6 Penyebab Kelainan Kongenital Non Genetik pada Bayi

Kehamilan merupakan salah satu peristiwa penting bagi keluarga baru yang tengah menanti datangnya calon generasi. Mereka dengan sekuat tenaga menjaga perkembangan bayi agar tetap sehat, agar lahir dengan selamat dan sehat. Itulah mengapa kelahiran menjadi periode yang selalu di tunggu oleh setiap pasangan. Bahkan ibu hamil akan terus memikirkan keadaan janin yang ada di kandungannya. Meskipun ia sendiri lebih dari tahu, bahwa kehamilan bukan saat saat yang mudah. Tetap harus ada perjuangan dan air mata. Tak jarang banyak ibu yang meninggal pada saat proses persalinan.

Maka apakah yang akan terjadi pada satu pasangan jika mengetahui ada yang salah dengan bayi yang di kandungnya? Mungkinkah mereka tetap menanti, menunggu dan berharap kelahiran generasi keturunannya? Bisakah ia menerima keadaan yang berbeda pada anaknya kelak? Akankah ia mendapatkan kursi sesuai yang ia dapatkan jika nantinya ia lahir tidak normal?

Apa itu kelainan kongenital ?

Adalah kelainan bawaan yang muncul dan terjadi ketika bayi sedang mengalami pertumbuhan struktur dalam tubuhnya. Memang hal ini kerap terjadi pada awal masa pertumbuhan bayi tersebut. Bahkan sejak dalam hasil konsepsi sel telur. Terjadinya kongentital bisa menyebabkan bayi yang lahir mengalami keguguran. Inilah yang mampu menyebabkan kekhawatiran para ibu. Ada pula bayi yang lahir dalam kasus ini, namun ia malah tidak bisa bertahan hidup lama. Seminggu setelah kelahirannya, bayi sudah tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal.

Ketika bayi di lahirkan dalam keadaan kongenital, biasanya memiliki beberapa kelainan. Misalnya dengan berat badan rendah. Mirip seperti kelahiran bayi prematur. Sehingga beberapa organnya tidak bisa tumbuh dengan sempurna. Namun seperti kasus di awal, bahwa bayi dengan kondisi kon genital tidak bisa bertahan dalam waktu lebih dari 1 minggu.


Tentu saja bayi lahir dalam keadaan cacat memiliki faktor pendukung. Banyak pula alasan dan sebab sebab mengapa ia bisa terlahir dengan keadaan seperti itu. Salah satunya adalah penyebab genetik dan non genetik. Berikut ini faktor penyebab kelainan kon genital pada bayi non genetik :

1. Bayi lahir dengan pemenuhan gizi yang kurang

Faktor gizi ibu hamil memang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bayi. Itulah mengapa pemenuhan gizi yang kurang menjadi bahan utama penyebab kelainan kon genital pada bayi. Masa proses kehamilan merupakan masa masa genting dalam mempertahankan keberadaan bayi. Jika anda salah sedikit mengambil langkah, maka bayi anda menjadi taruhannya. Itulah sebabnya dokter kandungan selalu mewanti-wanti untuk selalu memperbaiki dan menjaga pola makan serta gizi.

2. Kekurangan asam folat

Dalam masa kehamilan, seorang calon ibu memerlukan beberapa nutrisi ibu hamil yang khusus. Salah satunya adalah asam folat. Maka ibu hamil ketika masa kehamilannya tidak banyak mengkonsumsi asam folat akan berpengaruh pada kondisi kesehatan anak yang ada di kandungannya. Manfaat asam folat bagi ibu hamil yang kurang pada tubuh dan bayi bisa memicu terjadinya kelainan kongenital juga.

3. Keadaan rahim yang tidak normal

Ini menjadi salah satu resiko dari ibu yang memiliki keadaan rahim tidak sehat. Misalnya suatu kasus masalah air ketuban yang tidak normal pada rahim. Sebab bayi yang ada di dalam perut ibu akan di rendam dengan air ketuban. Fungsinya untuk menjaga bayi dari benturan dari luar. Jika keadaan air ketuban tidak normal, seperti berwarna hijau atau berlebihan juga menyebabkan masalah baru.


Bayi tidak bisa bertahan dengan kondisi yang tidak normal. Tentu saja masalah ini mampu menyebabkan kelahiran kongenital pada bayi. (baca juga : bahaya bayi minum air ketuban hijau)

4. Gaya hidup yang tidak baik

Kondisi dan kesehatan dari ibu juga ikut menentukan kualitas dan kesehatan sang jabang bayi yang di kandungnya. Jika ibu semenjak muda sudah biasa untuk bergaya hidup tidak sehat, akan berpengaruh kuat pada masa kehamilannya. Salah satu pola gaya hidup yang tidak baik adalah kebiasaan ibu yang suka merokok, meminum minuman keras, suka mengkonsumsi obat-obatan dan lain sebagainya. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan janin yang ada di dalam rahim.

(Baca juga : bahaya merokok saat hamil dan bahaya alkohol saat hamil)

5. Tercemar asap rokok

Menjadi perokok aktif memang cukup membahayakan, namun sebagai perokok pasif juga sangat berbahaya. Pasalnya kita yang menghirup asap rokok melalui hidung mampu mencemari organ yang ada di dalam tubuh. Misalnya paru paru dan otak. Kondisi hamil sangat di wanti wanti untuk tidak terkena asap rokok yang ada di sekitar anda. Sebab bahaya asap rokok pada ibu hamil ini bisa menyebabkan pencemaran di dalam otak bayi yang sedang anda kandung.

6. Ibu hamil menderita suatu penyakit

Selain itu, salah satu penyebab yang memicu terjadinya kelainan kongenital adalah kondisi dari ibu hamil sendiri yang tidak baik. Seperti ibu memiliki penyakit tertentu yang sifatnya bawaan dan parah. Adapaun riwayat dari suatu penyakitt juga berpengaruh. Salah satunya adalah bahaya diabetes saat hamil. Penderita dari penyakit ini cenderung memiliki resiko kelahiran bayi yang cacat atau tidak normal. Bahkan dikhawatirkan bayi tidak bisa bertahan hidup dalam waktu lama.

, , ,
Post Date: Tuesday 05th, January 2016 / 07:01 Oleh :
Kategori : Kelainan Janin
MUST READ
Perkembangan Janin / Bulan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Perkembangan Bayi/ Bln : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12