Kehamilan Abdominal – Penyebab, Gejala, Dan Cara Penanganan

Dalam proses kehamilan, ada beberapa kondisi abnormal yang dapat terjadi dengan akibat dan penyebabnya masing masing. Setiap ibu hamil tentu tidak mengharapkan kondisi abnormal tersebut terjadi. Agar kondisi abnormal yang menyebabkan kehamilan tidak berlangsung dengan baik tersebut, ibu perlu memahami dengan baik apa saja keadaan yang disebut dengan kehamilan abnormal. Ada beberapa kondisi yang dapat disebut kehamilan abnormal diantaranya seperti janin tidak berkembang, hamil anggur, dan kehamilan tidak pada tempat seharusnya.

Kehamilan diluar kandungan disebut sebagai kondisi hamil ektopik. Kehamilan ektopik tersebut terjadi karena sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada dinding rahim melainkan di bagian tubuh lainnya. Kehamilan ektopik tentu menjadi keadaan yang perlu diperhatikan dengan baik. Kondisi kehamilan ektopik dapat menyebabkan  perkembangan janin dan kesehatan ibu terancam sehingga membutuhkan penanganan tertentu. Kasus kehamilan ektopik dapat terjadi di beberapa bagian tubuh sekitar rahim ibu hamil.

Kehamilan ektopik terjadi akibat adanya hambatan sel telur pasca dibuahi untuk menuju tempat implantasi yang seharusnya yakni di rahim. Kehamilan ektopik tersebut salah satunya dapat terjadi pada bagian kavum abdominal. Kavum abdominal secara awam disebut sebagai rongga perut. kondisi kehamilan di bagian abdominal memang sangat jarang terjadi diantara banyaknya kehamilan, untuk lebih memahami salah satu kondisi kehamilan ektopik tersebut, perhatikan ulasan dan pembahasan di bawah ini,

Mengenal Kehamilan Abdominal Dan Jenisnya

Hal petama yang perlu dipahami terkait dengan kehamilan di bagian abdominal tersebut adalah pengertian dan jenisnya. Kehamilan pada bagian abdominal tentu dapat dijelaskan sebagai keadaan abnormal dimana bakal janin terhalang masuk ke dalam rahim dan akhirnya mengalami implantasi pada bagian kavum abdominal. Implantasi tersebulah yang menyebabkan masalah kehamilan diluar kandungan, tepatnya pada bagian rongga perut. Kavum abdominal meskipun jarang terjadi tetap perlu diwasapadai oleh ibu hamil.

Kehamilan di bagian abdominal sebagai salah satu dari macam kehamilan ektopik memiliki dua jenis yakni primer dan sekunder. Maskud dari kehamilan pada bagian abdominal primer adalah kondisi implantasi benar terjadi di bagian kavum abdominal secara penuh. Sedangkan kehamilan abdominal sekunder merupakan kondisi dimana implantasi terjadi pada bagian tuba namun sisa jaringan masuk ke dalam abdominal dan terimplantasi. Jenis kehamilan pada bagian abdimonal yang paling sering terjadi adalah sekunder dihampir semua jenis kasus yang ada.

Penyebab Terjadinya Kehamilan Abdominal

Penyebab secara umum terjadinya kehamilan pada bagian abdominal tidak dapat dipastikan dengan mudah. Namun ada beberapa faktor resiko yang dapat mengalaminya. Kehamilan di bagian abdominal dapat terjadi terutama untuk wanita dengan faktor resiko tertentu. Berikut beberapa penjelasan mengenai faktor resiko seorang wantia dapat mengalami kehamilan di bagian abdominal.

  1. Infeksi salurah kencing yang menimbulkan gangguan motilitas saluran telur dan divertikel.
  2. Riwayat penyakit peradangan panggul
  3. Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
  4. Kondisi endometriosis
  5. Pernah mengalami operasi pada bagian tuba
  6. Pemakain kontrasepsi kombinasi

Gejala Dan Tanda Munculnya Kehamilan Ektopik Abdominal

Kehamilan ektopik abdominal merupakan kondisi yang harus dapat diatasi dengan baik agar tidak menyebabkan kondisi berbahaya. Untuk menjadikan setiap pasein kehamilan ektopik abominal teratasi dengan baik maka gejala dan tanda munculnya harus dipahami. Beberapa gejala dan pertanda munculnya kehamilan pada bagian abdominal tersebut diantaranya seperti dijelaskan dibawah ini :

  • Munculnya gejala hamil muda yang umum terjadi pada ibu hamil seperti pendarahan ringan, mual dan muntah atau morning sicknes, nyeri panggul, dan lain sebagainya.
  • Amenorrhea atau keadaan dimana seorang wanita tidak akan mengalami menstruasi
  • Nyeri perut terutama dirasakan saat bergerak

Penanganan Kehamilan Ektopik Abdominal

Kondisi kehamilan ektpok abdominal tentu membutuhkan proses perawatan dan penatalaksanaan medis yang tepat. Kehamilan pada bagian rongga perut tersebut harus diatasi dengan proses keguguran dimana janin tentunya tidak akan berkembang dengan normal ditempat yang tidak seharusnya. Untuk mengatasinya maka dokter akan melakukan tindakan mengambil janin yang berkembang tidak tepat tersebut. Dalam mengambil janin melalui jalan operasi tentu ada pertimbangan tertentu yang perlu diperhatikan dengan baik.

Dokter akan memutuskan apakah janin yang melekat pada bagian kavum abdominlan perlu diambil atau dibiarkan. Dalam pengangkatan janin yang tidak berkembang di tempat yang benar tersebut, pertimbangan mengenai pendarahan dan kondisi beresiko lainnya kan diperhatikan dengan baik. Keputusan yang diambil oleh dokter dan tim medisnya sangat tergantung dari proses pemeriksaan USG dan penetapan tindakan medis.

Itulah beberapa pembahasan yang perlu diperhatikan dengan baik dan benar terkait dengan kehamilan abdominal yang terjadi akibat sel telur pasca pembuahan berkembang di bagian abdominal dan tidak dapat masuk ke bagian rahim. Kondisi kehamilan di bagian abdominal harus dapat dipahami sebagai keadaan yan berbahaya bagi rahim wanita. Penanganan yang tepat membantu mengurangi efek samping dan dampak buruk dari kondisi kehamilan ektopik abdominal.