Inilah 5 Ciri ASIP yang Tidak Layak Minum dan sudah Basi

ASIP atau ASI Perah merupakan ASI yang dipompa lalu dimasukan ke dalam botol khusus. Umumnya, ASIP digunakan ketika Ibu kelebihan ASI di dalam payudara atau sibuk dengan pekerjaan sebagai wanita karier. Untuk penyimpanan ASIP sendiri biasanya lebih aman jika Anda menaruhnya di dalam freezer agar ASIP tetap awet dan dapat digunakan kapanpun.

Akan tetapi, tidak semua ASIP yang dimasukan freezer akan selalu aman. Ada beberapa ciri-ciri ASIP yang justru sudah tidak layak dikonsumsi lagi karena basi. Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya.

1. Warna ASI berbeda

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagian warnanya. Warna ASI yang biasa kita lihat adalah warna putih layaknya susu sapi. Terkadang, ada juga yang berwarna putih kekuningan ataupun ASI yang sedikit kemerah-merahan. ASI yang memiliki warna merah bisa terjadi karena ASI vbercampur dengan darah. Hal tersebut bisa saja terjadi jika pada saat memompa ASI, darah ikut tersedot karena ada lecet pada bagian puting. Namun hal tersebut masih bisa diberikan pada bayi asalkan masih segar dan cara penyimpanan ASI sudah benar.

Hal yang paling membahayakan adalah pada saat ASI sudah disimpan di dalam kulkas namun warna ASI langsung berubah drastis ketika akan digunakan. contohnya saja, pada saat dimasukan ke dalam botol masih berwarna putih, kekuningan, ataupun sedikit berwarna merah. Namun, ketika akan diberikan pada bayi, warnanya berubah menjadi hujau ataupun abu-abu. Hal tersebut menunjukan bahwa ASI sudah tidak layak diminum. Kemungkinan besar ASI sudha terkontaminasi dengan zat lain, baik itu kuman ataupun zat kimia pada botol.

2. Aroma ASI yang tidak sedap

Secara umum, ASI sedikit berbau asam. Hal tersebut dikarenakan ASI memiliki tingkat lipase yang cukup tinggi. Zat Enzim yang terkandung di dalam ASI dapat membantu bayi agar dapat dicerna dalam tubuh. Misalnya asam lemak esensial seperti DHA. Maka dari itu, lipase pada ASI bisa memunculkan aroma asam yang lebih kuat apabila disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Aroma asam yang dianggap basi akan berbeda dengan aroma asam yang dihasilkan oleh lipase pada ASI. Untuk lebih memastikannya, Adna bisa coba terlebh dahulu rasa ASI sebelum diminum bayi. Bayi pun bisanya akan menolak ASI yang aromanya sudah sangat menyengat. Apabila ASI sudah mengeluarkan aroma asam yang terlalu kuat maka bisa dipastikan ASI tersebut sudah tidak layak dikonsumsi lagi.

3. Terdapat gumpalan yang tidak larut

Ciri selanjutnya yang mudah terlihat adalah ASI tidak larut ketika diaduk. Meskipun ASIP terdapat beberapa bagian yang terlihat kurang menyatu ketika Anda memasukannya ke dalam kulkas, namun beberapa saat kemudian ASI akan terlihat menyatu kembali ketika Anda mengaduknya. Nah, ASI yang sudah tidak layak dikonsumsi ketika terdapat gumpalan yang justru tidak larut ketika diaduk. ASI yang seperti itu, sebaiknya tidak perlu diberikan pada bayi Anda agar terhindar dari masalah yang berlanjut.

4. Terlalu lama di dalam kulkas

Memang jika Anda ingin ASI dapat bertahan lebih lama, sebaiknya ASI dimasukan ke dalam frezzer agar membeku. Namun, tetap saja ASI yang telah membeku memiliki masanya sendiri. Untuk ASIP yang disimpan paad kulkas namun tidak dimasukan ke dalam freezer memiliki jangka waktu yang cukup pendek, yakni 3 sampai 5 hari. Untuk ASI yang sudah dibekukan, jangka waktunya lebih lama, yakni sekitar dua minggu. Lebih dari jangka waktu yang telah ditentukan, maka ASIP sudah dipastikan tidak layak diminum dan lebih baik dibuang. Maka dari itu, ketika Anda ingin menyimpan ASIP pada kulkas maupun pada freezer, sebaiknya Anda berikan keterangan waktu pada botol. Dengan begitu, Anda akan mengetahui berapa lama ASI disimpan di kulkas.

5. Botol ASIP tidak tertutup rapat

Hal ini sebetulnya tidak hanya terjadi pada ASIP saja. pada makanan pun jika tidak terutup rapat selama sehari akan lebih cepat basi dan tidak layak dikonsumsi lagi. Hal ini juga berlaku pada ASI yang sudah dimasukan ke dalam botol. Apalagi ASI lebih mudah terkontaminasi terhadap bakteri maupun kuman yang bisa saja masuk ke dalam botol.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda lebih baik menggunakan botol yang berasal dari kaca ataupun plastik keras yang dirancang khusus untuk penyimpanan ASI. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas ASI saat disimpan di dalam kulkas.

Itulah 5 ciri ASIP yang tidak layak minum dan sudah basi. ASI yang sudah dimasukan ke dalam botol memang harus dijaga lebih banyak karena ASI tersebut sangat rentan terhadap bakteri maupun zat kimia lainnya. Apalagi daya tahan tubuh bayi masih dalam tahap perkembangan sehingga penggunaan ASIP harus dilihat secara teliti. Anda bisa pelajari tips menyusui bayi dengan ASI perah, cara memperbanyak ASI perah, dan juga cara menyimpan ASI Perah yang benar agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat.