6 Komplikasi Kehamilan Harus Diwaspadai (Paling Berbahaya)

Semenjak muncul berbagai tanda kehamilan maka ibu hamil biasanya akan menjadi lebih waspada. Terlebih untuk ibu yang baru hamil untuk pertama kali, meskipun kehamilan selanjutnya juga tidak boleh diremehkan. Perkembangan janin selama 9 bulan bisa mengalami kenaikan dan penurunan sehingga kesehatan ibu hamil menjadi prioritas yang penting. Jika ibu hamil memiliki tubuh yang sehat maka janin akan dilahirkan dalam keadaan sehat. Berbagai jenis gangguan kehamilan bisa terjadi sepanjang kehamilan sehingga ibu hamil harus menjaga tubuh sepanjang waktu. Namun meskipun dengan usaha keras maka ibu hamil tetap bisa mengalami komplikasi kehamilan.

Berikut ini beberapa jenis komplikasi kehamilan yang harus diwaspadai dan paling sering terjadi pada ibu hamil.

  1. Diabetes gestasional

Selama kehamilan maka gula darah dalam tubuh ibu hamil juga bisa menjadi sangat tinggi. Perubahan ini bisa terjadi sangat cepat sehingga membuat ibu hamil terkadang tidak mengenali gejala yang muncul. Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang khusus menyerang ibu hamil, baik untuk ibu hamil yang tidak pernah terkena diabetes maupun ibu hamil yang sebelumnya sudah menderita diabetes. Pengaruh gula darah yang tinggi selama hamil bisa menyebabkan dampak yang serius untuk kesehatan ibu. Pemeriksaan kadar gula secara teratur sangat penting dilakukan untuk mencegah masalah komplikasi yang lain.

Gejala diabetes gestasional

Baca: tanda tanda diabetes pada ibu hamil

Perawatan diabetes gestasional

  • Pemeriksaan rutin gula darah untuk memantau kondisi diabetes.
  • Melakukan perubahan pola makan yang sehat sesuai nutrisi ibu hamil.
  • Mengurangi semua makanan yang mengandung karbohidrat dan gula yang tinggi dengan makanan pengganti karbohidrat untuk ibu hamil
  • Suntikan insulin atau obat bisa diperlukan sesuai dengan resep dokter yang merawat.

Komplikasi akibat diabetes gestasional

Baca:  bahaya diabetes saat hamil – bahaya obesitas bagi ibu hamil – bahaya kolestrol tinggi untuk ibu hamil

  1. Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah sebuah kondisi morning sickness yang sangat parah sehingga ibu bisa terkena bahaya morning sickness. Semenjak tanda kehamilan  muncul maka ibu akan merasakan morning sickness. Beberapa ibu yang mengalami kondisi ini bisa mengalami tahap yang lebih parah. Kondisi ini disebabkan karena perubahan hormon HCG yang sangat tinggi dalam tubuh. Selain itu hormon estrogen yang tinggi dalam tubuh juga bisa membuat mual dan muntah yang parah pada ibu hamil.

Baca: makanan pencegah mual saat hamil – cara mengatasi mual saat hamil muda tanpa obat)

Penyebab hiperemesis gravidarum

Gejala hiperemesis gravidarum

Perawatan hiperemesis gravidarum

  • Mengkonsumsi makanan yang memiliki rasa netral seperti telur (baca: pantangan ibu hamil muda)
  • Mengatur porsi makanan lebih kecil namun sering makan (baca: makanan bergizi untuk ibu hamil)
  • Mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit sesuai resep dokter.
  • Mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan infus sebagai pengganti cairan.
  • Boleh minum obat untuk mengurangi mual seperti meclizine, phnergan, dan dridol (harus sesuai resep dokter)

Komplikasi akibat hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum biasanya hanya terjadi pada trimester pertama kehamilan. Namun kondisi ini akan sembuh setelah ibu hamil bisa melewati trimester pertama. Komplikasi yang muncul berkaitan dengan nutrisi yang buruk pada ibu hamil, dehidrasi dan juga ibu hamil yang kekurangan gizi. Semua masalah ini bisa diatasi jika ibu hamil kembali mendapatkan nutrisi penting selama trimester kedua dan ketiga.

 

  1. Penyakit tekanan darah tinggi pada ibu hamil

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi dalam kehamilan bisa terjadi pada ibu hamil disepanjang kehamilan. Darah tinggi pada ibu hamil bisa menyerang semua ibu hamil, terlebih jika ibu hamil memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dinyatakan jika ukuran tekanan darah ibu hamil lebih dari 140/90 mm Hg. Tekanan darah tinggi bisa menjadi kasus komplikasi kehamilan yang serius karena berpotensi menyebabkan kejang dan gagal fungsi organ. Selain itu juga bisa menjadi penyebab varises pada ibu hamil.

Penyebab tekanan darah tinggi pada ibu hamil

Gejala tekanan darah tinggi

  • Ibu sering merasa pusing dan kaku pada leher
  • Pandangan mata menjadi kabur
  • Adanya kadar protein dalam urin (ditemukan dengan pemeriksaan urin)
  • Ibu hamil sering sakit perut yang parah
  • Adanya pembengkakan pada leher, wajah , tangan dan kaki

Perawatan tekanan darah tinggi ibu hamil

  • Pemeriksaan tekanan darah secara teratur untuk memantau kondisi ibu hamil
  • Pemberian obat khusus untuk ibu hamil (ibu hamil tidak boleh menerima obat ACE inhibitor dan angiotensin receptor blocker.
  • Konsumsi makanan yang sehat untuk ibu hamil
  • Membuat tubuh tetap aktif namun tetap terjaga
  • Hindari rokok, asap rokok, alkohol dan obat tanpa resep dokter
  • Mengawasi berat badan agar tidak naik dengan cepat.

Baca: cara menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil – cara mencegah hipertensi pada ibu hamil

Komplikasi tekanan darah tinggi

  • Pertumbuhan bayi yang terhambat sehingga bayi lahir kurang berat badan (baca: cara meningkatkan berat badan janin)
  • Ibu hamil bisa terkena masalah pernafasan sepanjang kehamilan dan saat persalinan
  • Ibu bisa mengalami resiko plasenta abruption yaitu plasenta terlepas dari janin sebelum persalinan.
  • Efek samping obat yang bisa terjadi pada ibu dan janin.
  • Persalinan harus caesar
  • Resiko gagal ginjal dan kejang
  1. Preeklampsia

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang sangat serius sehingga ibu hamil membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Kondisi ini juga berhubungan dengan penyakit tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Gangguan ini bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kerusakan organ yang parah termasuk untuk organ otak dan ginjal. Preeklampsia juga merupakan sebuah kondisi lanjutan tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang tidak terkendali. Semua ibu hamil yang mengalami preeklamsia bisa memiliki resiko terkena eklampsia yaitu kejang pada ibu hamil yang sering berakibat fatal termasuk kematian ibu dan bayi.

Gejala preeklampsia

Baca: gejala preeklampsia pada ibu hamil

Perawatan preeklampsia

  • Pemeriksaan tekanan darah, tes darah dan USG lebih rutin untuk memantau kondisi ibu dan bayi.
  • Dokter biasanya akan memberikan obat untuk menurunkan tekanan darah, obat kortikosteroid yang bisa menjaga fungsi hati, membuat kehamilan lebih panjang, dan obat untuk mendukung fungsi parru-paru bayi.
  • Jika preeklampsia sangat parah maka dokter akan memberikan obat antikonvulsan seperti magnesium sulfat untuk mencegah kejang.
  • Ibu harus bisa istirahat total sesuai kondisi, jika bergerak harus terbatas untuk mencegah komplikasi lebih berat.
  • Perawatan di rumah sakit diperlukan sesuai dengan kondisi ibu untuk mencegah pecah air ketuban dan berkurangnya air ketuban yang berbahaya untuk ibu dan bayi.
  • Dokter biasanya akan menyarankan persalinan caesar jika sudah masuk ke waktu melahirkan atau sesuai dengan kondisi ibu dan bayi.

Komplikasi akibat preeklampsia

  • Bayi bisa kekurangan oksigen akibat aliran darah ke plasenta yang berkurang.
  • Bayi lahir prematur, berat badan rendah dan kurang nutrisi.
  • Plasenta bisa terlepas dari janin sehingga bisa menyebabkan pendarahan dan ancaman nyawa bayi.
  • Ibu bisa terkena masalah hancurnya sel darah merah sehingga trombosit terus menurun dan bisa menyebabkan kematian untuk ibu dan bayi.
  • Ibu bisa terkena eklamsia yang akan menyebabkan kejang, masalah gangguan pada mata, dan gangguan yang lebih serius. (baca: gejala keracunan kehamilan)
  • Ibu bisa terkena ancaman penyakit jantung. (baca: penyebab jantung berdebar pada ibu hamil

  1. Persalinan prematur

Ibu hamil biasanya akan diberitahu kapan waktu melahirkan yang tepat sesuai dengan umur kehamilan atau dengan petunjuk cara menghitung usia kehamilan. Kehamilan yang normal biasanya akan mencapai setidaknya usia 37 minggu. Ketika ibu melahirkan dengan usia bayi kurang dari 37 minggu maka bisa dinamakan kelahiran prematur. Persalinan prematur menyebabkan bayi bisa terkena kondisi khusus termasuk organ yang belum berfungsi dengan baik. (baca: cara mencegah bayi lahir prematur)

Gejala persalinan prematur

  • Nyeri punggung yang sangat tidak nyaman.
  • Nyeri perut yang berkembang dari punggung.
  • Kontraksi yang datang dengan cepat
  • Tekanan pada bagian panggul dan perut
  • Ibu hamil mengalami keputihan yang berat
  • Cairan ketuban yang merembes atau pecah.
  • ciri ciri bayi lahir prematur

Perawatan untuk persalinan prematur

Sesudah ibu mengalami berbagai gejala persalinan prematur maka ibu harus segera pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa melalui USG dan juga memeriksa detak jantung bayi. Dokter akan memberikan evaluasi apakah harus melahirkan secara caesar atau normal sesuai dengan kondisi ibu  dan bayi.

Komplikasi akibat persalinan prematur

  • Gangguan pernafasan pada bayi akibat paru-paru yang belum sempurna. (baca: penyebab asfiksia pada bayi baru lahir)
  • Bayi bisa terkena penyakit displasia bronkopulmoner yaitu penyakit paru-paru kronis.
  • Penyakit jantung untuk bayi. (baca:  Cara mendengarkan denyut jantung bayi dalam kandungan –  kelainan jantung pada bayi baru lahir)
  • Bayi bisa terkena penyakit yang berhubungan dengan otak termasuk pendarahan otak yang menyebabkan cerebral palsy pada anak (baca: gejala cerebral palsy pada bayi)
  • Bayi bisa terkena gangguan suhu tubuh akibat suhu panas tubuh bayi menurun dengan cepat.
  • Bayi bisa mengalami hipotermia yang disebabkan karena masalah pernafasan dan kadar gula yang rendah.
  • Bayi bisa terkena gangguan pencernaan termasuk luka pada usus.
  • Bayi bisa terkena masalah kelainan darah termasuk anemia dan penyakit kuning. (baca:  penyebab kuning pada bayi – cara mengatasi bayi kuning)
  • Bayi prematur bisa terkena gangguan metabolisme yang akan menyebabkan kadar gula sangat rendah.
  • Bayi prematur sangat rentan masalah sistem kekebalan tubuh.
  • Bayi bisa mengalami gangguan cerebral palsy dan juga masalah perkembangan kognitif bayi.
  • Bayi prematur rentan dengan masalah mata seperti retinopati prematuritas. Penyakit ini bisa menyebabkan kebutaan pada bayi.
  • Bayi prematur rentan dengan masalah pendengaran dan gangguan kesehatan gigi.
  • resiko bayi lahir prematur 7 bulan
  1. Oligohidramnion (air ketuban sedikit)

Ketika ibu memiliki cairan ketuban yang lebih sedikit maka kondisi ini disebut dengan oligohidramnion. Cairan ketuban sebenarnya sangat penting untuk bayi karena cairan ini yang akan melindungi tubuh bayi dari goncangan selama di dalam rahim. Kondisi ini paling sering terjadi di kehamilan yang sudah mencapai trimester ketiga.

Penyebab oligohidramnion

  • Terjadi kebocoran cairan ketuban selama kehamilan (baca: ciri-ciri air ketuban pecah merembes – ciri ciri air ketuban kering)
  • Adanya cacat janin seperti cacat ginjal dan tidak terbentuk ginjal pada janin (baca: penyebab janin cacat sejak dalam kandungan)
  • Faktor genetik dari kondisi janin yang tidak normal.
  • Ibu hamil kembar dua atau lebih
  • Ibu hamil mengalami pemisahan plasenta dan janin
  • Ibu hamil menggunakan obat seperti obat golongan NSAID
  • Ibu hamil sakit lupus
  • Diabetes pada ibu hamil
  • Ibu hamil mengalami dehidrasi
  • Ibu hamil mengalami penyakit tekanan darah tinggi dan preeklamsia

Gejala oligohidramnion

  • Terjadi penurunan detak jantung janin
  • Aktifitas janin menjadi lebih lemah
  • Berkurangnya cairan ketuban yang diketahui dengan pemeriksaan oleh dokter.
  • penyebab pecah ketuban dini

Perawatan oligohidramnion

Dokter biasanya akan memutuskan tindakan yang paling baik sesuai dengan kondisi ibu. Perawatan seperti istirahat total sangat diperlukan untuk menjaga kondisi ibu. Ketika ibu sudah masuk ke waktu melahirkan maka persalinan caesar bisa dilakukan untuk mencegah resiko yang lebih buruk.(baca: bahaya bayi minum air ketuban saat lahir)

Selain beberapa macam komplikasi kehamilan diatas maka ibu hamil juga sangat rentan dengan masalah plasenta previa dan resiko keguguran. Memang tidak mudah untuk mencegah komplikasi kehamilan. Namun ibu hamil bisa berusaha untuk menjaga kesehatan termasuk mencegah stres dan konsumsi makanan yang sehat selama hamil.

, , , ,
Post Date: Friday 06th, January 2017 / 05:08 Oleh :
Kategori : Masalah Kehamilan
MUST READ
Perkembangan Janin / Bulan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Perkembangan Bayi/ Bln : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12