Sponsors Link
     Sponsors Link

29 Pantangan Ibu Menyusui ASI Eksklusif

advertisement

Tahukah anda ketika wanita tidak hamil bisa menyantap makanan apa saja yang mereka sukai. Tetapi ketika hamil, melahirkan dan menyusui, maka kebiasaan untuk makan yang mereka sukai harus dihentikan jika makanan tersebut ternyata mengandung banyak garam, berasa pedas, pahit dan mengandung zat asam. Larangan tersebut lebih kepada tujuan untuk menjaga kesehatan bayi karena masa pertumbuhan bayi sangat dipengaruhi kualitas produksi ASI. Percayalah! Jika ASI nya tidak baik maka perkembangan bayi ini dipastikan akan terhambat dan mengalami keluhan kesehatan dimasa-masa kedepannya.

Inilah pantangan ibu menyusui dimana banyak ibu yang masih tidak mempedulikan segala akibatnya.

Jenis Asupan Berbahaya

1. Menghindari makanan pedas

Makanan yang mengandung unsur pedas seperti cabai, merica, jahe dan lain lain jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menurunkan kualitas ASI. Karena ASI akan mengandung zat pedas yang bersifat panas dan menekan otot perut ini dapat menyebabkan lambung bayi teriritasi. Ingatlah sistem pencernaan bayi belum sempurna, akibatnya bayi akan menderita sakit perut, penyebab diare pada bayi dan rewel.

2. Menghindari makanan yang pahit

Makanan yang mengandung unsur pahit seperti daun pepaya, pare, jamu dan sebagainya jika dikonsumsi secara berlebihan akan memperburuk produksi ASI. Bayi akan menolak untuk disusui karena ASI berubah menjadi pahit . jika kondisi terus menerus berkelanjutan maka bayi kan kekurangan asupan gizi.

3. Menghindari gula yang berlebihan

Mengkonsumsi gula secara berlebihan atau gula buatan sangat tidak baik untuk kestabilan kadar gula darah si ibu. Jika ibu menderita bahaya diabetes saat hamil atau sudah terjangkit penyakit gula, maka akibatnya kualitas ASI bisa ikut memburuk. Bayi juga akan mengalami kelebihan gula dalam tubuhnya dimana organ pencernaannya belum sempurna. Ini akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan lain pada bayi.

4. Menghindari minuman berkafein

Mengkonsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh secara berlebihan dapat membuat bayi menjadi kesulitan untuk tidur dengan tenang. Dapat meningkatkan rasa gelisah dan membuat bayi akan rewel, hal ini disebabkan karena bahaya kafein bagi ibu hamil telah mengiritasi lambungnya. Pada sebagian bayi ada pula yang mengalami alergi zat kafein walaupun pada kadar yang sedikit, dimana bayi mengalami kejang dan rasa tidak nyaman pada tubuhnya.

5. Menghindari garam yang berlebihan

Garam bersifat panas, mengikis , mengikat, memblokir dan menyebabkan penghambatan tubuh dalam penyerapan nutrisi. Pada bayi yang telah berusia 7 – 8 bulan dimana pencernaannya sudah sempurna. Kelebihan garam pada ASI tetap dapat membuat nutrisi yang ibu konsumsi jadi tak berarti apapun karena bayi tidak mendapatkan nutrisinya.

6. Menghindari sayuran yang mengandung gas

Apapun makanan yang mengandung gas misalnya kembang kol, brokoli, paprika dan bawang lebih baik dikurangi atau kalau bisa dihindari selama masa menyusui. Dapat digantikan dengan sayuran lain yang lebih aman misalnya sayur bayam, sayur kangkung atau selada. Sayuran yang mengandung gas dapat menurunkan krekentalan ASI dan mengurangi rasa manis pada ASI sehingga bayi cenderung menolak untuk menyusu.

7. Menghindari minuman bersoda

Apapun minuman yang mengandung soda bersifat panas dan mengikat nutrisi dalan tubuh ibu sehingga tidak aakan saampai ke ASI sehingga membuat ASI menjadi kekurangan Vitamin dan membuatnya menjadi encer. Hal ini otomatis menurunkan kualitas dan produksi ASI secara bertahap sehingga menyebabkan tumbuh kembangnya tubuh bayi tidak mengalami peningkatan.

8. Menghindari makanan  yang asam

Makanan yang mempunyai unsur asam seperti jeruk limau, nanas, strawberry, tape (singkong yang difermentasi berdsama campuran ragi) atau berbagai macam cuka dapat mengakibatkan kekentalan ASI menjadi berkurang. Hal ini akan memberi rasa asam pada ASI yang dapat menyebabkan bayi tidak mau menyusu. Lambung bayi dapat teritasi dan bayi dapat terserang diare karena sistem pencernaannya belum sempurna sehingga sangat peka dengan zat asam. Ada buah yang aman untuk dijadikan alternatifnya yaitu buah mangga manis dan pepaya tua.

9. Menghindari makanan yang bersantan

Apapun makanan bersantan sebaiknya ibu hindari karena dapat membuat bayi gumoh, perut menjadi kembung  atau terus menerus menagis, merasa tubuhnya tidak nyaman. Sebaiknya hindari santan sedapat mungkin karena santan tajam dan bersifat mengiritasi lambung bayi yang usianya dibawah 6 bulan. Jika ini terjadi maka akan membuah bayi menangis terus menerus dan rewel karena merasa perutnya tidak nyaman.

10. Menghindari buah buahan yang beralkohol

Ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi secara berlebihan buah buahan yang mengandung soda dan alkohol. alkohol pada buah mempunyai sifat panas dan mengikis. Jika dikonsumsi secara berlebihan maka ASI akan tercemar alkohol dan mempengaruhi rasa sehingga bayi tidak mau lagi menyusu. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi keracunan atau rewel.

11. Menghinadri minuman beralkohol

Ibu menyusui wajib menjauhi alkohol dan tidak diperkenankan untuk mengkonsumsinya walaupun dalam jumlah sedikit. Alkohol yang ada pada minuman bersifat sangat panas dan mampu menyerap semua butrisi yang ada pada ASI sehingga menyebbkaan produksi ASI menjadi berkurang. Bayi akan mengalami kejang, diare dan bahkan mengalami kematian jika kadara alkohol terbilang banyak dalam ASI. Alkohol mampu merusak jaringan otak bayi yang menyebabkan keterlambatan dan kemunduran motoriknya dalam merespon cepat benda benda disekitarnya secara visual. (Baca juga : bahaya alkohol saat hamil)

12. Menghindari produk susu

Mengkonsumsi secara berlebihan makanan olahan yang terbuat dari produk susu berupa keju, yogurt, es krim, mentega dan susu krim tidak dapat meningkaatkan produksi ASI, karena makanan olahan tidak memiliki kandungan serat yang baik. sebaiknya jika ingin mengkonsumsi susu pilihlah yang termasuk rendah kalori atau susu rendah lemak.

13. Menghindari obat-obatan pereda rasa sakit

Mengkonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit misalnya obat sakit kepala atau obat untuk meredakan sakit pada jantung dapat mempengaruhi kualitas ASI. Zat kimia yang ada pada obat-obatan tersebut dapat bereaksi dengan cepat melalui kelenjar susu lalu mengendap dan bergabung dengan nutrisi yang ada pada ASI. Akibatnya jika bayi sensitif terhadap obat obatan tersebut, bayi anda akan mengalami keracunan berupa muntah muntah dan kejang.

14. Menghindari makanan yang dipanggang atau dibakar

Makanan yang dipanggang dan dibakar cenderung meninggalkan serbuk halus yang bergabung dengan partikel kecil, selama pembakaran dapat melekat pada makanan dan menjadi radikal bebas jika tertelan. Radikal bebas yang dihasilkan dari kepulan asap dan bergabung dengan unsur lain seperti debu jalanan, asap rokok, asap kendaraan dan kotoran lain. Maka bisa dipastikan ASI akan terkontaminasi dengan radikal bebas yang dapat menyebabkan kualitas ASI menjadi buruk dan berbahaya bagi tubuh bayi.

15. Menghindari rokok

Sedapat mungkin hindari dan jauhi siapa pun yang sedang merokok guna menghindari pencemaran ASI oleh tar dan nikotin yang terhirup melalui rongga mulut dan hidung. Nikotin dan tar mampu menyebabkan ASI menjadi encer, hilang beberapa nutrisi pentingnya dan asap rokok dapat mengikat mineral dan imun yang ada pada ASI, sehingga kualitas ASI menjadi buruk. Berhenti segera bagi ibu yang sebelumnya adalah pecandu rokok. Bayi dapat terserang kejang dan keracunan jika kadar tar dan nikotin mengendap banyak didalaam ASI. Hentikan merokok dan ulailah merubah gaya hidup anda dengan sesuatu yang lebih baik agar bayi senantiasa sehat dan tumbuh kembangnya dapat berjalan secar normal.

Aktivitas Berbahaya

Inilah beberapa pantangan lain yang dapat menjadi pertimbangan bagi ibu menyusui , karena jika diabaikan akan menimbulkan keluhan kesehatan sekitar payudara, mempengaruhi produksi ASI dan mengganggu pertumbuhan serta perkembangan tubuh bayi.

  1. Memakai Bra yang ketat dan berkawat

Ibu yang menyusui hendaknya tidak memakai Bra yang berukurran terlalu kecil aau ketat ataupun terlalu longgar. demi kesehatan jaringan payudara lebih baik membeli dan memakai Bra yang dirancang khusus untuk para ibu yang menyusui. Bar berkawat dapat membuat penekanan disekitar kelenjar susu dan mampu menghambaat aliran ASI menjadi tidak normal. Bra berkawat dapat membuat alirah darah sekitar payudara menjadi tersendat. kondisi inijika dibiarkan berlarut larut maka akan menurunkan produksi si.

2. Diet yang tidak seimbang

banyak ibu yang menyusui melakukan program diet tanpa mendapat rekomendasi dari bidan atau pihak dokter yang terkait. diet yang dilakukan berdasarkan keinginan  dan pemahaman yang salah dapat membuat tubuh kekuranagan gizi dan ini akan merusak kualitas ASI.

Kebanyakan ibu menyusui melakukan diet dengan cara membatasi asupan gizi tertentu. Padahal pada masa menyusui ibu dianjurkan untuk memasok nutrisi yang banyak, dari jenis makanan yang telah disarankan dokter ahli gizi atau tim kesehatan terkait. Jika tubuh minim memiliki nutrisi maka ASI yang seharusnya mempunyai asupan gizi terbaik bagi bayi justrui membuat bayi sulit mendapat penimgkatan berat badan.

3. Sedot ASI untuk disimpan dalam botol

Banyak wanita karir masa kini yang sibuk dengan aktivitas kantornya rela menyedot ASI dengan alat khusus untuk disimpan dalam botol. lalu diletakkan pada lemari es untuk menghindari pembusukan dan penguraian bakteri. Jika kondisi ini terus menerus dilakukan, maka akan mempengaruhi produksi air susu. Penyedotan memungkinkan membuat payudara menjadi timbul pembengkakan atau peradangan disekitar kelenjar susu.

Sponsors Link

ASI yang selalu disedot akan menimbulkan keluhan lain setelah 6 sampai 8 jam, sesudahnya payudara akan membengkak dan terasa sangat nyeri jika tersentuh tangan. Selain itu, produksi ASI akan melimpah dan akan keluar dengan deras membasahi Bar anda. Jika anda tidak memakai bra khusus ibu menyusui, ASI akan mengotori pakaian kerja anda dan berbau tidak sedap setelah beberapa jam kemudian.

4. Minum jamu sembarangan

Jangan minum jamu sembarangan tanpa ada rekomendasi dari bidan atau dokter, karena sebagian dari ibu menyusui ada yang bisa terserang alergi setelah minum jamu. Zat yang ada pada jamu biasanya akan bereaksi dengan ASI dan mampu menyerap semua nutrisinya yang akan menyebalkan ASI berasa kurang manis dan terlalu encer. Jamu yang dikonsumsi kebanyakan karena ingin mengembalikan bentuk tubuh sehabis melahirkan atau minum jamu karena ingin menyembuhkan jerawat.

5. Jangan membiarkan ASI tidak disusui selama 24 jam

Kesibukan para wanita karir yang masih menyusui lebih banyak tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menyusui bayinya. Akibatnya ASI yang menganggur dan tidak disusui selama berjam-jam, apalagi 24 jam dapat menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri pada dada yang luar bisa dan pengerasan pada payudara. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas anda.

6. Hentikaan kebiasaan memeras ASI

Wanita yang mempunyai aktivitas rutin yang padat dalam pekerjaannya di kantor, dapat menyebabkan produksi ASI meningkat tajam karena ASI tidak segera disusui oleh bayi. Hal ini banyak membuat ibu sering singgah ke toliet hanya untuk memeras susunya, agar tidak terlalu deras mengalir dan mengotori pakaian dalamnya. Kebiasaan yang kurang baik ini dapat menimbulkan iritasi pada puting dan mencederai pembuluh darah disekitar kelenjar susu. Hentikan kebiasaan ini dengan cara menyusui bayi dengan waktu yang lama sebelum berangkat kerja.

7. Jangan menyusui hanya pada salah satu payudara saja

Banyak ibu menyusui yang menyusui hanya pada salah satu payudaranya saja, sedangkan payudara yang lain jarang diberikan pada bayi. Akibatnya ukuran payudara tidak akan sama dan besar sebelah. Kondisi ini dapat membuat tampilan payudara tidak proporsional dan menurunkan kualitas ASI.

8. Jangan mengkonsumsi suplemen vitamin secara berlebihan

Pantangan ibu menyusui hendaknya membatasi konsumsi suplemen vitamin secara berlebihan. Suplemen mengandung bahan pengawet  yang dapat menurunkan kadar imun dalam ASI dan mempengaruhi kekentalan ASI yang dapat menyebabkan bayi tidak mau menyusui lagi. Jika ingin mengkonsumsi suplemen lebih baik mintalah saran yang terbaik pada dokter yang terkait atau ahli gizi.

9. Jangan memberikan ASI, tetapi memberikan susu botol

Ada sebagian ibu yang memberikan ASI tetapi di lain waktu, dia juga memberikan bayinya susu botol atau susu formula dengan berbagai macam alasan. Memberikan ASI secar teratur dan konsisten lebih baik dan akan membuat tubuh bayi sehat, tetapi jika pemberian susu botol pun dilakukan makan nutrisi yang ada pada ASI setelah bayi menyusui tidak akan berdampak apa apa karena ASI sudah berkurang kualitasnya.

10. Menyapih anak secara alami

Jika anda memiliki bayi yang hampir berusia 2 tahun dan sulit untuk disapih, biarkan dia berhenti secara alami. Jangan dipaksa untuk melakukan sesuatu agar dirinya tidak menyusu lagi, misalnya dengan cara melumasi puting susu dengan zat yang berasa pahit. Produksi ASI pada dasarnya akan terus berkurang seiring bertambahnya usia bayi. pada saat itulah rasa ASI akan berubah dan menjadi lebih keruh, kondisi inilah yang akan menyebabkan bayi anda tidak mau lagi menyusu. Biarkan dia menyapih dirinya sendiri (berhenti menyusu secara alami)

11. Buah jeruk pilihan terbaik untuk diet sehat

Bagi ibu menyusui yang telah mendapat rekomendasi dan pemahaman yang baik tentang cara berdiet sehat saat menyusui. Konsumsi buah jeruk manis adalah pilihan yang terbaik untuk mempertahankan kualitas ASI tanpa harus mengganggu produksinya setiap hari. Buah jeruk manis banyak mempunyai kandungan vitamin C dan serat yang mampu mempertahankan kelenjar susu untuk terus memproduksi susu secara melimpah.

ads

12. Jangan terlalu panik pada bayi yang tidak mau makan

Banyak ibu yang merasa takut dan khawatir jika melihat bayinya tidak mau makan dan mereka beranggapan bayi akan mengalami kekurangan gizi. Ini adalah pemahaman yang salah! bayi tidak akan mengalami kurang gizi selama ibu masih memberinya ASI dengan teratur dan konsisten. Jangan panik dulu karena di dalam ASI sudah tersedia semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dan mempunyai kandungan imun yang kuat melebihi vitamin manapun. Memberikan ASI sudah lebih dari cukup karena ASI dapat menutupi kekurangan gizi pada bayi walaupun tidak mau makan dalam satu hari.

13. Hindari makanan laut yang mengandung logam

Makanan laut seperti kepiting, aneka macam siput laut, teripang, kerang kerangan, cumi cumi, daging gurita, lobster atau ikan hiu memang sangat nikmat dan menggoda rasa lapar semakin menjadi-jadi. Namun menjadi pantangan ibu menyusui yang sedang menyusui bayi secara eksklusif. Hewan laut yang mengandung banyak protein dan vitamin ini ternyata mengandung banyak unsur merkuri atau logam didalam tubuhnya. Unsur logam bersifat mengendap dan mengiritasi. Bagi bayi yang usianya dibawah 6 bulan, pencernaannya belum sempurna. Jika bayi menyusui ASI yang telah terkontiminasi dengan berbagai macam logam dari hewan laut, maka pencernaan bayi akan teritasi dan menyebabkan mual dan diare dan rewel karena merasa tubuhnya tidak nyaman.

14. Menghindari makanan dan minuman yang mengandung mint

Rasa mint pada makanan atau minuman dapat menurunkan kualitas ASI secara bertahap, jika ibu mengkonsumsi setiap hari. Zat yang ada pada mint dapat mengikat, memblokir dan mencemari nutrisi dan mineral yang ada pada ASI sehingga ASI akan berubah rasa dan payudara tidak mampu memproduksi ASI secara berlimpah.

Makanan yang Sehat untuk Ibu Menyusui

  • Beras merah + sayur bayam

Mengkonsumsi nasi merah dan sayur bayam setiap hari dapat memperbanyak produksi ASI daan meningkaatkan kualitas nutrisi didalmnya. ASI akan kental dan memiliki kadar imun yang kuat selama masa menyusui. Beras merah tidak mengandung kadar gula tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula dalaam darah, beras merah termasuk karbohidrat sehat yang dapat memberikan energi yang cukup dan kebugaran tubuh ketika sedang beraktivitas. sedangkan bayam adalah sumber zat besi yang kuat dan mengandung antioksidannya tinggi dimana nutrisi tersebut sangat dibutuhkan oleh ASI.

  • Ikan salmon + kacang merah

Mengolah dengan cara  menggoreng ikan salmon bersama minyak zaitun dan menyantapnya bersamaan dengan rebusan kacang merah sangat baik untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan jaringan sel otak bayi, karena didalam ikan salmon terdapat kandungan asam amino yang sangat tinggi serta omega 3 yang kuat. Mengkonsumsi banyak ikan salmon bersamaan dengan rebusan kacang merah dapat membuat bayi anda lebih cerdas dari anak anak seusianya.

  • Susu rendah kalori + roti gandum

Menyantap roti gandum yang di cocol kedalam susu rendah kalori sangat nikmat  dan baik untuk kesehatan tulang dan gigi bayi. Gandum memiliki serat yag sangat tinggi dan susu rendah kalori mempunyai kandungan kalsium yang sangat tinggi pula. jika kedua nutrisi ini digabungkan maka akan mempercepat  peningkatan kualitas ASI.

  • Mengkonsumsi jamur + brokoli

Jamur dan brokoli memiliki nutrisi dan serat serta vitamin yang sangat banyak yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas ASI secara sistematik

  • Mengkonsumsi ubi jalar

Ubi jalar kaya dengan karbohiodrat tetapi rendah lemak, Ubi jalar juga mengadung serat yang kuat dan vitamin A yang dapat memperbaiki dan melindungi jaringan mata bayi. Santaplah ubi jalar sebagai makanan alternatif pengganti nasi putih.

  • Alpukat + susu rendah kalori

Buatlah jus alpukat yang dicampur dengan susu rendaah kalori agar tubuh dapat menyerap manfaatanya secara optimal. Kandungan vitamin E dabn anti oksidannya yang tinggi pada alpukat dapat bereaksi positif jika bergabung dengan kadar kalsium tinggi yang ada apada susu rendah jalori. kondisi ini mempercepat peningkatan kualitas dan kuantitas ASI dari hari kehari.

  • Mengkonsumsi pepaya + mangga tua

Menyantap buah mangga dan pepaya secara bersamaan dapat memperbaiki nutrisi ASI pada  ibu yang baru sembuh dari sakit. Vitamin A, E dan C serta serat yang ada dikeduaa buah tersebut dapat meningkatkan daya tahan ibu dengan cepat dan memperbanyak produksi ASI. Pepaya dan mangga dapat disajikan sebagai buaha yang diirtis sedemikian rupa daan dapat pula disaajikan dalam bentuk jus.

  • Mengkonsumsi labu siam

Banyak banyaklah mengkonsumsi buah labu siam karena didalamnya mengandung serat dan vitamin yang dapat meningkatkan produksi ASI.Labu siam dapat memperkental ASI dan meningkatakan rasa manis dan gurih sehingga membuat bayi lebih aktif dalam menyusui. santaplah labu siam yang telaah diolah  menjadi sayuran yang juga bisa anda gabung dengan irisan wortel dan jagung manis yang keduanya juga mengaandung serat, vitamin A  dan betakaroten yang kuat yang mampu mempercepat proses peningkatan kualitas ASI.

Catatan penting :

  • Asupan Gizi Lengkap – ASI memiliki kandungan nutrisi yang tidak ada habisnya selama usia bayi belum mencapai 2 tahun. Didalam ASI terdapat kalsium yang tinggi yang dapat memperbaiki jaringan tulang, memadatkan dan memperkuat tulang dan gigi bayi, maka dari itu pemberian susu formula tidak dianjurkan diberikan pada bayi yang telah mendapatkan fasilitas menyusui. kualitas ASI dapat diserap tubuh bayi dengan baik jika tidak dicemari oleh zat dari susu lain.
  • Penggunaan Alat Kontrasepsi – Ketika ibu masih aktif menyusui bayi secara konsisten dan eksklusif hendaknya tidak memakai alat kontrasepsi yang berbentuk oral dan suntik. Zat hormon yang ada pada alat kontrasepsi cenderung dapat bereaksi cepat mencemari dan menyerap habis nutrisi yang ada pada ASI yang dapat menimbulkan bayi kekurangan gizi walaupun aktif menyusui., dapat menimbulkan beberapa alergi dan keracunan. Tunggulah hingga bayi anda berusia satu tahun dimana organ tubuhnya telah kuat dan telah mampu menerima makanan  dalam bentuk apapun.
  • Olahraga untuk ibu menyusui – Jika ingin meningkatkan produksi ASI dan memperbaiki kualitas ASI agar lebih baik lagi ibu menyusui dapat melakukan olahraga ringan yang berbentuk yoga. gerakan gerakannya memperkuat otot payudara dan relatif aman untuk dilakukan setiap hari. olahraga yang lain yang disarankan adalah berjalan cepat dibawah sinar matahari pagi , olahraga renang atau melakukan senam pagi yang diiringi musik. Olahraga tersebut dapat meningkatkan kadar imun yang ada dalam ASI dan dapat mencegah ibu dari serangan nyeri pada dada.

Seringlah bertanya tentang seputar ibu menyusui dan tentang kesehatan bayi anda. Pada bidan atau dokter yang terkait. semakin banyak anda bertanya maka akan semakin banyak pengalaman baru yang akan anda dapatkan yang tidak ibu ketahui sebelumnya.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Wednesday 24th, February 2016 / 03:40 Oleh :
Kategori : Menyusui