Sponsors Link

9 Tanda Janin Tidak Berkembang Paling Akurat

advertisement

Ketika telur sudah dibuahi oleh sel sperma maka akan terjadi proses perkembangan embrio yang sempurna hingga menjadi janin lalu bayi yang sehat. Proses inilah yang menyebabkan berbagai tanda kehamilan muncul secara alami. Selama sembilan bulan dalam kandungan bayi mengalami perkembangan yang sangat menakjubkan. Namun terkadang ada beberapa masalah yang menyebabkan janin tidak berkembang. Jika kondisi ini terjadi maka janin bisa meninggal dalam kandungan dan ibu mengalami keguguran. Semua ibu pasti khawatir dan takut dengan kondisi seperti ini. Ibu mungkin harus fokus pada titik penting perkembangan janin seperti perkembangan janin 1 bulanperkembangan janin 2 bulan dan perkembangan janin 3 bulan. Pada masa trimester satu ini menjadi masa kritis bagi perkembangan janin yang sebenarnya. (baca: cara menjaga kehamilan trimester pertama)

Berikut ini berbagai informasi tentang tanda janin tidak berkembang yang harus diwaspadai ibu hamil:

  1. Perkembangan janin tidak sesuai usia kehamilan

Perkembangan janin seharusnya sesuai dengan usia kehamilan. Kondisi ini sangat normal untuk kehamilan yang sehat. Penilaian perkembangan janin bisa dilakukan dengan manfaat USG kehamilan tahap awal. Ketika gambaran USG menemukan ada kelainan pada janin seperti ukuran janin yang lebih kecil dari seharusnya maka bisa menjadi pertanda janin tidak berkembang. Pemeriksaan USG sangat penting untuk mengetahui masalah kehamilan pada tahap awal terutama bentuk janin yang harus sesuai usia kehamilan. Selain itu dokter atau bidan harus melakukan cara menghitung usia kehamilan dengan metode yang paling akurat. (baca juga: manfaat USG 4 dimensi – bahaya USG kehamilan yang terlalu sering)

  1. Kadar HCG yang sangat rendah

Ibu hamil mengalami perubahan hormon untuk mendukung perkembangan janin. Ketika ada masalah janin tidak berkembang maka tingkat HCG yang ditemukan dalam urin atau darah ibu hamil sangat rendah. Bahkan dengan pemeriksaan berkala maka bisa menemukan adanya penurunan tingkat HCG dari waktu ke waktu. HCG atau human chorionic gonadotropin ditemukan lewat tes darah saat hamil dan urin ibu hamil menjadi penilaian ciri ciri orang hamil yang paling akurat. Jadi pemeriksaan HCG juga bisa direkomendasikan oleh dokter jika sudah ada beberapa tanda janin tidak berkembang. Adanya tingkat HCG yang rendah juga bisa menyebabkan kondisi hamil yang tidak terdeteksi dengan mudah.

  1. Tidak ada kenaikan tinggi fundus

Selama hamil biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fundus untuk mengetahui perkembangan janin dengan palpasi abdomen pada kehamilan. Jika janin tumbuh dengan baik sesuai usia kehamilan maka fundus juga akan semakin tinggi. Pengukuran dilakukan dari bagian atas tulang kemaluan ke arah puncak rahim. Jika ukuran tinggi fundus tidak sesuai dengan usia kehamilan maka bisa jadi janin berkembang tidak terlalu baik atau sudah ada masalah janin tidak  berkembang. Kemudian dokter akan memastikan hasilnya dengan pemeriksaan USG dan tes darah. Pemeriksaan fundus ini juga penting untuk mengetahui ciri bayi sungsang dan hidramnion pada kehamilan.

  1. Flek dan pendarahan

Ibu hamil yang tiba-tiba mengalami flek pada awal kehamilan bisa menjadi sebuah pertanda janin tidak  berkembang. Meskipun flek bercak darah saat hamil muda sering menjadi tanda tanda kehamilan minggu pertama, namun flek janin tidak berkembang sangat berbeda. Flek bisa dimulai dengan flek coklat lalu bisa berubah menjadi flek darah. Kondisi ini memang sulit dibedakan karena flek coklat juga menjadi salah satu gejala kehamilan ektopik belum terganggu. Jika jumlah flek atau darah semakin banyak maka ibu hamil harus segera bertemu dengan dokter. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dengan USG untuk mengetahui masalah yang terjadi. Dokter akan memutuskan adanya tanda tanda keguguran dan ciri kehamilan bermasalah.

ads
  1. Ibu merasa tidak ada aktifitas dalam rahim

Salah satu pertanda awal janin tidak  berkembang adalah adanya penurunan aktifitas janin dalam rahim. Meskipun ini sangat sulit untuk diamati pada awal kehamilan, karena janin memang belum sempurna namun tanda ini bisa diperhatikan dari naluri ibu. Biasanya ibu akan merasa ada yang tidak nyaman dengan rahimnya atau merasa ada yang berbeda dibandingkan pada hari sebelumnya. Jika sudah merasa seperti ini maka sebaiknya ibu segera pergi ke dokter. Aktifitas janin yang terus menurun menjadi pertanda janin yang meninggal dalam kandungan atau penyebab janin kekurangan oksigen dalam kandungan.

  1. Rasa sakit sekitar perut dan panggul

Ibu hamil yang tiba-tiba merasa nyeri, sakit atau tekanan yang kuat pada panggul bawah harus curiga dengan masalah janin tidak  berkembang. Rasa sakit yang sering digambarkan oleh ibu yang akan mengalami keguguran karena janin tidak berkembang memang hampir sama seperti nyeri haid. Ibu akan merasakan tekanan yang agak  berat pada perut  bawah, nyeri punggung bawah, dan kram seperti ada yang tidak nyaman pada perut. Karena rasa sakit perut dan kram selama kehamilan awal juga sangat umum sebagai tanda janin berkembang, maka sebaiknya ibu segera bertemu dokter untuk melihat kondisi janin. Rasa sakit juga bisa terlihat seperti perut melilit saat hamil. (Baca juga: penyebab nyeri haid berlebihan)

  1. Tidak ada gejala kehamilan morning sickness

Ibu hamil yang masuk trimester pertama biasanya akan mengalami morning sikcness yang cukup berat. Namun ketika ada masalah janin tidak berkembang maka ibu mungkin tidak akan mengalami berbagai gejala kehamilan ini. Semua gejala ini akan hilang secara tiba-tiba dan ibu merasa seperti tidak sedang hamil. Seperti tidak mual saat hamil atau muntah , merasa tidak nyaman pada perut bawah atau bahkan hamil tapi tidak mual dan tanpa ngidam. Jika sudah terjadi kondisi seperti ini maka segera hubungi dokter kandungan terdekat.

  1. Berat badan ibu tidak naik

Pada pemeriksaan kehamilan biasanya ibu diminta untuk melakukan pemeriksaan berat badan. Dalam buku panduan kehamilan maka berat badan ibu menjadi hasil pemantauan perkembangan janin. Jika ada masalah janin tidak  berkembang maka berat badan ibu tidak mengalami kenaikan atau bahkan justru menurun. Jika berat badan ibu menurun maka bisa menjadi ada indikasi penyakit selama hamil yang menyebabkan janin tidak berkembang. Jadi waspadai beberapa masalah yang bisa menyebabkan ibu terlihat lebih kurus atau tidak ada tanda kenaikan berat badan.

  1. Keluar bekuan atau gumpalan jaringan dari vagina

Beberapa ibu mengalami masalah gumpalan atau bekuan selaput yang keluar dari vagina saat mengalami masalah janin tidak berkembang. Bahkan tanda ini sering terjadi pada ibu hamil yang tidak menyadari dirinya hamil atau hamil yang tidak terdeteksi. Adanya jaringan yang keluar melewati vagina berarti bahwa janin tidak berkembang dan kemungkinan sudah menjadi pertanda keguguran. Jika sudah mengalami kondisi ini maka segera temui dokter kandungan terdekat. Darah beku dan hitam yang keluar ini juga menjadi pertanda hamil anggur. (baca juga: beda hamil anggur dan hamil diluar kandungan – hamil anggur pada wanita)

Cara Mencegah Janin Tidak Berkembang

Berikut ini berbagai cara untuk mencegah masalah janin tidak berkembang:

  1. Rencanakan kehamilan dengan baik

Pada dasarnya ada beberapa pasangan yang bisa hamil normal tanpa perencanaan. Namun jika Anda merasa khawatir dengan masalah janin yang tidak berkembang, maka Anda harus merencanakan kehamilan dengan baik. Persiapan ini dilakukan dengan memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter kandungan untuk mengetahui masalah pada sistem reproduksi Anda. Jika ditemukan masalah seperti kista, kista ovarium, tanda tanda miom atau masalah reproduksi lain maka sebaiknya segera diobati terlebih dahulu sebelum hamil. Pemeriksaan kesehatan lain seperti cek genetik dan virus juga penting untuk mencegah infeksi kehamilan yang bisa memicu janin tidak berkembang.

  1. Pilih olahraga yang aman untuk ibu hamil

Jika Anda sudah dinyatakan hamil maka jaga kondisi kehamilan dengan memilih olahraga yang sesuai usia kehamilan. Hindari melakukan berbagai olaharaga ekstrim yang membutuhkan tenaga berlebihan. Olahraga untuk mencegah janin tidak berkembang bisa dilakukan dengan berjalan-jalan saja. Namun hindari berjalan jauh untuk mencegah kelelahan pada ibu hamil. Ibu bisa mencoba beberapa olahraga untuk ibu hamil atau senam hamil. (baca juga: bahaya ibu hamil angkat beban berat)

  1. Konsumsi makanan sehat

Selama hamil maka ibu harus mendapatkan asupan makanan yang cukup nutrisi dan sehat. Ada berbagai jenis makanan sehat untuk ibu hamil termasuk makanan untuk mencegah keguguran. Asupan gizi untuk ibu hamil harus seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Sayuran dan buah yang kaya dengan vitamin dan mineral harus rajin dikonsumsi.

  1. Hindari kafein

Selama hamil maka jangan mengkonsumsi kafein atau konsumsi dalam jumlah yang sangat rendah. Bahaya kopi bagi ibu hamil bisa menyebabkan dampak yang sangat serius pada tubuh janin karena nutrisi ini diserap lewat plasenta seperti bahaya kafein bagi ibu hamil. Selain itu ibu hamil juga akan mengalami efek kafein yang tidak nyaman seperti mual berlebihan, sakit kepala, denyut jantung yang cepat, dan ibu hamil cepat lelah karena kekurangan zat besi atau anemia pada ibu hamil. (baca juga: pantangan makanan ibu hamil – minuman yang menyebabkan keguguran)

  1. Hindari obat terlarang, alkohol, rokok dan gaya hidup buruk

Semua ibu hamil yang masuk trimester awal atau sepanjang kehamilan sebaiknya tidak mengkonsumsi narkoba, rokok dan alkohol. Semua gaya hidup yang buruk ini bisa menyebabkan masalah janin seperti janin tidak berkembang, bayi lahir dengan berat badan yang rendah, resiko penyakit syaraf dan otot pada bayi, resiko cacat bayi sejak lahir, masalah kesehatan jantung bayi dan beberapa masalah genetik. Jadi gaya hidup buruk harus ditinggalkan atau bahkan sama sekali tidak dilakukan setelah proses persalinan.

  1. Selalu gunakan obat dengan resep dokter

Beberapa ibu hamil memang merasa tidak nyaman atau sering kelelahan. Untuk mencegah semua efek kehamilan ini biasanya dokter akan memberikan resep vitamin atau obat untuk mengatasi penyakit bawaan sebelum kehamilan. Perlu diketahui bahwa ibu hamil tidak bisa minum obat sembarangan. Semua obat yang diminum ibu hamil harus berdasarkan resep untuk mencegah keguguran dan janin tidak  berkembang.

baca juga: bahaya obat maag untuk ibu hamil – bahaya amoxicillin bagi ibu hamil – bahaya antibiotik bagi ibu hamil

Sponsors Link

  1. Kelola gula darah selama hamil

Ibu hamil juga harus selalu mengelola kadar gula darah. Tindakan ini sangat penting untuk ibu hamil yang terkena diabetes maupun ibu hamil yang sehat. Terkadang beberapa kehamilan disertai dengan masalah yang muncul hanya saat hamil seperti kenaikan kadar gula darah. Jika ada kenaikan kadar gula darah maka metabolisme tubuh ibu hamil berubah atau adanya bahaya diabetes saat hamil. Dan efeknya bisa menyebabkan resiko janin tidak berkembang dan bahkan keguguran.

  1. Jangan stres

Masalah stres saat hamil, perubahan emosi yang naik turun dan suasana hati yang tidak menyenangkan memang sering terjadi pada ibu hamil. Perubahan hormon dan kelelahan bisa memicu stres pada ibu hamil. Karena itu ibu hamil harus pintar untuk menjaga agar tidak stres atau terlalu lelah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan seperti berjalan-jalan santai dengan keluarga, berkumpul dengan teman, piknik ke tempat hiburan terdekat atau dengan bervisualisasi bahwa ini kehamilan yang menyenangkan. Berbagai cara menghilangkan stres saat hamil bisa melindungi ibu dari bahaya sering emosi saat hamil dan bahaya banyak pikiran untuk ibu hamil.

  1. Kelola cara bekerja selama hamil

Banyak ibu hamil yang tetap bisa bekerja atau melakukan aktifitas di luar rumah. Jika Anda termasuk ibu hamil yang bekerja maka kelola cara bekerja yang baik dengan tips bekerja saat hamil. Diantaranya tidak menumpuk pekerjaan, tidak berdiri dalam waktu lama, tidak duduk dalam waktu lama, tidak mengangkat beban berat dan berusaha tidak mendapatkan tekanan dari lingkungan kerja. Untuk mendukung semua kebutuhan ini maka ibu hamil harus berbicara dengan atasan bahwa dirinya sedang hamil. Metode ini sangat penting dilakukan pada tahap awal kehamilan.

Kehamilan memang harus dijaga dan dirawat dengan benar. Ibu hamil membutuhkan waktu selama sembilan bulan hingga bisa lulus dari kehamilan dan melahirkan bayi yang sehat. Sementara masalah janin tidak berkembang paling sering muncul pada tahap awal kehamilan. Jadi ibu hamil harus memelihara kesehatan sepanjang kehamilan termasuk untuk awal kehamilan.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Tuesday 30th, August 2016 / 08:32 Oleh :
Kategori : Kelainan Janin