Bahaya Bayi Jatuh Terlentang

Bayi bari lahir penting untuk memberikan asupan gizi yang terbaik, namun sebagai orangtua juga wajib untuk memperhatikan keaman dan juga kenyamanan dari lingkungan sekitar bayi. Jangan sampai lingkungan sekitar, terutama rumah dan juga kamar tempat si kecil tinggal malah menjadi petaka yang menyebabkan terjadinya kecelakaan pada bayi. Sudah banyak sekali terjadi kasus kasus dimana seorang bayi mengalami kecelakaan, baik ringan maupun fatal yang disebabkan oleh kondisi lingkungannya yang tidak aman dan juga berbahaya bagi keselamatan si bayi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat mengganggu kenyamanan dan juga keselamatan dari sang bayi terutama ketika sang bayi sudah mulai dapat merangkak :

  • Tempat tidur yang terlalu tinggi
  • Terlalu dekat dengan benda – benda pecah belah dan juga benda tajam
  • Termos air panas yang mudah dijangkau bayi
  • Tangga dari rumah tingkat
  • Binatang peliharaan yang mungkin dapat membahayakan bayi
  • Dan masih banyak lagi

Nah, dari beberapa hal tersebut, hal yang paling sering menimpa bayi adalah terjatuh dengan posisi yang terlentang. Biasanya kejadian ini dapat terjadi karena pengasuhan orang tua bayi, yang menyebabkan bayi terjatuh dari tempat tertentu, seperti tempat tidur bahkan tangga yang ada di rumah. Tentu saja, bayi yang terjatuh sedikit atau banyak memiliki dampak bagi si bayi tersebut. Dampak ringan ketika bayi terjatuh mungkin hanyalah rasa sakit dan bayi akan menangis. Namun ternyata, ada bahaya lain yang dapat muncul ketika bayi jatuh dengan cara terlentang.

Apa saja bahaya bayi jatuh terlentang?

Berikut ini adalah beberapa bahaya yang dapat muncul ketika bayi jatuh secara terlentang :

1. Pendarahan di dalam tubuh

Hal pertama yang membahayakan diri si bayi yang dapat muncul ketika dia jatuh dalam posisi terlentang adalah terjadi pendarahan. Kondisi jatuh yang cukup keras mungkin tidak akan menyebabkan pendarahan dan juga luka pada bagian luar. Namun yang parah adalah hal ini justru dapat menyebabkan munculnya pendarahan pada bagian dalam tubuh.

Kondisi ini akan menyebabkan munculnya bengkak dan biru lebam pada bagian tubuh bayi, yang menandakan terjadinya pendarahan pada bagian tubuh tertentu. Apabila hal ini terjadi, maka yang harus anda lakukan adalah mengompres bagian tubuh yang mengalami pembengkakan tersebut dan apabila diperlukan langsung membawanya ke dokter kepercayaan anda untuk penanganan medis lebih lanjut.

2. Gegar otak

Bahaya bayi jatuh terlentang lainnya yang dapat muncul adalah dapat menyebabkan timbulnya gegar otak. Terutama ketika bayi tersebut jatuh dengan bagian kepala mengenai lantai. Gegar otak pada manusia dewasa dapat menyebabkan amnesia atau hilang ingatan dan juga dapat menyebabkan gangguan pada fungsi kognitif. Salah satunya adalah menurunkan konsentrasi dan juga foKus, serta dapat menyebabkan pingsan

Ketika hal ini terjadi pada bayi, maka dapat menyebabkan terjadinya hambatan pada perkembangan fungsi kognitifnya. Apalagi ketika berusia 1 – 3 tahun yang dikenal dengan istilah Golden Age, dimana perkembangan kognitif pada usia 1 – 3 tahun sedang berkembang dengan sangat pesat. Hal ini seperti bahaya bayi kuning yang bisa mempengaruhi otak.

Karena itu, ketika seorang bayi terjatuh, dan kepalanya terbentur dengan keras. Ada baiknya langsung dibawa dan diperiksakan ke dokter untuk meminimalisir dan juga mencegah munculnya gangguan lain yang lebih parah.

3. Gangguan pada bagian tulang belakang

Selain muncul gangguan pada perkembangan fungsi kognitif karena kemungkinan gegar otak. Bahaya bayi jatuh terlentang lainnya yang dapat muncul adalah gangguan pada tulang belakang. Hal ini dapat menyebabkan perkembangan dan juga struktur tulang belakang dari seorang bayi menjadi kurang optimal dan kemungkinan akan mengalami gangguan pada masa-masa berikutnya.

4. Kematian Bayi

Bahaya yang paling buruk dari kondisi dimana bayi jatuh terlentang adalah kematian pada bayi. Hal ini dapat terjadi terutama ketika bayi jatuh dari tempat yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan kematian, dan juga tidak cepat mengalami penanganan medis.

Pentingnya Mencegah Bayi Agar Tidak Terjatuh

Memiliki seorang bayi pastilah merupakan salah satu kebahagiaan tersendiri bagi para orangtua. Dengan hadirnya si kecil, pastinya akan menambah kebahagiaan dan juga kelekatan emosional yang tinggi antar pasangan suami dan juga istri. Masa bayi sendiri biasanya ditandai dengan Golden Age, dimana ketika bayi masih berusia 1 – 3 tahun, perkembangan kognitif dari sang bayi sedang berkembang dengan pesat.

Nah, dengan hadirnya si kecil ini, pastinya ada banyak hal yang harus dilakukan oleh para orangtua yang benar-bena harus diperhatikan. Hal pertama adalah pemberian nutrisi dan juga gizi yang optimal bagi sang bayi. Diharapkan agar pada usia bayi, si kecil harus mendapatkan asupan gizi yang baik, agar dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan juga perkembangan dari si kecil itu sendiri. Perhatikan asupan makanan, pastikan pula kondisi kandungan nutrisi dan juga gizi yang terkandung di dalam makanan tersebut, pastikan aman dan bermanfaat untuk si kecil.

Pada masa bayi, biasanya mereka memberikan respon tertentu untuk menunjukkan emosinya, seperti menangis dan juga berteriak. Kita sebagai orang tua yang harus memahami betul tanda dan juga respon dari bayi, agar bisa memberikan segala yang terbaik bagi mereka. Pada masa bayi, orangtua harus bisa membangun kedekatan kuat dengan sang bayi, agar sang bayi dapat merasa nyaman dengan keadaan lingkungannya. Termasuk untuk menghindari bayi terjatuh, yang bisa saja terjadi saat tidur, menangis atau sedang rewel.

Itulah beberapa bahaya dari bayi jatuh terlentang. Semoga dengan membaca artikel ini, anda bisa lebih berhati-hati dan juga menjaga kondisi lingkungan sekitar anda dengan baik. Agar tidak terjadi hal-hal yang buruk yang tidak diinginkan.