Sponsors Link

4 Penyebab Keputihan pada Ibu Hamil Paling Sering

advertisement

Keputihan saat hamil mungkin bukan masalah pada satu orang ibu hamil saja, tapi bisa terjadi pada semua ibu hamil. Ibu hamil terus merasa tidak nyaman ketika ada cairan putih yang keluar dari organ intim. Namun selama ini bukan ciri ciri air ketuban pecah merembes maka ibu hamil bisa merasa lebih tenang. Tapi bagaimana jika itu adalah keputihan yang memang membuat tubuh ibu menjadi tidak nyaman. Mengapa ibu hamil sering keputihan? Sebenarnya ada berbagai penyebab keputihan pada ibu hamil. Berikut info yang bisa Anda simak:

  1. Infeksi jamur pada organ intim

Ibu hamil mengalami perubahan hormon yang sering menyebabkan tanda kehamilan. Dan kondisi ini ternyata juga bisa menjadi pemicu ibu hamil mengalami keputihan. Masalahnya bukan pada perubahan hormon tapi pH alami dalam organ intim mengalami perubahan akibat hormon. Maka dampaknya bisa menyebabkan tumbuhnya jamur dan parasit yang menyebabkan keputihan. Infeksi jamur atau ragi juga bisa terjadi pada wanita tidak hamil misalnya keputihan setelah menstruasi.

Tanda-tanda:

  • Ibu hamil akan merasa panas dan gatal pada organ intim
  • Kemerahan atau nyeri pada bagian disekitar organ intim.
  • Tidak menyebabkan bau
  • Cairan berwarna putih
  • Bisa menyebabkan sakit atau panas saat buang air kecil
  • Bisa menyebabkan sakit saat berhubungan seksual.

Umum atau tidak?

Keputihan akibat ragi atau jamur pada wanita hamil sangat umum dan sebaiknya ibu tidak perlu khawatir. Karena ini disebabkan oleh perubahan hormon maka bisa terjadi lebih lama saat hamil. Namun jika merasa tidak nyaman sebaiknya ibu hamil segera berkonsultasi dengan dokter yang merawat.

Perawatan yang diperlukan

  • Minum yogurt lebih sering sebagai sumber probiotik untuk melawan jamur atau ragi. (baca: manfaat yogurt untuk ibu hamil)
  • Menjaga kebersihan organ intim selama hamil
  • Memilih pakaian dalam dengan bahan katun yang menyerap keringat
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep obat keputihan.
  1. Infeksi dari bakteri vaginosis

Infeksi bakteri vaginosis tidak hanya terjadi pada wanita yang tidak hamil termasuk pada kondisi menjelang menstruasi (baca: ciri ciri anak mau menstruasi). Tapi juga bisa terjadi pada wanita hamil. Penyebab utamanya adalah karena ibu hamil memiliki perubahan hormon yang sangat besar sehingga bisa merusak lingkungan dalam organ intim. Kemudian infeksi juga bisa menyebar dari pasangan seksual yang merusak lingkungan organ intim dan menyebabkan keputihan. Hormon ibu hamil juga sering menjadi penyebab morning sickness. (baca: bahaya morning sickness – cara mengatasi morning sickness)

Tanda-tanda

  • Bau keputihan lebih amis dibandingkan keputihan akibat jamur atau ragi.
  • Terasa sakit saat buang air kecil (Baca: sering kencing saat hamil)
  • Terasa sakit saat buang air besar
  • Cairan sering lebih kental dan lengket
  • Sering menyebabkan warna kuning pada pakaian dalam.

Dampak keputihan

Pada dasarnya banyak ibu hamil yang mendapatkan keputihan akibat bakteri vaginosis namun tetap sehat hingga melahirkan. Namun awalnya bakteri ini berkembang dalam bagian vagina yang kemudian bisa masuk ke bagian dalam termasuk rahim. Resiko yang paling berbahaya dari infeksi ini adalah kondisi ketuban pecah dini dan menyebabkan resiko kelahiran prematur. (baca: penyebab pecah ketuban dini)

Perawatan yang diperlukan

Untuk mencegah kelahiran prematur dan masalah infeksi pada bayi maka keputihan ini sebaiknya dirawat oleh dokter. Dokter akan membantu memberikan obat yang aman untuk bayi, mencegah pecah ketuban dan menghentikan infeksi yang sudah terjadi. Termasuk jika infeksi telah menyebar ke bagian rahim.

ads

  1. Infeksi akibat penyakit menular seksual

Penyebab keputihan yang lain adalah adanya penyakit menular seksual yang didapatkan dari pasangan. Hubungan seksual saat hamil atau sebelum hamil bisa menyebabkan kondisi ini. Pasangan yang sehat tidak akan menyebabkan infeksi karena itu ibu hamil harus menerapkan prinsip hubungan yang sehat. Menjaga kebersihan organ vital untuk diri sendiri dan pasangan harus dilakukan. Penyebab infeksi yang paling sering adalah adanya penyebaran Chlamydia. Infeksi ini bisa menyebabkan keputihan dengan warna kuning atau keunguan. Penyebab yang lain adalah adanya infeksi dari trichomoniasis yang bisa menyebabkan keputihan disertai rasa gatal dan panas yang parah.

Tanda-tanda

  • Keputihan bisa menjadi lebih bau.
  • Debit cairan yang keluar lebih banyak dan kental
  • Cairan bisa lebih amis dan warna menjadi kekuningan atau keunguan.
  • Bisa menyebabkan bekas hijau atau kuning pada pakaian dalam.
  • Menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada vagina.
  • Bisa menyebabkan panas dan sakit saat buang air besar.
  • Bisa menyebabkan sakit yang parah saat berhubungan seksual.

Apakah ini kondisi umum atau tidak?

Pada dasarnya keputihan yang disebabkan oleh bakteri atau penyakit menular seksual adalah hal yang tidak aman dan tidak umum. Seharusnya ini tidak terjadi selama kehamilan karena bisa menyebabkan dampak persalinan prematur. Bahkan ini bisa terkena infeksi rahim setelah melahirkan normal atapun caesar. Bakteri bisa menyebar melewati plasenta dan kemudian juga mempengaruhi kesehatan janin. Atau jika ibu melahirkan normal maka ini bisa menyebabkan infeksi pada bayi, termasuk penyebab mata merah dan berair pada bayi. (baca: penyebab belekan pada bayi baru lahir – obat sakit mata untuk bayi)

Perawatan yang tepat

Pada dasarnya infeksi dari penyakit menular seksual bisa diobati sejak awal kehamilan atau setelah infeksi diketahui. Dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik untuk mematikan sumber infeksi. Pasangan yang terkena penyakit menular seksual bisa mendapatkan perawatan dokter dan menghindari hubungan seksual selama kehamilan. (baca: bahaya amoxicillin bagi ibu hamil – bahaya antibiotik bagi ibu hamil)

  1. Infeksi Leukorrhea

Penyebab keputihan pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh infeksi dari leukorrhea. Infeksi ini sering menyebabkan keputihan dengan karakter cairan yang lebih putih dan sangat tipis. Terkadang keputihan bisa menyebabkan bau dan terkadang juga tidak. Ibu hamil bisa mengalami infeksi ini dengan tanda keputihan pada usia kehamilan 13 minggu. Namun keputihan juga bisa muncul lebih awal dan berjalan sepanjang kehamilan. Sekali ibu hamil terkena leukorrhea maka bisa jadi kehamilan berikutnya juga akan mengalami hal yang sama.

Penyebab Leukorrhea

Pada dasarnya ibu hamil memiliki tingkat estrogen yang sangat tinggi. Estrogen juga bisa menjadi penyebab mual saat hamil dan bisa juga sebagai akibat dari efek samping pil KB saat belum hamil. Hal ini menyebabkan aliran darah ke bagian panggul dan semua bagian dengan selaput lendir bertambah lebih banyak. Kemudian reaksinya bisa menyebabkan leukorrhea yang memicu keputihan.

Apakah ini umum dan aman untuk ibu hamil?

Ingat bahwa leukorrhea bisa terjadi sepanjang kehamilan dan menjadi hal yang paling tidak nyaman untuk ibu hamil. Namun ini adalah kondisi keputihan yang sangat normal dan umum untuk ibu hamil. Jika cairan putih berkembang lebih banyak dan berubah menjadi kecoklatan maka ibu hamil harus cepat melakukan konsultasi dengan dokter. Bercak coklat juga bisa menjadi tanda janin tidak berkembang dan ibu bisa mengalami tanda-tanda keguguran. Namun pada awal leukorrhea yang menyebabkan keputihan dan bercak merah muda maka bisa jadi ini tanda kehamilan.

Perawatan yang diperlukan

  • Menjaga organ intim tetap bersih dan segar sepanjang hari. Bisa dilakukan dengan sering mengganti pakaian dalam dan menjaga agar daerah organ intim tidak terlalu lembab.
  • Menggunakan panty liner untuk menyerap cairan putih dari organ intim. Lakukan jika ibu hamil nyaman jika tidak maka cukup menjaga kebersihan organ intim saja.
  • Jangan pernah menggunakan bahan-bahan pembersih termasuk cairan untuk membersihkan organ intim. Cairan ini mengandung bahan kimia yang justru bisa menyebabkan infeksi pada bagian organ intim.
  • Jangan menggunakan tisu basah untuk membersihkan area vagina karena bisa menyebabkan iritasi dan juga perubahan pH yang bisa menyebabkan infeksi pada saluran kemih.

Baca: cara mencegah keputihan – cara mengatasi keputihan gatal

Sponsors Link

Mengenal Gejala Keputihan yang Berbahaya untuk Ibu Hamil

  1. Keputihan menjadi sangat banyak baik itu dalam bentuk lendir atau cairan yang menjadi tanda gangguan kehamilan. Ibu hamil mungkin akan merasa ragu jika ini adalah pertanda dari air ketuban yang pecah. Untuk mencegah hal yang berbahaya maka ibu harus segera bertemu dengan dokter. (baca: ciri-ciri air ketuban kering)
  2. Usia kehamilan belum sampai 37 minggu dan ibu hamil mengalami keputihan yang disertai dengan flek coklat atau merah. Hal ini bisa menjadi pertanda pendarahan sebagai awal dari keguguran atau persalinan prematur. (baca: tanda keguguran tanpa pendarahan – penyebab keguguran berulangakibat keguguran)
  3. Keputihan tidak berbau atau tidak berwarna dan tidak kental tapi menyebabkan ibu hamil kesakitan saat buang air kecil. Ibu hamil harus mencari tahu sebabnya untuk menghindari infeksi pada saluran kencing dan rahim. Kondisi ini sering ditandai dengan demam saat hamil.
  4. Keputihan hampir selalu terjadi setelah berhubungan seksual saat hamil. Kondisi ini bisa berbahaya karena jika ada bakteri maka bisa menyebarkan infeksi ke bagian dalam termasuk rahim dan plasenta. Dan ini sangat berbahaya untuk perkembangan janin.
  5. Keputihan berubah menjadi warna yang kental, hijau atau kekuningan dengan bau yang tidak sedap. Hal ini bisa terjadi mungkin karena keputihan telah berkembang dengan adanya infeksi dari trikomoniasis yaitu jenis infeksi penyakit menular seksual.

Perawatan Alami Keputihan untuk Ibu Hamil

  1. Ibu hamil bisa mengatasi keputihan akibat perubahan hormon selama hamil dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Makanan sehat ibu hamil bisa memenuhi gizi ibu hamil berdasarkan trimester kehamilan dan mencegah mencegah infeksi penyebab keputihan baik itu dari jamur, ragi, bakteri atau virus.
  2. Ibu hamil bisa mencoba untuk mengkonsumsi yogurt sepanjang kehamilan, tapi harus jenis yogurt alami dan organik yang bisa mencegah obesitas pada ibu hamil. Yogurt sangat baik untuk membantu melawan infeksi terutama akibat bakteri.
  3. Ibu hamil harus selalu menjaga agar daerah intim tetap bersih dan kering. Ibu hamil sebaiknya menggunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap keringat sehingga daerah intim tidak lembab.
  4. Jangan menerapkan bahan cairan apapun saat hamil pada bagian intim. Ini untuk mencegah agar tidak terkena infeksi akibat bahan kimia yang masuk ke rahim lewat organ intim.
  5. Ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan tisu basah untuk memberihkan bagian intim. Lebih baik jika ibu menghindari cara ini untuk mencegah infeksi.

Keputihan untuk ibu hamil memang bisa menjadi hal yang tidak menyenangkan sepanjang kehamilan. Dan ibu hamil harus tetap menjaga kebersihan organ intim untuk mencegah masalah ini sering terulang. Penyebab keputihan pada ibu hamil harus diketahui agar bisa diobati hingga tuntas. Dan ibu hamil kemudian bisa menikmati kehamilan dengan baik.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Thursday 13th, October 2016 / 09:29 Oleh :