Pengobatan yang dilakukan secara tepat dapat mencegah adanya kemungkinan infeksi menjadi lebih buruk yang pada umumnya gejalanya mulai meningkat setelah peradangan terjadi selama dua hari. Pengobatan untuk mastitis pada ibu menyusui biasanya meliputi beberapa hal seperti berikut ini:

  1. Pemberian antibiotik oral berguna untuk menghalangi pertumbuhan bakteri yang menjadi penyebab infeksi. (Baca Juga: amankah antibiotik bagi ibu hamil)
  2. Secara teratur melakukan pengosongan payudara, baik dengan menyusui bayi secara langsung maupun dengan memompanya. Hal tersebut dapat membantu mencegah bakteri berkembang lebih lama dan juga dapat mempersingkat infeksi yang terjadi. (baca juga: Cara Mengobati Puting Lecet Saat Menyusui)
    Sponsors Link

  3. Mengkonsumsi acetaminophen (seperti Tylenol) dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat peradangan dan demam juga dapat mengurangi rasa ketidaknyamanan.
  4. Obat dari golongan ibuprofen (seperti Advil) yang digunakan bersamaan dengan asetaminofen dapat membantu mengurangi peradangan. Obat tersebut dapat digunakan oleh busui selama dengan mematuhi petunjuk yang tertera pada label obat maupun dengan petunjuk dokter secara langsung. (Baca Juga: Obat Migrain untuk Ibu Menyusui)
  5. Sebisa mungkin istirahatkan tubuh selama peradangan terjadi, selain karena infeksi bakteri masitis juga terjadi karena sistem kekebalan tubuh busui yang melemah karena kelelahan saat menjaga bayi dan juga kurang beristtirahat. (baca juga:Obat Pilek Untuk Ibu Menyusui)
  6. Busui dapat mengompres payudara yang terkena masitis menggunakan es maupun air dingin yang dimasukan kedalam botol. Atau bisa juga menggunakan air hangat pada payudara nyeri tersebut untuk membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri yang timbul. Saat menggunakan kompres es, tempatkan es pada bagian luar pakaian dan jangan meletakan es tersebut langsung pada kulit. (Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Minum Air Dingin ?)
  7. Konsumsi banyak asupan cairan tambahan yang dapat membantu menutrisi tubuh. (baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui )
  8. Saat payudara busui terasa sangat penuh dan membesar, lebih baik memompanya lebih dulu sebelum menyusui bayi. Supaya bayi lebih mudah menjangkau puting dan kemudian menyusu dan mengurangi pembengkakan pada payudara tersebut. (baca juga: Cara Memperbanyak ASI Perah)

Penanganan Masitis

Selanjutnya busui dapat tetap melanjutkan pemberian ASI pada bayi, karena manfaat ASI untuk bayi sangatlah besar demi menjaga imunitas tubhnya. Namun bila masih terasa nyeri busui dapat memompanya saja. Hal tersebut berguna untuk menjaga asupan bayi selama busui sedang sakit dan masih dalam masa pengobatan. Kegiatan menyusui bayi merupakan cara yang efisien untuk mengosongkan payudara yang tentunya sangat membantu dalam mengurangi rasa nyeri akibat adanya peradangan. Busui tak perlu khawatir sebab ASI tersebut aman untuk bayi, karena bakteri yang terdapat di dalam susu busui tadi akan dihancurkan oleh cairan enzim pada pencernaan bayi. (baca juga: ara Mengobati Bayi Mencret)

Lakukan beberapa hal berikut sebelum mulai menyusui bayi saat sedang terserang masitis.

Sponsors Link

  1. Sebelum mulai menyusui, siapkanlah waslap hangat atau basah di atas payudara yang terkena masitis sekitar 15 menit,dan lakukan setidaknya 3 kali sehari disertai dengan pijatan lembut hingga peradangan mereda. Dengan melakukannya secara rutin  selain mengurangi nyeri namun juga dapat membantu meningkatkan aliran susu di payudara. (baca juga: Cara Diet Ibu Menyusui )
  2. Jika memungkinkan, teruslah menyusui di kedua bagian payudara. Idealnya, saat busui mulai merasa ada gejala awal masitis akan lebih baik bila busui mengosongkan payudara tersebut secara menyeluruh. Bila mulai menyusui dengan payudara yang terkena masitis masih terasa sakit ada baiknya susui dengan payudara yang tidak terkena lebih dulu. (baca juga: Cara Memberikan ASI Perah)
  3. Cara memompa ASI payudara yang terkena masitis, lakukan dengan perlahan bila terasa sangat sakit dan lebih baik jangan susui bayi terlebih dahulu. Nyeri pada puting dapat disebabkan karena bayi menempel pada puting yang sakit terlalu lama. (baca juga: Tips Menyusui agar Bayi Tidak Muntah Kembali)
  4. Bayi mungkin tampak enggan untuk menyusui pada payudara busui yang sakit tersebut. Ini bukan karena air susu tersebut rasanya aneh, namun hal tersebut lebih mungkin dikarenakan payudara terasa berbeda yang membuat bayi merasa kesulitan saat mulai menyusu. Sebelumnya keluarkan sedikit air susu tersebut, atau beri pijatan lembut pada puting busui. Hal tersebut dapat membuat bayi mudah menempel pada puting dang mulai menyusu. (baca juga: Pantangan Ibu Menyusui , Tanda Bayi Alergi Susu Sapi)
Tak sedikit busui yang mampu melanjutkan aktivitas menyusui bayinya disaat masitis menyerang. Masitis bukanlah alasan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif pada bayi, sebab masitis terjadi karena busui kadang terlalu lama tidak memberikan ASI pada bayi. Menyusui bayi dapat membantu mengosongkan payudara serta mencegah adanya sumbatan pada saluran susu yang menjadi salah satu penyebab masitis. Jika nyeri masitis menjadi tak tertahankan segera hubungi dokter secepatnya demi menghindari hal-hal buruk lainnya. Jangan berhenti memberikan ASI eksklusif pada bayi ya bunda!