6 Tips Cara Mendidik Anak Ekstrovert

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cara membentuk kepribadian anak ekstrovert biasanya mengacu pada kepribadian yang terbuka dan cenderung menikmati berada di sekitar orang.

Oleh karena itu, anak dengan kepribadian ekstrovert biasanya menikmati aktivitas yang dilakukan sendiri. Anak dengan kepribadian ekstrovert adalah orang yang berpikir tentang sesuatu secara objektif dan luas.

Anak ekstrovert suka berkomunikasi, mengobrol, berdiskusi dengan orang bahkan ketika tidak ada informasi yang diperlukan untuk komunikasi. Bagi anak ekstrovert, bahasa adalah sarana sosialisasi. Ekstrovert terlihat baik. Anak yang ekstrovert secara alami mendapatkan energi mereka dari interaksi sosial, sumber eksternal.

Ekstrovert bisa menjadi orang yang pendiam jika mereka tidak memiliki lingkungan yang mendukung dan menyediakan apa yang mereka butuhkan. Namun secara umum, ekstrovert memang lebih aktif karena mereka membutuhkan dan menikmatinya.

Semakin baik dan lebih sosial dia berkomunikasi, semakin banyak energi yang dia miliki, orang-orang ekstrovert, mereka tidak bisa hidup sendiri, mereka selalu membutuhkan orang lain.

Berikut beberapa tips yang bisa orang tua terapkan dalam mendidik anak ekstrovert:

1. Berikan kesempatan anak untuk berbicara

Meskipun anak ekstrovert cenderung cerewet, tetap berikan kesempatan berbicara pada anak untuk menyampaikan apa yang ingin anak sampaikan. Cara ini juga secara tidak langsung menjadi salah satu cara melatih anak berbicara didepan umum yang kelak bermanfaat.

Jika orang tua tidak memberikan kesempatan berbicara pada anak, justru akan membuat anak beresiko menjadi penyebab anak cuek pada orang tua di usia dewasanya nanti.

2. Berikan waktu tenang

Anak ekstrovert cenderung terlalu aktif, biasanya anak tersebut tidak menyadari bahwa dirinya sudah kelelahan maka oleh karena itu, bagi kita sebagai orang tua berikanlah waktu tenang sehingga anak bisa istirahat.

Merawat anak tentu saja perlu, tetapi jangan lupa untuk menikmati waktu luang. Kita memahami bahwa memiliki anak yang lebih istimewa dari anak bisa melelahkan, jadi waktu sendirian bisa menjadi sangat penting.

Sederhana saja, jika kita terus berjuang dengan kondisi ini, itu juga dapat berdampak pada kesehatan mental orang tua, dan inilah saatnya untuk memprioritaskan kesehatan kita sebagai orang tua juga. Jangan sampai menjadi bahaya akibat kelelahan pada ibu atau orang tua karena tidak memiliki waktu luang untuk beristirahat.

3. Berikanlah perhatian kepada anak ketika sedih

Anak ekstrovert biasanya mudah bosan dengan kegiatan yang monoton biasanya anak akan mencari perhatian lebih kepada orang tua. Oleh sebab itu, berikanlah dukungan, hiburan, atau semangat agar anak bisa melanjutkan aktivitasnya.

4. Dukung selalu hobby anak

Mendukung hobby dan keaktifan anak mampu menghibur dan menjadi diri sendiri di masa pertumbuhannya. Sisi ekstrovert yang dimiliki anak menjadi semangat bagi dirinya oleh sebab itu, dukunglah hobby tersebut agar anak serius menjalani aktivitasnya.

5. Hormati privasi anak sejak dini

Jika anak mengisi kata-kata dengan positif dan dapat membuat anak mengerti bahwa setiap orang memiliki preferensi mereka sendiri, maka melakukannya dengan benar. Ini harus didiskusikan dengan anak kita dan mutlak diperlukan.

Mereka harus memahami dengan cara mereka sendiri bahwa orang tua mereka mungkin lebih menyukai hal-hal yang berbeda dan anak-anak mungkin menginginkan sesuatu yang lain. Berikan contoh teman mereka atau beberapa karakter dari film Disney.

Mereka memahaminya lebih cepat dan lebih baik. Ketika mereka tahu tidak apa-apa untuk berbeda dari orang tua mereka, anak akan lebih terbuka dan pengertian.

Hal ini juga bisa diterapkan sebagai tipe pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak karena mereka akan menghormati keinginan orang tua dan mencintai orang tua jika orang tua jujur ​​tentang preferensinya.

6. Hargai kepribadian anak

Selalu beri tahu anak bahwa kepribadian mereka, meskipun berbeda dari kita sebagai orang tua, beritahu secara tenang dan nyaman kepada anak. Akui suka dan tidak suka mereka dan biarkan mereka tahu betapa bangganya kita terhadap mereka.

Berbicara dengan mereka di depan umum dan secara pribadi dapat membuat mereka bahagia. Pengakuan dan penghargaan juga sangat penting bagi pertumbuhan kepribadian anak.

Kepribadian setiap anak berbeda-beda, ada yang introvert dan ada juga yang ektrovert. Pada anak ektrovert biasanya orang tua kewalahan karena mereka peka terhadap dopamin sehingga aktif ketika melihat sesuatu yang menyenangkan.

Bagi orang tua harus mengetahui kepribadian anak, agar tahu aktivitas yang cocok dengan anak ekstrovert apabila anak memiliki kepribadian ekstrovert, kita harus memberikan aktivitas yang tidak monoton.

fbWhatsappTwitterLinkedIn