Sponsors Link

29 Gejala Hamil Muda Paling Pasti Tidak Diragukan Lagi

Sponsors Link

Tanda kehamilan memang bisa sering dirasakan sejak awal kehamilan. Bagaimanapun kehamilan bisa merubah tubuh ibu sehingga membuat perasaan menjadi sangat peka. Pertumbuhan kantung janin saja sudah bisa membuat ibu merasakan berbagai tanda tanda kehamilan minggu pertama. Meskipun untuk beberapa ibu tidak bisa merasakan tanda kehamilan sejak dini karena kondisi hormon tubuh. Dan sejak ibu merasakan berbagai tanda kehamilan maka ibu bisa merasa khawatir yang berlebihan. Atau terkadang menjadi kecewa karena setelah merasa tanda kehamilan namun tiba-tiba merasakan tanda menstruasi akan datang. (baca: ciri ciri anak mau menstruasi)

ads

Untuk menghilangkan keraguan apakah sedang hamil atau tidak, maka ibu bisa melihat gejala hamil muda seperti dibawah ini.

  1. Tidak menstruasi

Setiap wanita akan mengalami periode menstruasi setiap satu bulan sekali. Namun ketika ada tanda kehamilan maka wanita tidak akan mengalami menstruasi. Menstruasi biasanya terhitung dengan periode antara 26 sampai 29 hari. Dan kehamilan menyebabkan embrio berkembang dalam rahim sehingga sel telur tidak akan pecah. Hal ini yang membuat wanita hamil tidak akan menstruasi. Untuk menunggu apakah Anda sedang hamil atau tidak maka tunggu selama beberapa hari dari jadwal menstruasi. Jika menstruasi tetap datang maka Anda mengalami menstruasi yang terlambat. Jika tidak maka Anda bisa datang ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan

 

  1. Bagian putih terasa sakit

Kemudian setelah kehamilan masuk usia 2 sampai 3 minggu maka ibu bisa merasakan bagian puting yang sakit. Kondisi ini tidak terjadi di semua bagian payudara tapi hanya di bagian puting. Rasa sakit bisa digambarkan sebagai perasaan nyeri, perih dan lebih sensitif. Ini disebabkan karena siklus dalam tubuh telah melewati ovulasi dan sel telur telah bertemu sel sperma sehingga terjadi kehamilan. Untuk menjaga kondisi ini maka ibu bisa mencoba pakaian yang nyaman dan bisa menyerap keringat.

Baca juga:

  1. Seperti akan menstruasi

Salah satu gejala hamil muda yang aneh adalah ibu bisa merasakan seperti akan menstruasi. Gejala ini bisa seperti perut yang tidak nyaman, punggung yang sangat lelah dan seperti tekanan pada bagian perut bawah. Ini merupakan sebuat tanda ketika bagian tubuh ibu memiliki reaksi terjadap tekanan pada rahim. Meskipun bentuk janin belum terlihat namun rahim sudah bersiap untuk menerima kehamilan. Tapi tanda ini harus diwaspadai jika memang ada gangguan kehamilan sejak awal atau ciri kehamilan bermasalah.

  1. Morning sickness

Kemudian ketika ibu masuk usia kehamilan awal maka ibu bisa merasakan morning sickness yang lebih kuat. Kondisi ini hanya terjadi ketika ibu sudah masuk ke trimester pertama. Mual dan muntah menjadi gejala yang sangat jelas. Mual dan muntah sebenarnya juga tidak hanya terjadi pada pagi hari tapi bisa sepanjang hari. Jika sudah seperti ini maka ibu bisa sangat lemah. Untuk itu ibu bisa melakukan cara mengatasi mual saat hamil karena ngidam.

Baca juga:

  1. Perut bawah berkedut

Kemudian ciri ciri orang hamil yang lain adalah ketika ibu bisa merasakan perut berkedut seperti dipukul dari dalam atau tertarik. Perut bawah ibu mungkin akan merasa tidak nyaman selama beberapa hari hingga ibu merasa seperti tidak ingin makan atau melakukan aktifitas. Jika ibu berusaha untuk berbaring maka tekanan akan terasa lebih kuat. Memang semua bagian perut ibu akan mengalami peregangan termasuk pada bagian rahim. Ini memang sangat alami karena tubuh ibu siap untuk menerima perkembangan janin hingga lahir. Namun ibu harus waspada jika kondisi ini berhubungan dengan tanda keguguran tanpa pendarahan dan tanda tanda hamil kosong.

  1. Kram perut yang sering

Usia kehamilan beberapa minggu akan menyebabkan ibu menderita kram perut yang sering. Kram perut bisa menyebabkan seperti ada yang tumbuh pada bagian perut. Kram perut sebenarnya disebabkan karena otot rahim mulai meregang untuk mendukung perubahan bentuk embrio. Ukuran janin yang semakin besar bisa menyebabkan kram perut yang lebih sering. Namun jika terjadi kram yang berlebihan maka ibu bisa datang ke dokter. Kondisi ini harus diawasi untuk mengetahui adakah kelainan hamil sejak awal termasuk seperti perut melilit saat hamil

ads

  1. Pendarahan ringan

Ibu hamil juga bisa mengalami pendarahan ringan pada awal masa kehamilan. Biasanya darah yang keluar dari vagina tidak berwarna merah tapi lebih merah muda. Untuk mengetahuinya ibu bisa mencoba cara membedakan darah haid dan darah awal kehamilan sehingga ibu bisa mendapatkan kepastian.  Flek bercak darah saat hamil muda biasanya akan berhenti paling lama 2 hari setelah keluar. Namun biasanya ibu hanya akan mengalami bercak darah selama 1 hari saja. Kondisi ini disebabkan karena telah terjadi implantasi pada bagian rahim. Dimana embrio yang terdiri dari sel  telur yang sudah dibuahi sel sperma telah menempel pada rahim dan bersiap untuk berkembang hingga menjadi janin.

  1. Perut terlihat bengkak

Sebenarnya salah satu gejala hamil muda yang jarang terjadi adalah ketika perut ibu terlihat bengkak. Sebenarnya istilah ini memang kurang tepat karena perut bengkak bisa saja menjadi tanda gangguan organ tubuh dalam. Namun karena tubuh ibu membentuk hormon progesteron yang lebih banyak maka menyebabkan perut ibu bengkak. Hal ini bisa terlihat setelah beberapa minggu usia kehamilan. Jika ibu tidak yakin dengan tanda kehamilan yang muncul maka tes kehamilan memang sangat diperlukan. Jika usia kehamilan sudah beberapa minggu maka perut bengkak bisa menjadi masalah seperti akibat kelebihan air ketuban dan bahaya kelelahan pada ibu hamil. (baca : gejala miom membesar)

  1. Perut kembung

Perut kembung pada ibu hamil memang biasanya akan terjadi pada awal kehamilan. Perut kembung menandakan bahwa ada banyak angin seperti tertahan sehingga perut menjadi tidak nyaman. Hal ini bisa menyebabkan perut ibu akan terasa lebih sakit terutama dibagian bawah tulang rusuk. Jika ibu bisa kentut atau bersendawa maka biasanya akan mengatasi hal ini. Namun jika terlalu banyak udara dalam perut maka bisa menjadi pertanda masuk angin pada ibu hamil. Jika ibu mengalami seperti ini maka bisa mencoba cara mengatasi kembung pada ibu hamil.

Baca juga: ibu hamil sering kentut – sering cegukan saat hamil

  1. Sering buang air kecil

Perubahan hormon membentuk berbagai reaksi yang berbeda pada kehamilan awal seperti  sering kencing saat hamil. . Kondisi ini bisa terjadi ketika ibu sedang hamil beberapa minggu. Ibu akan merasakan sering buang air kecil, meskipun bagian kantung kemih belum terlalu tertekan oleh rahim. Namun ibu sebaiknya tidak menahan buang air kecil, untuk mencegah infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Dan perhatikan juga jika ini menjadi gejala infeksi saluran kemih pada ibu hamil dan  gejala adanya kista di rahim.

  1. Diare tanpa gejala

Diare saat hamil biasanya disebabkan karena adanyak bakteri dalam usus yang menyebabkan cairan usus menjadi lebih banyak. Kemudian kondisi ini menyebabkan tinja menjadi lebih lunak sehingga tidak bisa bertahan dalam usus hingga sudah waktunya. Ibu hamil akan mengalami diare yang biasanya terjadi pada minggu pertama kehamilan. Bagaimanapun kondisi ini dianggap sebagai efek perubahan hormon yang sangat cepat pada ibu hamil. Untik mengatasi bahaya diare pada ibu hamil maka ibu bisa minum obat diare ibu hamil atau obat mencret untuk ibu hamil.

  1. Ibu sembelit

Selain diare maka beberapa ibu hamil juga bisa merasakan sembelit yang buruk dengan tanda susah BAB saat hamil. Ketika hormon progesteron semakin banyak dalam tubuh maka usus menjadi lambat saat bekerja. Kemudian ini akan menyebabkan cairan usus dan gerakan usus berkurang banyak. Akibatnya tinja menjadi lebih kering dan ibu akan terkena sembelit. Jika ibu mengalami hal ini maka ibu harus mencoba untuk mengkonsumsi serat secara rutin. Serat menjadi obat diare yang paling sehat dan baik untuk ibu hamil. Kebanyakan sumber serat juga mengandung asam folat sehingga bisa mencegah cacat janin. Kondisi ini harus segera diobati untuk mencegah ambeien saat hamil dan bahaya ambeien untuk ibu hamil.

  1. Keputihan akibat jamur

Ketika hormon progesteron meningkat dengan cepat maka ibu hamil bisa menderita keputihan saat hamil yang berat. Penyebab keputihan pada ibu hamil bisa disebabkan oleh infeksi jamur yang akan menyebabkan banyak cairan atau lendir keluar. Namun bentuk keputihan tidak terlalu cair jadi lebih tebal. Selain itu keputihan yang ini juga bisa menyebabkan nyeri atau gatal. Namun jika disertai dengan rasa panas atau sakit saat buang air kecil maka kemungkinan ibu terkena infeksi saluran kencing. Keputihan untuk ibu hamil harus diperhatikan terutama jika memang sudah pernah menderita infeksi serviks.Untuk mencegah efek keputihan yang berat maka ibu bisa melakukan cara mengatasi keputihan gatal

  1. Rasa logam di mulut

Ibu hamil sejak awal bisa merasakan tidak nyaman pada bagian mulut, seperti aroma atau rasa logam dari mulut. Kondisi ini menyebabkan bagian mulut ibu menjadi lebih asam. Peningkatkan hormon progesteron bisa menyebabkan gejala ini sehingga ibu bisa merasa tidak nyaman. Jika sangat berlebihan maka bisa menyebabkan ibu selalu ingin muntah. Namun jika diikuti pusing atau demam maka bisa menjadi kondisi yang lebih berbahaya. Sebaiknya ketika ibu sudah merasakan gejala ini maka berhenti untuk mengkonsumsi minuman berkafein. Ibu tidak bisa merakan gejala hamil yang normal seperti ibu hamil muda cepat lapar.

  1. Lendir dari vagina lebih banyak

Kehamilan awal juga bisa menyebabkan lendir pada bagian vagina menjadi lebih banyak. Kondisi ini menyebabkan banyak cairan yang keluar, lebih lisin dan sangat sulit untuk dihilangkan. Jika kadar progesteron dalam tubuh semakin tinggi maka lendir menjadi tebal, berwarna putih hingga kecoklatan. Namun jika cairan ini memiliki aroma yang tidak nyaman maka gejala penyakit lain mungkin bisa diperhatikan. Ibu bisa mendapatkan pemeriksaan untuk melihat hasil yang paling pasti.

  1. Gusi mudah berdarah

Kemudian tanda lain dari gejala hamil muda adalah pendarahan gusi yang sangat mudah. Biasanya kondisi ini terjadi pada orang yang memang kekurangan vitamin C atau menderita penyakit mulut. Namun ibu hamil bisa merasakan gusi berdarah terutama saat menyikat gigi. Jika sudah seperti ini maka ibu harus memperhatikan kesehatan gigi dan jika perlu melakukan perawatan gigi. Perawatan gigi sangat penting untuk ibu hamil karena jika ada masalah kesehatan mulut maka bisa menyebabkan gangguan pada janin. Penyebab gusi berdarah pada ibu hamil yang sebenarnya juga harus dicari untuk mengetahui obat gusi bengkak untuk ibu hamil yang paling tepat. (baca: bahaya gigi berlubang bagi ibu hamil)

  1. Air liur berlebihan

Tanda lain kehamilan yang sering tidak diperhatikan adalah adanya hasil air liur yang lebih banyak. Perubahan hormon memang menyebabkan produksi air liur menjadi berlebihan. Biasanya ini akan terasa saat pagi atau sore hari. Kemudian pada saat sedang tidur maka air liur bisa keluar tanpa disadari. Namun ini bukan terjadi gejala yang berlebihan sehingga terkadang ibu hamil juga tidak akan mengalaminya. (baca: cara mengatasi morning sickness)

  1. Mulut terasa sangat kering

Beberapa ibu yang tidak memiliki air liur berlebih, maka mereka justru akan merasakan mulut yang lebih kering dari biasanya. Mulut kering ini akan menyebabkan ibu mudah terasa haus dan tidak nyaman. Beberapa ibu hamil yang sudah menderita penyakit diabetes mungkin akan merasakan gejala yang sangat berlebihan. Dan jika memang dokter sudah menyatakan bahwa ibu terkena diabetes maka kehamilan harus dipantau sejak trimester pertama hingga ketiga. Mulut kering bisa menjadi tanda tanda dehidrasi pada ibu hamil dan tanda tanda diabetes pada ibu hamil. (baca : bahaya diabetes saat hamil)

  1. Ibu tidak bisa tidur dengan baik.

Biasanya ibu hamil yang masuk dalam periode awal akan mengalami masalah dengan waktu tidur. Ibu menjadi tidak bisa tidur dengan nyaman karena  berbagai gangguan. Ibu bisa saja akan sering bolak balik ke toilet, perut yang tidak nyaman, bahkan tekanan pada bagian perut. Karena ini maka ibu juga akan merasa tidak bisa tidur dengan baik. Jika sudah seperti ini maka ibu hamil bisa mengambil waktu istirahat yang lebih banyak. Tapi jangan membiasakan tidur pada pagi hari karena bisa membuat tubuh ibu hamil tidak sehat. Untuk mengatasi masalah ini maka ibu bisa mencoba posisi tidur yang baik saat hamil dan menghindari semua posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil.

Baca juga:

  1. Ibu bisa menjadi sangat mengantuk

Beberapa ibu hamil akan mengalami kelelahan yang berlebihan atau tidak bisa tidur dengan baik sehingga bisa mengalami hamil cepat ngantuk. Namun ada beberapa ibu hamil yang akan mengalami rasa mengantuk yang sangat berat. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh ibu menjadi sangat lelah sehingga otak mengirimkan sinyal untuk istirahat. Kelelahan untuk ibu hamil harus diperhatikan, jika perlu ibu hamil cuti sementara dari pekerjaan. Cara ini akan membantu ibu bisa membuat tubuh lebih nyaman dan menjaga kesehatan.

  1. Sakit punggung

Ibu hamil juga bisa mengalami sakit punggung bawah yang sangat terasa menyakitkan ketika bergerak. Kondisi ini biasanya memang sudah pernah dialami oleh wanita terutama ketika sedang menstruasi. Ketika ada janin yang berkembang dalam rahim maka bisa menyebabkan ligamen pada bagian punggung memberikan reaksi yang tidak nyaman. Kemudian ini akan membuat ibu merasa lebih nyeri, tidak bisa bergerak, atau bahkan tidur atau duduk dengan nyaman. Sakit punggung untuk ibu hamil sebaiknya tidak dipijat atau diterapi dengan alat berat, karena bisa menyebabkan rasa yang tidak nyaman.

  1. Kaki kram dan sakit

Selain bagian punggung yang sakit, ternyata kaki ibu hamil juga bisa terkena efek yang sama. Ketika ibu terkena masalah ini maka sangat rentan untuk terkena kaki kram atau varises saat hamil. Penyebab kaki ibu menjadi lebih sering sakit sering dihubungan dengan masalah pembuluh darah yang mengarah ke kaki dan menerima tekanan  dari dalam tubuh. Kemudian efeknya bagian kaki tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Untuk mengatasi masalah ini maka ibu sebaiknya sering mengangkat kaki, tidak menyilangkan kaki ketika duduk, tidak berdiri atau duduk dalam waktu lama. Kondisi ini bisa menjadi penyebab varises pada ibu hamil dan kaki bengkak saat hamil. (baca: bahaya kaki bengkak saat hamil)

  1. Mimpi aneh

Beberapa ibu hamil juga bisa menerima efek mimpi aneh saat masuk kehamilan awal. Mimpi sering menyebabkan ibu memiliki pikiran yang baik atau buruk. Jika ibu hamil stres maka mimpi bisa menjadi akibat pengaruh psikologis, namun jika ibu tidak stres maka mimpi bisa disebabkan karena pikiran ibu. Memang tidak banyak ahli medis yang mengatakan bahwa ini tanda kehamilan yang pasti. Sehingga ibu bisa merasakan apakah mimpi yang dialami wajar atau tidak. Kemudian tunggu hingga ibu melewati masa terlambat menstruasi lalu lalukan pemeriksaan ke dokter.

  1. Sakit kepala

Beberapa ibu hamil juga bisa menderita sakit kepala yang cukup berat. Penyebab sering pusing saat hamil bisa karena perubahan hormon progesteron yang sangat cepat atau kondisi tubuh ibu yang tidak fit saat hamil. Beberapa ibu hamil yang pernah mengalami riwayat sakit kepala atau migrain bisa menerima dampak yang lebih berat. Sakit kepala juga bisa berhubungan dengan masalah tekanan darah baik itu tekanan darah rendah pada ibu hamil atau tekanan darah tinggi. Untuk mengatasi ini maka hindari semua obat yang mudah didapatkan tanpa resep. Sebaiknya ibu menggunakan obat yang memang sudah diresepkan oleh dokter atau obat sakit kepala untuk ibu hamil

Sponsors Link

  1. Ibu menjadi sensitif terhadap bau

Jika ibu tiba – tiba memiliki perasaan tidak nyaman atau menjadi sangat sensitif terhadap bau, maka ini bisa menjadi tanda kehamilan. Ibu hamil biasanya akan tidak tahan dengan bau yang sangat kuat, aroma yang tidak sedap dan juga bau makanan. Bahkan ibu hamil bisa mencium aroma dari kejauhan dan ini menyebabkan ibu mual atau muntah. Untuk mengatasi ini maka sebaiknya ibu tidak menggunakan berbagai bahan dengan aroma yang kuat.

  1. Masuk angin, demam atau flu

Tubuh ibu hamil yang mengalami berbagai perubahan bisa menjadi sangat lemah. Ini akan membuat sistem kekebalan tubuh ibu menurun dengan cepat sehingga ibu mudah sakit seperti flu saat hamil. Ancaman virus dari luar bisa membuat ibu sangat mudah sakit. Bahkan sejak awal kehamilan jika tubuh ibu lemah maka akan sering pilek, hidung tersumbat, masuk angin atau demam. Kondisi ini mungkin juga bisa berhubungan dengan gejala lain sehingga ibu bisa memeriksakan diri ke dokter. Untuk mengatasi masalah ini maka ibu bisa minum obat pilek untuk ibu hamil.

  1. Mulas berlebihan

Perut pada ibu hamil akan terasa tidak nyaman dan ini menyebabkan kondisi tubuh menurun dengan cepat. Beberapa ibu hamil bahkan bisa merasa mulas yang parah karena perubahan hormon yang sangat cepat pada tubuh ibu. Kemudian ibu bisa mengalami perasaan terbakar atau tidak nyaman pada perut hingga menyebabkan ibu selalu ingin muntah. Karena itu jika sudah seperti ini maka sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi makanan yang bisa menyebabkan rasa mulas seperti makanan pedas. Mulas juga bisa menjadi pertanda hiperemesis sehingga bisa terkena resiko bahaya hiperemesis bagi ibu dan janin.

  1. Jerawat yang banyak

Kehamilan juga bisa menyebabkan pengaruh yang sangat besar untuk kulit ibu hamil. Ibu hamil bisa memiliki kulit yang sangat sensitif sehingga ibu hamil mungkin akan lebih banyak memiliki jerawat. Kondisi ini juga bisa disebabkan karena perubahan hormon progesteron dalam tubuh ibu hamil. Terkadang jerawat ini akan sembuh sendiri setelah masuk pertengahan kehamilan, namun bisa juga menjadi lebih parah. Dan ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan produk kosmetik untuk merawat jerawat karena bisa terkena bahaya kosmetik bagi ibu hamil. Selain itu jerawat banyak juga bisa menjadi ciri ciri hamil anak perempuan.

  1. Ibu hamil mudah lapar

Kemudian ibu hamil juga akan merasa lebih lapar atau bisa makan sangat banyak. Gejala hamil muda ini sering tidak disadari karena mereka menganggap ini adalah pengaruh metabolisme tubuh setelah menikah. Namun jika Anda merasa ingin makan aneh-aneh atau diluar kebiasaan maka bisa jadi ini tanda ngidam diawal kehamilan.

  1. Perasaan yang lebih sensitif

Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh hamil menyebabkan perubahan emosi ibu hamil yang sangat besar. Kemudian kondisi emosi pada ibu hamil menjadi tidak stabil seperti emosi tidak stabil saat hamil. Hal inilah yang akan menyebabkan perasaan ibu juga menjadi sangat sensitif. Beberapa ibu hamil bahkan mudah merasa sakit, mudah merasa sedih dan terkadang juga bahagia berlebihan. Perubahan suasana hati yang berlebihan ini sebaiknya memang harus diatasi untuk mencegah sindrom baby blues setelah proses persalinan. (baca: bahaya sering emosi saat hamil)

Berbagai gejala hamil muda ini memang harus diperhatikan sehingga ibu bisa menjauhi larangan saat hamil. Selain itu tindakan mengenali gejala ini juga bisa membantu ibu menjaga kehamilan yang sehat sehingga tidak akan terkena keguguran. Dan lebih baik lagi jika ibu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan kepastian kehamilan yang paling akurat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Friday 09th, December 2016 / 05:41 Oleh :