17 Ciri Ciri Pria Mandul dan Penyebabnya              

Keinginan memiliki anak tentu akan semakin besar ketika pasangan memang sudah menikah. Namun tidak semua keinginan untuk cepat memiliki anak bisa mudah terpenuhi. Berbagai masalah yang terkait dengan kesuburan umumnya akan lebih terbuka setelah menikah. Pada dasarnya kesimpulan mandul atau kurang subur tidak hanya terjadi pada wanita, sebab juga bisa terjadi pada pria. Pemikiran ini memang harus dipahami oleh semua pasangan yang sudah menikah. Berikut ini adalah beberapa ciri ciri pria mandul yang sulit menyebabkan mempunyai anak dan harus segera diatasi seseuai penyebabnya.

Baca:  penyebab kandungan lemah – penyebab keguguran berulang – penyebab kemandulan pada wanita

  1. Terjadi perubahan pertumbuhan rambut

Pertumbuhan rambut pada pria termasuk rambut pada bagian wajah bisa menjadi tanda kesuburan untuk pria. Pria yang memiliki rambut wajah lebih banyak seperti pada bagian kumis, jenggot dan juga alat kelamin identik dengan tingkat hormon yang baik. Kemudian biasanya tanda ini juga berhubungan dengan kemampuan laki-laki yang memang memiliki sperma yang sehat dalam jumlah yang normal. Perubahan pertumbuhan rambut pada wajah juga sering berhubungan dengan masalah kromosom dan kelainan genetik dalam tubuh. (baca: masa subur pria – cara cepat hamil)

  1. Tidak memiliki hasrat hubungan seksual

Biasanya laki-laki yang kurang subur juga tidak memiliki hasrat seksual yang tinggi dibandingkan untuk laki-laki yang normal. Hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan pikiran dan juga masalah fisik lain. Secara naluri laki-laki seperti ini tidak memiliki keinginan untuk berhubungan seksual dengan pasangan. Tingkat hormon yang rendah bisa mempengaruhi hasrat seksual dan juga keinginan untuk pasangan. Masalah ini sangat berat karena harus mendapatkan perawatan jangka panjang. (baca: amankah menggunakan kondom saat hamil)

  1. Perubahan bentuk buah pelir

Ketika wanita mengalami kemandulan maka ada beberapa tanda yang jelas pada buah pelir. Hal yang paling sering ditemukan adalah adanya pembengkakan pada bagian buah pelir, nyeri pada bagian tersebut, bengkak dan kemudian muncul bagian benjolan dari bagian dalam. Hal ini bisa terjadi ketika adanya pertumbuhan sel abnormal dalam testis yang seharusnya hanya menghasilkan sperma yang sehat. Pertumbuhan sel abnormal bisa memicu terjadinya kanker testis terutama ketika sel berkembang cepat. Ini kondisi yang harus segera mendapatkan perawatan agar masalah kemandulan bisa segera diatasi.

  1. Terjadi infeksi saluran pernafasan

Sebuah bukti medis juga menjelaskan jika pria yang tidak subur cenderung mengalami gangguan pernafasan. Kondisi ini bisa menyebabkan kemampuan untuk mencium aroma menjadi sangat rendah. Masalah ini terjadi ketika pria sudah dewasa atau sudah melewati masa pubertas. Untuk mencari tahu penyebab masalah pernafasan memang harus dilakukan pemeriksaan segera. Terkadang beberapa bakteri atau infeksi pada saluran pernafasan bisa mencapai bagian tubuh yang berpengaruh terhadap kualitas sel sperma, dan inilah yang menyebabkan pria menjadi kurang subur. (baca:  penyebab asfiksia pada bayi baru lahir – penanganan bayi asfiksia – pneumonia pada bayi – hipoglikemia pada bayi)

  1. Bentuk testis yang kecil dan tegas

Sudah menjadi tanda bahwa pria yang subur selalu memiliki bentuk testis yang lebih besar dan normal.  Namun untuk pria yang kurang subur maka biasanya bentuk testis lebih kecil dan sangat tegas. Ini menunjukkan jika bagian testis yang seharusnya memproduksi sel sperma yang banyak dan berkualitas tidak berfungsi dengan baik. Dampaknya maka pria tersebut mungkin tidak memiliki jumlah sperma yang sesuai dengan syarat peluang kehamilan. Beberapa pria juga bisa mengalami kelainan bentuk sperma sehingga akan rusak sebelum bertemu dengan sel sperma.

  1. Pertumbuhan payudara yang tidak normal

Pria yang mengalami pembesaran payudara secara tidak normal atau disebut dengan istilah ginekomastis juga sering mengalami gangguan ketidaksuburan. Kondisi ini terjadi ketika jaringan di bagian payudara memang mengalami pembengkakan akibat kondisi hormon estrogen dan progesteron yang tidak seimbang. Terkadang pembesaran payudara bisa terjadi pada satu atau dua bagian payudara dan biasanya memang terlihat dengan bentuk yang tidak merata. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi yang baru lahir, laki-laki yang sedang masuk masa puber, dan berbagai pria yang memang sudah mengalami masalah gangguan hormon. Ini memang bukan termasuk kondisi yang serius dan terkadang juga bisa sembuh sendiri. Namun ketika penyakit sudah menyebabkan masalah seperti kualitas sperma yang buruk maka perawatan memang harus segera dilakukan.

  1. Terjadi masalah ereksi yang baik ringan atau berat

Ketika laki-laki tidak bisa mempertahankan ereksi maka kemungkinan laki laki ini mengalami masalah ketidaksuburan. Kondisi disfungsi ereksi juga bisa mempengaruhi kemampuan pria untuk berhubungan seksual dengan pasangan.  Biasanya penyakit ini akan semakin parah jika terus dibiarkan dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Masalah ini juga sering menyebabkan stres dan tekanan yang berat sehingga bisa membuat pria tidak memiliki rasa percaya diri.

Gejala disfungsi ereksi: tidak bisa menjaga  waktu ereksi, tidak mampu untuk mengalami ereksi, minat berhubungan seksual yang rendah dan sering tidak bergairah dengan wanita.

Penyebab: penyakit jantung, penyakit diabetes, adanya penyumbatan pembuluh darah, kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, menderita sindriom metabolik atau gangguan metabolisme, penyakit Parkinson, gangguan tidur jangka panjang, kebiasaan merokok, narboba, alkohol, pernah mengalami gangguan prostat, pernah mengalami terapi radiasi pada bagian tersebut, depresi, stress, gangguan kecemasan, dan berbagai masalah berat yang bisa mempengaruhi pikiran dan suasana hati.

  1. Mengalami ejakulasi dini

Ejakulasi dini adalah sebuah kondisi ketika pria bisa mengalami ejakulasi namun sangat cepat ketika sedang berhubungan sosial. Biasanya ini berhubungan dengan keinginan pasangan yang lama tapi pria tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Ini termasuk jenis keluhan pria yang paling sering terjadi. Namun kondisi ini bisa terjadi dan terkadang juga bisa hilang sendiri. Namun masalah bisa menjadi lebih berat ketika ejakulasi sering terjadi setiap berhubungan seksual, tidak bisa menunda waktu ejakulasi hampir setiap saat, dan merasa frustasi ketika sedang berhubungan seksual. Kondisi ini yang menyebabkan pria merasa malu dan tertekan dengan pasangan dan terkadang juga memicu masalah rumah tangga yang berat.

Gejala: gejala paling terlihat jelas dari ejakulasi dini adalah ketika pria sama sekali tidak bisa menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit terutama setelah penetrasi.

Kelompok :

  • Ejakulasi primer: yaitu jenis ejakulasi yang akan terjadi seumur hidup dari mulai awal berhubungan seksual dan seterusnya. Kondisi ini sangat berat karena bisa membuat pria merasa tidak percaya diri lagi.
  • Ejakulasi sekunder : yaitu terjadi ketika berkembang atau terjadi setelah melewati pengalaman berhubungan seksual selama beberapa waktu kemudian baru menderita masalah ini.

Penyebab ejakulasi dini:

  • Penyebab psikologis: pernah mengalami tindakan pelecehan seksual, pernah mengalami hubungan seksual saat masih terlalu muda, kondisi tubuh yang buruk dan merusak rasa percaya diri, depresi, terlalu merasa khawatir dengan hubungan seksual, perasaan bersalah yang berlebihan, gangguan kecemasan yang berat, sering merasa gelisah dengan pasangan, takut tidak bisa memuaskan keinginan dengan pasangan.
  • Penyebab biologis: mengalami masalah ketidakseimbangan hormon yang bisa membuat zat kimia dalam otak tidak bekerja dengan baik, terjadinya peradangan pada bagian prostat, adanya gangguan yang didapatkan dari warisan atau pengaruh genetik,
  1. Jumlah sperma yang lebih rendah dari normal.

Kondisi yang paling sering terjadi pada pria yang kurang subur adalah masalah jumlah sperma yang sangat rendah. Jumlah yang termasuk rendah adalah kurang dari 15 juta sperma per mililiter semen atau kurang dari 39 juta per ejakulasi. Kondisi ini juga sering disebut dengan istilah oligospermia. Jika jumlah sperma memang rendah maka memang peluang kehamilan untuk pasangan akan sangat rendah.

Gejala sperma yang rendah:

  • Adanya disfungsi seksual yang menyebabkan pria tidak memiliki keinginan untuk berhubungan seksual dengan pasangan.
  • Tidak bisa mengalami ereksi atau terjadi disfungsi ereksi.
  • Terjadi pembengkakan, rasa nyeri, tidak nyaman atau benjolan pada bagian testis.
  • Rambut pada bagian wajah menjadi lebih sedikit termasuk untuk rambut ketiak dan alat kelamin.

Penyebab:

  • Menderita varikokel : adanya pembengkakan pada pembuluh darah yang mengarah ke bagian testis sehingga menyebabkan sperma menjadi sangat rendah. Kondisi ini sering berhubungan dengan suhu testis yang tidak normal.
  • Adanya infeksi yang terjadi pada bagian organ reproduksi misalnya seperti epididimis, penyakit menular seksual seperti gonore atau HIV.
  • Ejakulasi dini yang menyebabkan air mani masuk ke kandung kemih dan tidak berjalan ke bagian ujung penis sehingga tidak ada sperma yang keluar.
  • Penyakit yang terjadi pada tulang belakang, infeksi kandung kemih, pembedahan pada kandung kemih, gangguan prostat dan juga penyakit diabetes.
  • Pengaruh obat tertentu seperti obat untuk mengendalikan tekanan darah, obat terapi dan obat keras termasuk obat untuk kemoterapi.
  • Masalah autoimun yang menyebabkan antibodi dalam tubuh justru menyerang sel sperma dan tidak bisa menghasilkan sperma yang berkualitas.
  • Adanya gangguan testis yang tidak turun selama dalam perkembangan janin atau gagal turun ketika sudah lahir.
  • Masalah hormon yang tidak seimbang yang menyebabkan gangguan untuk kelenjar pituari dan tiroid.
  • Terjadi penyumbatan pada tabung yang seharusnya membawa aliran sperma sehingga menyebabkan infeksi.
  • Penyakit yang menyebabkan cacat kromosom dimana bisa membuat penampilan fisik berubah seperti sindom Kallmann dan sindrom Kartagener.
  • Penyakit celiac yang menyebabkan gangguan pencernaan dan sering menyebabkan pria menjadi tidak subur.
  • Berbagai tindakan operasi untuk memperbaiki hernia inguinalis, operasi pada skrotum, testis, pengangkatan prostat dan kanker testis.
  • Terkena paparan zat kimia dari lingkungan pekerjaan dan lingkungan tempat tinggi seperti paparan logam berat, pestisida, xilena, benzen.
  • Paparan radiasi, yang bisa membuat sperma tidak normal sehingga membuat jumlah sperma sangat rendah.
  • Kondisi panas yang berlebihan pada buah pelir sehingga menyebabkan produksi sperma sangat terhambat.
  • Kebiasaan duduk dalam waktu yang lama, pakaian yang terlalu ketat, radiasi komputer dan berbagai jenis produk lain yang mengeluarkan radiasi.
  • Pria yang menggunakan narkoba, obat kuat, obat untuk stamina tubuh dan semua jenis obat terlarang.
  • Kebiasaan mengkonsumsi alkohol yang bisa menyebabkan kadar testosteron menjadi sangat rendah.
  • Kebisaan merokok yang bisa menyebabkan sperma menjadi buruk dan sangat rendah.
  • Adanya tekanan emosi yang buruk seperti stress jangka panjang dan tekanan yang terus menerus.
  • Kelebihan berat badan yang menyebabkan sperma menjadi tidak berkualitas dan sangat rendah.
  1. Kebotakan dini atau rambut rontok lebih banyak

Ketika pria tidak memiliki kadar testosteron yang cukup maka bisa menyebabkan pria menjadi tidak subur. Hal ini sering ditandai juga dengan kebotakan dini dimana banyak rambut yang terus rontok dari waktu ke waktu. Kondisi ini biasanya memang terjadi pada pria yang sudah tua atau usia lanjut, namun ketika terjadi pada orang dewasa maka bisa menjadi pertanda serius kemandulan. Kemudian ketika kadar testosteron yang rendah maka bisa menyebabkan perubahan pada  bentuk tubuh dan wajah.

  1. Tubuh terasa lebih lelah

Pria yang kurang subur memiliki stamina tubuh yang kurang baik. Hal ini juga terjadi akibat kadar testosteron yang rendah dan tidak cukup untuk meningkatkan produksi sperma. Kadar testosteron yang rendah bisa membuat tubuh mudah lelah, tidak bergairah, tidak ingin berhubungan seksual dan terkadang juga terlihat sangat lemah. Kondisi ini sering menyebabkan tubuh hanya ingin tidur berlebihan dan tidak ingin melakukan olahraga.

  1. Massa otot yang lebih rendah

Pada umumnya pria yang subur memiliki massa otot yang memang lebih besar atau terlihat sangat kuat. Namun pria yang kehilangan kesuburan dan tidak memiliki kadar testosteron yang biasanya memiliki massa otot yang rendah. Hal ini juga kemudian bisa mempengaruhi berbagai fungsi organ reproduksi yang lain. Dampak yang paling besar adalah produksi sel sperma yang sangat rendah sehingga pria menjadi tidak subur.

  1. Tubuh terlihat lebih berlemak

Terlihat gemuk dan subur bukan berarti organ reproduksi bekerja dengan baik. Hal ini paling sering terjadi pada pria yang memiliki bentuk tubuh lebih gemuk. Kegemukan bisa menyebabkan kadar testosteron menjadi sangat rendah sehingga sperma juga menjadi lebih rendah. Hal ini juga sering ditandai dengan pembesaran payudara, keinginan berhubungan seksual yang sangat rendah, dan tubuh terlihat tidak bergairah.

  1. Terjadi pengeroposan tulang

Pria mandul atau pria yang kurang subur juga sering mengalami pengeroposan tulang. Hal ini terjadi ketika kadar testosteron dalam tubuh terus berkurang dan mengakibatkan tulang kehilangan massanya. Masalah ini juga bisa menyebabkan pria menyerap kadar kalsium lebih rendah dan membuat wajah atau penampilan pria menjadi lebih tua dari usia yang seharusnya.

Baca: akibat kekurangan kalsium pada bayi – akibat kekurangan kalsium pada ibu menyusui

  1. Perubahan suasana hati yang buruk

Pria yang kurang subur juga bisa mengalami gangguan emosi yang sangat berat. Hal ini bisa disebabkan karena kadar testosteron yang rendah sehingga emosi menjadi lebih mudah berubah. Terkadang perubahan emosi juga bisa menyebabkan pria cenderung tidak bisa memiliki ikatan batin yang baik dengan pasangan dan membuat pria menjadi lebih mudah tersinggung, depresi dan merasa tidak bisa fokus. Hubungan seksual bisa menjadi pemicu masalah yang sangat besar karena perasaan tidak mampu.


  1. Kesempatan pasangan hamil yang rendah

Gangguan kesuburan pada pria memang masih bersifat tertutup. Sehingga semua masalah yang terjadi biasanya akan timbul setelah pernikahan. Gangguan kesuburan yang terjadi para pria juga akan menunjukkan gejala yang sangat mirip pada wanita. Dimana pernikahan selama beberapa tahun tidak bisa membuat pasangan memiliki anak. kondisin ini memang bisa menjadi masalah yang sensitif. Namun sebelum pengujian maka tidak bisa ditetapkan apakah pria atau wanita yang mengalami gangguan kesuburan. Jadi pemeriksaan medis tetap perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan kesuburan dan bagaimana perawatan yang paling tepat. (baca: cara mengatasi kandungan lemah agar cepat hamil)

  1. Adanya masalah hormon yang tidak seimbang

Pria juga  bisa mengalami gangguan hormon sama seperti yang dialami oleh wanita. Masalah ini bisa menyebabkan hormon reproduksi seperti testosteron yang sangat rendah. Ada banyak masalah yang bisa terjadi terutama ketika gaya hidup yang terjadi tidak sehat, kebiasaan merokok, minum alkohol, dan juga tingkat libido yang sangat rendah. Bahkan pria bisa mengalami pertumbuhan payudara yang tidak normal, dan bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

Penyebab pria mandul yang paling umum

  1. Kebiasaan minum alkohol

Pria yang lebih sering minum alkohol bisa mengalami gangguan kesuburan. Ini sangat berbahaya karena alkohol telah merusak sistem hormon dalam tubuh sementara hormon penting untuk mengendalikan tingkat kesuburan. Kemudian alkohol juga menyebabkan pria tidak subur karena berhubungan dengan meningkatkan masalah kesehatan yang justru membuat pria menjadi tidak subur. Beberapa masalah kesehatan tersebut seperti penyakit jantung, diabetes, stroke dan berbagai kemungkinan obesitas. (baca: bahaya alkohol saat hamil)

  1. Kebiasaan merokok

Selain mengkonsumsi alkohol maka kebiasaan merokok juga sangat buruk untuk pria. Kebiasaan ini bisa menyebabkan kualitas sperma menjadi sangat buruk, gangguan hormon, gangguan ejakulasi dini, disfungsi ereksi dan juga tingkat libido yang sangat rendah. Kemudian kebiasaan merokok juga sering menyebabkan kerusakan kromosom pada bayi jika berhasil membuat pasangan hamil.

Baca: : Merokok bagi ibu hamil dan janinBahaya merokok saat hamil  – bahaya rokok elektrik bagi ibu hamil – bahaya nikotin bagi ibu hamil

  1. Penggunaan obat jangka panjang

Menggunakan berbagai jenis obat jangka panjang bisa menyebabkan pria menjadi tidak subur. Tidak hanya obat terlarang seperti narkoba tapi juga obat steroid yang akan membuat perubahan pada fisik testis dan kemampuan organ reproduksi pria. Obat keras seperti obat untuk kemoterapi juga bisa menyebabkan masalah yang tidak subur karena obat telah merusak berbagai bagian penting tubuh yang berperan untuk kesuburan.

  1. Kurang nutrisi penting

Pria yang mengalami kekurangan nutrisi penting untuk tubuh bisa terkena gangguan kesuburan. Misalnya jika pria tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi seperti zat besi, vitamin C, seng, mangan dan berbagai jenis nutrisi yang lain. Kurang nutrisi bisa membuat tubuh pria menjadi sangat lemah, organ reproduksi yang sangat rendah dan tidak memiliki jumlah sperma yang cukup sampai dinyatakan subur. Baca : Bahaya amoxcillin bagi ibu hamilBahaya ragi bagi ibu hamilBahaya nanas bagi ibu hamil muda

  1. Kebiasaan menggunakan celana ketat

Kebiasaan menggunakan celana dalam atau celana luar yang terlalu ketat bisa menyebabkan pria menjadi tidak subur. Lingkungan yang terlalu ketat bisa merusak suhu skrotum yang normal sehingga produksi sel sperma juga menjadi rendah. Karena itu sebaiknya pria menggunakan celana yang tidak terlalu ketat, longgar dengan bahan yang mudah menyerap keringat. Kondisi ini sama seperti ketika pria terlalu sering mengendarai kendaraan bermotor sehingga menyebabkan suhu skrotum menjadi sangat tinggi dan sperma banyak yang rusak.

  1. Terkena paparan radiasi

Pria yang memiliki pekerjaan dengan resiko radiasi yang tinggi bisa mengalami gangguan kesuburan. Gangguan radiasi bisa disebabkan karena racun dari logam berat, radioaktif, dan berbagai jenis racun yang lain. Semua ini sangat berbahaya karena bisa merusak kemampuan organ reproduksi, merusak sel, merusak kromosom dan bisa berpotensi menyebabkan anak yang terlahir cacat atau terkena gangguan mental. (baca: bahaya mesin fotocopy bagi ibu hamil)

  1. Stres yang berlebihan

Stres dan perasaan tertekan pada pria bisa menyebabkan pria mengalami gangguan kesuburan. Hal ini terjadi ketika pria sama sekali tidak bisa mengendalikan kondisi mental dan pikiran dengan baik. Akibatnya maka bisa membuat syaraf dalam otak terganggu yang kemudian bisa memicu gangguan hormon dalam tubuh. Gangguan hormon yang buruk ini bisa sel sperma menjadi lebih buruk dan jumlah yang sangat rendah.

Itulah beberapa ciri ciri pria mandul yang paling mudah ditandai. Selain itu semua penyebab gangguan kesuburan juga memang harus dilihat sehingga bisa dihindari dan kondisi kesehatan reproduksi tetap sehat.

, , ,
Post Date: Wednesday 03rd, May 2017 / 07:14 Oleh :
Kategori : Kemandulan