4 Hal yang Harus Diperhatikan Terkait Suntik Hormon untuk Hamil

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Infertilitas atau ketidaksuburan adalah masalah yang banyak dialami pasangan sehingga harus menunggu cukup lama sampai akhirnya berhasil memiliki anak. Kesuburan atau fertilitas adalah kunci utama yang harus ada di dua pihak (suami maupun istri) agar berhasil mendapatkan keturunan.

Jika salah satunya saja mengalami masalah kesuburan, perlu ada usaha lebih keras untuk memperoleh anak. Supaya istri sukses hamil, berbagai program kehamilan bisa dicoba, dengan fokus mengoptimalkan kesehatan organ reproduksi agar pembuahan sperma ke sel telur tidak gagal.

Penyebab kemandulan pada wanita maupun pria bermacam-macam, tidak hanya tentang gangguan hormon, tapi juga masalah tertentu pada kesehatan organ reproduksi hingga stres yang tak kunjung mereda. Namun ketika masalah utama dibalik ketidaksuburan adalah ketidakseimbangan hormon, suntik hormon adalah solusi.

Seorang wanitadapat mengalami gangguan ovulasi karena gangguan hormon reproduksi. Maka sebagai salah satu cara terapi kesuburan, suntik hormon untuk hamil akan mempermudah.

Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan terkait suntik hormon untuk hamil seperti berikut.

1. Suntik Hormon hCG

Hormon hCG (human chorionic gonadotropin) atau juga dikenal dengan istilah beta hCG merupakan hormon kehamilan yang sebenarnya secara alami ada di dalam tubuh wanita.

Hormon ini diproduksi oleh plasenta pasca pembuahan sel telur oleh sperma berhasil membentuk embrio yang kemudian menempel di dinding rahim.

Oleh sebab itu, hormon hCG adalah hormon yang dibutuhkan untuk memulai tanda-tanda kehamilan dan mendukung proses kehamilan secara menyeluruh. Secara alami, berbagai ciri-ciri hormon hCG yang meningkat akan terlihat pada tubuh wanita saat di masa awal kehamilannya.

Kadar hCG normal dan tinggi dapat menjadi faktor yang mempermudah kehamilan, namun bila ketidaksuburan adalah masalah utama, baik wanita maupun pria perlu memperoleh suntik hormon hCG sebagai peningkat kesuburan.

Suntik hormon untuk hamil seperti suntik beta-hCG akan mempertahankan hormon progesteron sehingga dari awal kehamilan sampai waktunya melahirkan baik janin maupun sang ibu baik-baik saja.

Bagi pasangan kesulitan memperoleh keturunan, suntik hCG akan mendukung pelepasan sel telur oleh ovarium pada masa subur wanita.

2. Cara Kerja Suntik Hormon untuk Hamil

Suntik hormon untuk hamil tidak hanya diperuntukkan bagi wanita supaya ovulasi teratur, hormon kembali seimbang, atau masalah infertilitas teratasi. Suntik hormon hCG juga bisa diperoleh pria apabila memang diperlukan sebagai peningkat infertilitas.

Hormon hCG yang disuntikkan adalah perangsang corpus luteum yang bertujuan menghasilkan hormon progesteron. Dengan hormon progesteron terproduksi, dinding rahim menjadi lebih siap ketika embrio terbentuk dari hasil pembuahan sperma ke sel telur lalu menempel di sana.

Pasangan suami istri yang berencana memperoleh suntik hormon hCG, begini cara kerjanya :

  • Pemeriksaan perlu dilalui lebih dulu untuk menemukan apakah ada folikel telur yang belum matang pada ovarium.
  • Penyuntikan hormon hCG kemudian membantu sel telur lepas pada saat folikel telur ada yang belum matang di ovarium.
  • Pasca penyuntikan hCG setidaknya dalam 36 jam wanita akan mengalami ovulasi.
  • Dalam waktu 36 jam tersebut, pasangan suami istri dianjurkan untuk berhubungan intim karena proses ovulasi sudah mulai terjadi sehingga peluang pembuahan berhasil semakin besar.
  • Bagi pasangan yang menjalani program hamil seperti bayi tabung atau inseminasi intrauterine, suntik hormon hCG di saat yang sama untuk meningkatkan keberhasilan untuk hamil.
  • Tes kehamilan baru bisa dilakukan setidaknya dua minggu pasca disuntik hormon hCG dan melakukan hubungan intim, biasanya hCG akan terdeteksi lewat urine maupun darah pada pemeriksaan ini.
  • Hindari melakukan tes kehamilan terlalu dini atau kurang dari dua minggu, sebab risiko hasil tesnya dapat menunjukkan positif palsu.

3. Efek Samping Suntik Hormon untuk Hamil

Suntik hormon walau untuk meningkatkan kesehatan tetap dapat berpotensi menimbulkan efek samping, tidak terkecuali suntik hCG. Meski dilakukan demi berhasil untuk hamil, risiko efek samping suntik hCG juga tetap perlu dipertimbangkan.

Beberapa kemungkinan efek samping suntik hormon hCG untuk hamil diantaranya :

  • Berat badan naik (biasanya disebabkan oleh cairan tubuh yang menumpuk)
  • Pembengkakan dan rasa sakit di bagian payudara
  • Timbul reaksi alergi (biasanya berupa pembengkakan di wajah, bibir, atau tenggorokan, sesak nafas hingga gatal-gatal)
  • Peningkatan risiko sindrom hiperstimulasi ovarium (pada kondisi ini, sel telur yang dilepaskan oleh ovarium akan sangat banyak dan cenderung berlebihan, lalu gejala-gejala seperti perut kembung, sakit perut, diare hingga muntah-muntah dapat terjadi)

Pada dasarnya, suntik hCG sangat aman dan jarang menimbulkan efek samping. Namun tetap tidak menutup kemungkinan rangkaian efek samping tersebut terjadi pada pengguna suntikan hCG, khususnya bila memiliki riwayat alergi obat dan semacamnya.

Ini menjadi alasan mengapa para pasangan diharap melakukan pemeriksaan kesuburan lebih dulu sebelum memutuskan memperoleh suntik hCG. Bila gejala-gejala efek samping timbul tidak lama setelah suntik hCG, artinya pengguna perlu memeriksakan diri ke dokter supaya gejala cepat diatasi.

Namun secara umum, konsultasi sebelumnya dengan dokter mengenai kondisi kesehatan menyeluruh dan berbagai efek samping suntik hCG bisa meminimalisir kondisi yang serius. Dan bila tubuh sudah berhasil menyesuaikan dengan perubahan hormon, gejala efek samping akan berhenti dan pulih dengan sendirinya.

4. Waktu Terbaik Suntik Hormon untuk Hamil

Ketika berencana hendak menempuh program kehamilan, maka sebelum hal tersebut terlaksana, sebaiknya lakukan konsultasi lebih dulu dengan dokter. Tanyakan kepada dokter terkait apakah melakukan terapi hormon tertentu diperlukan dan aman bagi kesehatan istri maupun suami.

Jika sudah memperoleh izin dan saran dari dokter, ada dua pilihan cara dalam memperoleh suntik hCG, yakni melakukannya sendiri di rumah atau di rumah sakit. Dokter akan membimbing dan mengajari pasien bagaimana cara langkah demi langkah menyuntikkan hormon hCG.

Meski terdapat opsi penyuntikan di rumah, proses ini sebaiknya tidak dilakukan kapanpun pasangan inginkan. Dokter harus memastikan lebih dulu bahwa sel telur di ovarium belum matang sehingga suntik hCG bisa dilakukan.

Penting bagi pasangan, khususnya wanita, untuk mengetahui kapan ovulasi terjadi. Karena sebelum ovulasi terjadi, penyuntikan perlu dilakukan sekali di setiap siklusnya. Dokter dapat membantu memberi informasi terkait waktu paling tepat untuk penyuntikan hormon supaya tidak terjadi kesalahan.

Atau, pasangan dapat melakukan penghitungan siklus ovulasi menggunakan kalkulator khusus untuk mengetahui masa subur. Melalui cara ini, penyuntikan dapat diterapkan di waktu yang tepat supaya sel telur matang dilepas oleh ovarium bisa segera dibuahi sperma dan memperbesar peluang memperoleh keturunan sekaligus awal dari perkembangan janin.

Selain mengandalkan suntik hormon hCG, berbagai cara cepat hamil bagi penderita gangguan hormon juga dapat ditempuh. Memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat, lebih teratur olahraga, hingga membenahi siklus tidur pun sama pentingnya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn