12 Bahaya Kopi Untuk Ibu Menyusui dan Bayi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Meminum kopi merupakan hal yang mejadi suatu kebiasaan oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Tidak peduli apakah penikmat kopi tersebut berasal dari kaum laki-laki maupun perempuan, serta tidak memandang usia muda maupun usia tua. Bahkan akibat rasa “kecanduan” akan kopi tersebut membuat banyak orang ingin selalu meminumnya walaupun mungkin kondisi tubuhnya atau kesehatan tubuhnya sedang tidak seperti biasanya, misalnya dalam keadaan menyusui atau pasca melahirkan.

(Baca juga: Bolehkah Ibu menyusui minum kopi,   Obat pusing untuk Ibu menyusui)

Kafein pada kopi

Pada kopi terdapat kandungan kafein yang tentu dapat mempengaruhi fungsi fisiologi atau fungsi normal tubuh. Dalam keadaan biasa (diluar hamil) mungkin efek tersebut tidak berpengaruh. Tapi dalam keadaan masa menyusui, tentu da hal yang harus diperhatikan. Kadar normal Ibu menyusui kafein sebaiknya tidak lebih dari 300 mg.

(Baca juga: Bahaya kopi bagi Ibu hamil)

Dikatakan bahwa kafein yang dikonsumsi Ibu menyusui akan masuk ke sistem sirkulasi ke seluruh tubuh dan juga termasuk menuju ke kelanjar air susu. Hal ini menyebabkan ASI yang diproduksi oleh kelenjar tersebut, juga akan mengandung kafein. Dikatakan bahwa kafein yang dapat ikut terkandung dalam ASI sekitar 1% dari yang dikonsumsi. Sebenarnya selain kopi, zat yang juga mengandung kafein misalnya cokelat, teh, minuman soda, minuman berenergi, dan obat-obatan tertentu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu menyusui sebelum meminum kopi:

(Baca juga: Manfaat kopi bagi Ibu  hamil)

1. Mempengaruhi kandungan zat besi

Dikatakan bahwa mengkonsumsi kopi atau kafein dengan jumlah yang banyak ternyata dapat mempengaruhi kandungan dari produksi ASI Ibu saat masa menyusui. Sehingga dalam jumlah berlebih, kafein bisa menjadi pantangan bagi Ibu menyusui. Pada ASI akan terjadi kekurangan mineral berupa zat besi. Padahal zat besi sangat dibutuhkan oleh bayi untuk menjaga kesehatan bayi serta mencegah terjadinya anemia. (Baca juga: Bahaya merkuri untuk Ibu menyusui,    Manfaat zat besi bagi Ibu hamil)

2. Dapat terakumulasi dalam tubuh bayi

Bila Ibu menyusui yang mengkonsumsi kopi atau kafein, maka akan ikut di keluarkan bersamaan dengan ASI. Bila hal ini dilakukan berlebihan, terutama pada bayi dibawah usia 3 bulan, justru dapat menjadi menumpuk atau terakumulasi dalam tubuh bayi. Hal ini dikarenakan bayi yang masih berusia muda masih memiliki organ tubuh yang juga belum sempurna, sehingga akan sulit memetabolisme kafein dari kandungan kopi. Tentu jika dibiarkan lama, maka akan menyebabkan kerusakan organ tubuh bayi, seperti organ hati dan ginjal. (Baca juga: Makanan Ibu menyusui agar bayi cerdas)

3. Gangguan asam lambung

Bagi Ibu menyusui yang gemar meminum kopi, akan mudah mengalami gangguan lambung. Hal ini dikarenakan efek dari kafein yang terkandung dalam kopi akan memicu terjadinya peningkatan asam lambung. Hal ini jika dibiarkan tanpa dinetralkan, maka sifat asam dari asam lambung tersebut akan mudahmelukai atau mengiritasi dinding atau lapisan lambung bagian dalam. Hal ini kemudian akan menyebabkan Ibu menyusui sering merasakan sakit maag. (Baca juga: Obat maag untuk Ibu menyusui,   Obat maag untuk Ibu hamil)

4. Cepat marah

Dikatakan bahwa Ibu menyusui yang sering meminum kopi dalam jumlah yang berlebihan, cenderung akan mudah mengalami cepat marah serta perubahan mood menjadi buruk. Hal ini tentu tidak akan baik bagi Ibu yang sedang menyusui, dimana Ibu menyusui perlu kesabaran dalam mengasuh bayinya yang masih kecil. Selain itu, dampak tersebut juga bisa mempengaruhi kesehatan Ibu menyusui tersebut. Hingga bila Ibu jatuh sakit, akan menyebabkan terganggunya proses menyusui pada bayinya. (Baca juga: Obat sariawan untuk Ibu menyusui)

5. Cemas

Bagi Ibu yang meminum kopi berlebihan, akan mengalami perasaan cemas. Hal ini dapat berupa perasaan yang tidak enak, serta kadang sampai membuat diri menjadi gelisah. Hal tersebut bisa terjadi, walaupun sang Ibu sedanga tidak ada masalah atau sedang tidak dalam beban suatu maslah atau kekhawatiran. (Baca juga: Obat cacing untuk Ibu menyusui)

6. Jantung berdebar

Dampak tersering dari meminum kopi yang bisa terjadi pada Ibu menyusui adalah mengalami perasaan jantung berdebar kencang. Hal ini terjadi karena adanya efek dari kafein dalam kopi tersebut yang menstimulasi kerja jantung menjadi semakin cepat. Sehingga Ibu bisa mengalami perasaan jantung yang berdebar, bahkan bisa menaikkan sedikit tekanan darah. Kafein yang membuat jantung berdebar tersebut tidak hanya berasal dari kopi, melainkan juga sumber kafein lain. (Baca juga: Bahaya kosmetik untuk Ibu menyusui)

7. Susah tidur

Dampak tersering atau yang paling nyata dari meminum kopi adalah perasaan untuk susah tidur atau susah ngantuk. Hal ini malah sering menjadi suatu keinginan bagi banyak orang yang ingin menunda tidur misalnya untuk begadang. Sehingga banyak orang yang akan memilih meminum kopi, hingga bergelas-gelas. Pada Ibu menyusui sendiri, tidur merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan, dimana pada saat tersebut Ibu dapat beristrahat agar tubuh tetap fit. Jika Ibu mengalami susah tidur karena efek dari kopi, maka akan mudah mengalami penurunan daya tahan tubuh dan bisa mengalami sakit. (Baca juga: Obat pilek untuk Ibu menyusui)

8. Bayi gelisah dan rewel

Kandungan kafein yang ikut di dalam ASI ternyata juga dapat memberikan efek kepada bayi jika Ibu meminum kopi yang berlebihan. Akibat kandungan kafein tersebut, maka akan dengan mudah membuat bayi menjadi gelisah serta kemudian bisa menjadi rewel. Perasaan gelisah tidak hanya terjadi pada Ibu yang meminum kopi. Ekibat kandungan dalam ASI tersebut, tentu juga akan dapat mempengaruhi bayi mengalami hal yang sama. (Baca juga: Bolehkah Ibu menyusui minum jamu)

9. Bayi susah tidur

Susah tidur tidak hanya akan dialami oleh Ibu, melainkan juga kepada bayinya. Hal ini dikarenakan kandungan kafein yang terdapat dalam ASI Ibu setelah meminum kopi secara berlebihan. Hal ini umumnya dilakukan oleh Ibu yang memang suka dengan kopi, namun tanpa sadar bahwa kafeinnya sendiri ternyata akan dapat mempengaruhi kualitas tidur bayinya. Padahal bayi terutama yang masih berusia muda, membutuhkan waktu tidur yang sering dan bisa lebih panjang sehingga kesehata bayi bisa terjada. Tentu jika bayi tidak dapat mengalami tidur, maka bayi akan menjadi gelisah dan mudah mengalami peurunan daya tahan tubuh. (Baca juga: Pantangan makanan Ibu menyusui)

10. Bayi Muntah

Akibat kandungan kafen di dalam ASI setelah Ibu meminum kopi, maka ASI yang mengandung kafein tersebut dapat menyebabkan bayi menjadi mutah. Hal ini dikarenakan muntah merupakan salah satu gangguan pencernaan yang bisa terjadi akibat sistem pencernaan bayi yang masih belum mampu mencerna kafein. Bila Ibu yang baru saja meminum kopi berlebihan, dan kemudian bayi mengalami muntah setelah diberi ASI, maka faktor ini perlu dicurigai. (Baca juga: Amankah albotyl untuk Ibu menyusui)

11. Bayi diare

Selain bayi dapat mengalami muntah, efek kafein dalam kandungan ASI dari Ibu yang meminum banyak kopi juga dapat memberikan gejala diare pada bayinya. Hal ini juga termasuk sebagai salah satu dampak gangguan pencernaan akibat kafein. Dimana sistem pencernaan bayi masih belum mampu mengkonsumsi kafei yang terkandunga dala ASI Ibu. Ketika mengalami diare ekibat hal tersbut, maka perlu diperhatikan pola frekuensi bayi dalam BAB serta tingkat kekerana dari kotoran bayi. Ibu perlu memperhatikan frekuensi BAB bayi akan semakin sering dibanding biasanya, juga kadang tingkat kekerasannya cenderung lebih encer atau biasa disebut mencret. (Baca juga: Obat diare untuk Ibu menyusui)

12. Bayi jadi lemah

Bayi dapat menjadi lemah umumnya akibat dari efek kafein yang terkandung dalam ASI dari Ibu yang telah meminum banyak kopi. Bayi menjadi lemah sendiri dikarenakan dalam waktu tertentu setelah bayi mengalami muntah dan diare, akan menyebabkan tubuh bayi menjadi lemas. Diare dan muntah tersebut menyebabkan tubuh bayi mengalami dehidrasi hingga menjadi lemah. Bila dibiarkan dalam waktu yang lebih lama, bahkan dapat menyebabkan kematian atau mengancam jiwa dari bayi. (Baca juga: Tanda hamil saat menyusui)

Disisi lain, penyebab tubuh bayi menjadi lemah sendiri, bukan hanya karena dampak dari muntah dan diare yang terjadi. Melainkan bisa juga dari dampak akibat ketika bayi susah mengalami tidur dan gelisah. Dimana keadaan susah tidur dan gelisah tersebut akan membuat bayi semakin banyak membuang energi tubuhnya, serta kurangnya tidur menyebabkan tubuhnya sulit beristrahat. Padahal istrahat diperlukan untuk mengembalihan stamina atau energi tubuh serta sebagai proses regenerasi atau recoveri sel tubuh. (Baca juga: Obat migrain untuk Ibu menyusui)

fbWhatsappTwitterLinkedIn