Benarkah Bayi Minum Susu Formula Sering BAB? Ini Penjelasannya

Memberikan susu formula pada bayi sejak lahir memang tidak disarankan. Namun karena berbagai kondisi maka boleh saja bayi Anda menerima susu formula sejak lahir. Namun Anda harus mengikuti merek dan jenis susu formula sesuai yang disarankan oleh dokter. Susu formula terbaik untuk bayi yang baru lahir tidak harus paling mahal atau dari merek terkenal. Tapi yang terpenting adalah susu harus sesuai dengan kebutuhan pencernaan bayi. Namun ketika bayi minum susu formula maka ibu bingung dengan BAB bayi, terkadang bayi menjadi sering BAB. Jadi benarkah bayi minum susu formula sering BAB? Ini penjelasannya yang bisa Anda pelajari.

Benar Tidak?

Pada dasarnya kebiasaan BAB bayi memang hal yang sangat unik. Bayi ketika baru lahir akan lebih sering BAB dengan tekstur tinja yang lebih cair. Warna tinja bayi pertama kehijauan, kemudian menjadi lebih kuning. Semua itu membutuhkan tahap sesuai dengan perkembangan bayi 1 bulan hingga usia selanjutnya. Lalu meskipun bayi menerima susu formula maka bayi tetap akan sering buang air besar. Sebenarnya ini tidak masalah karena organ perut bayi sedang beradaptasi. Lalu ketika bayi berusia lebih dari 4 minggu maka bayi mulai BAB secara teratur, tidak terlalu sering tapi juga tidak terlalu lama. Ini yang akan membuat bayi bisa menyerap nutrisi. Jadi tidak benar jika karena susu formula bayi menjadi lebih sering BAB. Anda harus melihat faktor lain,seperti penjelasan dibawah ini.

  1. Seberapa sering bayi BAB?

Banyak ibu yang sering bertanya, seberapa sering bayi harus BAB? Jika terlalu sering itu tanda pencernaan bayi kurang sehat. Begitu juga jika terlalu jarang mungkin terkena sembelit sehingga membutuhkan cara mengatasi sembelit pada bayi. Umumnya bayi yang berusia 1 atau 2 bulan akan melewati gerakan usus yang baik, lancar dan kemudian akan menjadi lebih padat setelahnya. Kemudian tekstur tinja bayi mulai dari cair, setengah padat hingga padat semi lunak. Seberapa sering buang air besar bayi ketika minum susu formula sebenarnya bukan hal yang perlu dipermasalahkan lagi.

  1. Tanda saat bayi terkena diare

Ada banyak penyebab diare pada bayi yang memang harus diwaspadai oleh semua orang tua. Termasuk jika bayi menerima susu formula. Namun seberapa sering bayi BAB jika diare juga harus dipertimbangkan dengan baik. Hal yang perlu diperhatikan oleh ibu adalah ketika ibu melihat bayi mengalami tanda diare. Ada berbagai gejala yang bisa dilihat seperti:

  • Bayi buang air besar terlalu sering disertai dengan lendir atau darah.
  • Bayi tidak mau minum susu
  • Bayi terlihat sakit perut atau ekspresi bayi aneh
  • Disertai demam
  • Bayi pucat.
  1. Tanda jika bayi sembelit

Jika bayi sembelit maka itu hal yang tidak menyenangkan untuk bayi dan juga Anda sebagai orang tua. Sembelit akan membuat bayi mengalami sakit perut. Sembelit biasanya ditandai dengan bayi yang sulit buang air besar. Tanda yang lain adalah feces bayi yang lebih keras seperti selai kacang tapi lebih keras lagi. Jika bayi mengalami hal seperti ini maka ibu tidak bisa memberikan obat biasa dan lebih baik untuk membawa bayi ke dokter. Mengingat sembelit atau diare juga bisa menjadi gejala alergi susu sapi pada bayi.

Jadi sebenarnya masalah frekuensi kapan bayi harus BAB sebaiknya tidak perlu dirisaukan lagi. Setiap bayi bisa memiliki pencernaan yang berbeda. Hanya saja ibu harus waspada jika masalah BAB bayi ini menjadi tanda alergi susu formula dan membutuhkan cara mengatasi bayi alergi susu sapi. Namun jika Anda ragu dengan benarkah bayi minum susu formula sering BAB? Maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter saat bayi menunjukkan gejala diare atau bahkan sembelit.