingga menyebabkan tidak sempurnanya jaringan atau organ tubuh janin yang terbentuk.

12. Stres Berlebihan pada Ibu Hamil

Wanita yang sedang mengandung pada fase awal kehamilan cenderung mempunyai tingkat emosional yang lebih tinggi. Untuk itu, sebagai orang terdekat sebaiknya kita lebih menjaga perasaan sang ibu supaya tidak terjadi stres yang menyebabkan janin mengalami cacat fisik.

Wanita hamil yang sering mengalami stres berpotensi menaikkan persentase mempunyai bayi yang cacat ketika lahir nantinya. Selain itu, stres juga dapat menyebabkan keguguran, lahirnya bayi dalam kondisi prematur, serta infertilitas. Ada banyak cara yang dapat ibu hamil lakukan guna menghindari stres berat, salah satunya dengan metode yoga yang mampu menenangan pikiran.

13. Mual dan Muntah Berlebihan

Pada awal kehamilan, rasa mual dan muntah akan terasa sangat mengganggu bagi sang ibu. Rasa tidak nyaman ketika akan mengkonsumsi makanan ini nantinya akan berdampak pada asupan nutrisi yang diterima janin. Namun ada bahaya yang mengancam dimana ketika ibu hamil mengalami kondisi mual dan muntah secara berlebihan akan beresiko melahirkan bayi yang mempunyai bibir sumbing. Untuk mengantisipasi terjadinya bibir sumbing pada janin, sebaiknya ibu tetap mengkonsumsi makanan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan. Namun alangkah baiknya supaya mengakali cara dan takaran konsumsi supaya tidak memicu mual dan muntah secara berlebih. (baca juga : cara mengatasi mual saat hamil)

Ketidaksempurnaan bentuk bibir janin ini, ditentukan pada awal masa kehamilan itu sendiri. Beragam alasan yang menyebabkan bibir sumbing pada janin ini berasal dari berbagai faktor yang sebenarnya dapat diantisipasi. Salah satunya apabila bibir sumbing disebabkan oleh kurangnya asupan asam folat yang dapat diatasi dengan pemenuhan kebutuhan zat tersebut sebelum terjadinya kehamilan. Termasuk  hal-hal yang berkaitan dengan cara menjaga kehamilan agar tetap sehat, sesuai trimester kehamilan.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

Post Date: Friday 04th, December 2015 / 09:02 Oleh :
Kategori : Kelainan Janin